Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Patutkah?


 

Bung Karno dan Pak HartoGajah Mati Meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati? Meninggalkan nama. Soalnya sekarang nama yang harum atau nama yang busuk….

Beberapa waktu yang lalu, wacana pemberian gelar pahlawan untuk pak Harto dilontarkan oleh beberapa tokoh Golkar.

Setelah itu, seperti biasa, pro-kontra pun menggelinding bak snowballs (bola salju).

Para pengamat politik, para ahli politik, yang sedikit ngerti politik, atau yang pura-pura ngerti politik (contoh: penulis opini ini) saling adu argument soal soal setuju atau tidak setuju.

Yang tidak setuju, misalnya pengamat politik UGM, AAGN Ari Dwipayana, M.Si. menurutnya pemberian gelar untuk pak Harto dapat menimbulkan distorsi pada proses hukum yang saat ini masih berlangsung dan pemberian itu terkesan terburu-buru. Sementara kasus Bung Tomo yang sampai saat ini proses pemberian gelar pahlawan kepada dia belum juga selesai. Padahal, siapa yang tahu siapa itu Bung Tomo.

Sementara Muladi, Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar, mengatakan bahwa kasus hukum Soeharto terkubur bersama jasad Soeharto di Astana Giri Bangun. Katanya: “Proses hukum semuanya sudah selesai. Pidana dan perdata sudah tutup,” sergahnya seraya mengatakan, kasus perdata berhenti ketika keluarga Soeharto menolak warisan dari kasus perdata Soeharto.

Bagi saya mestinya, usulan soal gelar itu ditunda dulu. Ini justru memperburuk nama Pak Harto sendiri. Kasihan beliau, belum kering tanah di makamnya, namun gunjingan kian tak terarah.

Sumber: Harian Surya, 31 Januari 2008.

2 thoughts on “Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Patutkah?

  1. Nggak usah diperdebatkan…
    Pro dan Kontra adalah hal yang biasa
    Soalnya kita masih belajar berdemokrasi..
    Biar waktu berjalan apa adanya…….
    Biar waktu yang membuktikan…..
    Kalau pengamat politik ngomong…..jelas mereka nggak bisa menerima pemberian gelar itu…wong ereka itu udah kebarat baratan…jangan menilai kebijakan masa lalu dengan standar saat ini….jelas nggak fair…..
    Tanya aja mayoritas rakyat yang ada di pedesaan, pinggiran kota…..
    mereka akan dengan tegas menjawab…..nah,,,,suara mereka yang harus di dengarkan….bukan pengamat
    Yang jelas…gelar pahlawan tdk diharapkan oleh Pa Harto…
    tetapi dengan cinta yang tulus dari rakyat kecil itu sudah membuat beliau puas….daripada gelar pahlawaha…

    Menurut saya timing soal wacana itu yang nggak tepat. Bandingkan dengan nasib Bung Tomo yang sampai kini belum juga dapat. Salah apa dia?
    Kita boleh beda, kita boleh nggak suka….itulah demokrasi
    Kalau orang luar sangat merasa lehilangan…seperti Lee Kuan Yew dan Mahatir Muhammad…kenapa kita tidak bersimpati sedikitpun…
    kita harus biasa menghargai apa yang telah di lakukan pak Harto…
    Yang baik kita akui…..
    Yang tidak baik…kita tinggalkan dan kita jadikan pelajaran
    Selamat Jalan Pak Harto….
    Kita semua kangen akan senyum mu……

    Paulus…..

  2. Menurut saya,pemerintah tidak boleh terlalu cepat memberi gelar pahlawan kepada soeharto. Karena, hal seperti itu tidak mudah diputuskan begitu saja. Kitapun harus melihat dari semua segi, baik pendapat dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

    Setuju. Untuk soal kasus Pak Harto memang sebaiknya dituntaskan dulu. Jangan dengan pemberian gelar itu, justru membuat sakit hati pihak lain. Khususnya mereka yang telah menjadi korban orde baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s