Rini Sugianto Animator The Hobbit: the Desolation of Smaug


Animator Indonesia, Rini Sugianto (33 tahun), kembali menggebrak Hollywood dengan hasil karya animasi terbarunya dalam film the Hobbit: the Desolation of Smaug.

Rini Sugianto - Animator The Hobbit-The Desolation of SmaugAnimator Indonesia, Rini Sugianto (33 tahun), kembali menggebrak Hollywood dengan hasil karya animasinya dalam film the Hobbit: the Desolation of Smaug, yang merupakan bagian kedua dari film trilogi, the Hobbit, garapan sutradara Peter Jackson. Film the Hobbit ke-2 yang dirilis tanggal 13 Desember di Indonesia ini kembali menceritakan petualangan Bilbo  Baggins dalam melawan naga bernama Smaug yang telah menguasai harta para kurcaci.
Merupakan suatu prestasi yang membanggakan tentunya melihat ada nama orang Indonesia yang ikut menggarap film yang telah dinanti-nanti oleh para fans di seluruh dunia ini.
“Setelah Hobbit yang tahun kemarin, waktu itu saya ikut kerja di dua film, Iron Man 3 dan the Hunger Games: Catching Fire yang sekarang sedang main. Setelah selesai dari Hunger Games, baru mulai terlibat di proses animasi Hobbit 2,” ujar perempuan yang dalam 3,5 tahun terakhir bekerja sebagai animator di perusahaan milik sutradara Peter Jackson, WETA Digital, di Selandia Baru, kepada reporter VOA Indonesia, Dhania Iman, baru-baru ini.

Sekitar 1,200 karyawan dikerahkan oleh WETA Digital untuk menggarap film the Hobbit yang ke-2 yang dikerjakan di Selandia Baru. Animatornya sendiri berkisar sekitar 100 orang.
The Hobbit Desolation of SMaug Banner Poster by UmbridgeTantangan Menggarap Hobbit 2
Rini yang juga ikut mengerjakan animasi untuk film-film Hollywood seperti the Adventures of Tintin, the Avengers, Iron Man 3, Planet of the Apes, dan the Hobbit ini mengatakan bahwa tantangan dalam menggarap film Hobbit yang ke-2 jauh lebih berat jika dibandingkan dengan film yang pertama. “Mungkin sudah ada Hobbit pertama sebagai pembandingan. Kita jadi merasa harus selalu lebih bagus. Jadi pressurenya juga lebih banyak, dan ceritanya sendiri lebih besar dibandingkan dengan yang pertama,” cerita lulusan S2 jurusan animasi dari Academy of Art di San Francisco ini.

Rini menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk menyelesaikan proses animasi film Hobbit yang ke-2 ini. “Saya kebanyakan ikut mengerjakan di bagian dragon (Smaug). Itu sudah mulai di bagian terakhir, kata perempuan yang hobi mendaki gunung ini. “Tapi mungkin jangan dikasih tahu dulu, nanti yang belum nonton malah jadi spoiler,” sambungnya.
Kesempatan untuk ikut menggarap animasi film the Hobbit yang ke-1 dan 2 ini bisa dikatakan sebagai suatu kebetulan yang unik bagi Rini. Pasalnya, Rini memang suka dengan cerita fantasi the Hobbit dan the Lord of the Rings, yang merupakan kelanjutannya.
“Setelah saya nonton film Lord of the Rings, saya mencoba baca bukunya. Namun, ceritanya terlalu berat dan bukunya tebal. Akhirnya, karena tidak bisa baca buku Lord of the Rings, saya mulai baca buku Hobbit, karena Hobbit itu untuk anak kecil bukunya,” kenang Rini. “Jadi saya familiar dengan cerita di bukunya dan untuk kerja di filmnya sendiri ada adegan-adegan yang saya merasa ‘oh, saya pernah baca tentang ini, saya tahu ceritanya’ It’s really cool!” kata tambahnya.
Walaupun penggarapannya telah selesai, Rini mengaku dia belum sempat menonton hasil akhirnya. Biasanya seusai penggarapan, dia dan karyawan WETA lainnya lebih memilih untuk beristirahat setelah bekerja keras menyelesaikan sebuah film. Rini mengatakan dirinya bisa bekerja hingga 90 jam dalam seminggu untuk menggarap film ini. “Sekarang masih pada take a break,” canda Rini.
Merupakan kebanggaan tersendiri tentunya ketika namanya muncul di credit title film yang digarapnya. Usaha, kerja keras, dan jam kerja yang panjang seperti terlupakan. “Biasanya teman-teman atau misalnya di Internet yang melihat duluan sebelum saya,” kata Rini sambil tertawa.

