Menyikapi Falsafah Arus Air


Dalam mengarungi kehidupan jangan sekali-sekali kita menentang arus, manakala kita tidak siap dengan segala resiko. Karena untuk bisa melawan arus, diperlukan bekal yang cukup.

Bila kita tidak siap untuk menentang arus, jangan lantas terbawa arus. Karena kalau kita sampai terbawa arus, maka kita pasti akan kehilangan jatidiri, integritas dan kepribadian.

Lebih arif bila kita ikut arus. Dengan ikut arus, selama arus itu belum dapat kita kuasai sepenuhnya.Manakala kita mampu, baru kita melawannya.

Bagaimana menurut Anda?

3 thoughts on “Menyikapi Falsafah Arus Air

  1. air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah…
    kalau kita terus mengikuti arus air jangan2 kita semakin terpuruk❓ (red-di indonesia)

    Ketimbang melawan arus, yang akhirnya jadi martir, menurut saya ikut arus menjadi lebih baik. Asal tidak keterusan. Kalau keterusan lama-lama jadi terbawa arus.😛
    Kalau air mengalir ke tempat yang lebih tinggi itu namanya muncrat:mrgreen:

  2. tp hidup singkat, kita musti berjuang untuk mendapatkannya. seperti kisah ikan salman.

    blogging school itu agenda kegiatan bloggerngalam untuk memperkenalkan blog ke pelajar.
    rabu ini kita ada review di sma 5 jam 10.30
    sabtu jam 13.00 acara blogging school dimulai

    Berjuang dan berdoa. Kata orang Yunani: Ora et Labora:mrgreen:
    Blooging school review Rabu tadi sore? Wah telat. Saya baru saja baca. Sedang Sabtu saya ada rapat Panitia Hari Koperasi di DEKOPIN. Kalau boleh tahu kasih dong jadwal yang rinci.
    Soal Blogging School ke pelajar aku setuju banget😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s