Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Universita Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) membutuhkan 25 orang dosen dan dua teknisi. Demikian saya baca tadi pagi di harian Malang Post terbitan 9 Oktober 2009 dengan judul SELEKSI CPNS UIN KETAT.
Betapa tidak. Syarat-syaratnya antara lain:
-
Berijazah minimal S2 dan sedang menjalani program doctor.
-
Pelamar harus menguasai bahasa asing (tidak jelas bahasa apa, Arab, Inggris, China, Perancis?)
-
Pendaftaran ditutup tanggal 20 Oktober 2009.
-
Lain-lain, bagi yang berminat, sebaiknya langsung saja klik situsnya.
Kenapa persyaratannya begitu ketat? Menurut Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Mudji Raharjo, ditargetkan bahwa akhir tahun 2013 mendatang 90% dosen di sana sudah bergelar doctor.
.jpg)







































Mendengar 90% dosen di UIN bergelar doktor di tahun 2013 membuat saya tertawa. Daripada sibuk mencari doktor sebanyak-banyaknya, mbok ya lebih baik membenahi kurikulum dulu, sistem pendidikan, perpustakaan dan literatur penunjang, baru infrastruktur (mulai dari bangunan, komputer, lab, dosen, dll). gelar doktor atau prof belum jaminan sang pemilik gelar tsb ahli di bidang tsb. apalagi kalo ditambahi lagi dengan ketidakmampuan menyampaikan materi ke mahasiswa, apalagi memahamkan mahasiswanya. wah kaco kalo begini…
weehh hebat bener 90 % dosen gelar doktor kapan uin bandung bisa begitu yaaa nanti nyusul tahun 2011 aja moga2