Nama Rini Sugianto di Credit Title Hobbit 2Meskipun film Hobbit yang ke-2 ini baru selesai, WETA saat ini telah memulai penggarapan film Hobbit yang ke-3. “Ada kemungkinan saya tidak ambil bagian di Hobbit yang ke-3,” ujar Rini.
Selandia Baru Rayakan Perilisan Hobbit 2
Perayaan atas selesainya penggarapan film the Hobbit yang ke-2 ini juga tidak sebesar yang pertama, di mana pada waktu itu kota Wellington yang merupakan ibu kota dari Selandia Baru, dihias dengan berbagai dekorasi yang berhubungan dengan the Hobbit. “Mereka benar-benar bersihin kotanya dan mereka taruh sculpture (patung) yang besar banget di key point di Wellington. Mereka membuat patung Gollum yang besar banget dan ditaruh di airport. Terus ada patung Gandalf besar di teater Embassy (teater tempat penayangan perdana film Hobbit). Dan mereka mulai pasang sebulan sebelum premierenya,” cerita Rini.
Pada waktu itu premier film Hobbit dilakukan di Selandia Baru, sedangkan premier film Hobbit yang ke-2 ini dilakukan di Los Angeles. Namun, berbagai promosi tetap dilakukan di Selandia Baru.  “Air new Zealand, maskapai penerbangan dari New Zealand, pasang gambar Smaugnya. Satu pesawat dilukis. Kalau tahun kemarin WETA workshop bikin patungnya Gollum dan ditaruh di airport, sekarang patung Gandalf sama eaglenya yang ditaruh di dalam airportnya,” papar Rini.
Berkarya di Hunger Games

Proses penggarapan animasi yang dilakukan oleh Rini untuk film Hunger Games: Catching Fire cukup singkat, karena memang WETA tidak mengerjakan film secara keseluruhan. “Fun banget buat saya. Projectnya sangat pendek, karena kita hanya dapat satu sequence, jadi tidak satu full film seperti Hobbit. Di hunger games WETA sendiri mengerjakan bagian yang ada monyetnya. Semuanya mungkin berkisar tidak sampai tiga bulan,” ceritanya.
Rencana ke Depan
Rencananya sebentar lagi Rini akan pindah ke Los Angeles untuk berkumpul kembali dengan suaminya yang dinikahinya pada tahun 2012 lalu.

