Menyimpan Gambar Porno Di HP: Kejahatan, Pelanggaran Atau ………


Tadi pagi, dalam Liputan 6 Pagi, SCTV memberitakan bahwa aparat kepolisian menggeledah tas dan tubuh para anak sekolah. Lebih jauh, mereka juga merazia anak-anak sekolah di mall-mall yang kedapatan mbolos sekolah. Bahkan HP mereka pun pada digeledah (dilihat) apa ada gambar atau video porno.
hp-porno.jpg
Meskipun banyak didapati dalam HP mereka ada gambar atau video pornonya, mereka cuma diberi peringatan. Tapi ancamannya, pada operasi mendatang, mereka akan ditindak bila masih menyimpan gambar dan video porno itu.

Pertanyaannya, apakah menyimpan gambar porno di HP itu merupakan kejahatan atau pelanggranan kesulilaan?

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Buku Kedua : KEJAHATAN, Bab XIV Kejahatan Terhadap Kesusilaan, Pasal 281 KUHP mengatakan: Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan belas bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah (ya, betul, hanya Rp 4.500 – Djun.);
barangsiapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan;
barangsiapa dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehendaknya, melanggar kesusilaan.

Pasal 282 KUHP berkata:
Barangsiapa menyiarkan, mempertunjukkan ……. gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan ……. dan seterusnya ….. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Lantas dalam Buku Ketiga: PELANGGARAN, Bab I: Pelanggaran Kesusilaan, Pasal 532 berbunyi: Diancam dengan pidana kurungan paling 3 hari atau pidana denda paling banyak dua ratus dua puluh lima rupiah: 1. dst, 2. dst, 3. barangsiapa di tempat yang terlihat dari jalan umum mengadakan tulisan atau gambaran yang melanggar kesusilaan.

Pasal 533 bilang: Diancam dengan pidana kurungan paling 2 bulan atau pidana denda paling banyak tiga ribu rupiah: 1. barangsiapa di tempat …. umum dengan terang-terangan mempertunjukkan …… gambar atau benda, yang mampu membangkitkan nafsu birahi para remaja.

Dan seterusnya, dan seterusnya.

Mencermati bunyi pasal KUHP tersebut, baik bab Kejahatan maupun bab Pelanggaran, ternyata para penyimpan gambar/video porno itu tidak melanggar hukum sama sekali. Ia baru melanggar hukum bilamana kita mengirimkan, mempertontonkan kepada pihak lain, dan ada bukti dan saksi atas perbuatan itu. Selama gambar atau video itu dia lihat sendiri, nggak ada urusan dengan hukum.

Mestinya HP para remaja itu tidak perlu digeledah. Dan sebaliknya, para remaja itu berhak untuk menolak penggeledahan konten HP-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s