Perbudaan Di Era Modern


Seorang wanita kaya New York dijatuhi hukuman penjara 11 tahun karena memperlakukan dua wanita asal Indonesia seperti budak.
Varsha Mahender Sabhnani dan suaminya Mahender Murlidhar Sabhnani, masing-masing berusia 46 dan 51 tahun, juga melecehkan dua wanita Indonesia tersebut baik secara fisik maupun psikologis.
Pasangan ini terbukti bersalah atas 12 dakwaan bulan Desember lalu, termasuk dakwaan menampung warga asing dan memerintahkan kerja paksa. Demikian BBC Indonesia memberitakan.

Selain hukuman penjara, Varsha Mahender Sabhnani yang lahir di India ini dikenai denda 25 ribu dolar Amerika.

“Saya hanya ingin mengatakan saya begitu mencintai anak-anak saya,” katanya di pengadilan federal di Central Islip, Long Island, New York. Kedua anaknya yang berada di pengadilan hanya bisa memandangnya.
“Saya dilahirkan di bumi ini untuk menolong orang-orang yang memerlukan bantuan.”
Suaminya menangis ketika putusan dibacakan.

Pasangan kaya ini menjalankan bisnis parfum dan memiliki empat anak. Dua wanita asal Indonesia tersebut mereka pekerjakan di rumah besar mereka sebagai pembantu.
Pasangan ini memaksa dua wanita Indonesia bekerja hingga 18 jam per hari.
Mereka ditahan setelah salah satu pembantu asal Indonesia ini mengeluyur di jalan hanya dengan mengenakan handuk dan celana panjang.
Tim jaksa menyebut kasus ini sebagai “perbudakan di era modern”.

Mereka menggambarkan bagaimana dua pembantu ini dihukum karena terlambat tidur atau mengambil sisa-sisa makanan dari tempat sampah untuk menambah jatah makanan yang minim.
Kedua pembantu ini mengatakan mereka dipukul dengan sapu dan payung, disayat dengan pisau, dipaksa mandi dengan air dingin dan menaiki tangga berulangkali.

Salah satunya mengatakan dia dipaksa menelan saus pedas dan muntahan makanannya sendiri.
Hakim Arthur Spatt menyebut kesaksian ini “membukakan mata dan telinga bahwa hal-hal semacam ini bisa terjadi di negara kita”.

Keputusan soal ganti rugi belum dikeluarkan. Jaksa meminta hakim agar Varsha Mahender Sabhnani membayar ganti rugi sebesar 1,1 juta dolar.
Pengacara terdakwa mengatakan dua pembantu ini menggunakan ilmu hitam dan menyiksa diri mereka sendiri……….

Dua wanita asal Indonesia yang dikenal dengan nama Nona dan Samirah tiba di Amerika Serikat secara legal pada tahun 2002 namun paspor mereka diambil oleh Sabhnani dan sejak itu visa tinggal kedua warga Indonesia ini berakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s