Rapor Wakil Rakyat di Mata Najwa


Selamat datang di @MataNajwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa.

Image

1. Periode DPR di penghujung waktu, bagaimanakah wakil rakyat telah berlaku?

2. 560 Wakil Rakyat bukan sembarang mereka dipilih untuk lantang dan kencang.

3. Gajinya 18 kali lipat pendapatan per kapita, nomor 4 teratas gaji DPR sedunia.

4. Segala fasilitas relatif diberi, tunjangan anak-istri & uang saku ke luar negeri.

5. Gedungnya megah bukan kepalang, anggarannya terus naik bak air pasang.

6. Apa yang mereka sudah lakukan? Waktu mengadili mereka kini datang.

Inilah Mata Najwa, Rapor Wakil Rakyat.

Telah hadir di studio Mata Najwa, @pandji @hantayuda @jokoanwar sebagai panelis yang akan menilai para wakil rakyat.

Hadir pula Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, KetuaFraksi PKS Hidayat NurWahid, dan Ketua BK DPR Siswono Yudho Husodo.

Tiga legislator muda : Rieke Pitaloka (F PDIP), Teguh Juwarno (F PAN) dan Vera Febyanthy (F P Demokrat) jg turut hadir.

Reporter Rivana Pratiwi mendatangi para ketua fraksi DPR utk meminta daftar kehadiran anggotanya.

6 fraksi bersedia buka daftar absensi. F PPP, F PAN, F PKS, F Hanura, F Gerindra, F PKB. Tapi hanay absensi paraf, bukan yang finger print.

Reporter sampai memohon-mohon daftar absensi ke ketua F PDIP dan F Demokrat.

Tiga fraksi, Demokrat, PDI Perjuangan dan Golkar, tidak memberikan daftar absensi anggotanya.

 “Untuk soal absensi, kami bersama dengan Badan Kehormatan sudah habis akal.” Priyo

 “Finger print ratusan juta buat apa? Kan sudah ada absensi paraf. Tidak bisa dilihat dari absensi saja.” Rieke

 “Sampai mungkin ada petugas yang keliling memparafkan absensi anggota fraksinya.”Rieke

 “Ada yang titip absen. Itu mengandung risiko. Ketika tidak hadir dalam keputusan politik tapi kita menandatangani ya kita juga tanggung jawab.” Rieke

 “Finger print saya setuju. Sudah era teknologi, absen tidak usah tanda tangan, tinggal pake jempol. Itu lebih baik.” Teguh

 “Saya tidak pernah mendengar di fraksi saya ada yang dikejar-kejar oleh seketariat untuk tanda tangan.” @hnurwahid

 “Saya bisa pastikan praktek seperti itu tidak terjadi di fraksi kami. Kalau yang lain saya tidak tahu.” @hnurwahid

 “Saya sedih kalau ada anggota DPR yang bilang absen tidak jadi tolak ukur.” @pandji

 “Kalo ada anak sekolah yang nonton, dia bisa tiru dan bilang ke gurunya bahwa kehadirannya di sekolah tidak berarti apa-apa.” @pandji

 “Bagi saya absen itu bukan salah satu indikator keberhasilan anggota DPR.” Vera

 “Rata-rata kehadiran di sidang pertama Partai Demokrat 81%, Golkar 78,5%, PDIP 75,5%” Siswono

 “Demokrat dari 148 orang yang selalu hadir 42. Golkar, dari 106 orang hanay 28 yang selalu hadir. PDIP dari 94 orang hanya 20.“ Siswono

 “Saya setuju kalau absensi bukan indikator satu-satunya tapi itu indikator minimal.” @hantayuda

 “DPR tidak bisa disamakan dengn perusahaan atau absensi anak sekolah.” @rieke_diah

 “Pekerjaan politisi itu menyangkut wilayah-wilayah yang bahkan kerjanya itu lebih dari 24 jam sehari.” @rieke_diah

 “Absensi itu penting, kita ingin tahu hasilnya itu melewati proses yang terukur. Jadi bantu rakyat untuk bisa membantu memilih Anda.” @pandji

 “Petisi #GerakanBukaDaftarAbsen bukan untuk menjatuhkan citra anggota DPR.” @yogawpradhana

 “Ini untuk membantu rakyat punya parameter dalam memilih konstituen yang baik.” @yogawpradhana

 “Saya rangkum absensi PAN untuk Mata Najwa. Semua dari rapat fraksi, komisi dan paripurna. Silakan buka ke publik.” @teguhjo

 “Betapa hebatnya Anda, absensi tidak dilaporkan pada pimpinan DPR malah langsung ke Najwa.” Priyo

Data absensi yang diberikan BK DPR dan fraksi lainnya dapat Anda lihat di matanajwa.com/read/galleryde

Hasil polling Mata Najwa, Sanksi yang tepat untuk anggota yang bolos : Potong gaji 20%, Diberhentikan 44%, Dilarang mencalonkan kembali 37%.

