Saya Diajak Melakukan Permufakatan Jahat


sms penipuan

Siang tadi, sekitar pukul 09.00 WIB. Di kantor teman saya, dalam perjalanan menuju kantor saya, tiba-tiba saya ditelpon dari nomor  +6281320929471 (mengaku bernama Rudi) ke nomor telpon (Telkomsel) yang belum pernah saya pakai nelpon. Karena saya baru beli (menjelang Hari Raya kemarin) hanya untuk paket 12 GB. Pulsa Rp 0. Jadi nggak pernah ada teman yang tahu saya punya nomor itu. Lha kok ini ada yang nelpon saya, mengaku teman saya. Ini pasti penipu….

“Hallo mas, piye kabare?”

“Apik-apik wae…. iki sopo?”

“Rudi, mas. Mosok lali?”

“Rudi Gombal?” tanya saya, (Rudi Gombal adalah nama panggilan teman saya di SMA).

“Iyo, mas…”

Padahal suara Rudi Gombal tidak seperti itu. Kerna saya masih bisa mengenali sebagian besar suara teman-teman walau sudah tidak kontak lama. Ini mungkin efek positip dari Dunia Brik-brikan di jalur 2 meteran.

“Ono opo to, kok moro-moro telpon aku?”

“Mas,… sampeyan lagi nyapo?”

“Lagi santai ndik omah…” saya jawab, mbujuki.

Nampaknya ini sebuah aksi penipuan via telpon. Saya lagi pengen ngerjai yang bersangkutan.

“Mas, iki aku onok ndik Pom Bensin…”

“Trus…”

“Aku nemu tas. Isine duwek jutaan….”

“Oh, ya…”

“Rupane wek wong ketinggalan…”

“Karepmu piye…”

“Aku njuk tulung, mas…”

“Tulung opo”

“Sampeyan ngaku dadi dulurku, trus tas sampeyan yang ketinggalan nduk Pom Bensin, mergo kesusu nang luar kota…”

“Nyapo kok ngono. Kari nggowo ae, beres. Anggep ae rejeki nomplok…”

“Nggak iso, mas. Soale wes ketemu satpam. Dekne takon, itu tas siapa. Tak jawab, itu tas saudara saya. Saya punya nomor telponnya. Kalau nggak percaya saya bisa menghubungkan ke yang bersangkutan… ngono ceritane.”

“lha, terus karepmu piye?”

“Ngene, mas. Sampeyan ojok kondo sopo-sopo, utowo krungu sopo-sopo …”

“OK….”

“Lha iku mburi sampeyan aku krungu suoro wong omong-omongan…”

“Aku iki nggawe headset, nggak onok sing krungu…”

“OK. Ngene, mas. Tolong siapno bolpen. Terus sampeyan tulis…..”

“Sik, sik, sik… tak nggolek bolpen… lha iki, wis…”

“Isi tas terdiri dari: Uang Tunai Rp 15 juta rupiah, Kalung Emas 26 gram, Kartu ATM Mandiri & BCA, Foto keluarga, lan sampeyan ngaku jenenge Ermanto… coba sampeyan woco ulang…”

Trus saya baca ulang, sementara teman-teman yang ada di sekeliling menyimak dengan senyam-senyum dalam diam, kerna saya loud speaker.

“Iyo, wis. Mari ngono pak Satpame tak kon telpon sampeyan. Sampeyan kudu ngomong isine persis koyok sing sampeyan tulis, ojok sampek kliru…”

Sejurus kemudian terjadi dialog saya dengan pak Satpan. Bla bla bla…..

“Jadi saya hanya memastikan, apa betul tas ini milik saudara. Kalau sudah pasti, ya segera saya sampaikan ke ke pak Rudi, saudara bapak Ermanto…” tegas pak Satpan kepada saya.

“Ya, betul. Ermanto itu memang saya adanya… Saya sudah terlanjur jauh di luar kota.”