Karena hal ini Rini terpaksa keluar dari WETA. “So far hubungan saya dengan department di WETA lumayan bagus dan mereka juga bilang kalau ada kesempatan lagi, saya bisa balik ke WETA untuk kerja di proyek yang lain,” kata Rini.
Untuk sementara, di Los Angeles nanti Rini berencana untuk break dulu dari pekerjaannya sebagai animator untuk fokus di program mentoring (http://www.flashframeworkshop.com/) yang sudah dia bina sejak tahun lalu. “Sebenarnya dari setelah wawancara di koran terutama dengan VOA, saya mulai dapat banyak e-mail dari teman-teman dan pelajar-pelajar di Indonesia yang tertarik dengan animasi, dan mau mulai belajar animasi. Mereka banyak bertanya bagaimana caranya belajar animasi dan mulainya dari mana. Pertanyaannya kebanyakan sama. Dari situ saya mikir daripada saya jawab satu-satu mendingan digabung saja, selama saya masih bisa mengajar online atau kasih kritik online, karena saya di Selandia Baru, why not? Jadi mulai dari tahun kemarin saya mulai menerima murid untuk program animasi, tapi sistemnya mentoring. Tidak seperti sekolah yang umum. Dan semuanya dilakukan secara online. So far, murid kita sudah ada sekitar 10 orang yang tahun kemarin dan tahun ini kelar satu level.  Beginner sama intermediate,” papar Rini.
Saat ini program mentoringnya ini masih dikerjakanya sendiri secara part time, karena pekerjaannya di WETA cukup memakan waktu. Jika nanti sudah berhenti kerja di WETA, Rini berharap bisa mengembangkan program mentoringnya ini. Salah satu rencananya adalah mengadakan program beasiswa bagi orang-orang yang kurang mampu, namun tertarik untuk belajar animasi dengannya. Selain itu, Rini juga berencana untuk mengadakan beberapa workshop baik di Jakarta maupun di kota-kota lain di Indonesia.

Rini berharap agar kualitas animasi di Indonesia semakin meningkat. “Semoga dengan sedikit guidance dan exposure ke proses pembagian animasi yang biasanya digunakan di luar (negeri), bisa digunakan oleh para murid pengetahuan itu untuk lebih berkembang.”
Pesannya untuk para animator muda di Indonesia, “Never give up. There’s always a way.

Advertisements

Oscar 2011 Goes To….


Film terbaik Oscar 2011 (yang dilangsukan pada pukul 7 pagi tadi Waktu Indonesia Bagian Barat) akhirnya direbut oleh  film  The King’s Speech, sementara The Best Actor berhasil diraih Colin Firth (The King’s Speech A See-Saw Films and Bedlam Production) dan The Best Actris direbut oleh Natalie Portman (Black Swan A Protozoa and Phoenix Pictures Production).

Film The King’s Speech meraih 4 piala Oscar sama dengan yang diraih oleh film Inception (A Warner Bros. UK Services Production Wally Pfister).

Film The Social Network (A Columbia Pictures Production Angus Wall and Kirk Baxter) dapat mengkoleksi 3 piala Oscar, sementara masing-masing Toy Story 3 (A Pixar Production ), Alice in Wonderland (A Walt Disney Pictures Production), The Fighter (A Relativity Media Production) hanya dapat 2 piala Oscar.

Secara lengkap inilah daftar penerima piala Oscar 2011:

BEST PICTURE

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Iain Canning, Emile Sherman and Gareth Unwin

BEST ACTOR

Colin Firth

The King’s Speech A See-Saw Films and Bedlam Production

BEST SUPPORTING ACTOR

Christian Bale

The Fighter A Relativity Media Production

BEST ACTRESS

Natalie Portman

Black Swan A Protozoa and Phoenix Pictures Production

BEST SUPPORTING ACTRESS

Melissa Leo

The Fighter A Relativity Media Production

ART DIRECTION

Alice in Wonderland

A Walt Disney Pictures Production Robert Stromberg (Production Design); Karen O’Hara (Set Decoration)

CINEMATOGRAPHY

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Wally Pfister

ANIMATED FEATURE FILM

Toy Story 3

A Pixar Production Lee Unkrich

COSTUME DESIGN

Alice in Wonderland

A Walt Disney Pictures Production Colleen Atwood

DIRECTING

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Tom Hooper

DOCUMENTARY FEATURE

Inside Job

A Representational Pictures Production Charles Ferguson and Audrey Marrs

DOCUMENTARY SHORT SUBJECT

Strangers No More

A Simon & Goodman Picture Company Production Karen Goodman and Kirk Simon

FILM EDITING

The Social Network

A Columbia Pictures Production Angus Wall and Kirk Baxter

FOREIGN LANGUAGE FILM

In a Better World

A Zentropa Productoin Denmark

MAKEUP

The Wolfman

A Universal Pictures Production Rick Baker and Dave Elsey

MUSIC (ORIGINAL SCORE)

