Mumbai, Terorisme, Islam, Al-Qaedah


api-berkobar-di-hotel-taj-mahal-bbc-indonesiaPolisi India menyatakan, operasi untuk menumpas kawanan bersenjata di hotel Taj Mahal Palace, Mumbai telah berakhir, sementara jumlah korban bertambah.

Komisaris polisi Hassan Gafoor mengatakan, hotel kini sudah terkendali. “Semua operasi tempur telah berakhir. Semua teroris telah tewas.”
Pasukan komando mulai melancarkan serbuan baru Sabtu pagi, saat pertempuran antara apara keamanan dan militan bersenjata yang menelan korban jiwa sedikitnya 195 orang memasuki hari ketiga.

Panglima pasukan Komando India JK Dutt mengatakan kepada media tiga militan terbunuh, namun anak buahnya masih memerika setiap ruang hotel.

Dutt, komandan pasukan komando elit Pengawal Kemanan Nasional mengatakan, jasad yang terlihat terlempar keluar dari jendela hotel Taj Mahal Palace adalah salah seorang militan, lapor Reuters. (Pengepungan Mumbai ‘telah berakhir’ – BBC Indonesia).

Karena pelaku teroris dikabarkan mati semua, maka sulit untuk bisa menguak siapa otak dibalik terorisme itu.

Dugaan awal, seperti diberitakan Jawa Pos, Sabtu 29 Nopember 2008 (Sayap Al-Qaedah di Balik Teror Mumbai?) peneror adalah kelompok militan radikal dari Pakistan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa pelaku aksi keji itu justru teroris India sendiri. Satu pertanyaan besar yang tersisa, mengapa mereka melancarkan serangan maut tersebut di Mumbai? Hingga kemarin (28/11), teror yang menewaskan sedikitnya 143 orang (bertambah dari angka semula yang 125 orang) tersebut masih menyisakan drama penyanderaan di dua hotel mewah Mumbai, Taj Mahal Palace and Tower Hotel dan Trident Oberoi Hotel, serta Jewish Centre (Pusat Studi Yahudi).

Kepada The Independent, sejumlah analis keamanan menyatakan kecurigaan mereka terhadap militan India dan kelompok separatis Kashmir. “Sekilas, serangan itu memang tampak seperti perbuatan kelompok Indian Mujahedin yang sedang rajin mengobarkan gerakan mahasiswa Islam,” ujar Nigel Inkster, analis senior International Institute for Strategic Studies yang juga mantan wakil direktur MI6.

Indian Mujahedin terbentuk dari Gerakan Mahasiswa Islam India (Simi) yang sudah lama dilarang pemerintah. Anggota kelompok garis keras itu, konon, menerima bantuan finansial dan pelatihan di Pakistan. Mereka juga mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan militan Kashmir. Sebelumnya, Indian Mujahedin disebut-sebut sebagai pelaku serangan bom di Uttar Pradesh pada November 2007. Juga serangan bom kereta yang menewaskan 187 orang dua tahun lalu.

Teroris domestik India yang juga masuk dalam daftar tersangka adalah kelompok anyar, Deccan Mujahedin. Sebab, tidak lama setelah serangan dilancarkan, kelompok tersebut mengklaim sebagai pelaku ledakan yang mengakibatkan lebih dari 327 orang terluka. Namun, penyelidikan lebih lanjut menyatakan bahwa Deccan Mujahedin hanyalah nama lain dari kelompok militan yang sudah sering melancarkan serangan serupa.

Dugaan lain mengarah pada kelompok separatis Kashmir yang memang terlibat konflik serius dengan India dan Pakistan. Apalagi salah seorang pelaku yang bersarang di Jewish Centre sempat mengontak stasiun TV India dan berbicara dalam bahasa Urdu dengan aksen Kashmir. “Apakah Anda sadar berapa banyak muslim yang sudah menjadi korban pasukan Anda? Tahukah Anda berapa banyak di antara mereka yang terbunuh pekan ini di Kashmir?” serunya seperti dilansir The Independent.

Kendati demikian, dugaan keterlibatan Al Qaidah dalam aksi teror tersebut tidak bisa dikesampingkan. Sebab, sama dengan serangan-serangan lain dari Al Qaidah, serangan di Mumbai itu pun menyasar warga asing. Di Asia Selatan, jaringan teror yang dikomandani Usamah bin Laden itu mempunyai hubungan baik dengan kelompok separatis Kashmir dan agen intelijen Pakistan, ISI.

