Bulan Allah Muharram Yang Mulia


Bulan Dzul Hijjah telah berlalu, kini tibalah bulan Muharram menyapa kita. Itu pertanda pula masuknya tahun baru Islam 1429 Hijriyah. Begitulah setiap awal tahun baru Islam dimulai dngan Muharram, bulan yang sangat mulai nan agung.

angkasa.jpegAl Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani dalam kitabnya ‘Dzikrayat wa Munasabat’ menyebutkan dua faktor yang menyebabkan Muharram menjadi sangat mulia, yaitu:

Pertama, karena disandarkannya bulan Muharram kepada Allah SWT. Rasulullah SAW telah memberinya nama ‘Bulan Allah’. Segala sesuatu yang disandarkan kepada Allah, tentulah menunjukkan atas kemuliaan dan keutamaan sesuatu itu, sebagaimana Ka’bah atau Masjidil Haram dan Masjid yang lain menjadi mulia dengan disebutkan sebagai Baitullah, ‘Rumah Allah’.

Kedua, karena Muharram termasuk empat bulan yang dinamakan ‘Al Asyhurul Hurum’ (bulan-bulan terhormat), yaitu bulan Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Imam Ali bin Abi Thalhah dan Ibn Rajab berpendapat bahwa empat bulan ini dinamakan ‘Al Asyhurul Hurum’ karena amal sholeh dan ketaatan yang dilakukan di dalamnya lebih besar dan pahalanya lebih banyak dibanding dengan bulan-bulan yang lain, begitu pula sebaliknya dengan kemaksiatan atau perbuatan dosa. Maka masa-masa di bulan ini adalah masa yang paling Allah cintai.

Ulama berbeda pendapat, manakah yang paling utama dari keempat bulan tersebut. Imam Hasan Al Bashri dan sebagian Ulama Mutaakhirin berpendapat bahwa Muharram lebih utama dari yang lain. Beliau (Imam Al Hasan) juga berkata: “Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan yang haram (terhormat) dan menutupnya dengan tahun yang terhormat pula. Tidak ada bulan dalam setahun yang lebih agung di sisi Allah setelah Ramadhan daripada bulan Muharram.”

Diriwayakan pula dari Imam Al Hasan, Rasulullah SAW bersabda “Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat di tengah malam (tahajjud) dan paling utamanya bulan setelah Ramadhan adalah Muharram Bulan Allah”.

Sahabat Abu Dzar Al Ghifari bertanya kepada Rasulullah SAW, “Bagian malam yang mana yang paling utama dan bulan apa yang paling utama?”

Rasulullah bersabda (yang artinya):

“sebaik-baiknya malam adalah pertengahannya dan paling utamanya bulan-bulan adalah Bulan Allah yang kalian sebut Muharram” (yakni setelah bulan Ramadhan).

Sebagian Ulama yang lain berpendapat bahwa Rajab paling utama dari Al Asyhurul Hurum.

Letak kemuliaan dan keutamaan bulan Muharram adalah 10 hari yang pertama, atau bolehlah kita katakan bahwa asrar (rahasia kemuliaan) bulan Muharram terletak pada sepuluh hari yang pertama. Sedangkan bulan Ramadhan asrarnya terletak pada 10 hari terakhir dan Dzul Hijjah asrarnya terletak pada 10 bulan pertama. ………………..

Imam Tirmidzi juga meriwayatkan dari sahabat Rasulullah SAW sembari bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku satu bulan yang aku pakai berpuasa setelah Ramadhan?”. Rasulullah SAW menjawab, “Jika kamu hendak berpuasa setelah Ramadhan maka berpuasalah pada bulan Muharram. Dan pada bulan itu terdapat satu hari (yakni hari ‘Asyura/10 Muharram) di mana Allah telah menerima taubat suatu kaum dan Dia akan menerima taubat kaum yang lain.”

Adapun puasa yang khusus pada bulan ini adalah puasa di hari ke 10 yang disebut hari ‘Asyura. Memang hari Asyura adalah hari yang agung nan bersejarah. Puasa di hari itu telah dikenal sejak zaman terdahulu sehingga Nabi Nuh dan Musa pun berpuasa pada hari ‘Asyura.

Hari ‘Asyura adalah hari di mana kapal beliau (Nabi Nuh) berlabuh di bukit Judiy. Maka untuk merealisasikan syukurnya kepada Allah, beliau berpuasa pada hari itu. Demikian pula Nabi Musa. Beliau diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun – yang kemudian bersama bala tentaranya ditenggelamkan oleh Allah pada hari ‘Asyura. Maka Nabi Musa pun turut berpuasa di hari itu. Demikian diriwayatkan oleh Shohih Bukhari dan Shohih Muslim). ………..

Berkenaan tentang keutamaan puasa ‘Asyura, Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya): “Aku berharap kepada Allah agar dapat menggugurkan dosa setahun sebelumnya”. …………..

Kita memohon kepada Allah agar selalu berada di jalan Rasulullah, mengikuti sunahnya dan mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita dari hal-hal yang bid’ah yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Amiin.

Disarikan dari kitab Dzikrayat wa Munasabat, karya Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani, RA oleh Majlis Taklim WADDA’WAH, Edisi 120, 11 Januari 2008, Alamat Redaksi: Jalan bareng Kartini Gang 1/274B – Malang 65116, E-mail: majlistaklim@gmail.com.

One thought on “Bulan Allah Muharram Yang Mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s