MATA NAJWA: BELAJAR DARI GUS DUR


Selamat malam, selamat datang di Mata Najwa, saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. #MN

Gus Dur sudah lama pergi, tapi warisannya bisa dinikmati hingga hari ini. #MN

Banyak pelajaran yang bisa digali dengan membaca Gus Dur lagi dan lagi. #MN

Tentang demokrasi, soal toleransi sehari-hari, juga tentang politik sebagai teka-teki. #MN

Para bapak bangsa tak pernah benar-benar mati, mereka tak henti menyalakan inspirasi. #MN

Saat perbedaan kerap dianggap sebagai ancaman bagaimana harusnya kita memaknai keberagaman. #MN

Inilah Mata Najwa, BELAJAR DARI GUS DUR. #MN

Berikut ini “Surat Untuk Bapak” dari putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh atau @yennywahid. #MN

“Bapakku tercinta, tak terasa 5 thn lebih Bapak telah meninggalkan kami.” Yenny Wahid #MN

“Begitu banyak hal yang terus kukenang tentangmu.” Yenny Wahid #MN

“Aku ingat, dulu ketika Bapak mencalonkan diri menjadi Presiden, aku ragu.” Yenny Wahid #MN

“Ragu krn Bapak tdk bisa melihat, bgm mungkin Bapak bisa memimpin tanpa penglihatan?” Yenny Wahid #MN

“Namun, seperti Abdullah bin Umar, kebutaanmu adlh anugrah bagi negeri ini.” Yenny Wahid #MN

“Krn dengannya mata batinmu jd bercahaya, dan lisanmu menjadi tajam menyuarakan kebenaran.” Yenny Wahid #MN

“Justru kami yg sempurna penglihatannya, Pak, kadang tak mampu bedakan mana yg benar dan salah.” Yenny Wahid #MN

“Bapak, minggu lalu adalah tahun baru Imlek.” Yenny Wahid #MN

“Aku ingat ketika Bapak mengeluarkan aturan membolehkan perayaan imlek, ada sedikit kalangan yg mencibir.” Yenny Wahid #MN

“Sama seperti ketika Bapak perintahkan banser jaga gereja. Orang2 itu berkata Bapak hanya lindungi kelompok minoritas.” Yenny Wahid #MN

“Mereka lupa, ketika zaman Orde Baru, Bpk brjuang bg kelompok mayoritas yg ditekan, sampai Bapak sendiri harus jd korban.” Yenny Wahid #MN

“Bpk tercinta, terimakasih telah ajari kami, kaidah agama yg kita anut adlh agama yg cinta damai & mengasihi seluruh alam.” @yennywahid #MN

“Makin bnyk masyarakat yg hafal Qur’an & Hadist, namun sayang masih ada yg senang mengkafirkan org lain.” Yenny Wahid #MN

“Bapak, justru setelah kau pergi, aku masih melihatmu di mana-mana. Di kaos dan kalender yang banyak dijual orang,” Yenny Wahid #MN

“Di spanduk dan iklan di layar kaca ketika musim kampanye tiba. Bersanding dengan logo-logo partai dan foto calon Presiden” Yenny Wahid #MN

“Padahal sebagian dari mereka justru adalah orang2 yg nilai politiknya berbeda dari dirimu.” Yenny Wahid #MN

“Pak, sungguh kami rindu leluconmu. Tak ada lg yg bs marahi DPR & politisi. Bhkan ank TK pun tdk mau lg disamakan dgn mrk.” Yenny Wahid #MN

“Kalau Bpk masih ada, mungkin Bpk berkata : polisi kok dibilang bukan penegak hukum? Pantas skrg maling2 makin berani.” @yennywahid #MN

“Merampok harta rakyat di siang hari lalu lakukan kriminalisasi agr kejahatannya terlindungi.” Yenny Wahid #MN

“Bpk mungkin akan senang krn teman Bpk. Buya Syafii Maarif memberi nasehat kpd Presiden Jokowi agar jadi Rajawali.” Yenny Wahid #MN

“Bapak mungkin akan menambahkan : Dik Jokowi, tangkap saja semua maling itu, gitu aja kok repot.” Yenny Wahid #MN

“Kasihan Pak Jokowi, Pak. Begitu banyak bebannya dalam memimpin negeri. Sepertinya Beliau perlu teman untuk bicara.” Yenny Wahid #MN

