Film ‘Fox’ Lucky Kuswandi Pukau Pekan Kritikus di Cannes 2015


Pemutaran perdana film pendek Indonesia The Fox Exploits the Tiger’s Might di kategori kompetisi Semaine de la Critique, Cannes 2015, memukau penonton. Sutradara Lucky Kuswandi tangkas menjawab dalam diskusi usai pemutaran.

Diskusi usai pemutaran= cairnya relasi kekuasaan antara penindas dan tertindas

Diskusi usai pemutaran: cairnya relasi kekuasaan antara penindas dan tertindas

Pada pemutaran film pendek ini, Espace Miramar Cannes yang mampu memuat sekitar 380 penonton tersebut dipadati penonton. Ada lima dari 10 film pendek peserta kompetisi yang diputar malam itu.

Terdengar tawa lepas penonton meningkahi adegan-adegan tertentu dalam The Fox Exploits The Tiger’s Might. Penonton memberikan tepuk tangan yang lumayan panjang saat film karya Lucky Kuswandi iniusai diputar.

Fabien Gaffez, koordinator seleksi Semaine de la Critique –atau Pekan Kritikus– memimpin diskusi singkat usai pemutaran. “Film yang sangat menegangkan dan membuat sulit bernafas,” katanya.

Memang setiap kali usai satu film pendek, sutradara, pemain, kru dan produser dipanggil ke depan panggung untuk sesi tanya jawab yang berlangung sekitar lima hingga tujuh menit.

Cairnya relasi penindas dan tertindas

Lucky Kuswandi menjelaskan dengan gamblang ide dasar karyanya.

“Film ini mulai dibuat tahun lalu saat Indonesia sedang riuh dengan pemilihan presiden. Pada saat itu, salah satu capres yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM maju mencalonkan diri. Capres tersebut juga dekat dan merupakan kerabat dari sisa rejim diktator masa lalu.” papar Lucky.

Yang dimaksud, tentu Prabowo, bekas pimpinan Kopasus yang dicopot dari kemiliteran terkait penculikan para aktivis, yang sebagian di antaranya masih hilang hingga sekarang.

FIlm Lucky Kuswandi yang mendobrak tabu tentang kekuasaan dan seksualitas

FIlm Lucky Kuswandi yang mendobrak tabu tentang kekuasaan dan seksualitas

FIlm Lucky Kuswandi yang mendobrak tabu tentang kekuasaan dan seksualitas

“Dan pada tahun 1998, etnis Cina menjadi salah satu korban kekerasan dari kediktatoran masa lalu,” lanjut Lucky lagi.

“Namun pada saat pilpres kemarin, kelompok kaya dari etnis Cina juga banyak yang memberikan dukungan kepada capres bermasalah tersebut.”

“Hal ini yang membuat saya tertarik untuk mengungkap, melalui film ini, betapa cairnya relasi kuasa antara yang menindas dan yang ditindas’’

Selain menampilkan Lucky Kuswandi, diksusi menampilkan pula Atrey Moniaga (pemain), Daud Sumolang (penulis skenario) serta dua produsernya, Tunggal Pawestri dan Meiske Taurisia untuk tampil dalam sesi tanya jawab.

Pemain utama, Atrey Moniaga, yang tak pernah main film sebelumnya, ditanya apa yang terlintas di kepalanya saat membaca naskahnya menjawab, “Saya langsung merasa terkoneksi dengan karakter Aseng dalam film ini.’

Kerumitan sensor

Penonton bertanya pula soal situasi perfilman Indonesia dan sejauh mana peluang bagi film semacam ini untuk diputar bagi publik lebih luas.

Produser Meiske Taurisia menjawab bahwa “untuk film yang mengangkat isu ‘sulit’ semacam ini, tantangannya besar sekali, sehingga diperlukan pemutaran-pemutaran alternatif agar film-film seperti ini bisa menjangkau penonton.”

Lucky Kuswandi dan awak The Fox Exploits the Tiger's Might jelang pemutaran perdana

Lucky Kuswandi dan awak The Fox Exploits the Tiger’s Might jelang pemutaran perdana

Produser Tunggal Pawestri menambahkan, sejak jatuhnya kediktatoran Soeharto yang dibicarakan Lucky, Indonesia menikmati kebebasan baru di berbagai segi. Seperti pers yang bebas. Namun justru di dunia film, belenggu masih sangat kuat. “Lembaga sensor masih dipertahankan, dan sangat menentukan bisa tidaknya suatu film beredar. Padahal obyektivitas dan ukuran penilaiannya harus dipertanyakan.”

Ini membuat para pembuat film pun masih dicengkeram berbagai tabu tentang tema apa yang bisa dibuat dan apa yang tidak bisa –karena kpasti tak akan lulus sensor. Seperti tema yang terkait militer.

Film The Fox Exploits The Tiger’s Might ini memang menampilkan isu yang kerap dianggap tabu: seksualitas dan relasi kuasa.

Lucky Kuswandi ditanya pula tentang peluang The Fox memenangkan satu dari dua hadiah untuk kompetisi film pendek di Pekan Kritik Cannes 2015.

“Saya sudah merasa cukup terhormat bahwa film saya masuk dalam kompetisi ini. Sekarang saya sudah mulai konsentrasi saja pada program lanjutan yang akan difasilitasi oleh Semaine de la Critique ini pada bulan Desember nanti di Paris. Ini kesempatan langka dan saya tak akan melewatkannya,’ katanya menutup sesi tanya jawab.

Penonton pun gemuruh bertepuk tangan.

‘The Fox Exploits The Tiger’s Might’ masih akan diputar di Plaza Miramar Cannes, Minggu 17 Mei dan Rabu 20 Mei.

SUMBER : BBC Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s