Ada pepatah kuno bilang: sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak kan percaya.
Kemarin, saat Arema laga lawan Persiwa, Wasit tak hanya lancung sekali. Tapi berkali-kali. Aremania awalnya masih percaya.
Betapa tidak. Gol Patricio Morales (menit 10) dianulir wasit Jajat Sudrajat (Bandung), karena dianggap hands-ball. Bolehlah, gumam Aremania, mungkin saja. Lalu pada menit ke-36 kembali gol Patricio dianulir wasit dengan alasan off-side. Ada satu Aremania mulai naiki pitam. Hakim Garis pun terkapar pingsan dipukulnya. Puncaknya, saat goal Emile Mbamba, menit 51, juga dianggap off-side. (Sementara komentator ANTEVE bilang (sebetulnya) tidak off-side.
Maka kesabaran sudah habis nampaknya. Mereka tidak saja terbakar amarah. Tapi ada seorang Aremania membakar kain di atas jaring gawang. Prosesnya dilakukan dengan tenang, tanpa ada halangan yang berarti dari aparat keamanan.
Jadinya pas menit ke-71 berhenti sudah itu pertandingan.
Ketua BWSI (Badan Wasit Sepakbola Indonesia) IGK Manila menganggap wasit sudah baik. “Saya pikir kepemimpinan wasit sudah cukup baik. Tapi, emosi penonton yang tak terkontrol akhirnya membuat situasi kacau.”
Menurut akibat kepemimpinan wasitlah yang membuat pertandingan yang sebetulnya menarik itu menjadi kacau.
Efeknya, pertandingan akhirnya ditunda. Bagi Suporter Aremania, terhitung sejak Rabu kemarin, menurut Hinca Panjaitan, Ketua Komisi Disiplin PSSI, mengharamkan Aremania masuk ke seluruh stadion yang ada di Indonesia. (Tak jelas, apa kriteria dan batasannya. Apakah hanya atributnya yang dilarang, atau akan ada razia KTP?
Saya, waktu itu nonton (bersama-sama pem-bezoek yang lain, di lingkungan Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, karena sedang menunggu Ibu saya yang opname di sana). Yang menonton tak semuanya warga Arema. Apalagi Aremania. Mereka berasal dari Tulungagung, Blitar, Pasuruan, dan masih banyak lagi.
Melihat pertandingan kemarin, hampir semua menghujat Jajat Sudrajat, sang wasit. Khususnya saat gol yang di-heading oleh Emile Mbamba.
Bubarkan saja Badan Wasit Sepakbola Indonesia
Begitu mereka secara serempak berteriak.
Aremania juga manusia. Manusia ada batas kesabarannya. Cacing saja akan menggeliat bila diinjak. Lha, ini Singo Edan dizalimi di depan mata. Adalah pengkhianat namanya manakala kemarin malam warga Arema (apalagi Aremania) mengutuk perbuatan segelintir orang itu.
Last, but not least, mari kita kibarkan bendera setengah tiang untuk Aremania selamam 3 tahun.
Catatan Tambahan : Bahkan, saat saya lihat laga Persija vs Persik, para pemain pada berantem. Muaranya : W A S I T
Karena dianggap waktu masih ada, wasit nyemprit bubar.
.jpg)







































terkadang untuk mencari kebenaran itu butuh pengorbanan. Dan saat ini AREMA menjadi martir untuk membuka borok dan bobroknya wasit, PSSI dan antek2nya….
Mdh2an kejadian semua ini DAPAT MEMBUKA MATA seluruh Rakyat Indonesia terhadap kelakuan para ANTEK PSSI……..
Salam Satu Jiwa
Semoga saja demikian. Kalau bukan kita, siapa yang mau dan mampu membenahi amburadulnya PSSI.
Salam Satu Jiwa juga
hmm..
intinya cuma satu
itu semua gara2 kualitas wasit indoensia
terus terang
saya sangat geram ketika melihat pertandingan
Persija- Persik
pertandingan yang sempat terhenti 10
menit, dan kembali dilanjutkan
hanya mendapat tambahan waktu 5 menit!
dan jelas saja hal itu bikin kondis di tengah lapangan manjadi kacau..
Meski saya bukan Jak mania atau pun persik mania
saya sangat kecewa dengan kondisi itu..
klo kita bisa mendatangkan pemain asing,
asisten pelatih asing, pelatih asing, sampe direktur teknik asing..
kenapa kita ga mendatangkan juga
wasit asing.. buat mengganti wasit2 indonesia
yang sebenernya ga ada yang ngerti sama perkembangan peraturan pertandingan sepak bola!
semoga tuhan memaafkan orang2 yang penuh
kesalahan tersebut
-aaf-
Amat Sangat Se-7 Se-X. Kayaknya memang itu yang belum dilakukan oleh PSSI, setelah semua komponen pada ngimpor, kenapa nggak wasitnya sekalian.