“Ada banyak dugaan serius yang mengarah pada keterlibatan ISI dalam serangan kali ini,” ujar analis keamanan Garry Hindle. Serangan yang rapi dan terkoordinasi serta ditujukan kepada warga asing, tambah dia, menunjukkan adanya keterlibatan pihak asing. Analisis senada dipaparkan Inkster. Menurut dia, adanya sentuhan Al Qaidah dalam aksi teror yang melumpuhkan jantung finansial India tersebut tidak terbantahkan.

Waduh, Islam tercoreng lagi. Belum lama digoyang soal komik Nabi Muhammad, kini soal terorisme.

Advertisements

Kepulauan Indonesia: Setelah 24 Menyusul 2000 Yang Terancam Lenyap


MALANG, SABTU-Sedikitnya 2.000 pulau kecil yang bertebaran di wilayah Indonesia terancam hilang akibat kelebihan produksi penambangan dan kegiatan lain yang tidak ramah terhadap lingkungan laut dan daratan.

panorama-pulau-sibaru-baru-kompascom“Tapi herannya kenapa semua pada diam termasuk perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta yang jumlahnya ratusan ini tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kegiatan yang bisa menghilangkan pulau-pulau kecil itu,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi di Malang, Sabtu (29/11).

Menteri mengatakan hal itu usai memberikan pidato ilmiah di hadapan ratusan wisudawan sarjana strata 1 (S1), strata 2 (S2) dan diploma III (D3) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang di gedung Dome.

Menurut dia, saat ini Indonesia sudah kehilangan lebih dari 24 pulau kecil termasuk delapan pulau yang berada di kawasan Kepulauan Seribu dan rata-rata pulau yang hilang itu adalah pulau yang tidak berpenghuni (kosong).

Untuk mendapatkan pengesahan kepemilikan pulau-pulau kecil tersebut, katanya, pihaknya secara bertahap telah mendaftarkan sekitar 4.000 pulau ke perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan tidak lama lagi sekitar 6.000 pulau juga menyusul pendaftarannya.

Ia mengakui, pihaknya terus malakukan inventarisasi pulau-pulau kecil yang berada di wilayah Indonesia termasuk daerah yang berbatasan dengan negara lain dan didaftarkan ke PBB agar tidak bisa diganggu gugat kepemilikannya oleh siapapun.

Pulau besar dan kecil di Indonesia yang telah terinventarisasi saat ini sebanyak 17.504 pulau dan jika tidak ada langkah untuk menghentikan penambangan pasir besar-besaran maupun kegiatan lain yang merugikan, maka 2.000 pulau terancam  hilang menyusul 24 pulau yang hilang lebih dulu. (2.000 Pulau di Indonesia Terancam Hilang -Kompas.Com)

Soal Bendera Merah Putih: Roy Suryo vs Ahmad Dhani


dhani_dewa_2005_2Dulu, Roy Suryo dan Ahmad Dhani (seperti) sepakat untuk memvonis bahwa blogger (Indonesia) adalah sekedar produsen “sampah” belaka.

Kini, Roy Suryo bermanuver untuk menohok “kawan seiring” : Menuduh Ahmad Dhani bersama Dewa melakukan pelecehan terhadap lambang Negara Indonesia (Bendera Merah Putih). Diberitakan dalam Seputar Indonesia (yang saya tonton seturun dari Sholat Jum’at) bahwa Roy Suryo akan lapor ke Mabes Polri soal ini. Pasalnya, dalam video klip band Dewa ditampilkan “bendera” Merah Putih dengan gambar logo Dewa di tengah-tengah.

Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, ujar Roy Suryo, apa yang dilakukan Dhani dengan Dewa-nya itu merupakan pelecehan terhadap lambang Negara Indonesia.
Sekarang, mari kita baca Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, pada BAB I, UMUM, BENTUK DAN JENIS, Ketentuan Pasal 1 berbunyi : Bendera kebangsaan Sang Merah Putih, selanjutnya disebut Bendera Kebangsaan, berbentuk segi-empat panjang, yang lebarnya dua-pertiga daripada panjangnya; bagian atas berwarna merah, dan bagian bawah berwarna putih sedang kedua bagian itu sama lebarnya. roy_suryo

Kemudian dalam PENJELASAN PASAL DEMI PASAL, Penjelasan Pasal 1 berbunyi: Pertimbangan ukuran ini ditetapkan 2 X 3, sesuai dengan pengumuman Komite Nasional tanggal 3 Oktober 1945 tersebut di atas.