“Tolong datangi Pak Jokowi dalam mimpi agar terilhami untuk jd lebih berani, karena rakyat negeri ini butuh diayomi.” @yennywahid #MN

Itulah Surat untuk Bapak dari putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid. #MN

“Makin lama makin rindu Bapak, apalagi lihat negara makin semerawut, butuh figur Gus Dur.” Yenny Wahid #MN

Bagi saya Gus Dur bukan sekedar seorang ayah, tapi adalah pemimpin saya.” Yenny Wahid #MN

“Gus Dur sering disalahpahami hanya sbg pelindung kaum minoritas saja, padahal beliau memperjuangkan rakyat banyak.” Yenny Wahid #MN

Jaman Orba, Gus Dur jga ditekan, beliau memperjuangkan rakyat lewat forum demokrasi, dan kritiknya terhadap pemerintah ,” Yenny Wahid #MN

“Gus Dur ingin ketika wafat tdk spt tokoh lain yg makamnya megah. Cukup ditulis “Disini Terbaring Pejuang Kemanusiaan.” @AlissaWahid #MN

“Perspektif Gus Dur menegakkan Islam sbg rahmat utk semesta, artinya meninggikan/memperjuangkan derajat kemanusiaan.” Alissa Wahid #MN

Kami akan putar video wawancara eksklusif dg Gus Dur bbrp tahun lalu. Simak usai jeda. #MN

Berikut kami tampilkan cuplikan Sidang Umum MPR pada Oktober 1999 saat Gus Dur terpilih menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia #MN

Kami undang utk bergabung di meja Mata Najwa, mantan Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional, @mohmahfudmd. #MN

Serta politikus muda, mantan aktivis jalanan dan kini anggota DPR PDI Perjuangan, @budimandjatmiko. #MN

Kami tampilkan cuplikan pernyataan Gus Dur tentang negeri ini ketika diwawancarai scra eksklusif oleh Metro TV pd September 2009 silam. #MN

“Saya sendiri beranggapan kepentingan negara dan bangsa itu nomer satu.” Gus Dur #MN

“Prinsip negara demokratis yg hrs diperbaiki, yakni menegakkan kedaulatan hukum. Kita semua tahu pengadilan dimain-mainkan.” Gus Dur #MN

“Pemberantasan korupsi hrs dilakukan terus menerus, tak pernah berhenti. Konsekuensinya hrs mengedepankan asas keadilan,” Gus Dur #MN

“Terakhir, adanya kesadaran bahwa kita harus melakukan perubahan-perubahan. Gus Dur #MN

“Langkah Gus Dur yg plg signifikan adl penataan TNI/Polri yang dijadikan lembaga, diletakkan di satu payung supremasi sipil,” Mahfud MD. #MN

“Kalau dulu semua org takut tentara, zaman Gus Dur tidak. Memberhentikan panglima tidak pakai ribut-ribut” @mohmahfudmd. #MN

“Visi tentang ekonomi kelautan dan kemaritiman, Gus Dur yg memulai. Beliau yang pertama membentuk Menteri Kelautan.” @mohmahfudmd. #MN

“Sy kaget waktu dipilih menjadi menteri, sy kira dulu mau diangkat jadi kepala badan pembinaan hukum atau apa.” Mahfud MD. #MN

“Waktu ditunjuk jadi Menteri Pertahanan saya malah mengiranya jadi Menteri Pertanahan.” Mahfud MD. #MN

“Lalu saya bilang, bukankah Menteri Pertanahan sudah dibubarkan? Kata Gus Dur, “Bukan Menteri Pertanahan tapi Pertahanan.” Mahfud MD. #MN

“Sy ini gk pernah belajar tentara, gk pernah mempelajari soal pertahanan, sy gk punya latar belakang” @mohmahfudmd. #MN

“Gus Dur bilang, “Gak apa, sy jd Presiden juga gk punya latar belakang, tapi bisa!” Mahfud MD. #MN

“Saat kejadian pemungutan suara antara Ibu Mega & Gus Dur, sy mendengarkanny di radio di ruang besukan penjara.” Budiman Sudjatmiko #MN

“Sy tenang krn siapapun yg menang mereka pasti membebaskan kami yg di penjara.” @budimandjatmiko #MN

