Gula Pun Dibakar


Impor gula rafinasi sejatinya hanya untuk memenuhi kebutuhan pabrik makanan dan minuman. Namun kenyataannya gula ini juga beredar di pasaran.

Akibatnya, menjelang musim giling (perkiraan awal bulan Mei ini) harga gula justru merosot. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, pada saat menjelang musim giling, harga gula pasti tinggi. Karena memang stok sudah mulai habis.

Namun, dengan penggelontoran gula rafinasi, maka jadinya begitu.

Tak heran bila Rabu kemarin para petani yang ada di Jawa Timur pada protes ke pemerintah, agar menyetop peredaran gula rafinasi di pasaran. Liputan 6 memberitakan bahwa : Ribuan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura I, Surabaya, Jatim, Rabu (23/4) siang. Massa sebelumnya beraksi di area PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Surabaya serta Kantor Gubernur Jatim.

Bahkan Suara Surabaya.net mewartakan bahwa Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) menolak perpanjangan waktu penarikan gula rafinasi di Jatim dan mengancam membakar gudang gula rafinasi. Ini sekaligus menjaga kewibawaan Gubernur Jatim yang sejak awal melarang impor gula rafinasi ilegal.

Selama ini, modal petani tebu baik untuk pupuk, angkut tebang dan sebagainya, sudah sangat besar. Sementara kenaikan harga gula hanya 2% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan petani tebu merugi karena ongkos produksi lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh.

Di halaman lain, SS dot net ini memberitakan bahwa: ….. dengan membanjirnya gula rafinasi di pasar, pukulan telak bagi petani tebu. Bahkan dari informasi yang diterima, di Jawa Timur akan berdiri lagi pabrik baru yang memproduksi gula rafinasi. Umumnya, harga gula rafinasi ini lebih murah dibanding harga gula produk petani tebu Indonesia.

Sebelum APTR menemui anggota dewan, ARUM SABIL memerintahkan petani tebu untuk membakar contoh gula rafinasi yang beredar di pasaran.

Tiga karung gula rafinasi digantung pada sebatang pohon dibawahnya diletakkan kentongan dan ban yang dibawa petani tebu. Kata ARUM ini bentuk pelampiasan kemarahan Asosiasi Petan Tebu Rakyat (APTR)
terhadap sikap pemerintah yang kurang tegas menyikapi peredaran gula rafinasi ilegal.

Kabarnya harga ‘kulakannya’ cuma Rp 2.000. Kalau dijual dengan harga Rp 4.000 saja, sudah berapa keuntungan bakal diraup oleh para importir yang ‘jahat’ itu.

Bila masalah ini tidak ditangani secara tuntas, niscaya 12 tahun lagi, Tahun 2020, Indonesia bakan menjadi pengimpor gula 100%. Karena para petani sudah ngambek tak mau lagi menanam tebu.

7 thoughts on “Gula Pun Dibakar

  1. Maling teriak maling. Anak yusuf kalla, mohtar pakpahan punya main. Mak comblangnya arum sabil srigala berbulu domba. Laknatullah alaikum.

    Sayang memang (selalu saja) rakyat kecil yang menjadi korban. Dan mereka baru dibutuhkan, manakala nggak ada cara lain…………😉
    Susahnya jadi rakyat kecil di negeri ini.:mrgreen:

  2. ya kita sebagai rakyat kecil yang sudah tahu rasanya ditipu ditindas dan menderita semangat agar hal itu tidak terulang lagi….

    tapi masalahnya yang begitu tidak satu dan yang berperan juga golongan2 itu🙂 , pendatang baru yang baik akhirnya terinfeksi juga… akhir ikut juga

    yah budayanya orang kaya harta😐

    Memang sekarang lagi zamannya Uang Maha Kuasa😛

  3. yang jd masyalah adalah keterpurukan pergulaan skrg ini adalah tanggung jawab petani dan asosiasi yg bertanggung jawab adalah aptr.. dan ini dulu yg harus kt sadari.. lantang bahwa aptr bertanggung jawab sebagaimana ketika aptr….. dgn lantang sk 527 merupakan keberhasilan aptr… dan skrg harusnya lantang bahwa era ini adalah keterpurukan aptr dan kegagalan aptr.

    Di satu sisi aptr berhasil membuat petani setuju pakai dana talangan, yang mana setiap kelebihan harga yang ditentukan (sekitar Rp 4.500-an) baru akan diberikan kepada petani setelah akhir giling, dengan catatan ada prosentase (kalau nggak salah 40% aptr & 60% petani).
    Kegagalannya harga gula setelah dipatok seperti tersebut di atas, kini sudah mendekati harga talangan……….

  4. Kapan lagi negeri ini akan menjadi negeri yang makmur, gemah ripah loh jinawi. Kalo masih ada pecundang yang masih antek antek penjahat.

    Sampai ini negeri berada di bawah pimpinan para pemimpin yang amanah, berahti nurani bersih dan berpihak kepada rakyat…….:mrgreen:

  5. Libas gula rafinasi…. hilangkan dari JaTim. secepatnya kalo mau masyarakatnya aman….

    Gula rafinasi – jalan panjang menuju pemunahan tanaman tebu dari bumi Indonesia. Dan otomatis Indonesia akan menjadi importir gula 100%😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s