The Social Network

A Columbia Pictures Production Trent Reznor and Atticus Ross

MUSIC (ORIGINAL SONG)

Toy Story 3

A Pixar Production

“We Belong Together”

Music and Lyric by Randy Newman

SHORT FILM (ANIMATED)

The Lost Thing

Shaun Tan and Andrew Ruhemann

SHORT FILM (LIVE ACTION)

God of Love

A Luke Matheny Production Luke Matheny

SOUND EDITING

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Richard King

SOUND MIXING

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Lora Hirschberg, Gary A. Rizzo and Ed Novick

VISUAL EFFECTS

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Paul Franklin, Chris Corbould, Andrew Lockley and Peter Bebb

WRITING (ADAPTED SCREENPLAY)

The Social Network

A Columbia Pictures Production Screenplay by Aaron Sorkin

WRITING (ORIGINAL SCREENPLAY)

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Screenplay by David Seidler

Google & Valentine Day


Hari ini Google menghias logonya demi menyambut Hari Valentine.  Vivanews.com menulis: Jutaan orang bertukar kartu cinta, kado spesial, hingga pesan cinta sebagai simbol perayaan Valentine yang jatuh setiap 14 Februari. Mereka memaknai Valentine sebagai hari kasih sayang.

Tapi, tahukah Anda darimana Hari Valentine berasal?

Hari yang dirayakan sebagai simbol kasih sayang ini bermula dari Festival Lupercalia yang berlangsung di jaman kerajaan Romawi, sekitar abad ke-3. Festival yang berlangsung setiap 13-18 Februari ini diawali dengan persembahan untuk dewi cinta Juno Februata.

Tepat pada 14 Februari, para pemuda akan mengundi nama-nama gadis dari dalam kotak kaca. Gadis yang terpilih akan menjadi pasangannya selama setahun untuk kesenangan dan objek hiburan.

Sehari kemudian, mereka akan meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan makhluk jahat. Saat itu, para pemuda akan melecut para gadis dengan kulit binatang. Mereka percaya lecutan itu akan meningkatkan kesuburan para gadis.

Sementara Wikipedia menulis : Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik “Happy Valentine’s”, yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.

Nominator Peraih Piala Oscar ke 83 Tahun 2011


Academy Award atau disebut juga piala Oscar adalah penghargaan film paling terutama di Amerika Serikat. Piala Oscar diberikan oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences, sebuah organisasi penghormatan profesional yang di tahun 2007 mempunyai keanggotaan sebanyak 5.830 orang pemilih. Aktor-aktor (dengan keanggotaan sebanyak 1.311) merupakan kelompok pemilih terbesar. Piala Academy Award dijuluki Oscar ketika seorang pustakawan Academy Margaret Herrick melihatnya di sebuah meja dan mengatakan, “kelihatan persis seperti pamanku Oscar!”. Nama tersebut tetap melekat dan kini digunakan seumum nama Academy Award sendiri, bahkan oleh pihak Academy sendiri. Bahkan situs web Academy berada pada oscars.org dan situs web Penghargaan Academy Award berada pada oscars.com. Penghargaan tersebut pertama kali diberikan pada 16 Mei 1929 namun hasilnya sebenarnya telah diumumkan pada 18 Februari, tiga bulan sebelumnya. Pemenang Piala Oscar terbanyak adalah Ben-Hur, Titanic, dan The Lord of the Rings: The Return of the King, yang masing-masing memenangkan 11 piala. Tahun 2011 32 hari lagi penganugerahan Piala Oscar yang ke 83 bakal digelar.