“Gus Dur itu setara Tan Malaka & Bung Karno. Mrk py konsep yg melampaui ttg demokrasi, kebangsaan, dan kemanusiaan.” @budimandjatmiko #MN

Hadir jg di tengah kita pengamat politik Fachry Ali, ketika itu jg merekam pergolakan di awal reformasi & langkah2 yg diambil Gus Dur. #MN

“Sayangnya Gus Dur itu direduksi menjadi Presiden. Sebenarnya Abddurahman Wahid itu adl org yg sangat besar.” Fachry Ali #MN

“Sy kira Presiden itukan cuma eksekutif saja, tdk mampu melakukan perubahan2 sosial.” Fachry Ali #MN

“Mjd Presiden tdk salah, waktunya sj terlambat, seharusnya lebih awal lg. Kt butuh pemimpin2 republik ini yg besar.” Budiman Sudjatmiko #MN

Gak bisa Republik sebesar ini dipimpin, oleh pemimpin2 dengan visi kerdil.” @budimandjatmiko #MN

“Gus Dur mampu mengkomunikasikan gagasan demokrasi, yg bs diterima oleh rakyat biasa sekaligus kalangan elit dunia.” @budimandjatmiko #MN

“Gus Dur itu gagal jadi politisi, krn gak mau kompromi, Politisi biasanya cenderung ada titik hrs melakukan kompromi.” @yennywahid #MN

“Soal pelengseran sy punya teman seorang pengusaha, pernah cerita beberapa tahun belakangan ini.” Yenny Wahid #MN

“Jika Gus Dur mau kompromi, kita sudah siapin kantong besar dana untuk guyur parlemen.” Yenny Wahid #MN

“Lalu Gus Dur cuma ketawa, besoknya Gus Dur malah membuat pengumuman & mengatakan “Tangkap si orang itu!” Yenny Wahid #MN

Berikut persembahan spesial musisi @GlennFredly berduet dgn @saykoji membawakan lagu berjudul Menanti Arah. #MN

“Gus Dur sosok manusia yg benar2 apa adanya & setiap tutur kata buatannya itu, benar2 sampai di hati yg paling dalam.” Glenn Fredly #MN

“Butuh orang yg berfikiran besar utk merawat Republik ini. Sy sng melihat Gus Dur merawat Rakyat Papua.” @GlennFredly #MN

“Bagaimana dia merekonsiliasi masyarakat di Maluku dengan pendekatan humanis. Itu pemimpin yg hari ini dibutuhkan dunia.” Glenn Fredly #MN

“Sy sepakat sama Bung Glenn, krn apa yg diajarkan Gus Dur sampai saat ini urgent.” Inayah Wahid #MN

“Kekerasan sekarang gampang banget dan kalau tidak suka ya tidak suka. Kalau kita beda, kita gk bisa bareng2” Inayah Wahid #MN

Kata Gus Dur, Kementerian Agama seperti pasar. Apa maksudnya? Nantikan usai jeda. #MN

“Sy dilantik mjd Menteri Agama tgl 9 Juni 2014 dan lsg ingat pernyataan Gus Dur yg sangat tajam” Lukman Hakim #MN

“Gus Dur mengatakan Departemen Agama spt pasar, semuanya ada. Tp 1 yg tdk ada, yaitu agama itu sendiri” @lukmansaifuddin #MN

“Saya mengambil hikmah dari pernyataan Gus Dur, agar Kementrian Agama berubah.” Lukman Hakim #MN

“Keberagaman bagi Gus Dur, tdk hanya sesuatu yg merupakan sunahtullah, yg memang begitulah Tuhan menghendakinya.” Lukman Hakim #MN

“Bahkan Gus Dur memaknai keberagaman itu adalah berkah dari Tuhan. ” Lukman Hakim #MN

“Agar yg berbeda2 bisa saling mengisi, saling melengkapi, saling menyempurnakan antara satu dengan yg lain.” @lukmansaifuddin #MN

“Sekarang tantangan bagi umat beragama ini makin berat sekali.” Yenny Wahid #MN

“Kita lihat fenomena ISIS, mereka mengatasnamakan gerakan Islam bertujuan mendirikan Negara Islam” Yenny Wahid #MN

“Tp semua yg berbeda dari mereka dihabisi, dengan cara2 yg keji dan cara2 yg sadis” Yenny Wahid #MN

