MUI Keluarkan Fatwa Haram Golput, Partisipasi Pemilih Meningkat


MUI mengeluarkan fatwa haram untuk golput atau tidak menggunakan hak pilih saat pemilu. Menurut KPU, fatwa ini berpotensi menaikkan jumlah partisipasi pemilih dalam Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun ini.

“Jadi itu nomor satu harus memilih yang memenuhi syarat. Kedua, kalau dalam calon-calon itu ada yang memenuhi syarat, maka umat Islam wajib memilih dan haram hukumnya golput. Haram hukumnya tidak memilih, kalau memang di antara calon-calon itu memenuhi syarat,” kata Salim Umar.

Fatwa haram golput dikeluarkan oleh MUI pada saat Ijtima Ulama di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, tahun 2009 lalu. Untuk mensosialisasikan fatwa haram ini, MUI menggerakkan para da’i atau juru dakwah untuk menyebarkan informasi fatwa tersebut kepada seluruh masyarakat muslim. MUI menjadi sumber konsultasi para da’i untuk melakukan tugas sosialisasi penyebaran informasi fatwa haram golput.

“Jadi MUI kan ingin menjaga supaya masyarakat tertib, negaranya maju, dan kemudian aturan undang-undang dijalankan dengan baik, termasuk peraturan pemilu supaya dilaksanakan. KPU supaya melaksanakan tugas dengan baik. Karena itulah maka MUI ikut memberikan fatwa tadi. Yang keduanya juga menggerakkan para da’i untuk melaksanakan sosialisasinya,” lanjut Salim Umar.

Sementara itu, bagi Komisi Pemilihan Umum atau KPU, adanya fatwa haram golput dari MUI berpotensi untuk menaikkan jumlah partisipasi pemilih dalam Pemilu Legislatif dan pemilihan presiden tahun ini. Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Yayat Hidayat mengungkapkan, persoalan golput sudah sangat serius. Contohnya saat Pemilihan Bupati di Cirebon beberapa waktu lalu. Tingkat partisipasi pemilih pada saat itu hanya 46 persen. Artinya, 54 persen masyarakat memilih untuk golput. Oleh karena itu, pihaknya perlu melibatkan MUI untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat yang memiliki hak pilih dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2014. Yayat yakin peran MUI bisa menekan angka golput.

“Ya bagi KPU menguntungkan. Karena itu kan dalam rangka mendongkrak partisipasi (pemilih). Saya harapkan dalam Pemilu Legislatif nanti (tingkat partisipasi pemilih) bisa meningkat,” kata Yayat Hidayat.

Yayat berharap, tingkat partisipasi pemilih di Jawa Barat terus meningkat. Terutama setelah keluarnya fatwa haram golput dari MUI. Pada saat Pemilihan Gubernur atau Pilgub tahun 2013 lalu, tingkat partisipasi pemilih mengalami kenaikan dari 50 persen menjadi 63 persen. Maka untuk Pemilu Legislatif yang akan berlangsung pada 9 April mendatang, KPU Provinsi Jawa Barat menargetkan tingkat partisipasi pemilih naik hingga 76 persen.

sumber : VOA Indonesia

One thought on “MUI Keluarkan Fatwa Haram Golput, Partisipasi Pemilih Meningkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s