Dapatkan Pekerjaan Baru Melalui 140 Karakter


Twitter yang bersifat tidak formal memungkinkan orang untuk berkenalan dengan para eksekutif secara langsungKetika Justin Rogers memutuskan tidak lagi ingin bekerja sebagai insinyur perangkat lunak, ia pergi ke layanan media sosial, Twitter, untuk mengetahui apa saja opsi yang dimilikinya. Tanpa pikir panjang, Rogers mengirimkan tweet ke Interexchange, sebuah perusahaan yang menempatkan penutur asli Bahasa Inggris untuk mengajar di seluruh dunia, dengan hanya mengatakan “@IEXWorkAbroad Saya dan istri serius ingin mengajar Bahasa Inggris di luar negeri. Bisa koneksi untuk bahas peluangnya?”

Berkat satu cuitan itu, Rogers kini mengajar beberapa kursus dalam Bahsa Inggris, termasuk mengajar pelajaran tentang bisnis di Hanoi, Vietnam. “Di Twitter kelihatannya [perusahaan-perusahaan] masih senang menanggapi,” kata Rogers, yang berpindah ke Vietnam dari Texas, Amerika Serikat, tahun lalu.

Sementara kebanyakan para pencari kerja memerlukan lebih dari 140 karakter untuk mencari pekerjaan baru, platform media sosial yang tidak formal ini memungkinkan para penggunanya untuk menghubungi para perekrut dan eksekutif secara langsung dan mendapatkan informasi lebih dahulu mengenai posisi baru, kata para pakar karier. Tahun lalu, 13% perusahaan mengatakan menggunakan Twitter untuk menemukan talenta baru, menurut sebuah survei terhadap 1.600 perekrut dan sumber daya manusia oleh Jobvite, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam sistem penelusuran pendaftar.

Jika mengenai pencarian pekerjaan melalui Twitter, media ini memang mengundang perusahaan dan eksekutif yang lebih suka saling bergurau daripada menghabiskan waktu mengetik email atau mengirimkan pesan Linkedln. Pada tahun 2014, ada 288 juta pengguna aktif Twitter setiap bulan, meningkat dari 54 juta di tahun 2010, menurut data sebuah perusahaan.

Twitter memang sangat bersifat tidak hierarkis

Joshua Waldman

“Twitter memang sangat tidak bersifat hierarkis,” kata Joshua Waldman, penulis buku Job Searching with Social Media for Dummies. “Kita dapat berbincang-bincang dengan eksekutif di tingkat senior lebih mudah di Twitter daripada di jaringan [sosial] lainnya.” Pengguna Facebook kebanyakan menjaga agar jaringan mereka tertutup, membuatnya sulit untuk dijangkau oleh orang asing, sementara banyak eksekutif tidak menjawab pesan di LinkedIn, katanya.

Umpan web pekerjaan pada waktu nyata

Merek multinasional, seperti Disney (@twdcjobs), Starbucks (@starbucksjobs) dan L’Oreal (@lorealgradjobs), kini menggunakan akun Twitter untuk mengumumkan lowongan dan mendorong pencari kerja yang potensial di berbagai kawasan untuk melamar. Sebagai contoh, perusahaan konsultasi Accenture, akun Twitter @accenture_jobs telah mengirimkan tweet untuk #joboftheday (pekerjaan hari ini) serta memberi tahu para pengikutnya di hari-hari saat seseorang dari tim sumber daya manusianya dijadwalkan untuk muncul di bursa promosi pekerjaan. Dari waktu ke waktu, #digitalcareerchat (bincang karier digital) memberikan kepada pengikutnya akses ke belakang layar proses perekrutan.

Ketika perekrut mengevaluasi kandidat yang berpotensi untuk sebuah jabatan, umpan Twitter umum dapat menjadi cara penting untuk mengukur kreativitas dan kepribadian kandidat — suatu hal yang tak mungkin terlihat melalui riwayat hidup atau CV atau surat pengantar, kata Waldman. “Ini lebih tentang memperlihatkan siapa diri Anda di luar sana dan menunjukkan di umpan Twitter Anda bahwa Anda orang yang pandai,” kata Waldman. “Ini jelas menunjukkan kepribadian Anda.”