Di tingkat akar rumput, komunitas-komunitas pengagum Gus Dur banyak bermunculan, salah satunya komunitas GUSDURian. #MN

“Gus Dur mengembangkan pemikiran2 keagamaan yg sgt kental & berpihak pd mrk yg tertindas.” Savic Ali #MN

“Kita selalu mengkampanyekan ide2 besar Gus Dur, mulai dari kemanusiaan, kesetaraan, keberanian untuk membela yg benar.” @savicali #MN

“Yg utama adalah membuka diri, membuka dialog yg selama ini masing2 menurut persepsi & pemahamannya” Lukman Hakim #MN

“Jd dialog harus semakin banyak dibuka sehingga antar yg berbeda muncul pemahaman, jd perbedaan itu tdk hrs disatukan.” @lukmansaifuddin #MN

“Krn sy merasa bangsa ini masih yg mayoritas lebih banyak berfaham moderat, masih mendambakan kedamaian & toleransi.” Lukman Hakim #MN

“Hanya problemnya yg besar ini diam, sementara yg keras lebih vokal. Harus ditumbuhkan mayoritas yg lebih aktif.” Lukman Hakim #MN

Sesaat lagi putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahid, mengajak kita mati ketawa ala Gus Dur. #MN

“Kalau Gus Dur masih hidup pasti beliau yg berdiri di sini utk melawak – Anekdot Gus Dur Inayah Wahid” #MN

“Kalau Gus Dur ke daerah, biasanya semua pada kumpul untuk mendengar joke Gus Dur.” Sinta Nuriyah #MN

“Kalau ada yg ketinggalan, yg ditanya joke-nya Gus Dur, guyonannya selalu ditunggu.” Sinta Nuriyah #MN

Ada kenangan kuat dari Anita Wahid ttg saat2 terakhir bersama Gus Dur. Kami sajikan usai Headline News. #MN

Berikut kami tampilkan cuplikan kisah perjalanan Gus Dur hingga berpulang. #MN

“Kami dari kecil sudah tahu bahwa Gus Dur punya visi yg sangat besar untuk bangsa ini.” Anita Wahid #MN

“Setiap moment kecil yg kita lewatkan bersama beliau itu precious banget.” Anita Wahid #MN

“Sy punya moment yg sangat spesial, terutama saat bapak di akhir hidupnya.” Anita Wahid #MN

“Setelah selesai cuci darah beliau maunya makan di warung soto Kudus, hanya pergi berdua dan bebas ngobrol.” Anita Wahid #MN

“Walaupun sy anaknya tp saya tahu ada ribuan orang yg mendambakan moment cuma berdua sama Gus Dur.” Anita Wahid #MN

“Sy ingat sekali pernah memeluk beliau & bilang, ak syg sekali sama bapak. Beliau mukanya tetep rata dan cuma jawab“hemm.” Anita Wahid #MN

“Bagi saya, seluruh gerak & langkahnya itu mencerminkan cintanya pada istri dan keluarganya.” Sinta Nuriyah #MN

“Bagi Gus Dur, cinta itu harus selalu ada ketika dan selama hidup dalam rumah tangga.” Sinta Nuriyah #MN

“Segala gerak dan langkahnya merupakan kenangan, karena di situ terdapat cintanya.” Sinta Nuriyah #MN

“Bapak sama ibu jika tidur itu tangannya pasti gandengan.” Alissa Wahid #MN

Kita lihat cupilkan pengakuan Gus Dur tentang sang pujaan hati, Sinta Nuriyah. #MN

“Berat menjadi istri Gus Dur itu kalau selalu ditinggal pergi tidak pernah bilang. Tapi lebih banyak ringannya” Sinta Nuriyah #MN

“Siapa sih yg cantik & pandai? ya itu Sinta Nuriyah” Gus Dur #MN

“Ketika saya punya anak, Gus Dur ikut merawat bayi pada saat malam hari.” Sinta Nuriyah #MN

“Gus Dur menolak poligami, padahal sering kali ditawarin untuk dikawinkan.” Sinta Nuriyah #MN

“Pernah disiapkan kamar yg sdh dihias di sebuah pesantren utk dinikahkan. Ternyata Gus Dur melipir pergi.” Sinta Nuriyah #MN