Berikut Daftar Calon Penerima Oscar yang bakal digelar 31 hari lagi itu:

BEST PICTURE

Black Swan

A Protozoa and Phoenix Pictures Production Mike Medavoy, Brian Oliver and Scott Franklin

The Fighter

A Relativity Media Production David Hoberman, Todd Lieberman and Mark Wahlberg

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Emma Thomas and Christopher Nolan

The Kids Are All Right

An Antidote Films, Mandalay Vision and Gilbert Films Production

Gary Gilbert, Jeffrey Levy-Hinte and Celine Rattray

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Iain Canning, Emile Sherman and Gareth Unwin

127 Hours

An Hours Production Christian Colson, Danny Boyle and John Smithson

The Social Network

A Columbia Pictures Production Scott Rudin, Dana Brunetti, Michael De Luca and Ceán Chaffin

Toy Story 3

A Pixar Production Darla K. Anderson

True Grit

A Paramount Pictures Production Scott Rudin, Ethan Coen and Joel Coen

Winter’s Bone

A Winter’s Bone Production Anne Rosellini and Alix Madigan-Yorkin

ACTOR IN A LEADING ROLE

Javier Bardem

Biutiful A Menage Atroz, Mod Producciones and Ikiru Films Production

Jeff Bridges

True Grit A Paramount Pictures Production

Jesse Eisenberg

The Social Network A Columbia Pictures Production

Colin Firth

The King’s Speech A See-Saw Films and Bedlam Production

James Franco

127 Hours An Hours Production

ACTOR IN A SUPPORTING ROLE

Christian Bale

The Fighter A Relativity Media Production

John Hawkes

Winter’s Bone A Winter’s Bone Production

Jeremy Renner

The Town A Charlestown Production

Mark Ruffalo

The Kids Are All Right An Antidote Films, Mandalay Vision and Gilbert Films Production

Geoffrey Rush

The King’s Speech A See-Saw Films and Bedlam Production

ACTRESS IN A LEADING ROLE

Annette Bening

The Kids Are All Right An Antidote Films, Mandalay Vision and Gilbert Films Production

Nicole Kidman

Rabbit Hole An Olympus Pictures, Blossom Films and Oddlot Entertainment Production

Jennifer Lawrence

Winter’s Bone A Winter’s Bone Production

Natalie Portman

Black Swan A Protozoa and Phoenix Pictures Production

Michelle Williams

Blue Valentine A Silverwood Films and Hunting Lane Films Production

ACTRESS IN A SUPPORTING ROLE

Amy Adams

The Fighter A Relativity Media Production

Helena Bonham Carter

The King’s Speech A See-Saw Films and Bedlam Production

Melissa Leo

The Fighter A Relativity Media Production

Hailee Steinfeld

True Grit A Paramount Pictures Production

Jacki Weaver

Animal Kingdom A Porchlight Films Production

ART DIRECTION

Alice in Wonderland

A Walt Disney Pictures Production Robert Stromberg (Production Design); Karen O’Hara (Set Decoration)

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1

A Warner Bros. UK Services Production Stuart Craig (Production Design); Stephenie McMillan (Set Decoration)

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Guy Hendrix Dyas (Production Design); Larry Dias and Doug Mowat (Set Decoration)

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Eve Stewart (Production Design); Judy Farr (Set Decoration)

True Grit

A Paramount Pictures Production Jess Gonchor (Production Design); Nancy Haigh (Set Decoration)