Perlu diterangkan di sini bahwa yang dimaksud dengan merah oleh merah serah, yaitu merah jernih, jadi bukan merah nyala, merah tua, merah muda atau merah jambu.

Lalu pada BAB III, TATA TERTIB DALAM PENGGUNAAN, Pasal 21 ayat (4) berbunyi: Pada Bendera Kebangsaan tidak boleh ditaruh lencana, huruf, kalimat, angka, gambar atau tanda-tanda lain.

Pada BAB VIII, ATURAN HUKUMAN, Pasal 37 ayat (1) berbunyi : Barang siapa melanggar ketentuan-ketentuan tersebut dalam hal ini pasal 21 ayat 4, dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau dengan denda sebanyak-banyaknya limaratus rupiah.

Sementara ayat (2) berbunyi:  Perbuatan-perbuatan tersebut pada ayat 1 dipandang sebagai pelanggaran.

Persoalannya adalah apakah yang dipakai Ahmad Dhani Dewa itu sesuai dengan ketentuan pasal 1 di atas, yaitu bisa disebut atau dikategorikan sebagai bendera kebangsaan. Maksudnya apakah berbentuk segi-empat panjang, yang lebarnya dua-pertiga daripada panjangnya; bagian atas berwarna merah, dan bagian bawah berwarna putih sedang kedua bagian itu sama lebarnya. Kalau tidak sesuai dengan ketentuan ini apa masih bisa dikategorikan sebagai bendera kebangsaan?

Lagi, apa warna merah yang dipakai Dhani itu merah serah, yaitu merah jernih apa bukan? Kalau ternyata merahnya nyala, merah tua, merah muda atau merah jambu, apa masih dianggap melecehkan.

Saya jadi ingat joke orang Madura soal bendera ini. Ketika seorang Madura ditanya oleh Pak Harmoko (yang mantan Menpen itu) apa bendera Indonesia? Jawabnya: Merah Putih sak cagake (Merah Putih beserta tiangnya). Lho, kok sak cagake? Soalnya kalau tak ada cagaknya itu gombal, pak………

Kalau toh ternyata Ahmad Dhani menurut ketentuan hukum ternyata melanggar pasal 21 ayat (4) di atas maka dia cuma dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau dengan denda sebanyak-banyaknya limaratus rupiah.

Catatan Tambahan:

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.

Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.[1]

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.[2]

Di jaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.[3]

Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda.

Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.

Negara-negara lain yang juga pakai warna Merah Putih adalah : Bendera Monako, Bendera Kanton Solothum di Swiss, Bendera Salzburg, Austria, Bendera Vienna, Austria, Bendera Vorarlberg, Austria.

Upaya Menciptakan Rokok Yang Menyehatkan


Dalam imaji bangsa Indonesia tentang rokok kita (sudah lama) tersihir oleh peringatan yang dianjurkan oleh pemerintah (yang dipasang di setiap bungkus rokok, yaitu: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.

Sementara kita tidak tahu sinyalemen ini hasil penelitian di Indonesia atau di luar negeri.

Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro, Guru Besar Biologi Molekul Sel (Universitas Brawijaya Malang dan Dekan Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang (BUKAN PEROKOK) menulis dalam kertas kerjanya yang disampaikan di Lokakarya tentang Rokok pada tanggal 24 Nopember di Grand Palace Hotel, Malang, antara lain:

Rasanya belum pernah terdengar ada studi tentang rokok Indonesia yang serius. Kebanyakan studi tentang rokok di Indonesia bersifat parsial, dan opini lebih banyak didasarkan pada hasil studi di luar negeri. Studi yang dimaksud adalah studi yang komprehensif tentang rokok Indonesia dan dampak merokok yang meliputi aspek kesehatan, psikologi, sosial, ekonomi yang melibatkan responden dalam skala besar. Bila belum ada hal semacam ini rasanya perlu dilakukan agar diperoleh simpulan yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perlu dicatat bahwa rokok khas Indonesia barangkali berbeda dengan rokok asing yang sudah banyak diteliti. Memang budaya pengambilan keputusan atau simpulan pendapat atas dasar hasil penelitian ilmiah sangat minim di Indonesia. Banyak kasus simpulan pendapat, tidak hanya kasus rokok, cenderung (kita) mengikut opini tanpa kita sendiri secara mandiri melakukan upaya penyimpulan melalui penelitian ilmiah.

