MBM TEMPO: Hilangnya Sebuah Edisi


Dulu, saya adalah pelanggan MBM TEMPO. Namun, sejak adanya TEMPO online, saya hanya membeli edisi-edisi tertentu – utamanya Edisi Khusus.

Namun, belakangan, saya memang jarang meng-klik versi online-nya. Belinya pun tergolong jarang. Dan baru tersentak, saat melihat (dan mendengar) berita di televisi, bahwa MBM TEMPO Edisi 28 Juni 2010 (REKENING GENDUT PERWIRA POLISI) hilang dari peredaran.

Tahu begitu, saya coba klik TEMPO online. Ternyata tidak ikut hilang. Ini adalah salah satu beritanya:

Rekening dalam Sorotan

MARKAS Besar Kepolisian RI meminta klarifikasi 21 perwira yang memiliki rekening mencurigakan. Dari perwira berpangkat komisaris hingga komisaris jenderal, mereka melakukan transaksi yang “tidak sesuai profilnya”-maksudnya tak sesuai dengan pendapatan resmi. Berikut ini sebagian dari transaksi yang dicurigai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan itu.

Cheta Nilawati


INSPEKTUR JENDERAL MATHIUS SALEMPANG

Laporan kekayaan (22 Mei 2009):
Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842

Jabatan: Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur

Tuduhan:
Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana yang tidak jelas. Pada 29 Juli 2005 rekeningnya ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.

Tanah dan properti: Tanah dan bangunan serta empat bidang tanah di Jakarta Timur.
Harta bergerak: Mobil BMW, Toyota Alphard, logam mulia.

“Saya baru tahu dari Anda.”
(24 Juni 2010)


INSPEKTUR JENDERAL SYLVANUS YULIAN WENAS

Laporan kekayaan (25 Agustus 2005):
Rp 6.535.536.503

Jabatan: Kepala Korps Brigade Mobil Polri

Tuduhan:
Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005. Kemudian US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.

Tanah dan properti: Dua bidang tanah dan bangunan di Depok, lima bidang tanah di Depok, dua bidang di Minahasa, empat bidang di Jakarta Pusat.
Harta bergerak: Mobil Mitsubishi, Toyota Kijang, Suzuki Baleno, Honda City, Toyota Innova, logam mulia, dan giro.

“Dana itu bukan milik saya.”
(24 Juni 2010)


INSPEKTUR JENDERAL BUDI GUNAWAN

Laporan kekayaan (19 Agustus 2008):
Rp 4.684.153.542

Jabatan: Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian

Tuduhan:
Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

Tanah dan properti: Dua bidang di Jakarta Selatan dan 12 bidang di Subang, Jawa Barat.Usaha peternakan dan perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, obyek wisata, serta rumah makan.
Harta bergerak: Mobil Toyota Harrier, Honda Jazz, Nissan Teana, dua sepeda motor, logam mulia, dan barang antik.

“Berita itu sama sekali tidak benar.”
(25 Juni 2010)


BADRODIN HAITI

Laporan kekayaan (24 Maret 2008):
Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000

Jabatan: Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian

Tuduhan:
Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta, dan menerima dana rutin setiap bulan.

Tanah dan properti: Tanah dan bangunan di Depok, dua bidang di Bekasi, sebidang di Tangerang, Surabaya, Jakarta.
Harta bergerak: Mobil Toyota Kijang, logam mulia, giro.

“Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.”
(24 Juni 2010)


KOMISARIS JENDERAL SUSNO DUADJI

Laporan kekayaan (2008):
Rp 1.587.812.155

Jabatan: Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal

Tuduhan:
Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.

Tanah dan properti: Tanah, bangunan di Depok.
Harta bergerak: Mobil Honda, logam mulia, giro.

“Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.”
(M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)


INSPEKTUR JENDERAL BAMBANG SUPARNO

Laporan kekayaan:
Belum ada

Jabatan: Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri

Tuduhan:
Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.

“Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.”
(Jakarta, 24 Juni 2010)

SUMBER: WAWANCARA, SUMBER TEMPO, LAPORAN HARTA KEKAYAAN PEJABAT NEGARA

sumber: Rekening Dalam Sorotan

3 thoughts on “MBM TEMPO: Hilangnya Sebuah Edisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s