Maling Sajadah


the_scream_edward_munch_galeri_nasional_oslo_wikipedia.jpgKejadian ini saya alami 25 tahun yang lalu. Pada waktu itu rumah memang sedang kosong. Sementara di dalam kamar saya ada banyak macam-macam ‘harta benda’ yang berarti bagi saya.

Sepulang dari rumah teman, pas waktu Magrib, saya menginjakkan halaman rumah. Awalnya saya tidak merasa curiga, karena keadaan kamar saya ‘aman-aman saja’. Namun saat saya mau sholat Mangrib, saya baru menyadari bahwa sajadah saya tidak ada pada tempatnya. Saya cari kemana-mana, tetap saja itu sajadah raib. Padahal itu sajadah satu-satunya milik saya.

Setelah sholat, saya mulai mencoba meneliti lagi. Ternyata selain sajadah ada beberapa barang saya yang lain ikut diambil pencuri. Yaitu Sebuah Trophi (saat saya menjadi Juara I Lomba Baca Puisi Tingkat Malang Tahun 1982), sebuah Tape recorder kecil merek Sony dan sebuah T-Shirt dengan logo “DOR” oleh-oleh dari Jakarta sepulang nonton Teater Mandiri dengan lakon seperti yang tertulis dalam T-Shirt itu. Sementara yang lain, uang, sepeda pancal, dll. masih cinta dengan saya.

Yang heran, kenapa mesti sajadah. Apakah malingnya maling budiman yang ingin bertobat, tapi nggak ada sarana? Mudah-mudahan saja demikian adanya.

3 thoughts on “Maling Sajadah

  1. klo emang seperti itu kejadiannya –maling sajadah karna pengin tobat– mudah2an setelah 25 tahun, sajadah itu bener2 membawa berkah bagi si maling.🙂

    Mudah-mudahan demikian.
    Tapi sekedar tambahan cerita, 5 bulan setelah itu kejadian, saya pernah ketemu orang yang pakai T-Shirt yang berlogo “DOR” yang saya yakini bahwa itulah milik saya dulu. Orang itu tengah mengangkat barang di pasar. Mungkin jadi kuli. Mudah-mudahan ia sudah tobat dan tidak suka mencuri lagi.

  2. Saya kok ragu kalau ada maling yang budiman, maling, ya maling…
    Istilah maling budiman kan hanya dalam cerita, dongeng, sinetron, di dunia nyata….ya maling.

    Yang jelas, saya jadi maling jelas tindakan MANusia yang tidak berBUDI.😛
    Kalau kebetulan namanya Budiman, bisa disebut Maling (itu bernama) Budiman😛

  3. Wah, beruntung sekali yaa maling yang bernama “Budiman, maka dia akan dikenal dengan sebutan maling yang Budiman.

    Tapi bisa jadi maling tersebut menjadi Budiman saat mencuri di kamarnya pak Djunaidi, seolah-olah diingatkan dengan melihat sajadah. karena posisi dia nyelonong masuk di kamar pak Djunaidi yang tidak dikenalnya, akhirnya sajadahnya di ambil juga karena takut di keroyok masa hehe😀

    Mungkin bisa jadi Tips buat yang rumahnya akan ditinggalkan dan kosong sementara :
    – letakkan barang yang terkesan membuat jadi taubat seperti sajadah yang terjadi pada pak Djunaidi.

    tapi sayangnya yg lain juga ada yang raib yaa😀

    Di zaman Orde Baru keroyok-mengeroyok masih belum menjadi trend.😛
    Mungkin juga karena ia ingin pasang aksi, bahwa ia pernah jadi juara baca puisi:mrgreen: sambil ‘nyetel’ tape recorder nan perdeo pula……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s