Efek Domino Lumpur Lapindo


Jumat, 29 Feb 2008, Jawa Pos Online
Ical: Warga Nggak Mungkin Tak Mau

lumpur_sidoarjo_wikipediajpg.jpgJAKARTA – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengatakan, rakyat tiga desa di luar peta terdampak tidak mempermasalahkan sumber dana ganti rugi, apakah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau dari kas Minarak Lapindo Jaya.

Menurut dia, rakyat hanya meminta ganti rugi yang sama dengan korban yang berada di peta area terdampak. “Mereka enggak mungkin nggak mau terima,” ujar Aburizal usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden kemarin (28/2).

hal-1.jpgIcal -sapaan Aburizal- juga kembali menegaskan bahwa Lapindo telah bermurah hati membayar ganti rugi kepada korban yang berada di peta area terdampak lumpur. Meskipun, lanjut dia, Pengadilan Negari Jakarta Selatan dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan bahwa Lapindo Brantas bukan penyebab semburan lumpur di Sidoarjo.Nilai ganti rugi yang dibayar Lapindo Rp 5,5 triliun. “Semua menteri kan sudah ngomong begitu. Jadi, soal ini sudah jelas. Media seharusnya ikut menyosialisasikan keputusan itu,” tegasnya.

Lapindo bermurah hati?

Yang benar saja ❗

Akibat ulah Lapindo, banyak korban berjatuhan bak EFEK DOMINO ❗

Ya, penduduknya (rakyat Indonesia), pabriknya, transportasinya, dan sebagainya. Semuanya bermuara pada proses pengeboran yang kurang “perhitungan”.

Penyelesaiannya, kenapa mesti berlarut-larut demikian ❓

Apa menunggu Sidoarjo menjadi KUALA LUMPUR-nya Indonesia ❓

Gito Rollies Meninggal Dunia: Alhamdulillah…


Ensiklopedia Bebas Wikipedia menulis tentang Gito Rollies :

gito_rollies_wikipedia-_kompas.jpgBangun Sugito (Biak, Papua, 1 November 1947Jakarta, 28 Februari 2008[1]) atau lebih dikenal dengan nama Gito Rollies adalah salah satu penyanyi dan aktor senior Indonesia. Selain itu ia juga adalah mantan suami dari penyanyi Indonesia, Uci Bing Slamet.

Nama Rollies diambil dari grup band asal Bandung yang pernah terkenal pada masa 1960-an sampai dengan 1980-an yang terdiri dari Uce F. Tekol, Jimmy Manoppo, Benny Likumahuwa, dan Teungku Zulian Iskandar.

Gito juga pernah berkiprah dalam dunia film, termasuk dalam film Kereta Terakhir dan Janji Joni.

Belakangan, nama Gito perlahan seperti lenyap. Ia memang jarang lagi naik pentas, seolah mengambil jarak dari hingar-bingar dunia musik serta hiburan. Publik musik Indonesia pun kehilangan seorang Gito yang dulu tampil begitu atraktif dan energik. Sebagai gantinya, masyarakat pun menemukan Gito yang menjadi seorang dai.

Sejak 2005, penyanyi bersuara serak dengan gaya panggung yang atraktif ini terbaring lemah tak berdaya terserang kanker kelenjar getah bening. Seminggu tiga kali ia harus menjalani kemoterapi di sebuah rumah sakit di Singapura, setelah sebelumnya menjalani operasi. Gito akhirnya wafat pada tanggal 28 februari 2008 setelah menjalani pengobatan.

Kenapa saya ucapkan alhamdulillah dan bukan innalillahi wa’innalillahi roji’un?

Karena almarhum meninggal pada saat ia sudah dekat dengan “Tuhan’-nya. Coba kalau ia mati pada posisi seperti dulu. Saat ia masih dengan yang namanya alkohol, narkoba dan sebangsanya. Pasti akan celaka nasibnya di akhirat kelak.

Semoga sekarang beliau ini bisa istiorahat dengan tenang di alam sana.

Amiin ya Robbal Alamin.