Cara untuk tampil mencolok

Ketika membuka akun, Anda perlu menciptakan profil dan biografi. Untuk profil Anda, gunakan foto yang jelas menonjolkan kepala sampai ke bahu Anda, yang akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh sesama pengguna Twitter, kata Waldman.

Buatlah biodata yang profesional tapi juga bermain-main. Mencampurkan minat yang berkaitan dengan karier dengan hobi di luar pekerjaan dapat membantu Anda menciptakan profil yang lebih mudah diingat. Walau melibatkan sebuah perusahaan memang merupakan ide yang baik, tetap masih ada batasan yang tidak boleh Anda seberangi. “Dalam sejumlah kasus, mengirimkan tweet bahwa Anda melamar untuk sebuah pekerjaan akan malah menggugurkan Anda,” Waldman memperingatkan.

Dalam sejumlah kasus, mengirimkan tweet bahwa Anda melamar untuk sebuah pekerjaan akan malah menggugurkan Anda.Joshua Waldman

Lebih baik, dan yang penting adalah menyebutkan bahwa Anda akan senang bekerja di sana atau menunjukkan minat Anda dengan cara sambil lalu. Jangan sampai Anda menanyakan tentang lamaran Anda atau memberi tahu mereka bahwa Anda sudah mengirimkan lamaran kerja di forum untuk umum seperti Twitter. Pendaftaran ke perusahaan biasanya meminta kandidat yang melamar pekerjaan untuk mematuhi kebijakan privasi perusahaan begitu kandidat itu melamar pekerjaan. Banyak kebijakan privasi juga membatasi apa yang bisa dikatakan karyawannya mengenai pekerjaan mereka online. Alih-alih, gunakanlah opsi pengiriman pesan langsung atau bahkan LinkedIn untuk mengirimkan pesan pribadi ketika berbicara tentang posisi tertentu kepada perekrut, kata Waldman menambahkan.

Namun kandidat harus mengingat bahwa sistem-sistem pengiriman pesan ini tidak seaman email.

Di dalam zona

Untuk masuk ke tempat pekerjaan yang tepat, gunakanlah halaman pencarian Twitter (twitter.com/search-home) guna menemukan tweet dengan tagar seperti #career (karier), #hire (merekrut) , #jobs (pekerjaan) dan #hiring (sedang merekrut). Untuk posisi yang lebih persis masukkan kata pencarian seperti #techjobs (pekerjaan teknik) atau #accountingjobs (pekerjaan akuntansi) berserta tagar lokasi untuk memberikan hasil yang lebih spesifik. Platform Twitter seperti Hootsuite atau TweetDeck dapat membuat lebih mudah untuk menjadwalkan tweet atau menyimpan kata kunci pencarian sehingga Anda hanya perlu menggulir ke bawah setiap hari untuk mendapatkan tweet baru.

Ketika Anda menemukan yang menarik minat Anda, susunlah kicauan tweet Anda dengan hati-hati. Hindari tweet yang dapat membuat Anda terdengar terlalu bernafsu untuk berhubungan secepat mungkin dengan menanyakan misalnya alamat email, kata Waldman. Memang sulit menulis tweet yang jumlah karakternya sedemikian terbatas, jadi gunakanlah waktu untuk memeriksa apa yang sudah Anda tulis. Gunakan foto atau artikel untuk ditautkan ke isi yang belum terlihat ada di umpan tweet orang lain. Jauhi ikut mengemukakan pendapat dalam topik-topik yang berpotensi menyebabkan polarisasi seperti agama dan politik, yang dapat mengucilkan orang lain yang memiliki pandangan yang berbeda.

