Tradisi Cium Tangan dan Idul Fitri 1431 Hijriyah


Tradisi cium tangan (di kalangan umat Islam) sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan.Pihak yang muda mencium tangan yang lebih tua. Utamanya ayah, ibu, paman, ataupun ulama yang dihormati.

Terlebih nanti, setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Setelah sholat Idul Fitri, anak-anak akan mencium tangan kedua orang tuanya seraya meminta maaf. Istri mencium tangan suaminya, adik mencium tangan kakaknya, dan seterusnya.

Hanya sayangnya banyak yang keliru dalam melaksanakan tradisi ini. Entah tidak tahu atau memang dianggap hal yang biasa saja atas kekeliruan itu.

Ada yang meletakkan tangan di pipi (bukan dicium) seperti yang nampak di gambar berikut ini:

Ada pula yang meletakkan tangan di keningnya seperti gambar di samping ini.

Atau (contoh lagi) Anggodo meletakkan tangan Wisnu Subroto di keningnya.

Yang benar adalah gambar di awal tulisan ini maupun foto yang muncul di akhir tulisan ini; foto yang pertama anak kecil “salim” kepada Bapaknya.

Dan yang kedua seorang “santri” mencium tangan Gus Gur.

Selamat Idul Fitri 1431 Hijriyah. Mohon Maaf Lahir Bathin. Salim dan jabat tangan dari jauh.

sumber gambar : dari sini, situ, sono, sana, sini  dan di situ.

About these ads

4 thoughts on “Tradisi Cium Tangan dan Idul Fitri 1431 Hijriyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s