Ketika Tertawa Dilarang


Orang yang bisa tertawa menandakan bahwa orang itu berada dalam kondisi dan suasana hati yang gembira. Dalam salah satu filmnya Warkop pernah bilang: tertawalah sebelum tertawa itu dilarang!

Namun bagi Kay Underwood (20 tahun) asal Leicestershire, Inggris, tertawa sungguh menjadi aktivitas yang terlarang. Bagi Underwood tertawa bukan merupakan sesuatu yang lucu sebuah hiburan. Sebaliknya, tertawa justru membuatnya tersiksa, bahkan pingsan berkali-kali. Di dunia medis, kelainan yang langka ini disebut cataplexy, yakni melemahnya otot akibat pengaruh emosi. Kondisi ini memicu banyak hal. Yang paling ringan adalah kendurnya otot wajah. Yang terberat, seperti yang dialami Underwood, pingsan.

Underwood tak bisa tertawa sampai terpingkal-pingkal, yang bisa dia lakukan hanya tersernyum atau terkekeh saja. Gembira berlebihan, ketakutan, marah, terkejut, bahkan merasa malu juga bisa membuat pingsan.

Para penderita seperti ini biasanya pingsan selama dua menit, meski masih bisa mendengar apa yang terjadi di sekitarnya. Underwood pernah pingsan lebih dari 40 kali sehari akibat kelainan ini.
“Orang-orang pasti menganggap aneh kondisi saya. Apalagi yang belum kenal saya,” ungkap gadis Leicestershire ini.

Dia juga tak bisa memilih di mana akan pingsan. Ada pengalaman unik soal pingsan tiba-tiba ini. Suatu kali, Underwood pingsan di anak tangga dan kemudian seorang perempuan menuruni tangga tersebut. “Dia memukul kepala saya dan menghardik agar saya pingsan di tempat yang lebih nyaman,” kenangnya.

Sejak kejadian itu, Underwood mulai bisa memprediksi kapan akan pingsan. “Saya bisa tahu kapan akan terjadi. Saya juga belajar untuk jatuh dalam posisi yang enak atau mencari orang yang bisa dijadikan tempat bersandar,” kata remaja 20 tahun ini lagi. Tak cuma pingsan. Underwood bisa tiba-tiba tertidur. Padahal sebelumnya tidak ada rasa kantuk sama sekai. Dan ini terjadi berulang kali.

Underwood menderita kelainan ini sejak lima tahun lalu. Gejala umumya dia diserang rasa kantuk yang hebat di siang hari. Saat itu dia selalu tertidur selama satu jam sepulang sekolah. Malamnya dia terbangun tapi tak bisa menggerakkan badan dan saat itu sedang bermimpi.  “Mengerikan. Seringkali saya berhalusinasi melihat kursi-kursi melayang dan hal-hal mengerikan seperti itu,” terangnya.

Kelainannya itu ketahuan setelah dia memeriksakan diri pada bagian gangguan tidur di RS Umum Leicester. Akibat kondisinya itu, Underwood terpaksa merelakan surat izin mengemudinya dicabut.
Cataplexy merupakan gejala yang hanya ditemukan pada penderita narcolepsy (gangguan tidur yang bisa mengarah pada insomnia atau gangguan tidur di setiap saat).

Semoga saja kita tak sampai mengalami hal seperti ini. Meski kita tahu, pada dekade terakhir ini, sebagian besar rakyat Indonesia bisa tertawa dengan riang. Tertawa yang terjadi kebanyakan merupakan tertawa yang hambar atau kecut, merasakan kehidupan yang masih jauh dari sejahtera.

[ sumber berita: Surya Online. Sumber gambar: Wikipedia, merupakan album kolaborasi dari pertama dan satu-satunya penyanyi Titi DJ dan Indra Lesmana yang dirilis pada tahun 1990 dengan label Union Artis. Dalam album ini Titi dan Indra hanya menyanyi 2 lagu saja, sedang lagu lain kompilasi lagu-lagu duet penyanyi lain yang sudah pernah dirilis sebelumnya. Titi dan Indra memutuskan hubungan mereka tak lama setelah album ini dirilis.]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s