Di sisi lain kesadaran pabrik rokok untuk membangun institusi masih minim. Mustinya pabrik rokok memiliki informasi valid dampak setiap produknya di masyarakat. Penelitian untuk membuat rokok lebih “human friendly” perlu dilakukan. Bila perlu diusahakan membuat rokok yang menyehatkan. Hal semacam ini tidak tertutup kemungkinannya dengan perkembangan keilmuan saat ini. Konsep-konsep baru tentang Biologi Nano (nano technology) rasanya dapat digunakan, sekaligus membuat pabrik rokok mampu mengangkat Indonesia dalam pengembangan konsep dan ide-ide ilmiah baru.

QUOTE:

Hal positip rokok berfilter nano:

  • Abu rokok efektif sebagai obat sariawan, penghilang rasa sakit gigi dan penyembuh luka-luka baru atau lama di bagian kulit.
  • Filter nano bekas pakai efektif menghaluskan kulit muka dan mengurangi kerutan.

(Sumber: Kertas Kerja yang berjudul: Upaya Menyelesaikan Problema Rokok di Indonesia: Membuat sifat asap rokok kretek menjadi sehat tanpa merubah rasa (Sebuah Pendekatan Nano Biologi), Sutiman B. Sumitro et. al., Kelompok Peneliti Biologi Nano, Laboratorium Biologi Molekul dan Sel Universitas Brawijaya)

Kertas kerja bisa didownload di sini.

Politisasi Pengharaman Rokok


cigaretteBahwasanya saat ini produk tembakau di tanah air sudah hampir “dua abad” mengalami metamorfosa telah menjelma menjadi cluster Industri Hasil Tembakau (IHT) yang solid, 90% ditunjang sumber daya bahan baku lokal, yaitu industri tembakau dan cengkeh (usaha tani, perkebunan dan keterkaitannya). Seiring seabad hari Kebangkitan Nasional IHT bersama Pemerintah telah sepakat membuat rencana kerja sampai dengan Tahun 2020. Judulnya “Roadmap IHT 2020”.

Jelas roadmap ini adalah mahakarya yang berjiwa dan bersemangat nasional. Intisarinya berupa peta perjalanan secara integrasi, saling menghargai, menuntun pemerintah dan stakeholder industri ini untuk menentukan sikap dan arah rencana usaha ke depan dengan elegant.

Seharusnya kepada aktivis manapun yang anti tembakau, kiranya juga dapat menghargai adanya kesepakatan ini. Karena bila tuntutan mereka adalah murni “faktor kesehatan”, sebenarnya keberadaan IHT berikut hasil produksinya tidak menjadi masalah. Sebab di penghunjung roadmap tersebut, industri telah berkomitmen mengutamakan kesehatan. Semua memerlukan waktu dan proses.

Namun kenyataannya para aktivis lokal yang dipengaruhi asing dengan dalih kesehatan tidak henti-hentinya menekan industri ini dengan menyebar isu negatif. Membangun publik opini dengan memutarbalikkan fakta melalui banyak media – Berapa milyar rupiah untuk pasang iklan di beberapa koral nasional, dalam rangka Hari Kesehatan Tanggal 12 Nopember 2008?– Sumber pendanaan dalam jumlah besar dari luar negeri yang diterimanya mendorong gerakan mereka berbias dan semakin menyimpang dari esensi tujuannya. Dengan arogan – tidak beretika – hanya alasan asap rokok, menuntut Presidennya sendiri secara perdata ke pengadilan. Terkesan sekali gerakan mengadu-dombanya. Bukankah “penghirup” asap knalpot di sepanjang Jalan Sudirman, lebih berbahaya? Mana iklannya?

Sebenarnya target mereka hanya satu: agar industri ini sirna dari muka bumi Indonesia. Khususnya kretek. “Mengapa? Karena ekspor kretek kian meningkat.” Semakin jelas bias dibaca, manuver mereka mencerminkan adanya kepentingan terselubung dari “liberalosme global dan kapitalisme internasional” untuk memangkas penopang (kontributor) sendi-sendi ekonomi bangsa agar dapat melumpuhkan kekuatan sosial dan perekonomian Nagara Kesatuan Republik Indonesia. Bukanlah kretek adalah Pundi-pundi Kekayaan Khasanah Induistri Bangsa? Mengapa bila masalahnya kesehatan tidak diselesaikan dengan kesehatan? Mengapa dibenturkan dengan ekonomi dan dibawa ke ranah agama?

