Pemilu kurang 1 tahun. Maka para ‘calon pemimpin’ bangsa ini sudah mulai pasang iklan di berbagai media cetak. Tidak Wiranto,
tidak Prabowo,
pun Sutrsino Bachir. Semua mulai pasang gambar. Baik baliho di jalan-jalan, di halaman koran atau tayangan televisi.

Dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk 1 halaman koran bisa menelan biaya sampai Rp 450 juta. Untuk tayangan televisi lebih mahal lagi. Sampai Rp 40 juta – Rp 60 juta permenit, pada saat-saat prime-time.
Bisa dibayangkan bila dalam sehari muncul 10 menit = Rp 400 juta – Rp 600 juta untuk bisa tampil ’sesaat’ di televisi.
Mahalnya sebuah demokrasi
.jpg)







































Kalau sdah jadi bintang iklan, siapa tahu bisa jadi pemain sinetron…
ya gak
ancang-ancang mulai dari skarang…
Kalau saja uang sejumlah itu dipakai buat memperbaiki sekolah, memodali korban lumpur Lapindo, menambahi subsidi BBM… tentu ada perbaikan nasib rakyat.
Boleh aja aja sih ngambil untung berupa publikasi dari sumbangan ini.. tapi setidaknya rakyat ikut merasakan uang tersebut secara nyata. Daripada tebar jargon seolah paling mengerti rakyat, tapi dengan cara yang tidak mengerti rakyat: pameran bahwa punya duit untuk bayar iklan yg mahal sementara rakyat gak makan
Salam kenal ya, Mas. Artikel ini saya pinjam sebagai tautan untuk entry saya
Terima kasih
[...] uang yang dikeluarkan parpol untuk kampanye lebih bermanfaat kan, bagi rakyat ? Daripada 450juta dituang untuk satu iklan cetak, atau 40jt-60jt/menit untuk iklan TV.. kan mendingan jumlah itu untuk menangani masalah rakyat secara langsung. “Hidup adalah [...]