Arema Diminati Liga Primer Inggris


Ternyata tak hanya Liga Primer Indonesia (LPI) saja yang ingin menggaet Arema untuk hengkang dari ISL ke LPI. Bahkan Liga Primer Inggris (English Premier League/EPL) pun kepincut.

Harian Malang Post terbitan hari ini (Selasa, 18/01/2011) dengan lead-beritanya – SATU-SATUNYA KLUB DI ASIA TENGGARA YANG DILIRIK EPL – British Council yang mewakili EPL dalam penjajakan untuk mengadakan kerja sama dengan Arema.

Kerja sama ini rencananya akan difokuskan untuk pengembangan problem sosial anak muda melalui sepakbola. Menurut Sudarmaji, manajer media officer Arema, ada 2 program kerjasama yang ditawarkan pada Arema, yaitu program ‘Kick’ dan Premier Skill. Kedua program ini untuk pembinaan dan mengembangkan potensi anak muda agar bisa lepas dari persoalan sosial melalui sepakbola.

Ini tentu saja program yang bagus dan mulia. Bukan tidak mungkin, di tahun-tahun ke depan, para bintang Arema adalah wajah-wajah Asli Indonesia, lebih khusus lagi wajah-wajah Arema Asli.

Selamat dan sukses!

Advertisements

Kartu Merah untuk Along: Disengaja?


Sebuah kebetulan ataukah memang ada unsur kesengajaan, tampaknya sulit ditebak. Yakni menyangkut kartu merah yang diterima Noh ‘Along’ Alamshah menit 20 di partai final Piala Indonesia, plus teken kontrak yang dilakukan Along dengan Sriwijaya FC, hanya beberapa jam setelah Arema kalah dari Sriwijaya.

Andai disebut kebetulan, mungkin saja benar. Karena antara Arema dan Sriwijaya, sama-sama menginap di Hotel Best Western Premier Solo. Praktis, sangat mudah terjadi komunikasi antara Along dengan manajemen Sriwijaya.

Hanya saja, nama Sriwijaya sama sekali tidak pernah terdengar sebagai tim yang bakal dituju Along. Bahkan awalnya, Along mengaku mulai melakukan pembicaraan dengan Persib Bandung.

Tetapi melihat pelanggaran yang dilakukan Along terhadap defender Sriwijaya – yang juga sama-sama penghuni timnas Singapura – Precious Emuejeraye, rasanya janggal jika tidak ada unsur kesengajaan untuk mendapat kartu.

Pasalnya, Along bukan pemain kemarin sore. Dia pemain profesional dan sudah paham betul jika pelanggaran itu bakal berbuah kartu merah. Belum lagi, sebagai kapten tim, sepanjang 20 menit awal dia bermain, terlalu banyak tindakan emosional yang dia lakukan.

’’Aneh ae, Sam. Mosok Along utem menit 20 gara-gara kartu. Justru karena Along keluar, Arema jadi kacau dan kalah. Tiba-tiba selesai main, Along langsung teken kontrak sama Sriwijaya. Kan aneh. Jangan-jangan sengaja,’’ tulis salah satu Aremania pada nomor ponsel Malang Post.

Perpindahan Along itu sendiri dibenarkan agennya, Ricky Nelson. Alasan yang disampaikan cukup sederhana. Keduanya adalah pemain profesional. Jadi siapa yang memberikan penawaran lebih tinggi, tentunya akan diambil.

Sumber : Malang Post

Aura Pesta Arema Indonesia


Hari ini, Aremania dengan ratusan bus dan 12 gerbong KA Matarmaja ke Jakarta untuk menyaksikan laga Persija melawan Arema di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (30/5).

ANTARA News memberitakan bahwa keberangkatan ribuan Aremania ke Jakarta dari Stasiun Kotabaru untuk memberikan dukungan langsung pada tim kesayangannya menghadapi tuan rumah Persija ditertibkan oleh aparat kepolisian.

Humas Arema Batavia yang berangkat melalui jalur Kereta APi (KA) Achmad Ghozali, Sabtu, mengakui, kondisi itu berbeda dengan rombongan Aremania yang berangkat lebih dulu.

“Sweeping yang dilakukan aparat kepolisian ini sebatas pada barang bawaan suporter, seperti miras, senjata tajam, bahan peledak, pilox serta beberapa jenis barang terlarang yang bisa merugikan diri sendiri maupun rombongan,” katanya.

Aremania yang berangkat pada Sabtu dengan KA Matarmaja melalui Stasiun Kotabaru harus tiba lebih awal dari jam pemberangkatan sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain akan dilakukan “sweeping” dari kepolisian, juga dilakukan registrasi ulang dan pembagian ID card pada peserta (rombongan).

“Disamping `sweeping` di stasiun pemberangkatan (Kotabaru), setelah tiba di Stasiun Senen (Jakarta) juga akan dilakukan `sweeping` ulang oleh aparat setempat,” katanya.

Berdasarkan data dari panitia “Tour Batavia”, ribuan Aremania yang berangkat dengan KA Matarmaja Sabtu (29/5) sebanyak 12 gerbong dan 114 bus yang diberangkatkan dari tiga titik, yakni Jalan Soekarno Hatta, Lapangan Rampal, dan Lawang.

Sementara “Media Officer” Arema Indonesia Sudarmaji meminta agar ribuan Aremania yang berangkat ke Jakarta selalu menjaga sikap, baik selama dalam perjalanan berangkat, ketika berada di Jakarta hingga pulang kembali ke Malang.

