Belajar dari Guru Bangsa Tjokroaminoto di Mata Najwa


Selamat malam, selamat datang di Mata Najwa. Saya Najwa Shihab, tuan rumah Mata Najwa. #MN

Tjokroaminoto adalah gurunya para bapak bangsa, mentor bagi para pejuang yang lebih muda. #MN

Dari Abikusno hingga Soekarno, dari Musso hingga Kartosuwirjo. Dari yg islamis hingga komunis, dari yg kiri sampai yg kanan. #MN

Dinyalakannya api keteladanan, dihidupkannya degup jantung perjuangan. #MN

Tjokro membuka jalan bagi banyak sang pemula. Tjokro juga tempat berharapnya banyak jelanta. #MN

Jika Tjokro adalah pencetak pendiri negeri, bagaimana kini hidupnya bisa diteladani? #MN

Inilah Mata Najwa, BELAJAR DARI GURU BANGSA TJOKROAMINOTO. #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Reza Rahadian dan Aulia Tahkim. #MN

“Sosok Tjokroaminoto adlh sosok yg diidamkan masyarakat Indonesia pada kondisi saat ini.” Reza Rahadian #MN

“Beliau sosok egaliter dan demokratis semasa memimpin Sarekat Islam.” Reza Rahadian #MN

“Ia juga sosok yang berwibawa, keras dalam berbicara, mengatur anak buah khususnya murid2 yg tinggal bersama.” Raza Rahadian #MN

“Sebelumnya sy bagian dari yg tdk tahu tentang siapa Tjokroaminoto selain pahlawan & nama jalan.” Reza Rahadian #MN

“Yang paling mencengangkan, ternyata beliau adlh sosok yg paling berpengaruh terhadap Bung Karno.” Reza Rahadian #MN

“Tjokro ternyata guru Bung Karno, guru bagaimana cara beliau berorasi. Dia adalah org yg menginspirasi Soekarno.” Reza Rahadian #MN

“Beliau tokoh yg sangat kharismatik, selalu memperjuangkan kaum Sarekat Islam.” Aulia Tahkim #MN

“Dari kecil saya diajak ayah untuk ikut dalam kegiatan Sarekat Islam, begitupun ayah dan kakek.” Aulia Tahkim #MN

“Setiap acara makan malam selalu diceritakan tentang ajaran beliau.” Aulia Tahkim #MN

“Tentang sosok Tjokro, beliau itu tauhidnya luar biasa.” Aulia Tahkim #MN

“Dari ajaran Tauhid beliau melahirkan persamaan dgn merasa kita semua mahkluk Allah. Dari situ lahir persaudaraan.” Aulia Thakiem #MN

“Setelah mendirikan PNI, Soekarno-lah yang banyak tampil. Nama Tjokro pun kurang banyak dikenal.” Anhar Gonggong #MN

“Pada masa itu Tjokroaminoto lebih sering dicurigai & dipanggil oleh Belanda untuk dimintai banyak keterangan.” Reza Rahadian #MN

“Hal yg menarik pada beliau krn beliau bisa berkomunikasi dgn siapa saja.” Anhar Gonggong #MN

“Rumah Tjokroaminoto adlh rumah ideologi & dialog. Semua ideologi bertemu dlm bentuk dialog, dan sumber dialog itu Tjokro.”Anhar Gonggong #MN

“Jadikanlah rumah ini tempat berbagi pertanyaan, barbagi ideologi, ini adlh rumah bersama. Itu kata Tjokro kepada Kusno.” Reza Rahadian #MN

Saksikan sesaat lagi, puisi tulisan Tjokroaminoto akan dibacakan oleh Reza Rahadian. #MN

“Tjokro sangat perdulli terhadap penampilannya.” Reza Rahadian #MN

“Kumis seperti itu adlh fashion statement, ia tak ingin dibedakan, dan menuntut kesetaraan dengan Belanda.” Reza Rahadian #MN