CINEMATOGRAPHY

Black Swan

A Protozoa and Phoenix Pictures Production Matthew Libatique

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Wally Pfister

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Danny Cohen

The Social Network

A Columbia Pictures Production Jeff Cronenweth

True Grit

A Paramount Pictures Production Roger Deakins

ANIMATED FEATURE FILM

How to Train Your Dragon

A DreamWorks Animation Production Chris Sanders and Dean DeBlois

The Illusionist

A Django Films Production Sylvain Chomet

Toy Story 3

A Pixar Production Lee Unkrich

COSTUME DESIGN

Alice in Wonderland

A Walt Disney Pictures Production Colleen Atwood

I Am Love

A First Sun and Mikado Production Antonella Cannarozzi

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Jenny Beavan

The Tempest

A Touchstone Pictures and Miramax Films Production Sandy Powell

True Grit

A Paramount Pictures Production Mary Zophres

DIRECTING

Black Swan

A Protozoa and Phoenix Pictures Production Darren Aronofsky

The Fighter

A Relativity Media Production David O. Russell

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Tom Hooper

The Social Network

A Columbia Pictures Production David Fincher

True Grit

A Paramount Pictures Production Joel Coen and Ethan Coen

DOCUMENTARY FEATURE

Exit through the Gift Shop

A Paranoid Pictures Production Banksy and Jaimie D’Cruz

Gasland

A Gasland Production Josh Fox and Trish Adlesic

Inside Job

A Representational Pictures Production Charles Ferguson and Audrey Marrs

Restrepo

An Outpost Films Production Tim Hetherington and Sebastian Junger

Waste Land

An Almega Projects Production Lucy Walker and Angus Aynsley

DOCUMENTARY SHORT SUBJECT

Killing in the Name

A Moxie Firecracker Films Production Jed Rothstein

Poster Girl

A Portrayal Films Production Sara Nesson

Strangers No More

A Simon & Goodman Picture Company Production Karen Goodman and Kirk Simon

Sun Come Up

A Sun Come Up Production Jennifer Redfearn and Tim Metzger

The Warriors of Qiugang

A Thomas Lennon Films Production Ruby Yang and Thomas Lennon

FILM EDITING

Black Swan

A Protozoa and Phoenix Pictures Production Andrew Weisblum

The Fighter

A Relativity Media Production Pamela Martin

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Tariq Anwar

127 Hours

An Hours Production Jon Harris

The Social Network

A Columbia Pictures Production Angus Wall and Kirk Baxter

FOREIGN LANGUAGE FILM

Biutiful

A Menage Atroz, Mod Producciones and Ikiru Films Production Mexico

Dogtooth

A Boo Production Greece

In a Better World

A Zentropa Productoin Denmark

Incendies

A Micro-Scope Production Canada

Outside the Law (Hors-la-loi)

A Tassili Films Production Algeria

MAKEUP

Barney’s Version

A Serendipity Point Films Production Adrien Morot

The Way Back

An Exclusive Films Production Edouard F. Henriques, Gregory Funk and Yolanda Toussieng

The Wolfman

A Universal Pictures Production Rick Baker and Dave Elsey

MUSIC (ORIGINAL SCORE)

How to Train Your Dragon

A DreamWorks Animation Production John Powell

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Hans Zimmer

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Alexandre Desplat

127 Hours

An Hours Production A.R. Rahman

The Social Network

A Columbia Pictures Production Trent Reznor and Atticus Ross

MUSIC (ORIGINAL SONG)

Country Strong

A Material Pictures Production

“Coming Home”

Music and Lyric by Tom Douglas, Troy Verges and Hillary Lindsey

Tangled

A Walt Disney Pictures Production

“I See the Light”

Music by Alan Menken; Lyric by Glenn Slater

127 Hours

An Hours Production

“If I Rise”

Music by A.R. Rahman; Lyric by Dido and Rollo Armstrong

Toy Story 3

A Pixar Production

“We Belong Together”

Music and Lyric by Randy Newman

SHORT FILM (ANIMATED)

Day & Night

Teddy Newton

The Gruffalo

Jakob Schuh and Max Lang

Let’s Pollute

Geefwee Boedoe

The Lost Thing

Shaun Tan and Andrew Ruhemann

Madagascar, carnet de voyage (Madagascar, a Journey Diary)

