Sumbangan Caleg ‘Tak Jamin’ Perolehan Suara


Menjelang tengah malam, beberapa tetua desa antusias menyampaikan daftar keperluan yang dibutuhkan lingkungan tempat tinggal mereka; renovasi gereja, embung atau kolam penampung air dan jalan menuju sekolah untuk menyebut sebagian.

DImageaftar serta ungkapan komitmen secara lisan para tokoh masyarakat di Desa Oenaek, Kupang Barat disampaikan kepada anggota DPR, Fary Djemy Francis, yang mencalonkan diri lagi dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur.

“Saya bukan baru datang ke kampung. Saya sudah empat hingga lima tahun datang ke kampung-kampung dan biasanya kampung-kampung yang saya datangi sudah saya bina dan permintaan-permintaan mereka sudah dipenuhi,” kata anggota Komisi V dari Partai Gerindra tersebut.

“Khusus kampung-kampung yang baru saya masuki, saya harus terbuka mengatakan bahwa saat seperti ini tidak bagus ada permintaan saat saya menjadi calon legislatif. Karena kalau saya memberikan dukungan di saat kampanye nanti dikira sebagai money politics.”

Mengenai sumber dana untuk konstituen, ia mengaku hanya mendorong agar program-program pemerintah diwujudkan atau memanfaatkan jaringan LSM untuk membangunan fasilitas yang diminta warga.

Sepatu sepak bola

"Di dalam demokrasi ala orang miskin itu sendiri juga sangat terkait dengan primordialisme. Jadi mereka akan melihat suku apa. Jadi ada dua yang dominan mempengaruhi orang memilih. Pertama adalah suku dan kedua adalah agama." Musni Umar

“Di dalam demokrasi ala orang miskin itu sendiri juga sangat terkait dengan primordialisme. Jadi mereka akan melihat suku apa. Jadi ada dua yang dominan mempengaruhi orang memilih. Pertama adalah suku dan kedua adalah agama.”
Musni Umar

Permintaan-permintaan pemilih kepada calon anggota legislatif, menurut seorang pengajar dan peneliti, dapat disebut sebagai fenomena peras pemeras antara konstituen dan calon.

“Sekarang ketika di pedesaan yang terjadi adalah masyarakat mencoba memeras duluan, ini kan saling peras yang terjadi,” kata Teguh Dartanto, Kepala Kajian Kemiskinan dan Pembangunan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia kepada Rohmatin Bonasir.

“Mereka akan berpikir bahwa nanti Anda ketika jadi Anda menikmati hasilnya sebagai anggota dan saya tidak akan dapat apa-apa. Nah sebelum Anda jadi ketika Anda mengajak saya untuk memilih Anda, apa yang bisa Anda berikan kepada kami.”

Teguh Dartanto mencontohkan di lingkungannya kelompok pemuda desa meminta bantuan sepatu sepak bola dari calon anggota legislatif.

Akan tetapi ungkapan komitmen dengan imbalan pemberian materi antara pemegang hak suara dan calon anggota legislatif tidak selalu serta merta dapat dijadikan jaminan di bilik suara.

“Di dalam demokrasi ala orang miskin itu sendiri juga sangat terkait dengan primordialisme. Jadi mereka akan melihat suku apa. Jadi ada dua yang dominan mempengaruhi orang memilih. Pertama adalah suku dan kedua adalah agama,” jelas peneliti sosial dan kemiskinan dari Lembaga Pemberdayaan Sosial dan Demokrasi, Musni Umar.

Bagaimanapun, lanjutnya, besaran sumbangan yang diberikan oleh calon legislatif mungkin dapat menentukan ke mana suara pemilih miskin akan disalurkan.

SUMBER : VOA Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s