“Jgn berpakaian ala rakyat seolah menunjukan kita di bawah & yg berpakaian bagus adlh yg di atas.” Reza Rahadian #MN

“Tidak ada satu body language yg menunjukan bahwa beliau sangat malu2 atau terkesan santun, krn beliau org Jawa.” Reza Rahadian #MN

“Kalau buku2 ada banyak tulisan tentang beliau, tp kalau foto kita tdk terlalu banyak.” Aulia Tahkim #MN

“Foto beliau yg memakai beskap, sarung, pakai peci dengan kaki diangkat, memiliki makna.” Aulia Tahkim #MN

“Beskap itu priyayi Jawa, sarung itu rakyat, kaki diangkat menantang Belanda.” Aulia Tahkim #MN

“Dia tidak mau selalu membungkuk, memberi hormat, lalu dia jg menolak tingkah laku sebagai amtenar.” Anhar Gonggong #MN

“Saya percaya sosok yg demokratis adlh sosok yg dpt mempengaruhi banyak org lewat gaya kepemimpinan.” Reza Rahadian #MN

“Dia mampu menarik perhatian dan mengkoordinasi segala situasi yg ada.” Reza Rahadian #MN

“Bung Karno adalah sosok yg terinspirasi oleh Tjokroaminoto, maka gaya berpidatonya juga mirip.” Reza Rahadian #MN

Reza Rahadian membacakan puisi karya Tjokroaminoto. #MN

“Lelap terus, dan kau pun dipuji sebagai bangsa terlembut di dunia.” Reza Rahadian #MN

“Darahmu dihisap dan dagingmu dilahap sehingga hanya kulit tersisa.” Reza Rahadian #MN

“Siapa pula tak memuji sapi dan kerbau? Orang dapat menyuruhnya kerja, dan memakan dagingnya.” Reza Rahadian #MN

“Bahasamu terpuji, halus di seluruh dunia, dan sopan pula.” Reza Rahadian #MN

“Sebabnya kau menegur bangsa lain dalam bahasa kromo dan orang menegurmu dalam bahasa ngoko.” Reza Rahadian #MN

“Kalau kau balikkan, kau pun dianggap kurang ajar!” Reza Rahadian #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan #MN

“Tjokroaminoto ini guru dari guru bangsa.” Anies Baswedan #MN

“Pendidikan disadari oleh Tjokoro krn dia melihat efek nyata pada dirinya.” Anies Baswedan #MN

“Pendidikan memberi wawasan luas, ketajaman membaca masalah, memiliki terobosan & kemampuan berkomunikasi yg luar biasa.” Anies Baswedan #MN

“Menurut Tjokroaminoto, keterdidikan bukan semata2 untuk meraih cita2, tapi juga menciptakan hidup mandiri.” Anies Baswedan #MN

“Bagi Tjokroaminoto, pendidikan adalah instrumen penggerakan.” Anies Baswedan #MN

“Tjokro bukan hanya mengajar, dia jg mendidik dan lebih jauh lg dy menggerakkan.“ Anies Baswedan #MN

“Siapapun yg berinteraksi dengannya seperti tersengat.” Anies Baswedan #MN

“Beliau mengatakan, wajib belajar hingga usia 15 tahun, di masa itu kita baru belajar 2 tahun.” Anies Baswedan #MN

“Jika penduduk Nusantara bs terdidik sampai 15 tahun, ketidakadilan & ketimpangan bs dilawan & meraih kesejahteraan.” Anies Baswedan #MN

“Tjokro tipe guru pendidik, bisa menghormati pikiran orang lain dan tdk memaksa org lain menyetujui ajarannya.” Anies Baswedan #MN

“Muridnya dirangsang untuk tumbuh dengan gagasan dan idenya masing2.” Anies Baswedan #MN

“Dia menciptakan orang2 yg membuat arus luar biasa di zaman Indonesia sudah menjadi sebuah negara.” Anies Baswedan #MN