Setuju dukung wasit indonesia dibubarkan, datangkan wasit asing…sekalian juga penonton asing juga …aman dehh
heheh
salam sepakbola indonesia
saya sebenarnya iba juga dengan kondisi perwasitan di indonesia, apa sih yang diplajari oleh mereka. sejujurnya sebagai orang yang selalu merasa pengen adil apakah p[ernah terpikirkan kalo kita berada sebagai wasit disana, apakah kita sadar tugas yang dia emban di lapangan. sulit memang melihat atau menanggapi hal ini, tapi kita harus memposisikan diri sebagai orang netral pasti ada benang merah dimana letak kesalahannya… saya sendiri ketika wasit di goblog-gobloki pengn rasanya berada di lapangan memimpin sebuah pertandingan, pernah saya coba di pertandingan biasa tetap saja sulit menjadi pengadi lapangan, hanya faktor situasi di lapangan ini yang ga bisa dikontrol oleh beberapa pihak. kalo mau bubarkan wasit indonesia, trus sapa yg memimpin toh mereka berlindung di sebuah badan itu,
saran sih… kalo kita mau memperbaiki sepakbola indonesia yah harus sadar dulu nie klub” untuk bermain fair, jangan sampai wasit memihak kepada sebeuah klub, dan wasit pun jangan sampai di sogok untuk sebuah kemenangan, pernah lihat kasus calciopoli di italia, hebat ga tuh italia, bisa merubah juara di akhir” periode, mungkin beberapa hal dirasakan seorang wasit ketika memimpin di setiap pertandingan, mungkin beberapa pimpinan yg bisa jadi berhubungan dengan sepakbola indonesia menginginkan hal ini, apa perlu nurdin halid, nugraha besoes, igk manila, andi darussalam memimpin pertandingan.
wasit memang salah, atau ragu dengan keputusan dia jadi pembinaan yang baik perlu dilakukan kita lihat saja mau seperti apa sepakbola indonesia, siap juaranya dan bagaimana prosesnya patut kita perhatikan,
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2008/10/22/224803/1024421/76/badan-wasit-janjikan-perbaikan
yang salah bukan seorang wasit, melainkan orang yang ga pernah bisa menerima kekalahan. seseorang pasti pernah berbuat salah. jika saya melihat wasit kita sama dengan wasit di liga spain, sama-sama buruk. sama-sama ragu dan takut terhadap suporter tuan rumah. sekarang sudah jarang sekali kita melihat wasit yang baik dan berkualitas di indonesia. mungkin karena takut di hajar suporter tuan rumah. hahaha…
jika liga dan wasit kita mau baik kita semua harus bisa mengakui dan menerima kekalahan. banyak klub di indonesia tidak mau mengakui kekalahan, padahal klub tersebut juga blum pernah mengharumkan nama bangsa alias buruk. jika klub kalah dan hanya menyalahkan seorang wasit saya bisa menyimpulkan bahwa klub tersebut tidak akan punya masa depan yang cerah. dan kita melihat sebuah organisasi yang bernama pssi terlalu meremehkan dalam menghukum dan memberi sanksi. jika di gedung DPR banyak koruptor maka di PSSI banyak komentator. jangankan wasit seorang komentator pun sering salah ngomong, ngomong aja salah apalagi prediksi, gitu koq disebut pengamat, ngamati aja salah… polisi aja salah tangkap apalagi wasit pasti salah ngeliat hahaha. inilah masalah sepakbola di dalam negaraku tercinta… Indonesia-Indonesia kapan mau maju… ???? Gue mau jadi wasit ni ada yang tahu caranya gak?….
SEPAKBOLA INDONESIA G AKAN MAJU BILA WASITNYA KAYAK GTU.AYAS YAKIN ITU….
Salam olah raga,
bicara tentang wasit indonesia, bisa dibilang adalah titik yang terlemah dalam sepak bola indonesia. suporter sudah cukup baik, club dan stadion sudah sangat layak, jadi jalan satu2ny agar sepak bola indonesia menjadi lebih baik adalah ganti semua kepengurusan PSSI dan BWI, semua calon pengurus maupun wasit harus standar FIFA dan mengikuti pelatihannya baik itu skill, fisik, maupun mental.
savogilland
bobotoh PERSIB
Goblokkk
C0kk
Arema