Dan kemudian, kecuali MUI Jawa Timur, pun dengan tegas menyatakan bahwa rokok adalah haram! Padahal setahu saya hanya makruh saja.

[Bahan diambil dari Pokok-pokok Pikiran yang dikeluarkan oleh Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) di Jakarta tanggal 9 Nopember 2008. Pokok-pokok Pikiran ini hasil masukan, summary dari pengkajian Tim Industri Tembakau, IHT, Asosiasi Industri, FSP RTMM SPSI, Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia, Pemuda Tani HKTI, Lembaga Perekonomian Nahdlatil Ulama, para akademisi Universitas Negeri Jember].

Lengkapnya bisa klik di sini.

Obama, Nasi Goreng dan Rambutan


audacity_of_hopePresiden Amerika Serikat terpilih Barack Obama menyatakan kerinduannya untuk datang ke Indonesia, tempat dia tinggal sewaktu kecil.

“Beliau dengan bahasa Indonesia yang masih fasih, mengatakan apa kabar. Saat saya undang untuk datang ke Jakarta saat APEC summit di Singapura tahun depan, beliau mengatakan datang ke Indonesia sangat penting, selain untuk meningkatkan kerja sama juga untuk menikmati bakso, rambutan dan nasi goreng,” kata Presiden Yudhoyono menceritakan percakapannya melalui telpon dengan Presiden Obama di Bandara Tacoma Seattle, Amerika Serikat, Senin waktu setempat.

Presiden Yudhoyono berada di Seattle saat transit dalam perjalanannya dari Lima, Peru menuju Jakarta.

Dalam percakapannya itu, kedua Kepala Negara berkomitmen untuk meningkatkan hubungan kedua negara dan saling mendukung peran kedua negara dalam forum-forum internasional.

Juru bicara Presiden Dino Patti Djalal mengatakan percakapan telpon itu berlangsung sekitar enam menit dan sebenarnya telah dirancang sejak sebelum Presiden Yudhoyono meninggalkan Tanah Air 13 Nopember lalu.

Dalam percakapan itu, Presiden Yudhoyono juga menyampaikan selamat atas kemenangan Presiden Obama dalam pemilu beberapa waktu lalu dan menyatakan siap bekerja sama dengan Obama melanjutkan hubungan baik itu.

Menurut Dino, Presiden Obama juga menyatakan kebanggaannya bila bisa berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti untuk mempererat hubungan Indonesia dan Amerika.

Dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, Presiden Yudhoyono dijadwalkan kembali singgah di Bandara Nagoya Jepang sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. (Obama Kangen Nasi Goreng dan Rambutan – tvOne)

Catatan: Ingin buku Gratis: The Audacity of Hope: Thoughts on Reclaiming the American Dream? Silakan klik di sini.

Marhaban Ya Michael Jackson


michael_jackson_1984Michael Joseph Jackson (lahir di Gary, Indiana, 29 Agustus 1958; umur 50 tahun) adalah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai “Raja Pop” dan mempopulerkan gerakan dansa “moonwalk” yang telah menjadi ciri khasnya. Albumnya yang dirilis pada tahun 1982, Thriller, adalah album terlaris di dunia, dengan penjualan melebihi 104 juta kopi di seluruh dunia. Ia mulai karir bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson (kelak menjadi The Jackson 5) sebelum meluncurkan album solo pertamanya Got to Be There pada tahun 1971.Anak ketujuh dari keluarga Jackson, dia membuat debut di musik professional pada umur 11 tahun sebagai anggota dari Jackson 5.

Dalam berita berjalan (news-ticker) di tvOne hari Sabtu, 22 Nopember 2008 (saat saya nonton pertandingan sepakbola Copa Indonesia – Arema Malang vs Persibo Bojonegoro) terberitakan bahwa Michael Jackson telah menyatakan diri menjadi mualaf, masuk Islam. Namanya berubah menjadi Mikaeel. Tak jelas namanya berubah bagaimana.

Di situs-nya, tak ada berita berkaitan dengan berita itu.

Kalau memang betul itu berita tvOne, mudah-mudahan kepindahan ini semata-mata merupakan suatu hidayah yang datang dari Allah SWT. Tak ada motif atau agenda tersembunyi yang lain.