Gunung Es Harta Cendana


Menghitung berapa jumlah harta milik keluarga Cendana memang sulit. Namun melihat perkembangan sidang kasus perceraian Bambang Tri vs Halimah, kita seperti melihat sebuah puncak gunung es senilai 14 trilyun. Harta ini terkuak lantaran tengah diperebutkan oleh Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Soeharto, dengan Halimah Augustina Kamil di depan Pengadilan.

Kalau harta Bambang Tri segitu, lantas bagaimana harta milik keluarga Cendana yang lain? Kalau dikumpulkan berapa banyak trilyun yang ada?

Berebut 14 trilyunKata TEMPO (dalam rubrik Opini): MENGUSUT harta Soeharto, sebetulnya, tak semusykil mencari jarum di tumpukan jerami. Yang dibutuhkan hanyalah sikap keras hati, tekad bulat, dan keyakinan. Di mana ada niat, di situ ada jalan.

Jalan itu sudah terbentang di depan mata. Kalau mau, aparat penegak hukum bisa jelas melihatnya: sidang perceraian anak ketiga Soeharto, Bambang Trihatmodjo, dengan Halimah Agustina Kamil. Yang menarik bukan soal hakim mengabulkan permohonan cerai Bambang dan dilawan Halimah dengan naik banding, melainkan aset luar biasa besar dalam sidang itu. Jumlah yang diperebutkan Rp 14 triliun—barangkali merupakan harta gono-gini terbesar dalam sejarah Republik Indonesia………

Gugatan perdata terhadap Soeharto yang kini diturunkan ke anak-anaknya harus dilanjutkan. Pemerintah harus percaya diri bahwa tanpa jalan damai pun mereka bisa menarik kembali uang yang disangka hasil penyalahgunaan kekuasaan itu. Penyelesaian di luar pengadilan, selain menghasilkan uang yang jumlahnya lebih kecil, juga tak secara tegas ”memastikan” Soeharto bersalah dalam perkara perdata itu.

Ikhtiar itu tentu membutuhkan napas tak pendek. Pemerintah Filipina menghabiskan 18 tahun untuk mengembalikan sebagian dana jarahan bekas presiden Ferdinand Marcos yang disimpan di pelbagai bank di Swiss.

Mengusut kasus Soeharto tak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami—kalau mau dan punya niat. Harta gono-gini Bambang-Halimah hanya salah satu pintu masuk.

5 thoughts on “Gunung Es Harta Cendana

  1. ‘Mengusut kasus Soeharto tak sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami—kalau mau dan punya niat.’

    memang di situlah masalahnya pak, ngga ada yang mau dan ngga ada yang niat ngusut. pada sibuk dengan urusan perut sendiri2..

    Semua pilih amannya dan nyamannya sendiri-sendiri. Sambil terus berapologi.

  2. hehe… kalo dah diusut terus diapain? mending kalo bisa dimanpaatin pak… ini mah paling-paling juga uang panas smwa…

    Kalau itu uang rakyat jelas bukan uang panas. Malah uang yang menyejukkan bila diperuntukkan bagi kesejahtaraan rakyat. Tapi kalau kecampuran uang Undian Harapan, SDSB, Porkas, dll. jelas panas memplak-memplak😛

  3. Persoalan sekarang adalah Mau atau Tidak Mau, Ingin atau Tidak Ingin… Bila ada itikad baik ke arah itu, saya jamin harta itu kembali ke negara. Bukan begitu Mas?🙂

    Gamblangnya memang begitu. Manakala ada itikad baik,nicaya tak ada yang sulit. Pasti ada jalan. Tinggal persoalannya: ADA GREGET APA TIDAK❓

  4. malas ah…..ngomong doang???

    Lalu mestinya gimana, ya❓
    Media blog kan memang media buat ngomong😛
    NATO❓
    Mungkin, kita kan cuma rakyat sahaja.

  5. mending kita pada berubah aja yuk!
    ga usah ngurusin orang,,biarin mau bobrok-bobrokan yang penting kita bisa independent

    Memang yang penting kita selalu berbuat baik, itu sudah cukup.
    Tapi kalau yang berbuat “bobrok-bobrokan” pakai uang negara (notabene uang rakyat) apa salahnya kita ikut cawe-cawe. Agar dengan cawe-cawe kita (siapa tahu) ada manfaatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s