Google & Maria Callas


Hari ini adalah HUT Maria Callas, penyanyi sopran berkebangsaan Yunani. Google merayakannya dengan menghias penampilannya.

Image

Maria Callas (nama Yunani: Μαρία Καλογεροπούλου; New York, 2 Desember 1923Paris, 16 September 1977) adalah penyanyi sopran opera berkebangsaan Yunani. Ia merupakan salah satu penyanyi sopran opera yang paling terkenal setelah Perang Dunia II.

Maria Callas terlahir dengan nama Maria Anna Sophie Cecilia Kalogeropoulos dari orang tua imigran Yunani. Ia pernah belajar di National Conservatoire, Athena dan membuat debut pertamanya di usia 15 tahun. Debut pertamanya itu membuat ia dipinang oleh La Scala, Milan, Italia pada tahun 1951. Tahun 1950-an merupakan tahun-tahun keemasan Callas, dimana ia mendapatkan perhatian dunia bagi penampilan-penampilan legendarisnya di Milan, New York, Chicago, London dan Paris. Pada tahun 1964, Sir David Webster, direktur Royal Opera House di London, menggambarkannya sebagai “seniman teater musik terhebat pada masa kita”. Maria Callas adalah “La Divina”, penyanyi sopran opera paling terkenal.

Namun di antara para penyanyi sopran, ia punya saingan berat, si suara murni, kelahiran Pesaro, Renata Tebaldi (19222004), yang dengan penuh kasih disebut orang-orang Italia sebagai “la nostra Renata”. Tidak seperti Callas, Tebaldi berspesialisasi hampir secara ekslusif pada lagu-lagu Italia, sehingga Jewel Song dari Faust jarang masuk daftar lagu yang dinyanyikannya.

Dalam wawancara dengan majalah Time, ada omongan Callas yang terkenal, bahwa membandingkan dirinya dengan Tebaldi bagai membandingkan “Sampanye dan Coca-Cola”. Mendengar penghinaan yang disengaja ini, Tebaldi membalas dengan berkata, “Sampanye gampang menjadi masam”. Yang sebetulnya bisa dijawab dengan telak oleh Callas dengan “Coca-Cola gampang kehilangan sodanya!”

Pada tahun 1957, fotografer fashion Inggris, Cecil Beaton, memotret Callas yang mengenakan atasan wol berleher tinggi, bertopang dagu; foto sederhana namun kuat, karena satu-satunya penekanan pada kemewahan adalah cincin di jari sang diva. Dalam kisah Permata Castafiore, cincin sang diva juga selalu tampil.

Beaton menganggap Callas “supernova yang meledak dengan kecermelangan tanpa tandingan”. Dia kaget melihat penampilan fisik wanita itu:”Miss Callas tampil lebih seperti wanita cerdas yang main bridge dengan taruhan tinggi daripada penyanyi. Saat bicara bahasa Italia, dia seniman; tapi mitos itu runtuh begitu gaya bicara Brooklynnya muncul. Lalu dia menjadi wanita manja, galak dan menyebalkan.” Beaton mengamati di Paris Opera, kalau Callas menyanyikan nada yang salah, semua akan menghujatnya. Tapi kalau dia duduk di antara penonton, seisi gedung mengelu-elukannya.

Penyanyi sopran dan ratu masyarakat kelas atas tahun 1950an ini mengumpulkan lebih banyak perhiasan indah selama sembilan tahun hubungan gelapnya dengan raja kapal Yunani, Aristotle Onassis, yang jelas merupakan model bagi Marquis di Gorgonzola alias Rastapopoulos dalam kisah komik terkenal karangan Hergé, Petualangan Tintin, yang khususnya tampak dalam kisah Laut Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s