“Jika Tjokro dikatakan sebagai raja tanpa mahkota, itu krn pikiran, gagasan & kata yg membuat dia luar biasa.” Anies Baswedan #MN

Telah Hadir di studio Mata Najwa aktor film Guru Bangsa Tjokroaminoto,Tanta Ginting dan Ibnu Djamil. #MN

“Tjokro itu bapak modern, ia melihat potensi, memberikan rangsangan terhadap pemikiran, dan membiarkan anaknya tumbuh.” Tanta Ginting #MN

“Agus Salim mengenal Tjokro itu memiliki pemikiran dan ideologi yg sejalan” Ibnu Djamil #MN

“Sampai kapan pun seorang Agus Salim akan melakukan hijrah bersama Tjokroaminoto.” Ibnu Djamil #MN

“Bertemu Tjokro selama 20 menit, telah mengubah hidup Muhammad Natsir muda selamanya.” Anies Baswedan #MN

“Figur ini menyengat, dan siapapun yg tersengat, sengatannya positif.” Anies Baswedan #MN

“Tjokro mendidik dengan memberikan rangsangan untuk tumbuh agar bermakna di zamannya nanti.” Anies Baswedan #MN

“Seorang guru jika berinteraksi dengan murid dapat memunculkan pertanyaan dan gagasan.” Anies Baswedan #MN

“Sumber untuk inspirasi saat ini banyak sekali, tidak seperti saat itu.” Anies Baswedan #MN

“Hampir semua gaya Soekarno adalah modifikasi dari gaya Tjokroaminoto. Tulisannya juga mirip sekali.” Anhar Gonggong #MN

“Soekarno: Hanya bangsa yg menghargai pahlawan-pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar.” Anhar Gonggong. #MN

“Belum tentu Soekarno sehebat yg kita tahu kalau dia tidak kos di tempat Tjokroaminoto.” Anhar Gonggong #MN

“Andaikata bukan pemimpin yg melakukan revolusi mental pada dirinya & rakyat, belum tentu kita merdeka seperti sekarang.” Anhar Gonggong #MN

“Soekarno, Hatta, dan Tjokroaminoto pemimpin yg melampaui dirinya. Karena itu, kita berubah seperti sekarang.” Anhar Gonggong #MN

“Nampaknya dunia ini berubah oleh orang2 yang bersedia menyimpang.” Anhar Gonggong #MN

Tim Mata Najwa melihat langsung kondisi rumah Ideologis dialogis Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya. #MN

Di rumah ini tokoh-tokoh pergerakan Indonesia membawa ideologinya masing2. #MN

Telah hadir seorang politikus senior, A.M. Fatwa, Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal DKI Jakarta. #MN

“Tjokroaminoto yg memberikan sentuhan awal pada sy sehingga sy terpanggil mengabdi melalui jalur politik.” A.M. Fatwa #MN

“Trilogi ajaran politik Tjokroaminoto adlh sebersih2 tauhid, setinggi2 ilmu pengetahuan, & sepandai2 siasat.” A.M. Fatwa #MN

“Kita tak lagi bisa menemukan pribadi seperti Tjokro pada diri pemimpin politik masa kini.” A.M. Fatwa #MN

“Sepandai-pandainya siasat, sekarang menjadi seboleh-bolehnya tipu-menipu dalam politik.” A.M. Fatwa #MN

“Sy mengejar ajaran politik dari Tjokroaminoto yg masih tersimpan pd tokoh2 politik yg berguru dari Tjokroaminoto.” A.M. Fatwa #MN

“Politik sekarang serba transaksionis & pragmatis. Org masuk partai politik langsung minta jabatan.”A.M. Fatwa #MN

“Sy terdidik di organisasi Pelajar Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam, Muhammadiyah, begitu juga di Sarekat Islam.” A.M. Fatwa #MN

