Istana Punya Cerita di Mata Najwa


Selamat malam selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah @MataNajwa. #MN
1. Istana di jalan Merdeka Utara, menyimpan segudang cerita. #MN
2. Tentang jatuh bangun kekuasaan, rahasia negara dan pemerintahan, hingga romantisme percintaan. #MN
3. Istana bukan cuma soal kuasa, ada juga kisah-kisah sederhana, karena presiden juga manusia. #MN
4. Cerita istana selalu beragam, karena tiap presiden punya gaya yang berbeda. #MN
5. Ada yang kaku dan penuh tata cara, ada yang santai dan sarat canda tawa. #MN
Inilah Mata Najwa, Istana Punya Cerita. #MN
Telah hadir di Studio Mata Najwa Wartawan Senior, J.Osdar . #MN
“Sudah 30 tahun jd wartawan istana, sudah jd ‘hantu’ di sana. Tdk kenal kata bosan meliput istana.” Osdar #MN
“Era Soeharto, para pendemo wktu di luar istana marah2 tp ketika bertemu Pak Harto, malah ngajak foto bareng.” Osdar #MN
“Era Gus Dur, Beliau turun lgs bertemu pendemo. Tp pendemo ada di sana, Beliau menghadapnya ke sini.” Osdar #MN
“Era Megawati, “Era Megawati, Beliau komentar knp fotonya yg cantik harus dibakar pendemo. Ban bekas jg kan bisa jd pot, ga perlu dibakar.” Osdar
“Era SBY kalau ada demo, beliau lbh mengutus stafnya yaitu Daniel Saparinga.” Osdar #MN
“Ktka Gus Dur keluar menyapa para wartawan pakai celana pendek, sbnrnya itu hanya re-take.” Osdar #MN
“Wktu saya tanya ke Gus Dur knp pakai clna pendek beliau hnya jawab ‘drpd ga pakai celana?’” Osdar #MN
“Saat peringatan 1 abad Bung Karno, Bu Dewi mencium aroma suaminya. Katanya aroma parfum ‘Shalimar’.” Osdar #MN
“Sy coba pakai byk parfum itu. Tp ketika duduk dkt Bu Dewi, Beliau tdk mencium aromanya. Mgkn memang ada ‘sosok’ Bung Karno.” Osdar

“Ada Ibu Negara lain yg diajak keliling o/ Ibu Tien. Tiba2 bau pesing, tnyt krn ga tahan, Ibu Negara itu buang air kecil d mobil. “Osdar
Telah hadir di studio Mata Najwa Mantan Wartawan Istana, Linda Djalil. #MN
“Era Soeharto, para wartawan melewati proses screening yg ketat. Tdk bisa asal masuk.” Linda #MN
“Soal berpakaian, Ibu Tien minta smua wanita yg masuk istana tdk blh pakai cln pjg supaya bentuk bokongnya tdk terlalu terlihat.” Linda
“Sgt sulit utk mewawancarai Pak Harto. Bersalaman pun hrs menunggu lebaran tiba.” Linda #MN
“Pak Harto org yg tertib dan disiplin waktu sekali.” Linda #MN
“Kalau dilihat skg, wktu Presiden masuk k rapat kabinet knp menterinya msh pd ngbrol ya? Beda dg era Pak Harto.” Linda #MN
“Pak Harto tdk suka melihat org yg duduk menyilangkan kakinya. Kalau ada yg spt itu pasti dia akan menegur lewat ajudannya.” Linda
“Beliau, sosok yg bisa menyembunyikan emosinya. Terlihat dr caranya menghadapi pendemo dg tersenyum.” Linda #MN
“Kalau rombongan kepresidenan, yg boleh bawa istri hanya Pak Ali Alatas.” Linda #MN
“Kalau ikut pesawat kepresidenan, ga boleh belanja2. ” Linda. #MN
“Pnh ada ibu menteri yg ikut rombongan presiden dan beli sofa. Akhirnya barangnya harus diturunkan.” Linda Djalil #MN
“Waktu Beliau diisukan sakit, Beliau tdk mengadakan press conference. Beliau hnya pergi main golf utk membuktikan sehat.” Linda
“Beliau punya strategi yg benar untuk menghadapi wartawan dan media.” Linda #MN
Telah hadir di Studio Mata Najwa, Putri Mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta, Meutia Farida Hatta. #MN
“Wktu itu saya tinggal di Istana Wakil Presiden, adanya di seberang Istana Merdeka. Setelah itu dihancurkan dan jd Gedung BUMN.” Meutia
“Saya selalu bermain dg Mba Megawati. Dr kecil dia memang suka tanaman.” Meutia #MN
“Saya suka bermain petak umpet dg Mas Guntur yg suka menakuti saya dan Mba Mega. Sampai ngumpet di bwh tempat tdur Pak Karno.” Meutia
“Saya mengenal Pak Karno dan Bu Fatmawati sbg pakde & bude saya. Krn Pak Karno yg menanam ari2 saya wktu lahir.” Meutia #MN
“Dari kecil, kami sudah dididik untk mengenal dan berperan utk masyarakat. Saat 17-an, kami jd paskibraka.” Meutia #MN
“Kami tdk kehilangan kesempatan utk bermain bersama anak2 lain yg status sosialnya lbh rendah.” Meutia #MN
“Tinggal di Istana juga pengorbanan, karena harus menghadiri tugas2 kenegaraan dan muncul ke publik.” Meutia #MN
“Saya ingat harus melambai2 pd org2 yg lewat di depan rumah waktu akan pindah dr Jogja ke Jakarta.” Meutia #MN
“Saya tdk merasa itu beban, ya itu kehidupan saya. Berdampak jg pd saat saya dewasa ketika hrs menghadapi byk org.” Meutia
Setelah Headline News, Meutia Hatta akan berbagi kisah misteri di istana. Penasaran? Tetap di @Metro_TV ya..