Membangun koneksi

Namun Twitter bukan hanya untuk mencari pekerjaan; dengan berbicara di Twitter saja dapat membangun hubungan yang sangat berharga dengan para karyawan senior dari perusahaan yang diimpikan. Tetaplah bersikap proaktif, tetapi dekati para eksekutif dengan perlahan-lahan melalui Twitter, kata Colin Sloman, direktur utama perusahaan konsultasi Accenture yang berbasis di London, yang sering kali bertemu dengan para kandidat setelah sebelumnya berkenalan melalui jejaring sosial. Setelah beberapa minggu membangun koneksi di depan umum di Twitter “maka sasarannya adalah membangun hubungan langsung dengan para eksekutif,” katanya.

Ketika mencoba berteman dengan pengguna Twitter lainnya, mulailah dengan menekan tombol favorit di komentar atau mengirimkan ulang salah satu tweet mereka agar muncul di umpan Tweet Anda daripada langsung berbicara kepada mereka. “Dekati mereka dengan hati-hati,” kata Sloman. Dalam beberapa hari kemudian, berilah komentar mengenai salah satu tweet mereka dan ajak mereka untuk terlibat dalam percakapan online. Sebagai contoh, memberi tahu mereka tentang artikel berita atau pengembangan industri yang relevan dapat membantu Anda membina hubungan. Amati tweet atau percakapan pengguna itu, atau telusuri siapa yang diikuti pengguna Tweet itu untuk memberi Anda gagasan mengenai topik potensial untuk dibahas. Setelah pengguna Twitter itu terlibat dalam percakapan, Sloman dari Accenture mengatakan bahwa itu merupakan saat yang baik untuk meminta untuk berhubungan melalui LinkedIn dan lalu kirim email susulan.

Cara pendekatan lainnya adalah meminta alamat email kepada eksekutif melalui pesan langsung sebelum mencoba menjangkau mereka di luar Twitter, kata Waldman. “Anda harus mendapatkan izin mereka untuk mengirimkan email kepada mereka,” kata Waldman yang menambahkan bahwa bisa diperlukan satu sampai dua minggu untuk berkenalan di jejaring sosial.

Tahun lalu, Hayley Smith, seorang petugas hubungan kemasyarakatan yang berbasis di London menggunakan Twitter untuk membina hubungan dengan Gossimar Wings, perusahaan perhiasan berbasis di Glasgow yang sejak saat itu menjadi kliennya. Untuk menyesuaikan apa yang ingin dikatakannya, Smith mempelajari siapa pengikut akun itu, apa saja tweet dan tweet yang dikirim ulang (retweet). “Saya mulai memahami dan mempelajari mengenai merek itu tanpa mengganggu,” kata Smith.

Ketika menuliskan kicauan tweet-nya, ia memfokuskan diri pada para selebriti yang diikuti merek itu dan yang berpartisipasi dalam percakapan mengenai Glasgow guna menunjukkan bahwa ia memahami komunitas lokal dan budaya merek itu yang berfokus pada selebriti. Dalam beberapa bulan saja, Smith dapat berhubungan dengan direktur kreatif perusahaan itu melalui email dan terbang ke Glasgow untuk berbicara mengenai strategi hubungan masyarakatnya. Ia langsung ditawari untuk menangani bidang kehumasan perusahaan itu. Twitter “memungkinkan untuk menarik perhatian kepada diri saya dan menciptakan percakapan,” kata Smith.

Ingin dapat pekerjaan lewat Twitter?

Lakukan

  • Retweet atau tweet kembali sesuatu dari tweet si eksekutif untuk menunjukkan bahwa Anda memang mengikutinya
  • Tanggapi tweet dengan jawaban yang cerdas
  • Sebut nama Twitter si eksekutif untuk memberitahunya mengenai sebuah artikel dengan menambahkan pihak-pihak yang mungkin tertarik di akhir tweet

Jangan Lakukan

  • Meminta pekerjaan lewat Twitter
  • Cobalah untuk berhubungan melalui LinkedIn hanya setelah beberapa kali berbincang-bincang di Twitter
  • Berbagi informasi mengenai proses lamaran kerja Anda di lini Anda

Sumber : BBC Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s