Bastien Dubois

SHORT FILM (LIVE ACTION)

The Confession

A National Film and Television School Production Tanel Toom

The Crush

A Purdy Pictures Production Michael Creagh

God of Love

A Luke Matheny Production Luke Matheny

Na Wewe

A CUT! Production Ivan Goldschmidt

Wish 143

A Swing and Shift Films/Union Pictures Production Ian Barnes and Samantha Waite

SOUND EDITING

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Richard King

Toy Story 3

A Pixar Production Tom Myers and Michael Silvers

Tron: Legacy

a Walt Disney Pictures Production Gwendolyn Yates Whittle and Addison Teague

True Grit

A Paramount Pictures Production Skip Lievsay and Craig Berkey

Unstoppable

A 20th Century Fox Production Mark P. Stoeckinger

SOUND MIXING

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Lora Hirschberg, Gary A. Rizzo and Ed Novick

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Paul Hamblin, Martin Jensen and John Midgley

Salt

A Columbia Pictures Production Jeffrey J. Haboush, Greg P. Russell, Scott Millan and William Sarokin

The Social Network

A Columbia Pictures Production Ren Klyce, David Parker, Michael Semanick and Mark Weingarten

True Grit

A Paramount Pictures Production Skip Lievsay, Craig Berkey, Greg Orloff and Peter F. Kurland

VISUAL EFFECTS

Alice in Wonderland

A Walt Disney Pictures Production Ken Ralston, David Schaub, Carey Villegas and Sean Phillips

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1

A Warner Bros. UK Services Production Tim Burke, John Richardson, Christian Manz and Nicolas Aithadi

Hereafter

A Dombey Street Production Michael Owens, Bryan Grill, Stephan Trojanski and Joe Farrell

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Paul Franklin, Chris Corbould, Andrew Lockley and Peter Bebb

Iron Man 2

A Marvel Studios Production Janek Sirrs, Ben Snow, Ged Wright and Daniel Sudick

WRITING (ADAPTED SCREENPLAY)

127 Hours

An Hours Production Screenplay by Danny Boyle & Simon Beaufoy

The Social Network

A Columbia Pictures Production Screenplay by Aaron Sorkin

Toy Story 3

A Pixar Production Screenplay by Michael Arndt. Story by John Lasseter, Andrew Stanton and Lee Unkrich

True Grit

A Paramount Pictures Production Written for the screen by Joel Coen & Ethan Coen

Winter’s Bone

Adapted for the screen by Debra Granik & Anne Rosellini

WRITING (ORIGINAL SCREENPLAY)

Another Year

Written by Mike Leigh

The Fighter

A Relativity Media Production Screenplay by Scott Silver and Paul Tamasy & Eric Johnson. Story by Keith Dorrington & Paul Tamasy & Eric Johnson

Inception

A Warner Bros. UK Services Production Written by Christopher Nolan

The Kids Are All Right

An Antidote Films, Mandalay Vision and Gilbert Films Production Written by Lisa Cholodenko & Stuart Blumberg

The King’s Speech

A See-Saw Films and Bedlam Production Screenplay by David Seidler

Kisang Orang “Mirip” Ariel, Gayus & Tifatul


Dulu, saat video porno “mirip” Ariel cs. beredar luas di dunia maya, Ariel (asli) mati-matian membantahnya. Kini, ia meringkuk di dalam tahanan karenanya.

Kemarin, ada foto “mirip” Gayus yang tengah nonton tennis di Bali, yang belingsatan adalah pihak Kepolisian. Bahkan Satgas Mafia Hukum akan menemui Agus Susanto, fotografer KOMPAS itu

Kemarin juga, ada foto serta video seorang “mirip” Menkompinfo Tifatul Sembiring tengah bersalaman dengan Michele ‘Nyonya’ Obama, tapi kemudian pak Tifatul berkata bahwa ia “dipaksa” untuk bersalaman. [Karena selama ini beliau ogah bersalaman dengan perempuan yang bukan muhrimnya.]