4 putri Gus Dur punya kenangan personal ttg sang ayah. Simak selengkapnya sesaat lagi. #MN

“Paling utama buat sy adalah bagi Gus Dur hidup itu betul2 harus membawa manfaat bagi org banyak.” @AlissaWahid #MN

“Sy ingat sekali waktu kelas 2 SMA, Yenny kelas 1 SMP. Kami di dalam mobil, ada anak kecil bekerja.” Alissa Wahid #MN

“Yenny protes, UUD mengatakan anak terlantar dipelihara, tp ini mencari nafkah. Ak mau tulis surat memprotes pemerintah.” Alissa Wahid #MN

“Gus Dur menjawab, km masih SMP, tulisanmu belum tentu membawa perubahan,” Alissa Wahid #MN

“Kalau km ingin membantu org seperti itu, belajar setinggi2nya dan gunakan ilmumu itu untuk membantu orang2 yg tertindas.” Alissa Wahid #MN

“Bagi sy itu jadi pedoman hidup, apapun yg kita lakukan tujuan akhirnya membawa kemanfaatan untuk org banyak.” Alissa Wahid #MN

“Waktu itu 17 Agustusan, istana dibuka utk umum. Setneg mengatakan sebaiknya open house di luar, spy karpetnya tdk kotor.”Anita Wahid #MN

“Gus Dur marah, karpet itu dibeli dari uang rakyat, biarin dong mereka injak. Semua yg ada di negara ini punya rakyat.” Anita Wahid #MN

“Kalau sy, yg paling sy sangat pegang ajaran bapak sampai saat ini mengenai nilai persamaan yg beliau pegang, kesetaraan.” @AnitaWahid #MN

“Bpk mengajak sy ke rumahnya Pramoedya Ananta Toer, Benny Moerdani, dan ke rumah Ibu S. K. Trimurti.” Inayah Wahid #MN

“Di tempat Ibu S. K. Trimurti, cuma mendengar beliau nembang. Bpk hy bilang, krn sdh kewajiban yg muda datang ke yg tua.” Inayah Wahid #MN

“Skrng sy menangkap bahwa ketika Bapak berkunjung ke Pak Pramoedya ada sesuatu yg jauh lebih besar.” Inayah Wahid #MN

“Sebelumnya beliau tahanan politik & Bapak ingin mengembalikan identitas Pramoedya sebagai manusia.” @naywahid #MN

“Cara pandang yg tdk ekstrim dlm melihat suatu hal, tdk hitam & putih, itu yg diajarkan oleh bapak.” Yenny Wahid #MN

“Bpk mengambil contoh cerita Mahabarata. Pandawa itu org yg sudah baik, tp kalau Kurawa org yg berproses menjadi baik.” Yenny Wahid #MN

“Jd gk ada yg buruk, dlm kehidupan ini, semua org mencoba jadi baik & tugas kita membantu agar sisi baik org itu muncul. @yennywahid #MN

CATATAN NAJWA. #MN

  1. Gus Dur seorang pelintas batas, berbagai sekat ia terabas. #MN
  2. Ia tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori, sebab kiprahnya melintasi berbagai teritori. #MN
  3. Seorang kyai, sekaligus politisi. #MN
  4. Ia penulis, sekaligus aktivis. #MN
  5. Jadi Presiden tak membuatnya terkekang, kekuasaan tak membuat komitmennya berkurang. #MN
  6. Yang minoritas diangkatnya secara terhormat, dilumerkannya berbagai prasangka yang melekat. #MN
  7. Akibatnya Gus Dur sering dihinggapi praduga, padahal dia yang cairkan banyak prasangka. #MN
  8. Tapi dia bisa santai menghadapi tekanan, sebab jabatan baginya bukanlah tujuan. #MN
  9. Sebelum lawan mencemooh dan mengejeknya, Gus Dur lebih dulu menertawakan dirinya. #MN
  10. Dengan itulah Gus Dur jadi amat berbobot, begitu saja kok repot. #MN
  11. Toh hidup hanya menunda kekalahan, santai sajalah dengan kekuasaan. #MN
  12. Humor menjadi jalan pembebasan, dari bujuk rayu kuasa yang menjerumuskan. #MN

Terimakasih sudah menyaksikan Mata Najwa dalam eps. Belajar Dari Gus Dur. Semoga menginspirasi. #MN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s