“Bung Karno itu suka sayur lodeh dg nasi panas, ditambah sambal yg sangat pedas.” Meutia #MN
“Hampir tiap hari saya merasakan nuansa mistis.” Meutia #MN
“Di Istana Wapres yg skg Gedung BUMN itu memang angker.” Meutia #MN
“Saya pernah dgr org mandi tp tnyta tdk ada airnya. Ada yg lihat temannya tp hilang bgtu saja, ada yg kesurupan. Macem2 lah..” Meutia
“Jd lapangan Merdeka itu, bangunannya byk yg berhantu. Percaya atau tdk..” Meutia #MN
“Wktu itu saya sempat main piano di Istana Negara. Ibu ingin kami tampil dini, belajar soal tanggung jawab.” Meutia #MN
Telah Hadir di studio Mata Najwa Mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden Gus Dur, Putu Sastra. #MN
“Ya memang was2. Krn saat itu era transisi dan istana jg dijadikan istana rakyat.” Putu #MN
“Saya harus pintar2 meramu tugas saya agar tetap menjamin kenyamanan dan keamanan Pak Gus Dur.” Putu #MN
“Kadang kami tdk tahu tamu itu siapa, krn ga ada datanya. Tp tamunya sdh dpt ijin dr bapak.” Putu #MN
“Ujung2nya ya kami harus yakin bahwa tamu yg dtg memang tdk punya niat jahat untuk bertemu Presiden.” Putu #MN
“Pak Gus sll kita bekali permen utk dihisap, agar tdk tertdur. Smpt Beliau minta permen itu trs menerus & lgs dikunyah habis..” Putu
“Ternyata saat itu beliau sdg marah krn bertemu seorang tamu.” Putu #MN
“Wktu di Arab, rombongan pengawal sempat terpisah dg mobil Presiden. Saya lgs membayangkan saya pasti akan digantung stlh itu.” Putu
“Suatu ketika, beliau ingin berkunjung k suatu tempat. Jd saya hny ikuti mobilnya dr blkg tanpa tau tempat yg dituju.” Putu
“Saya ingat ketika di tengah jalan, mobil terjebak di demo. Kalau sampai ketahuan itu mobil Presiden, bisa bahaya itu.” Putu
“Ada yg memberi istilah, org yg paling stress itu ya org2 yg mengawal Pak Gus Dur.” Putu #MN
“Tp saya bersyukur bisa menjaga kehormatan sebuah simbol negara baik di dlm/ luar negeri sampai mengakhiri jabatan saya.” Putu
@MataNajwa: CATATAN NAJWA #MN
1. Istana menjadi saksi, rezim yang datang silih berganti. #MN
2. Di atas singgasana kekuasaan, nasib jutaan rakyat ditentukan. #MN
3. Semua staf siap kerja kapan saja, melayani kebutuhan yang berkuasa. #MN
4. Semua biaya ditanggung Negara, supaya presiden bisa fokus bekerja. #MN
5. Kenyamanan dan keamanan jadi nomer satu, agar semua kebijakan bisa bermutu. #MN
6. Kasak kusuk tak terhindarkan, bisik-bisik berseliweran, bumbu di balik pengambilan kebijakan. #MN
7. Ada lobi-lobi berbagai kepentingan, ada juga cerita haru penuh kemanusiaan. #MN
8. Tapi istana negara, jelas bukan tempat berleha-leha. #MN
9. Sebab rakyat yang beri kuasa, rakyat juga yang membayar bea. #MN
10. Karena presiden memang bukan raja dan istana bukanlah pesanggrahan keluarga. #MN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s