 “Hasil per hari ini ada 96 UU yang sudah ketok palu.” Priyo

 “Rata-rata pencapaian prolegnas selalu di bawah 45%.” Siswono

 “Target ini disahkan oleh anggota DPR sendiri dalam paripurna.” Siswono

 “Dari hitungan saya masih di bawah 30%. Murid di sekolah target ditentukan guru. Ini di DPR, target dibuat mereka sendiri.” @hantayuda

 “Itu baru secara kuantitas. Tahun 2012, ada 322 UU yang dibatalkan MK karena kualitas.” @hantayuda

 “Target tidak tercapai karena hanya untuk membahas titik koma saja bisa makan waktu 3 hari 3 malam.” Vera

 “Kekuasaan membuat UU memang ada di DPR tapi bersama pemerintah. Ini bisa memperlancar tapi juga kadang memperlambat.” @hnurwahid

 “Saya jadi bingung. Target kan dibuat DPR sendiri. Kalau melihat urgensi kepentingan, kalau sudah masuk prolegnas ya pasti penting.” @hantayuda

 “Saya sangat percaya pada kualitas dewan. Kualitas UU itu, juga kualitas dewan.” Priyo

 “Dalam sistem pemilu, menjadi anggota DPR yang penting tingkat popularitas. Kualitas tidak dinomorsatukan.” Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani

 “Saya khawatir rumitnya sistematika yang terjadi di DPR. Masalahnya ada nggak upaya menyelesaikan itu?” @pandji

 “Perdebatan dalam penyusunan UU yang kami rasakan adalah perbedaan sikap politik. Baik dengan partai atau pemerintah.” @teguhjo

 “Peran dan kewenangan DPR digerogoti atas nama kekurangsiapan infrastruktur di DPR.” Priyo

 “Idealnya dibuat Budgeting Center. Sehingga jika Presiden berpidato tentang RAPBN, DPR siap dengan second opinion RAPBN ala parlemen.” Priyo

 “Untuk menteri dari Golkar, kalau saya kasih 90 terlalu menyanjung, kalau 50 terlalu jelek. Jadi saya no comment saja.” Priyo

 “Untuk menteri sosial saya kasih angka 90%. Kalau menteri pertanian dilihat dr fungsi umumnya 85%.” @hnurwahid

 “Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri di pemerintahan SBY di bawah 20%.” @hantayuda

 “Concern tentang DPR banyak sekali excuse-nya. Kalau begitu, what can we do? You are our wakil di DPR!” @jokoanwar

Hasil polling Mata Najwa untuk fungsi yang paling tidak puas adalah fungsi pengawasan 43%, anggaran 40%, Legislasi 17%.

Mereka tidak puas dengan pengawasan karena kita mendengar di media begitu banyak yang mengawasi tapi ikut melakukan penyimpangan.” Siswono

Menurut data IMF dan majalah Economist, Gaji DPR di Indonesia 18 kali pendapatan per kapita dan tertinggi ke-4 gaji parlemen dunia.

 “Seharusnya dengan gaji dan tunjangan yang begitu banyak, tidak perlu lagi cari usaha yang tidak halal.” Siswono

 “Awalnya saya kira gaji DPR juga besar tapi tanggal 15 saja sudah habis untuk bantu rakyat yang butuh. Malah selalu nombok.” Siswono

 “Terima kasih atas tunjangan, fasilitas dan gaji yang sudah diberikan rakyat pada kami wakil rakyat.” @rieke_diah

 “Jangan generalisasi kami, masih ada orang yang dengan sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat.” @rieke_diah

 “Kami dapat uang reses dan digunakan kembali untuk membantu rakyat. Saya pertanggungjawabkan itu pada lembaga.” Vera

 “Sebenarnya rakyat hanya perlu dijelaskan mengenai gaji dan tunjangan. Anggota DPR harusnya di-audit karena wakili rakyat.” @pandji

Reporter @rhezaardiansyah minta 10 tokoh nasional beri nilai pada kinerja 3 fungsi DPR.

 “Saya kecewa, terutama pada yang bermulut besar. Saya ajak rakyat untuk tidak memilih yang tidak bekerja sungguh-sungguh untuk kita.” @Rhenald_Kasali

 “Produktivitas DPR amat rendah. Malu saya sebagai bangsa Indonesia. Anggota DPR harus lebih baik, karena di sana banyak orang-orang baik.” @aniesbaswedan

Dari 10 tokoh yang menilai fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran DPR, diperoleh rata2 nilai 4,7.

 “Kami harus selalu meluruskan niat. Menjadi politisi itu ya untuk urusin rakyat, harus mau repot dan susah.” @teguhjo

 “Segera mengubah UU MD3 & tata tertib. Sehingga terjadi perubahan radikal untuk ciptakan DPR yang lebih baik & bermartabat.” Vera

 “Memperhatinkan persepsi rakyat akan DPR. Ini jadi tanggung jawab kita semua untuk memperbaiki lembaga ini.” Siswono

 “Kedaulatan tertinggi itu ada di rakyat sehingga mereka tidak boleh merendahkan atau direndahkan oleh politik transaksional.” @hnurwahid

 “Hari ini kita harus berbenah semua hal. Kita harus berterimakasih untuk demokrasi yang membuat kita belajar membangun dan perbaiki diri.” Priyo

CATATAN NAJWA

1. Tuan-Puan datang ke Senayan, jelas bukan tanpa pertanggungjawaban.

2. Kami menjadi mata, telinga dan rasa, tentang apa yang kalian cipta & bela.

3. Mari memulai dengan pujian, bagi sedikit anggota dewan yang tulus berjuang.

4. Membela gigih kepentingan publik, dari dominasi pasar yang membelit.

5. Tapi mohon Tuan-Puan sejenak diam, dengarkan suara menggugat & menghujam.

7. Absensi Tuan-Puan terbilang rendah, entah sibuk urusan apa & untuk siapa?

8. Fungsi & target perundangan tak tercapai, hanya 10 persen legislasi yang tunai.

9. Produk undang-undang suka banyak titipan, sering teruji di MK karena bermasalah.

10. Terdengar ganasnya mafia anggaran, membuat uang rakyat jadi bahan bancakan.

11. Jika bahasa Tuan-Puan garang meradang, seringkali itu hanya untuk tawar-menawar.

12. Semakin tinggi Tuan-Puan punya gaji, semakin gencar saja nafsu korupsi.

13. Jadi maaf, jika rakyat ingin bertanya: Tuan dan puan mewakili siapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s