Setelah BBM naik, saya lebih banyak di rumah sekarang. Membaca beberapa artikel KOMPAS yang saya kliping, yang sebagian besar belum pernah saya baca secara detil. Setelah membuka beberapa halaman, mata saya tertuju pada tulisan yang dimuat pada hari Kamis, 15 Mei 2008 (Dikembangkan Biogas dari Kotoran Manusia). Nampaknya energi biogas ini perlu terus dikembangkan, karena tak selamanya BBM itu bersahabat dengan kita, khususnya soal harga yang kian hari kian tinggi. Dalam tulisan itu dikatakan bahwa : Energi terbarukan biogas tidak hanya dapat diproduksi di pedesaan dengan bahan baku limbah organik atau kotoran hewan, tetapi juga berpeluang digunakan di wilayah perkotaan. Biogas di perkotaan bisa didapatkan melalui pengelolaan kotoran manusia secara terpadu.
Dari 3.000 kepala keluarga di perkotaan dapat dihasilkan 225 meter kubik biogas atau setara dengan 103,5 kg elpiji setiap hari, yang dapat digunakan untuk memasak 207 keluarga.
Demikian ujar peneliti Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Abdul Kholiq di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, pada Rabu (14/5). ”Itu tidak hanya memberikan manfaat energi terbarukan, tapi menghasilkan pula pupuk organik dan diperoleh lingkungan dengan air tanah tidak tercemar,” kata Kholiq.
Menurut dia, salah satu daerah yang mengembangkan biogas dari kotoran manusia ada di Yogyakarta. Penggeraknya adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat. Sumbernya dari limbah yang terbatas dari beberapa WC milik warga.
Pengelolaan kotoran manusia secara terpadu untuk menghasilkan biogas di kota-kota besar di Indonesia akan terkendala oleh carut-marunya infrastruktur kota. Menurut Kholiq, kondisi tersebut bisa jadi pelajaran penataan infrastruktur kota-kota baru. Misalnya, kota-kota mandiri seputar Jakarta, seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.
Kepala Balai Teknologi Energi BPPT Titiresmi mengatakan, untuk menunjang produksi biogas secara optimal di wilayah perkotaan dan pedesaan perlu melibatkan industri-industri tertentu yang membutuhkannya.
”Pada industri etanol dari singkong di Lampung, Balai Teknologi Energi BPPT sudah menyampaikan rancangan pengolahan limbahnya supaya diolah menjadi biogas,” kata Titiresmi.
Dari industri etanol diperoleh potensi limbah cair sebanyak 100 meter kubik per hari–yang menghasilkan 1.200 meter kubik biogas, setara dengan 744 liter minyak tanah, setara dengan 552 kg elpiji. Satu meter kubik biogas sama dengan 0,62 liter minyak tanah atau 0,46 kg elpiji.
Biogas dari kotoran manusia dihitung, dengan asumsi 1 keluarga terdiri atas 5 orang yang masing-masing menghasilkan kotoran 0,3 kilogram per hari. Dari 3.000 keluarga terkumpul 4.500 kg. Satu kilogram kotoran manusia menghasilkan 0,05 meter kubik biogas. Jadi, total bisa dihasilkan 225 meter kubik biogas, setara dengan 103,5 kg elpiji per hari.
Ketika saya masih mahasiswa dulu, kalau nggak salah 25 tahun yang lalu, dalam suatu kegiatan di pedesaan, bersama dengan Ikatab Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) pernah mengenalkan soal biogas dari kotoran manusia. Setelah membaca tulisan itu, saya mencoba mengunjungi situs IMPALA. Ternyata soal biogas ini tak ada di sana. Mungkin dulu arsipnya nggak tersimpan.
Tapi itu nggak penting. Yang penting sekarang adalah, bagaimana agar kotoran kita yang kita produksi setiap hari itu bisa kita manfaatkan dengan optimal. Paling tidak, nantinya, kita tak lagi pusing soal septik-tank atau soal BBM yang selalu saja naik…. naik…. ke puncak gunung……. tinggi…… tinggi…………… sekali……………..
.jpg)







































Waw.. sebuah penemuan yang sangat revolusioner. ini harus dikembangkan. manfaatnya bisa 3 in 1
mulai besok, jadi rajin nabung di WC buat biogas dengan***** hehehehe….
Melihat pertambahan penduduk kota yang cukup besar baik dari angka kelahiran maupun dari urbanisasi, alangkah baiknya BUMN di bidang Energy merencanakan atau mengembangkan kotoran manusia menjadi sumber energy gas bio, agar masyarakat tidak kesulitan dan antri beli gas isi ulang 3 kg dan 12 kg.
Bisa dimulai dari unit terkecil yaitu lingkungan rukun tetangga, dibuatkan WC umum dan penampungannya, dari situ gas yang dihasilkan bisa untuk bahan bakan memasak.
saya ingin membuat biogas dari kotoran manusia,kemana saya harus menghubungi anda?bisakah anda membantu saya?terima kasih
Wah, itu sangat sangat membantu dan memecahkan maslah BBM dan juga masalah Limbah kotoran manusia yang setiap hari di Produksi oleh umat manusia,
Tolong pak gimana cara membuatnya,
makasiah, Pak
Wasslam,
Fikri
saya ker aya tugas kuliah lmyan bisa ngabntu?
SUBHANALLOH. TERNYATA KOTORAN ALIS TAHI ALIAS TAEK SAYA BISA JADI GAS. TRUS KALAU KENTUT SAYA BISA NGGAK YA BUAT ENERGI LISTRIK ATAU ENERI BIOGAS. MARI KITA MENSUKURI NIKMAT ALLOH DENGAN RAJIN RAJIN MENABUNG DI WC, KALAU DI TAHAN TERUS MAHAL LHO OBATNYA BISA JUTAAN. GLODAK HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
mas djun, tolong dong aku dikirimi gambar konstruksi biodigester dan sistem yang lainnya yang diperlukan untuk proses pembuatan biogas. terima kasih
waduuuh sayang sekali tidak dijelaskan bagaimana dilution yang optimum antara kotoran n airnya…….. tapi ingat lhoo.. ph kotoran manusia hanya 8 sehingga harus dicampur dengan bahan lain misalnya jerami….. kalau tidak hati2 lhoo dengan peningkatan pH slurry.. bilai mencapai8.5 atau lebih bisa menyebabkan efek racun (toxicity).. ingakk.. ingak.. boleh coba asal tahu teknologinyaaaaaa…………..
maaaf yang bener C/N ratio kotoran 8 bukan pH.. maaf kecetit
waduuuh sayang sekali tidak dijelaskan bagaimana dilution yang optimum antara kotoran n airnya…….. tapi ingat lhoo.. C/N ratio kotoran manusia hanya 8 sehingga harus dicampur dengan bahan lain misalnya jerami….. kalau tidak hati2 lhoo dengan peningkatan pH slurry.. bilai mencapai8.5 atau lebih bisa menyebabkan efek racun (toxicity).. ingakk.. ingak.. boleh coba asal tahu teknologinyaaaaaa…………..
Kami Melayani Limbah Anda Anda SEJABOTABEK : Limbah Industri;Perkantoran; Gedung/Apartment; Perumahan; Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank;juga menyediakan MESIN PENGOLAH LIMBAH Hubungi : JASA LIMBAH ISKANDAR No. Tlp. 021-74631310 & 021-70492265