Antara Puasa, Einstein dan Pacaran…


Assalamu’alaikum warohmatulohi wabarokatuh…

Pada sore ini para alim ulama yang ahli dalam ilmu falak (juga pihak Pemerintah, dalam hal ini: Departemen Agama) akan melakukan rukyatul hilal. akan melihat apakah bulan sudah nampak apa belum. Bila nampak, maka besok, hari Senin, akan mulai melaksanakan puasa Ramadhan. Sementara itu, Muhammadiyah, sudah menetapkan bahwa awal puasa adalah hari Senin, tanggal 1 September 2008.

Terserah kepada kita, bermakmum kepada yang mana. Soal perbedaan, dalam Islam, adalah rahmat. Tidak usah diperdebatkan dan menjadi bahan permasalahan. Yang penting, bukan siapa yang paling akurat dan paling benar. Yang penting adalah bahwa kita telah yakin dengan yang kita anuti dan menjalankan puasa. Itu saja.

Puasa mengandung arti mencegah atau menahan diri dari makan dan minum dan senggama sejak terbit fajar hingga terbenam matahari atas dasar ketentuan hukum agama. *)

Kalau kita hitung (untuk wilayah Indonesia) memakan waktu sekitar 13 jam. Bahkan untuk puasa di iklim sub-tropis bisa lebih dari 18 jam. Waktu yang cukup lama bagi kita yang belum terbiasa puasa. Bagi yang sudah biasa puasa, atau melaksanakan puasa dengan dasar iman, niscaya tidaklah lama. Einstein mengatakan bahwa waktu itu relatif. Tidak pasti! Dan pernyataan Einstein ini saya setujui 100%. Buktinya?

Bila kita melaksanakan puasa karena hanya lantaran kewajiban saja, maka detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam akan terasa berjalan amat lambat. Bukan tidak mungkin mereka akan lebih banyak melakukan kegiatan tidur melulu. Kan tidurnya orang puasa itu dapat pahala. Memang betul. Tapi alangkah ruginya bila bulan yang penuh barokah ini lebih banyak kita manfaatkan untuk tidur. Kalau tidurnya saja memperoleh pahala, apalagi kalau dalam keadaan jaga, dan melakukan berbagai amalan. Niscaya akan semakin banyak pahala yang kita peroleh.

Sebaliknya, bila kita melaksanakan ibadah puasa lantaran iman, niscaya waktu akan berjalan dengan cepat. Apalagi bila kita mengisi dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat. Di samping tetap semangat dalam bekerja, juga memperbanyak waktu luang kita untuk melakukan amalan-amalan. Insya Allah tanpa terasa waktu berbuka pun akan menjelang.
Ini bukti bahwa waktu itu relatif.

Lantas, apa hubungannya dengan pacar?
Ini kisah saya di masa remaja dulu. Pacarannya hanya pas Malam Minggu. Saat untuk pacaran, seolah sang waktu berjalan (lebih tepat dikatakan) berlari seperti kilat. Kita seolah kekurangan waktu. Satu jam seperti lewat dalam sekejap.

Dan sebaliknya, setelah lewat malam Minggu, untuk menuju ke malam minggu berikutnya, seolah tidak sampai-sampai. Padahal dari dulu, sampai sekarang, hingga sampai kiamat menjelang, satu hari tetap berumur 24 jam. Tak lebih dan tak kurang.
Ini membuktikan bahwa waktu itu relatif. Lama dan tidaknya waktu berjalan, tergantung bagaimana kita menyikapi.

Akhirnya, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga tak ada halangan, dan bisa memperbanyak amalan-amalan. Dan manakala selama saya beraktivitas di dunia blogosphere ini banyak melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

CATATAN :

Arab Saudi dan sebagian besar negara kawasan Teluk akan memulai puasa mereka pada bulan Ramadhan 1429 H, Senin (1/9) ini.

Pihak otoritas di Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Palestina juga Mesir menyatakan bulan sabit belum terlihat setelah waktu matahari terbenam Sabtu (30/8), dan dengan demikian Minggu (31/8) menjadi hari terakhir bulan sebelum Ramadhan.

Namun umat muslim di Libya, ibadah puasa dimulai pada hari Minggu. Sedangkan di Iran yang mayoritas penganut Syiah, awal Ramadhan sepertinya akan jatuh pada Selasa (2/9).  Sementara di Irak, penganut Syiah akan mengikuti rekannya di Iran dengan berpuasa mulai Selasa, sedang bagi kaum Sunni akan mulai awal Ramadhan pada Senin, seperti Arab Saudi. (Kompas.com)

Wassalamu”alaikum warohmatulohi wabarokatuh…

———————

*) Khazanah Istilah Al-Qur’an, Rachmat Taufik Hidayat)

[ Tulisan ini dengan beberapa perubahan, pernah saya tulis di sini. Sementara gambar ‘the great Mosque of Paris‘ saya ambil di sini ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s