Lauk yang sering menemani nasi dalam piring saya adalah tempe. Namun sejak harga kedelai ganti harga, yang berakibat harga tempe jadi mahal, saya mulai jarang menemui tempe di piring saya.
“Tempe mahal, ” kata istri saya sebelum saya protes.
“Ayam saja. Murah…”
“Flu burung kan….”
“Ah, sekarang sudah sembuh burungnya…… “
Ya, bolehlah.
Tadi pagi saya baca koran Surya. Di halaman Malang Raya saya baca harga terigu ikut-ikut seperti kedelai. Kalau enam bulan lalu harga sudah naik menjadi Rp 95.000, kini berubah lagi menjadi Rp 164.000. Waduh, suatu loncatan yang amat luar biasa.
Setelah mulai jarang bertemu dengan tempe, roti nampaknya bakalan nyusul…
Wikipedia bilang: Tepung terigu adalah tepung/bubuk halus yang berasal dari biji gandum, dan digunakan sebagai bahan dasar pembuat kue, mi dan roti. Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis trigo yang berarti gandum.Apakah ini karena ada yang menimbun, seperti halnya kedelai
Padahal anak saya, kalau sarapan pagi sukanya makan roti. Tidak mau nasi.
Ya, Allah…. Sampai kapan kami bisa makan dengan nikmat?
.jpg)







































sama pak, makanan fav saya juga tahu dan tempe. istri saya juga sering mengeluh kalau kepasar tempe dan tahu harganya mahal dan kadang ngak ada di pasaran.
Di Malang itu setahu saya gudangnya tempe. Sebelum kedelai mahal, bila istri saya ke pasar kesiangan, pasti nggak dapat menemukan tempe
Sekarang, walau sudah bedug lohor itu tempe nampak ternagu menunggu pembeli