“Sy banyak berguru pada pemimpinnya, Pak Anwar Tjokroaminoto, Pak Harsono Tjokroaminoto, sy masih sempat bertemu langsung.” A.M. Fatwa #MN

“Politisi sekarang kehilangan moral & etika. Di lingkungan partai sendiri dan dgn partai lain jg serba transaksionis.” A.M. Fatwa #MN

“Dulu kartu anggota partai dan organisasi masyarakat menjadi kebanggaan karena menunjukan identitas diri.” A.M. Fatwa #MN

“Seorang pemimpin perlu identitas.” A.M. Fatwa #MN

“Partai masa kini berlomba untuk tidak perlu berpegang pada moralitas.”A.M. Fatwa #MN

“Partai politik sekarang ini kehilangan identitas dan itu tergantung para pemimpinnya.” A.M. Fatwa #MN

“Tdk ada lagi politisi alamiah, punya rekam jejak, & berproses dari remaja.”A.M. Fatwa #MN

“Kini, perlu modal besar bila ingin menjadi ketua umum partai.” A.M. Fatwa #MN

“Harus dilakukan revolusi mental terutama kepada partai politik dan politisinya.” A.M. Fatwa #MN

“Pergerakan politik Tjokroaminoto saat itu segalanya diatur untuk lebih dekat dengan rakyat. Saat ini serba seolah-olah.” Reza Rahadian #MN

“Kalau bisa, politisi sekarang harus belajar dari Tjokroaminoto” Reza Rahadian #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Produser Guru Bangsa Tjokroaminoto, Christine Hakim. #MN

“Beliau pantas mendapat predikat sebagai guru bangsa.” Christine Hakim #MN

“Sikapnya yg sangat humble jg tercermin pada keluarga almarhum.”Christine Hakim #MN

Telah hadir di studio Mata Najwa Dewi Umaya Produser Film Guru Bangsa Tjokroaminoto. #MN

“Kesulitannya dalam pengumpulan data Pak Tjokro, kita hrs mengumpukan dari berbagai tempat & sulit untuk menentukan angle.” Dewi Umaya #MN

“Tjokroaminoto adalah orang yang eklektik dan multidimensional.” Dewi Umaya #MN

“Beliau sangat ekletik dan sangat multi dimensi, Tidak mudah menggambarkan sosok Tjokroaminoto.” Dewi Umaya #MN

“Kita menyebut tim kreatif kita sebagai dinas gangguan. Kita harus ganggu pikiran dan tergerak seperti Tjokro.” Dewi Umaya #MN

“Seharusnya kita membayar kembali pada negeri ini, tp selama ini kita terus meminta apa yg negeri ini bisa berikan.” Christine Hakim #MN

CATATAN NAJWA #MN

  1. Jika sejarah menjadi guru kebijaksanaan, tokoh sejarahlah yang mengkongkritkan keteladanan. #MN
  2. Bukan hanya teladan kesuksesan, tapi juga kegagalan dan pergerakan yang dicetuskan. #MN
  3. Tokoh sejarah memercikkan api inspirasi, hanya jika dipelajari secara rinci. #MN
  4. Sejarah akan menjadi dogma, andai dibaca dengan cara yang biasa. #MN
  5. Riwayat Tjokro amatlah kaya warna, diwarnai sengkarut kuasa dan pertikaian yang tak biasa. #MN
  6. Dari seorang Ratu Adil yang diharapkan, hingga pemimpin partai yang terlibat pertikaian. #MN
  7. Tapi Tjokro jadi simpul yang mempertemukan, berbagai aliran kebangsaan di hari kemudian. #MN
  8. Rumah Tjokro menjadi perguruan, tempat pejuang muda ditempa berbagai pelajaran. #MN
  9. Di sana pikiran dikembangkan, keberanian dinyalakan perjuangan akhirnya dikobarkan. #MN
  10. Tjokro dan rumahnya menjadi teladan, tentang senioritas yang menghidupkan dan bukan mengkerdilkan. #MN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s