WARNING: JGN PAKE HP SMBL NYTR GBLK!


FATWA:

Mengingat:

keselamatan jiwa merupakan sesuatu yang vital

Menimbang:

  1. banyak mudharat (efek buruk) daripada manfaat berkendara/menyetir dengan multitasking menggunakan hp
  2. Telah dibuat sticker kampanye anti multitasking memakai hp saat berkendara

Memfatwakan:

  1. Memberikan informasi kepada khalayak ramai tentang bahaya menggunakan hp saat berkendara adalah WAJIB bagi seluruh member Bloggerngalam.
  2. Menganjurkan agar aksi dan kampanye ini dimulai dengan memosting foto, artikel, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan stiker tersebut.
  3. Hal-hal yang belum tercantum, ditentukan kemudian hari.

Malang, 25 Januari 2011

* asli copy paste dari tulisan CAK SANDY

Arema Diminati Liga Primer Inggris


Ternyata tak hanya Liga Primer Indonesia (LPI) saja yang ingin menggaet Arema untuk hengkang dari ISL ke LPI. Bahkan Liga Primer Inggris (English Premier League/EPL) pun kepincut.

Harian Malang Post terbitan hari ini (Selasa, 18/01/2011) dengan lead-beritanya – SATU-SATUNYA KLUB DI ASIA TENGGARA YANG DILIRIK EPL – British Council yang mewakili EPL dalam penjajakan untuk mengadakan kerja sama dengan Arema.

Kerja sama ini rencananya akan difokuskan untuk pengembangan problem sosial anak muda melalui sepakbola. Menurut Sudarmaji, manajer media officer Arema, ada 2 program kerjasama yang ditawarkan pada Arema, yaitu program ‘Kick’ dan Premier Skill. Kedua program ini untuk pembinaan dan mengembangkan potensi anak muda agar bisa lepas dari persoalan sosial melalui sepakbola.

Ini tentu saja program yang bagus dan mulia. Bukan tidak mungkin, di tahun-tahun ke depan, para bintang Arema adalah wajah-wajah Asli Indonesia, lebih khusus lagi wajah-wajah Arema Asli.

Selamat dan sukses!

Arema Indonesia: Lagi-lagi Faktor Pierre Njanka


Kalau Anda men-search Pierre Njanka di Wikipedia Indonesia, yang muncul: Mungkin maksud Anda adalah: Nangka. Namun kalau versi English muncul profil tulisan (tanpa foto) sebagai berikut :

Pierre Djaka Njanka-Beyaka (born 15 March 1975) is a Cameroonian football player. He is now playing in Indonesia for Arema Indonesia. Njanka played for Cameroon at the 1998 and 2002 World Cups, as well as the 2004 African Nations Cup. He has been capped 47 times for his country. He scored a goal against Austria in World Cup 1998.

Njanka previously played for RC Strasbourg, CS Sedan and FC Istres in the French Ligue 1 and Ligue 2.[1]

Dan berkat Njanka, maka para pembajak tak berhasil mengambil pemain-pemain andalan dari Arema Indonesia. (Profil Arema juga muncul di Wkipedia versi Inggris).

Sriwijaya FC pun harus gigit jari, karena tak bisa membajak Njanka. Dan Along dan Pidhuan pun “balik kucing” karena mereka baru ada harganya kalau Njanka juga ikut eksodus.

Malang Pos hari pun memberitakan. Robert Alberts (mantan pelatih yang hijrah ke PSM) tak bisa ‘membajak’ Kurnia Meiga untuk bergabung dengan PSM karena Njanka masih bertahan di Arema.

Jadi FAKTOR NJANKA (The Njanka Factor) sangat berperan di sini.

Syukurlah kalau begitu. Mudah-mudahan Arema Indonesia masih berjaya di musim kompetisi tahun depan.

Terima kasih Pierre Njanka.

Along Balik Kucing Karena Njangka


Diberitakan Malang Pos kalau akhirnya Mochammad “Along” Noh Alamsyah dan Ridhuan akan “balik kucing” ke Arema. Kenapa?