“Tolong catat nomor HP saya: 081 391 182 493 atas nama Hendra. Atau nomor yang satunya kalau nomor itu nggak bisa dihubungi: 082 273 388 884. Tolong hubungi saya kalau bapak sudah menerima tas ini berikut isinya…”

Lalu telpon dioper handle lagi ke Rudi.

“Mas, koyoke wonge percoyo, mas. Trus yok opo lek wonge tak wenehi duwit 1 juta sebagai tanda terima kasih?. Onok wong 4 Satpame… tak jukuk teko njero tas sampeyan iki…”

“Oh, iyo. Apik iku. Lek perlu tambahone 1 utowo 2 yuto. Rapopo…”

Telpon oper handle lagi.

“Pak, apa betul uang 1 juta ini atas suruhan bapak?”

“Betul..”

“Maaf, pak. Saya bekerja di sini tidak boleh menerima pemberian dari orang yang tidak dikenal. Saya bisa dipecat, pak…”

“Oh, gitu. Trima kasih. Mudah-mudahan bapak menerima rejeki lain, atas kebaikan bapak ya…”

“Tapi, gini, pak…” nampaknya pak Satpam mulai melancarkan aksinya.

“Untuk menambah keyakinan saya, boleh nggak saya minta uang ke Bapak…”

“Kan ATM saya ketinggalan di dalam tas. Bagaimana bisa transfer…”

“Begini, untuk meyakinkan saya, bahwa tas itu benar-benar milik bapak, bisa nggak bapak mengisi pulsa Rp 200.000 ke salah satu nomor hp yang saya di atas…”

“O, kenapa tidak…”

“Baik, kalau gitu… Saya tunggu. Tapi telpon ini jangan diputus, pak…”

“Lho, nanti habis pulsa saya…” saya pura-pura khawatir, padahal pulsa saya Rp 0.

“Lho, yang telpon kan saya…”

“Lho, ini HP bapak apa HPnya mas Rudi…”

“Iyyyaaa.. HPnya pak Rudi…” jawab pak Satpam gelagapan, hampir salah omong.

“OK, saya tak meluncur pakai motor, cari counter atau ke supermarket…”

Dan, akhirnya saya memang meluncur. Tapi tidak ke conter atau supermarket, melainkan ke kantor. Jaraknya sekitar 17 KM.

Belum 5 menit Rudi telpon, tanya kok lama. Iya, mas. Sabar. Masih belum nyampai, jawab saya.

Begitu seterusnya, setiap 5 menit telpon saya.

“Pak, tolong cepet, pak. Tolong hargai saya…” pak Satpam ikut menimpali.

Lho, harga kalian-kalian kan Rp 200.000, kata saya dalam hati.

Begitu nyampai kantor, telpon saya non-aktifkan.

T A M A T

Advertisements

5 thoughts on “Saya Diajak Melakukan Permufakatan Jahat

  1. hahahha perlindungan TUHAN ada pada orang-orang yang baik hati… Puji TUHAN Djun,
    …aku tau lemes karena aku ditelp nek anakku ketangkep ngantongi narkoba …dan yang heran anakku suarane persis…

    Gusti ALLAH ora sare, perlindunganNYA ya dan amin.

    Ben podo tobat orang-2 yang cari rejeki gak halal….

  2. salam kenal mas djun
    Saya Nu’man dari Arkinar siap membantu meningkatkan omset penjualan toko online anda melalui aplikasi android webview live di google play store, untuk meningkatkan jumlah visitor loyal. Pembayaran bisa dilakukan setelah tayang. . Detail bisa dilihat di https://app.arkinar.co.id

    Jasa Pembuatan Aplikasi Android Webview dan Upload Ke Google Play Store

    Silahkan cek beberapa aplikasi yang sudah kami publish sbb :

    SG Jilbab http://bit.ly/2vf3nav
    Ethica Salon http://bit.ly/2v6wTiz
    Indo Burger http://bit.ly/2ucHSdU
    Grosir Tissue Online http://bit.ly/2ucEdwA
    The Straight Way http://bit.ly/2ugVVya
    LapKeu Tbk http://bit.ly/2uTWz2x

    semoga kita bisa berpartner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s