Google & Moby Dick


Beberapa hari lalu, Google Doodle bertemakan komik strip-nya Winsor Zenic McCay, kini Google kembali hiasi laman pencariannya dengan gambar ikan paus.

161 tahun lalu, satu novel terkenal ciptaan Herman Melville berjudul Mobi-Dick dipublikasikan untuk pertama kali. Siapakah Herman Melville dan apa itu Mobi-Dick?

Herman Melville adalah seorang novelis, penulis cerita pendek, sastrawan, penyair dan penulis esai kelahiran New York, Amerika Serikat pada tahun 1 Agustus 1819. Di masa anak-anak sampai dewasa, tidak ada kisah yang begitu menghebohkan dalam diri Melville.

Menurut penjelasan di Wikipedia, Melville mengambil banyak tema kelautan di awal pembuatan novel-novelnya karena dia pernah menjadi seorang pelaut walaupun akhirnya gagal.

Sayangnya, di akhir kehidupannya, Melville hampir dilupakan banyak orang. Namun, ketika mahakaryanya berjudul Mobi-Dick mencuat kembali setelah bertahun-tahun ‘tertimbun’,
akhirnya Melville dinobatkan menjadi salah satu tokoh terpenting dalam dunia kasusastraan Amerika Serikat.

Di awal penjualan novel berjudul dengan judul Mobi-Dick atau The Whale tersebut sedikit terseok-seok untuk bersaing dengan novel lain yang juga beredar saat itu. Namun sedikit demi sedikit popularitas Mobi-Dick terangkat dan berhasil menjadi salah satu novel terlaris dan dicari sampai saat ini.

Novel tersebut menarik minat banyak orang untuk membacanya, bahkan tidak hanya kalangan publik umum saja, orang terkenal seperti David Cameron, Tilda Swinton, Stephen Fry dan Simon Callow juga menjadi salah satu penggemarnya.

Uniknya, walaupun Melville adalah seorang novelis Amerika Serikat namun Mobi-Dick pertama kali dipublikasikan di Inggris oleh Richard Bentley, London pada tanggal 18 Oktober 1851. Seperti lansiran di Webpronews (18/10), baru pada tanggal 14 November 1851, Harper & Brothers, New York mempublikasikan Mobi-Dick di Amerika Serikat.

Mobi-Dick adalah novel yang berkisah tentang petualangan Ishmael dalam pelayaran beresiko di bawah kepemimpinan seorang kapten bernama Ahab. Sang kapten begitu berambisi memburu seekor ikan paus yang dijuluki Mobi-Dick. Dikarenakan sebuah kecelakaan di kala memburu paus tersebut, Ahab harus merelakan satu kakinya terpisah dari tubuhnya.

Oleh karenanya, Ahab benar-benar bernafsu melampiaskan dendamnya kepada Mobi-Dick hingga tak lagi peduli akan keselamatan diri maupun anak buahnya. Cerita novel ini berakhir tragis dengan terbunuhnya Ahab oleh Mobi-Dick.

Yang menjadikan novel Mobi-Dick ini terkenal dan fenomenal adalah penceritaan secara detail bagaimana perbedaan kasta atau status sosial mempengaruhi sukses tidaknya sebuah kelompok, pertempuran antara kebaikan dan keburukan serta pembahasan akan eksistensi Tuhan. Karena popularitasnya ini, Google akhirnya memutuskan untuk menjadikan novel karya Melville ini muncul di atas bar mesin pencarinya.

Apabila beberapa tema Google Doodle hanya dapat tampil di satu negara saja, kali ini Google Doodle dengan tema Mobi-Dick tersebut dapat dijumpai oleh pengguna Google di Australia, New Zealand, India, Indonesia dan beberapa negara lainnya. Salah satu quotation terkenal dari Melville adalah “It’s better to fail in originality than to succeed in imitation.”

sumber : Merdeka.com

3 thoughts on “Google & Moby Dick

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s