Beberapa hari lalu, Sriwijaya FC telah mengklaim mendapatkan dua pemain asing Arema asal Singapura, Noh ‘Along’ Alamshah dan Muhamad Ridhuan. Klaim tersebut disampaikan Ricky Nelson, agen pemain yang membawa Along dan Ridhuan ke Indonesia.

Dua pemain andalan Singo Edan ini disebut-sebut sudah teken kontrak dengan tim yang baru meraih gelar juara Piala Indonesia itu. Namun kenyataannya, manajemen SFC baru menyodorkan pra kontrak pada dua pemain ini dan belum sampai pada kontrak resmi seperti yang diatur PT Liga Indonesia.

Kini, dengan kepastian bertahannya Pierre Njanka di Arema, ternyata membuat Along dan Ridhuan menjadi bimbang untuk memutuskan gabung dengan SFC. Pasalnya, menurut informasi, salah satu persyaratan mereka gabung SFC adalah bersama Njanka.

Kebetulan dari keterangan manajemen SFC, Njanka sebenarnya juga telah menerima uang pra kontrak seperti halnya Along dan Ridhuan. Tapi pada detik terakhir, kapten tim Arema itu memutuskan untuk teken kontrak di Arema.

Dampaknya, seperti yang dirilis media lokal di  Palembang, Along dan Ridhuan berencana tak melanjutkan pra kontraknya dengan manajemen Sriwijaya FC. Meski sebelumnya dua pemain ini sudah siap-siap berlabuh di SFC.

Balik Kucing?

Balik kucing sendiri adalah ungkapan Jawa yang artinya kurang lebih sama dengan balik kandang, kembali ke asal, atau mungkin yang paling ekstrim adalah menjilat ludah sendiri. Atau kembali ke tempat semula setelah pergi ke tempat lain. Kalau digathuk-gathukke (dihubung2kan) kayaknya mirip dengan kucing piaraan, dibuang ratusan kilometerpun dia pasti akan kembali.

Kartu Merah untuk Along: Disengaja?


Sebuah kebetulan ataukah memang ada unsur kesengajaan, tampaknya sulit ditebak. Yakni menyangkut kartu merah yang diterima Noh ‘Along’ Alamshah menit 20 di partai final Piala Indonesia, plus teken kontrak yang dilakukan Along dengan Sriwijaya FC, hanya beberapa jam setelah Arema kalah dari Sriwijaya.

Andai disebut kebetulan, mungkin saja benar. Karena antara Arema dan Sriwijaya, sama-sama menginap di Hotel Best Western Premier Solo. Praktis, sangat mudah terjadi komunikasi antara Along dengan manajemen Sriwijaya.

Hanya saja, nama Sriwijaya sama sekali tidak pernah terdengar sebagai tim yang bakal dituju Along. Bahkan awalnya, Along mengaku mulai melakukan pembicaraan dengan Persib Bandung.

Tetapi melihat pelanggaran yang dilakukan Along terhadap defender Sriwijaya – yang juga sama-sama penghuni timnas Singapura – Precious Emuejeraye, rasanya janggal jika tidak ada unsur kesengajaan untuk mendapat kartu.

Pasalnya, Along bukan pemain kemarin sore. Dia pemain profesional dan sudah paham betul jika pelanggaran itu bakal berbuah kartu merah. Belum lagi, sebagai kapten tim, sepanjang 20 menit awal dia bermain, terlalu banyak tindakan emosional yang dia lakukan.

’’Aneh ae, Sam. Mosok Along utem menit 20 gara-gara kartu. Justru karena Along keluar, Arema jadi kacau dan kalah. Tiba-tiba selesai main, Along langsung teken kontrak sama Sriwijaya. Kan aneh. Jangan-jangan sengaja,’’ tulis salah satu Aremania pada nomor ponsel Malang Post.

Perpindahan Along itu sendiri dibenarkan agennya, Ricky Nelson. Alasan yang disampaikan cukup sederhana. Keduanya adalah pemain profesional. Jadi siapa yang memberikan penawaran lebih tinggi, tentunya akan diambil.

Sumber : Malang Post