Right Or Wrong Is My Country


BambooKarena saya dilahirkan di bumi Nusantara yang disepakati bernama Indonesia ini, maka – mau tidak mau – saya harus cinta tumpah darah saya. Seperti halnya saya dilahirkan dalam lingkungan keluarga Muslim, makanya – mau tidak mau – saya sekarang menjadi seorang pemeluk agama Islam.

Sejak zaman Kerajaan, zaman Penjajahan (Belanda dan Jepang), yang kemudian di zaman pasca kemerdekaan (rezim Orde Lama, Orde Baru dan Orde [ter]Baru) yang namanya rakyat selalu menjadi masyarakat yang terpinggirkan. Mereka teteap berada di posisi akar rumput, yang setiap saat saat menjadi landasan bagi yang berada di atasnya.

Saya lahir 13 tahun setelah Indonesia Merdeka, dari seorang Ibu yang pekerjaan sehari-harinya membikin jajan pasar seperti: klanting, onde-onde, klepon dan sebangsanya. Sementara Bapak saya adalah seorang Tukang Sepatu. (Pada zaman perjuangan, di bawah Komandan Abdul Rahman Saleh, bersama-sama Pakde saya berjuang demi kemerdekaan negaranya.

Dan karena Ibu dari Bapak saya melarang, maka Bapak dan Pakde saya tidak kembali ke kesatuannya. Dan syukur alhamdulillah, beberapa tahun sebelum wafat, masih sempat menikmati uang pensiunnya.

Karena untuk menjadi Pegawai Negeri alangkah amat sangat sulit untuk meraihnya, setelah saya lulus kuliah, bekerja bersama orang-orang yang bergerak di sector perekonomian – yang konon didengung-dengungkan sebagai sokoguru ekonomi – yaitu KOPERASI.

Selama rezim Orde Baru saya tak bisa berbuat banyak. Tak bisa mengkritik banyak. Apalagi yang menyentuh yang namanya Pemerintahan. Ada pengalaman pahit, walau itu yang mengalami teman saya sendiri. Dalam suatu kegiatan Riset Mahasiswa di suatu Desa di Kecamatan Batu (sekarang telah berubah menjadi Kota Batu) dalam suatu pertemuan dengan warga setempat, teman saya berkomentar soal ASAS TUNGGAL. Apa persisnya materinya, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, besoknya teman saya harus menghadap ke Koramil setempat. Dan, ia harus wajib lapor ke sana seminggu sekali.

Di rezim Orde (ter)Baru, ada harapan baru. Di mana zaman ini orang bisa berteriak seenak udelnya tanpa harus berurusan dengan pihak aparat keamanan. Ibarat burung yang lama dikurung dalam sangkar, akhirnya bisa terbang bebas ke mana dia suka.

Tapi, apakah hanya itu yang kita peroleh di Orde (ter)Baru ini. Sementara kehidupan sehari-hari tak menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ada sebagian orang yang nampaknya rindu akan masa-masa Orde Baru.

Bagi saya, apa yang telah saya alami, telah menjadi suratan takdir saya. Saya tetap menikmati, mensyukurinya. Walau kadang ada rasa marah, jengkel, melihat ulah para wakil kita yang hanya memikirkan perutnya saja. Tapi saya mau bilang apa? Seberapa besar pengaruh suara saya?

2 thoughts on “Right Or Wrong Is My Country

  1. Bukan bermaksud pesimistis …
    Tapi kadang saya merasa kalau perbedaan antar orde tsb hanya sebatas nama saja karena para motor2 penggerak di orde terbaru merupakan produk orde sebelumnya.

    Memang itulah yang terjadi, mas deKing. Nama bisa ganti, tapi nasib rakyat tetap mapan di level yang susah. 😥

  2. bagi saya dalam perubahan menuju kebaikan yang memegang peranan penting adalah pola pikir. saya tidak lagi menaruh harapan yang tinggi kepada negara dan wakil rakyat untuk dapat melakukan perubahan terhadap negara dan masyarakat. saya lebih memberikan kebebasan tanpa batas kepada mereka untuk melakukan yang mereka mau dan harus mereka lakukan karna semua hal tersebut berada sangat jauh dari jangkauan saya.

    membuat blog dan berinteraksi dengan banyak orang yang mau berpikir untuk mengeluarkan pikirannya dalam bentuk tulisan membuat saya sedikit bergairah, seperti bapak salah satu contohnya dan orang yang memberikan komentar diatas saya ini. kalian berdua termasuk sekian banyak orang yang saya kagumi di dunia perblogeran indonesia ini. saya rasa dengan adanya dunia blogger ini secara tidak sengaja kita sedang membangun pola pikir kita secara bertahap untuk lebih baik dari sebelumnya. mudah2an makin banyak anak2 muda dan orang tua yang mau ikut belajar dan menulis kembali sehingga pola pikir bangsa kita juga ikut berkembang ke arah yang lebih baik.

    maafkan comnment yang kepanjangan dan sok tau ini
    huhuhuhuuh

    Mas Bedhiah yang masih punya harapan atas olah pikir yang bernas, terima kasih atas komentarnya yang (meskipun panjang) namun cocok dengan saya. Terlalu menaruh harapan pada negara maupun kepada pengelola negara, sering membuat hati jadi geram, terkadang nelangsa. Lebih bagus kita bikin saja olah pikir yang siapa tahu akan ada gunanya bagi para pembaca.
    Saya termasuk yang yang anda kagumi di dunia blogger ini❓ Apa nggak salah ketik. Saya mulai aktif di dunia blogger sejak tanggal 10 November 2007 di http://djunaedird.blogspot. Merasa kuarng puas di sana bikin lagi di sini:!:
    Kalau di tempat lain, situs PintuNet.com sejak bulan Februari 2007. Jadi saya ini masih anak kemarin sore.:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s