Kisah Bupati Suyoto, Nurdin Abdullah dan Walikota Ridwan Kamil di Mata Najwa


Selamat malam selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa.

1. Kepemimpinan adalah keteladanan, inspirasi yang sanggup menggerakkan.

2. Kalau cuma sibuk memberi perintah, lama-lama bisa membuat gerah.

3. Rakyat tak butuh retorika, hanya ingin pemimpin yang bekerja.

4. Agar optimisme tidak meredup, kata-kata saja tidaklah cukup.

5. Pemimpin yang terus bekerja dan berkarya, layak mendapat apresiasi yang nyata.

Inilah Mata Najwa, Menatap yang menata.

Telah hadir di studio Mata Najwa, Bupati Bojonegoro, Suyoto.

“Saya memang pernah diminta berbicara soal transformasi demokrasi di global forum yg dihadiri 28 negara.” Suyoto

“Politik biaya murah itu mungkin, karena hakikatnya politik adalah kepercayaan.” Suyoto

“Ketika maju jd bupati, awalnya saya bicara pd ketua partai, LSM tp ujungnya adalah uang.” Suyoto

“Saya dtg ke rakyat jg bgtu. Rakyat tdk puas dg politisi maka yg mereka katakan dan butuhkan adalah uang.” Suyoto

“Pendukung saya berpikir, birokrasi tdk ada yg netral pasti incumbent. Kalau ikuti mereka berarti saya hrs pecat smua pejabat.” Suyoto

“Tujuan saya jd Bupati bkn utk merendahkan pejabat. Tp mengelola pemerintahan utk mewujudkan mimpi bersama& menutup kekurangan.” Suyoto

“Saya ini manusia hari ini dan masa depan Bojonegoro. Bukan manusia masa lalu. Jd saya maafkan mereka semua.” Suyoto

“Mereka tdk saya pecat,tp saya minta mereka utk bantu saya penuhi janji saya pd rakyat.” Suyoto

“Saya mnta mereka utk pantang blg itu bukan tgg jawab mereka, jgn pnh blg tdk ada duit dan jgn pernah mengeluh.” Suyoto

“Rakyat Bojonegoro ini sejarahnya miskin. 44% kawasan jd perhutani dan mereka tdk ada akses pd lahan.” Suyoto

“Bgtu mendengar soal minyak, rakyat memiliki ekspektasi yg sgt tinggi.” Suyoto

Yg mjd concern adlh sosial. Ada produksi mau eksplorasi migas tp ada pekerjaan yg buat rakyat tdk pny akses. Gimana tdk marah?” Suyoto

“Sumber daya ini harus bisa dinikmati rakyat, agar proyek dpt berjalan dg baik.” Suyoto

“Saya keluarkan 11 peraturan ttg sumber daya. Saya jamin kalau dpt uang minyak, akan dibagi sampai tingkat desa.” Suyoto

“Skg saya juga training anak2 muda utk ke depannya agar bisa kerja di sektor perminyakan.” Suyoto

“Pemerintah itu selain melindungi, mengayomi, melayani, ia harus bisa mencerahkan dan memberdayakan rakyat.” Suyoto

“Saya buka nomor telpon pada semua aparat. Setiap Jumat saya buka pendopo agar semua bisa datang dan mengadukan apa pun.” Suyoto

“PAN hanya mentarget saya agar bisa bekerja yg terbaik untuk rakyat saya.” Suyoto

“Sejak saya jadi politisi, saya akan membuka diri, hati serta keinginan terhadap semua kemungkinan.” Suyoto

“Saya membuka diri utk diperbincangkan menjadi presiden. Saya tdk menolak tp saya jg tdk berambisi utk mengejar itu.” Suyoto

Telah hadir di studio Mata Najwa, Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah.

“Saya tdk pernah bermimpi utk jd bupati. Anak dan istri jg tdk setuju.” Nurdin

“Sbnrnya saya menolak. Tp hampir 3 ribu rakyat Bantaeng dtg kpd saya dan minta saya utk maju jd bupati.” Nurdin

“Kondisi awal di Bantaeng memang menyedihkan. Masyarakat miskin karena infrastruktur dan produk pertanian yg blm tersentuh.” Nurdin

“Kenikmatan saya bukan berkurang, bahkan tdk merasa kebahagiaan lagi.” Nurdin

“Dulu persoalan di Bantaeng yg utama adalah air. Hujan bbrpa jam saja banjir, tp bgtu musim kemarau, mereka kekurangan air.” Nurdin

“Saya buat cekdam utk selesaikan masalah itu. Skg sdh tdk banjir dan tdk kekeringan.” Nurdin

“Setelah itu saya mulai Brigade Siaga Bencana dg motto ‘Siap Melayani Anda di Rumah’ ” Nurdin

“Kami di back up dg 20 dokter dan 16 perawat. Mereka jg digaji dg layak dan bisa dpt insentif 8-10 jt/bln.” Nurdin

“Masalah pelayanan kesehatan saya gunakan koneksi di Jepang dan berhasil mdptkan hibah ambulans dr sana.” Nurdin

“Org Jepang itu malunya tinggi, gengsinya kurang dan pantang berbohong. Itu yg merubah karakter saya.” Nurdin

