Anak Asuhan Mahluk Elektronik


Sebetulnya masa depan anak itu tanggung jawab siapa? Orang tua? Guru? Masyarakat? Pemerintah? Atau anak itu sendiri?

murid_sd_wikipedia.jpgBanyak orang bilang bahwa INSTITUSI SEKOLAH dipandang sebagai tempat yang paling tepat dan bertanggung jawab atas masa depan mereka. Kan mereka sudah dibayar?

Ada yang bilang tanggung jawab itu terletak di pundak orang tuanya? Kalau tidak mampu? Ya menjadi tanggung jawab Pemerintah! Kan sudah dijamin UUD 1945!

Kedua pendapat tadi, masing-masing mempunyai argumen sendiri-sendiri. Kalau bersikukuh dengan argumennya, pasti tak akan ketemu walau sampai kiamat menjelang.

Sekarang, pertanyaannya: sebetulnya anak itu (dalam keseharian) lebih dekat dan berguru kepada siapa? Orang tua? Guru? Atau siapa atau apa?

Ternyata anak-anak sekarang lebih sering berguru kepada Play Station, Komputer, Internet dan Televisi. Buktinya, siapa Doraemon, Naruto,  pemain Manchester United F.C. , FC Bayern München , Juventus F.C. (untuk menyebut beberapa nama), mereka hapal di luar kepala. Bandingkan bila ditanya materi dari mata pelajaran yang mereka terima. Pasti hanya sedikit yang bisa menjawab dengan tangkas.

Jadi, sebetulnya, anak-anak (kita) sekarang ini sudah tidak lagi menjadi bimbingan dari orang tua maupun guru, tapi mereka kini telah menjadi asuhan para mahluk elektronik.

3 thoughts on “Anak Asuhan Mahluk Elektronik

  1. Tidak masalah sebenarnya, asal di barengi dengan Ilmu Agama yang Cukup, jaman saya kecil belum ada gituan, paling nintendo, itupun hari minggu baru di keluarkan oleh bapak .. hehehehe …..

    mungkin orang tua sekarang lebih lunak daripada orang tua jaman dulu kali ya ……..

    Memang betul. Dan itu menjadi tanggung jawab kedua orang tua sepenuhnya. Jangan orang lain…….

  2. Menurutku inti dari semuanya adalah komunikasi dua arah yang baik. Sebenarnya mudah koq mengajak anak untuk berhenti nonton televisi. Siapkan saja selembar kertas A3 dan pensil warna warni, terus ajak mereka menggambar bersama. Buat kami, ini cara yang cukup efektif.

    Itu memang bagus juga. Anggaplah anak sebagai teman.😛
    Percuma melarang nonton televisi dan menyuruh anaknya belajar, sementara kita sebagai orang tua tetap asyik nonton sendiri.😀

  3. Pingback: Wikipedia » Blog Archive » Anak Asuhan Mahluk Elektronik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s