Di twitter, antara lain beliau berkilah:

tifsembiring Tifatul Sembiring
Sdh ditahan 2 tangan, eh bu michele nya nyodorin tangannya maju banget…kena deh. @unilubis jadi tersungging..☺

Google & Halloween & Scooby Doo


Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata “Trick or treat!” Ucapan tersebut adalah semacam “ancaman” yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili.” Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.

Halloween identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Halloween disambut dengan menghias rumah dan pusat perbelanjaan dengan simbol-simbol Halloween.

Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno.[1] Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang[2] disebut “Tahun Baru Kelt”.[3] Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.[4][5]

Halloween merupakan kependekan dari All Hallows’ Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf “n” di akhir kata Halloween berasal dari kata even.[6]. Pada zaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagaamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa[3] hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints’ Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November. Tanggal 13 Mei dulunya dirayakan sebagai hari raya paganisme untuk festival Lemuria.

Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen. Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di Brazil, Meksiko, dan Filipina.

Seperti biasa, pada hari-hari khusus Google selalu merubah tampilannya. Kali ini bersama Scooby Doo, ia tampilkan logonya sebagai berikut:

Google dan Norman Rockwell


Hari ini adalah hari lahirnya Norman Rockwell, pelukis dan ilustrator abad ke-20. Seperti biasa, Google memperingatinya dengan mempercantik logonya seperti berikut ini:

Norman Percevel Rockwell (3 Februari 1894 – 8 November 1978) adalah seorang Amerika abad ke-20 pelukis dan ilustrator. Menikmati karya-karyanya yang luas banding populer di Amerika Serikat, di mana Rockwell yang paling terkenal adalah ilustrasi sampul skenario kehidupan sehari-hari ia diciptakan untuk The Saturday Evening Post majalah selama lebih dari empat dekade. [1] Di antara yang paling terkenal dari karya-karya Rockwell Willie Gillis adalah seri, Rosie Riveter (meskipun Rosie direproduksi kurang dari orang lain hari), nasihat Grace (1951), dan seri Four Freedom. Ia juga terkenal karena karyanya untuk Pramuka of America (BSA); memproduksi mencakup publikasi mereka Boys ‘Life, kalender, dan ilustrasi lainnya.

Norman Rockwell lahir pada tanggal 3 Februari 1894, di New York City untuk Jarvis Waring dan Nancy Rockwell.
Dia mempunyai satu saudara laki-laki, Jarvis Rockwell. Norman dipindahkan dari sekolah tinggi ke Sekolah Seni Chase pada usia 14. Dia kemudian pergi ke National Academy of Desain dan akhirnya ke Art Students League. Di sana, ia diajarkan oleh Thomas Fogarty, George Bridgman, dan Frank Vincent Dumond; karya-karya awalnya dibuat untuk St Nicholas Majalah, Pramuka of America (BSA) publikasi Boys ‘Life dan publikasi remaja lainnya. Joseph Csatari terus warisannya dan gaya untuk BSA.

Sebagai mahasiswa, Rockwell diberikan lebih kecil, kurang penting pekerjaan. Nya terobosan besar pertama datang pada tahun 1912 pada usia delapan belas tahun dengan ilustrasi buku pertamanya untuk Carl H. Claudy ‘s Tell Me Why: Cerita tentang Ibu Alam.

Pada tahun 1913, sembilan belas tahun Rockwell menjadi editor seni Boys ‘Life, yang diterbitkan oleh Boy Scouts of America, sebuah pos ia ditahan selama tiga tahun (1913-1916). [2] Sebagai bagian dari posisi itu, ia melukis beberapa meliputi, dimulai dengan cover majalah yang pertama kali diterbitkan, Pramuka di Kapal roda, muncul di Boys ‘Life edisi September 1913.