“Investor Jepang jg saya tarik ke Bantaeng. Kuncinya beri kenyamanan, kepastiann dan kemudahan bagi investor.” Nurdin

“Saya ingin kembalikan kejayaan Bantaeng sbg pusat pemerintahan, pendidikan, dan perikanan.” Nurdin

“2 thn pertama menjabat, menjadi puncak utk memutuskan apakah saya bertahan atau tidak.” Nurdin

“Saya membuka ruang bagi mereka untuk bertemu saya di rumah tanpa protokoler, setiap hari.” Nurdin

“Mereka dtg untuk adukan banyak hal. Mulai dr masalah umum sampai masalah pribadi.” Nurdin

“Saya sudah niatkan dan mewakafkan diri ke Bantaeng. Baik jiwa, raga dan harta saya.” Nurdin

“Realistis saja, jgn sampe hidup kita berjalan dg beban yg sbnrnya tdk mampu kita pikul.” Nurdin

“Saya merintis karir mulai dr bawah, dekat dg rakyat. Yg lbh realistis ya menjadi gubernur drpd lgs menjadi presiden.” Nurdin

“Saya merasa kurang pas kalau menjadi ketua partai. Saya ilmuwan dan profesional di bidang saya.” Nurdin

“Kalau ketua partai ada org yg memang punya bakat di situ. Kalau saya sama sekali tdk ada bakat di partai.” Nurdin

Telah hadir di studio Mata Najwa, Walikota Bandung, @ridwankamil .

“Banyak kompleksitas yg saya temui setelah jd walikota, beda saat saya menjadi arsitek atau perencana kota.” @ridwankamil

“Setelah 5 bulan memimpin, ada 3 masalah. Yaitu infrastruktur, mesin birokrasi, dan pola pikir warga.” @ridwankamil

“Warga di Bandung banyak yg terbiasa tdk taat aturan. Ini krn tdk ada penegakan hukum.” @ridwankamil

“Setiap pagi sblm kerja, di depan kaca saya sllu ingatkan diri. Saya jd walikota utk berbenah bukan utk berkuasa.” @ridwankamil

“Sebagai pejabat publik, kerja benar sering dinyinyir. Kerja tdk benar, dicaci maki. Yg penting akal pikir dan hati nyambung.” @ridwankamil

“Mau Bandung diejek, biarin. Yg ptg saya sedang bekerja. Suatu hari saya buktikan nyinyir itu dg bukti.” @ridwankamil

“Org tdk memahami ada pekerjaan besar yg tdk terlihat, yg sdg dilakukan dibalik pekerjaan2 kecil.” @ridwankamil

“Insya Allah di tahun ke 3, Bandung bisa sehat kembali. Berinteraksi di ruang publik bukan privat.” @ridwankamil

“Kasus2 di masa lalu yg terjadi itu karena tidak transparansi.” @ridwankamil

“Dikomplain istri, karena gaji bulanan tdk cukup. Gaji saya itu 5,8 juta.” @ridwankamil

“Ada dana operasional 20 juta. Jd total gaji 25 jt. Tp jd walikota itu pasti diminta-minta.” @ridwankamil

“Ya total bawa plg ke rumah paling belasan juta. Padahal dulu jd arsitek bisa 5x lipat.” @ridwankamil

“Saya jd walikota bukan utk cari nafkah. Saya kan jg punya tabungan dan ada kantor di 3 kota.” @ridwankamil

“Saya buat kode etik, tdk boleh terima proyek di Bandung. Itu menghindari conflict of interest.” @ridwankamil

“Memang byk pengorbanan dr segi profesi, tp Bandung ini saya mimpikan sbg Kota Kreatif Ekonomi Terbaik di Indonesia.” @ridwankamil

“Warga Indonesia yg suka desain arsitektur, musik, film ke Bandung aja. Krn cuaca di Bandung nyaman, cocok utk mereka.” @ridwankamil

“Kalau ada org asing tanya ttg visi, saya jawab ‘I want to make liveable and loveable Bandung.’ ” @ridwankamil

“Dlm praktik politik saya menemukan bahwa 1+1 tdk sama dg 2.” @ridwankamil

“Memang ada partai yg mengusung saya, tp tdk mempengaruhi kebijakan. Penentuan kebijakan ujung2nya ada di hati nurani.” @ridwankamil

“Hanya dg APBD kota2 di Indonesia tdk bisa menjadi kota kelas dunia. Perlu mencari resources di luar APBD.” @ridwankamil

1. Kepemimpinan yang gigih bekerja, niscaya hasilkan perubahan yang kasat mata.

2. Mengentaskan persoalan dengan nyata, bukan sekadar bumbu retorika.

3. Menata kota, membangun desa, agar rakyatnya sejahtera.

4. Membuka pintu komunikasi, siapa pun bisa langsung berkonsultasi.

5. Inilah kepemimpinan yang tak berjarak, sehingga manunggal dengan rakyat.

6. Berkarya untuk kebutuhan warga, bukan memperkaya keluarga.

7. Menghadapi persoalan rakyat kecil, dengan hasil yang riil, lewat kerja-kerja yang detil.

8. Rajin blusukan setiap hari, walau nyaris tanpa publikasi.

9. Mereka menumbuhan harapan, bahwa Indonesia masih punya masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s