Ibu Resah Anaknya Main Game Porno


halaman-muka-surya-online.jpgSaturday, 23 February 2008, Surabaya – Surya, Seperti biasa sejak pagi rumah Handayani, 38, sudah ramai. Maklum, Sabtu adalah hari libur anak sulungnya yang bersekolah di SMP Negeri di Taman, Sidoarjo. Beberapa teman Randy, sebut saja begitu, berkumpul di kamar. Mereka main game PlayStation (PS). Tetapi kali ini kerumunan itu sesekali diselingi tawa cekikikan.

Pada saat itulah Handayani pulang dari kantor. Biasanya anak-anak itu sudah mematikan game ketika dia datang. Tapi, kali ini tidak. Merasa heran, Handayani langsung masuk kamar.

Betapa kaget ketika dia melihat satu anak memegang PlayStation Portable. Gambar yang bergerak di sana memang hanya animasi. Tetapi adegan-adegan yang muncul membuat muka Handayani panas. Panik, dia langsung menyeret anaknya keluar kamar. Melihat kemarahan itu, semua langsung bubar.

Panik, marah, bingung, dan cemas bercampur. Ini bukan hanya dialami Handayani. Game porno atau VCD porno memang bukan barang baru. Sejak 10 tahun lalu atau bahkan lebih lama lagi, animasi porno ini sudah merebak. Hilang-timbul sesuai dengan tren yang muncul. Lagi-lagi semua kebingungan menangkal. Teknologi yang makin maju membuat orang tua makin kelimpungan.

Orang tua yang bekerja di luar rumah makin merasa tidak nyaman. Mengatasi game porno ini Fajar, 38, punya cara sendiri yang sampai saat ini cukup ampuh. “Saya melarang anak membawa ponsel karena ponsel memiliki kemungkinan sama dengan peralatan canggih lain,” kata ibu tiga anak ini saat dihubungi Jumat (22/2).

Karena di rumahnya memang tidak ada PS, Fajar yang tinggal di Malang ini mengizinkan dua anaknya yang duduk di kelas 5 dan 6 SD untuk menyewa di persewaan PS. Dia tidak ingin menjauhkan anak dari mainan yang sekarang sedang tren. Fajar pun tak segan-segan datang ke rental PS yang selalu didatangi anak-anaknya.

“Saya sering tiba-tiba datang ke rental PS tanpa sepengetahuan anak-anak, sekadar melihat apa yang dilakukan anak di sana. Sering pula ketika anak-anak tak ada di tempat itu, saya menanyakan game apa yang sering dimainkan anak saya,” kata Fajar yang tak segan ikut mencoba memainkan agar tahu cara menjalankan permainan.

Ibu yang bekerja di Universitas Brawijaya ini memang sempat khawatir. Tetapi dengan melihat langsung apa yang dilakukan anak dan mau mencoba memahami permainan anak, dia merasa cukup aman.

Jurus ini diyakini pula oleh Nabila Firdausi, mahasiswa ITS, bisa mencegah anak mencoba game porno. “Jika ingin proteksi itu efektif, seharusnya orang tua datang langsung ke rental dan mencoba memainkan game,” kata Nabila.

Ini yang sering diabaikan orang tua. Mereka menganggap game itu sekadar permainan yang tak perlu dikhawatirkan.

Persewaan PS dituding sebagai salah satu biang kerok. Padahal dengan kemudahan memiliki PlayStation Portable, game porno pun leluasa masuk rumah. Jelas, melihat gambar porno terlalu dini bagi anak remaja akan memengaruhi pola berpikir mereka tentang konsep mencintai seseorang.

Ini diungkapkan Laksmi Wijayanti, aktivis di Klinik Psikologi Ghaudia Surabaya. “Apalagi yang ada adegan bercintanya. Akhirnya mereka berpikir bercinta sebagai pelampiasan gairah saja,” kata Laksmi, Kamis (21/2).

Bagi usia remaja awal (13-18 tahun), semestinya pendidikan seks sudah harus dijelaskan oleh orangtua sehingga tidak menjadi rasa ingin tahu yang besar dan berakhir dengan salah paham. “Memang tidak semua orangtua bisa terbuka dengan anaknya mengenai pendidikan seks itu,” terang Laskmi.

Adanya game porno, mulai melepas baju hingga bercinta tiga dimensi dan yang dimainkan orang benerani menjadi peringatan bagi orangtua. Mereka perlu waspada dan memberi pengawasan ketat kepada anak-anaknya tanpa membatasi hak mereka.

Akses ke game porno tersebut dapat dilakukan di mana saja, termasuk sekolah, dengan cara saling tukar. Maka, lebih baik saat membeli DVD game, orangtua perlu mendampingi mereka. Tentu, jangan ketinggalan teknologi alias gaptek supaya sesekali bisa menonton dan memainkan semua game milik anak jika tidak mau kebobolan. BEGITU BERITA KORAN HARI INI.

YANG PENTING DAN UTAMA, MESTINYA, FILTER DARI LINGKUNGAN KELUARGA. PENDIDIKAN MORAL DAN BUDI PEKERTI DARI RUMAH LEBIH EFEKTIF KETIMBANG MELARANG ANAK-ANAK BERMAIN GAME PORNO YANG BISA DILAKUKAN DI BACAK MEDIA, PS, KOMPUTER MAUPUN HP.