Bloggerngalam.com Dijual?


Dua hari yang lalu, saat saya coba untuk membuka situs ini, yang muncul gambar lain. Saya pikir lay-outnya berubah lagi. Tapi setelah saya amati ada tulisan:

Buy this Domain The domain bloggerngalam.com may be for sale by its owner!

Saya tentu saja nggak percaya. Saya coba lagi, coba lagi. Ternyata hasilnya sama. Saya coba ke beberapa warnet. Tetap setali tiga uang. Waduh ada apa ini? Padahal menjelang ultah yang pertama…..

Tapi alhamdulillah, malam ini, ini blog eksis kembali. Dugaan bahwa bahwa blog ini dijual ternyata cuma rumor.

Arema Tanpa Aremania: Jasad Tanpa Roh


”Singo Edan” Arema Malang kembali ompong saat bermain di kandangnya sendiri pada lanjutan Djarum Liga Super Indonesia 2008. Menjamu PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (2/8), Arema, yang pada laga sebelumnya dipermalukan Pelita Jaya 0-2, hanya mampu bermain imbang 0-0 (Kompas).

Akibat kejadian ini Bambang Nurdiansyah (Banur) – yang baru mengarsiteki empat laga yang dilakoni Arema di pentas kompetisi Liga Super 2008 – mundur dari pelatih kepala Singo Edan. Pengunduran Banur itu disampaikan usai Arema ditahan imbang PSIS Semarang 0-0 dalam laga kandang di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (2/8).

Pengunduran Banur ini sangat mengejutkan karena tim yang diarsiteki baru empat kali mengarungi kompetisi Liga Super 2008, sehingga kegagalan meraih angka sempurna di dua laga kandang tak dapat dijadikan barometer kegagalan prestasi.

Apalagi dalam dua laga tandang sebelumnya yaitu melawan Persita Tangerang dan Persijap Jepara Arema mampu berprestasi dengan menjungkalkan kedua tim itu. Dari empat laga itu, kini Arema bercokol di posisi 6 klasemen sementara dengan poin 7 dari dua kali menang, sekali kalah, dan sekali seri. Tentunya prestasi ini tidaklah terlalu jelek. Demikian Surya Online memberitakan.

Saya melihat, bahwa meskipun para Aremania sejak awal hingga akhir terus mensupport dengan nyanyian dan berbagai lagak dan gaya, nampaknya Arema tetap sia-sia menjebol gawang PSIS. Kenapa? Menurut saya lantaran para Aremania dilarang pakai atributnya, maka nuansa biru yang biasanya selalu mengitari mereka, menjadi hilang. Berubah menjadi warna hitam.

Arema seperti kehilangan roh.

Walau penuh semangat, nampaknya spirit yang biasanya hadir, menjadi sirna. Kapan ya atribut itu bisa dipakai lagi?

Dari Rock ke Aremania


Di era tahun 70-an kota Malang identik dengan Musik Rock. KOMPAS mengatakan bahwa rock menjadi ikon kota Malang. Grup Band Rock kalau belum pernah main di Malang, belum diakui sebagai grup band yang disegani.

The Rollies, Giant Step, God Bless, untuk menyebut beberapa nama, memerlukan tampil di Malang, agar namanya bisa disegani di blantika musik Indonesia.

Namun kini, sejak tahun 90-an, ikon itu telah berubah menjadi Aremania. Dikatakan oleh KOMPAS bahwa: Komunitas pendukung klub sepak bola Arema Malang ini seolah lahir begitu saja pada tahun 1990-an seiring perkembangan klub swasta Arema Malang. ”Tidak ada yang membentuk Aremania karena komunitas ini terbentuk dengan sendirinya. Siapa pun yang mencintai Aremania boleh ikut meski bukan orang Malang,” kata Yuli Sumpil, dirigen Aremania.

Sampai sekarang, komunitas ini dibiarkan cair, tanpa struktur, ketua, apalagi pembina. Maksudnya agar Aremania tidak tersusupi kepentingan tertentu. Aremania tidak ingin seperti komunitas suporter sepak bola di kota lain yang menjelang pemilu bisa diubah menjadi mesin politik. Hanya dengan mempertahankan karakternya yang cair itu, lanjut Yuli, Aremania bisa berkembang dan melekat di hati Arek Malang.

Mengapa Aremania mudah diterima di hati Arek Malang? Cerpenis Ratna Indraswari Ibrahim mengatakan, karakter Aremania sesungguhnya mewakili sifat Arek Malang yang egaliter, guyub, kuat rasa persaudaraannya, dan terus terang. Karena itu, Arek Malang dengan senang hati mengidentifikasi dirinya sebagai Aremania.

Komunitas ini juga masih mempertahankan tradisi untuk berbicara dengan bahasa walikan yang kata-katanya dieja dari belakang. Mas menjadi sam, singo edan menjadi ongis nade, saya menjadi ayas, arek malang menjadi kera ngalam. Cuma kata kodok yang tak mungkin dibolak-balik karena hasilnya tetap kodok juga.

Misi Suci Revolusi PSSI: Aremania Goes To Jakarta!


ongis_nade.jpgAremania boleh dihukum tidak boleh membawa atributnya ke dalam lapangan pertandingan. Namun, sebagai pecinta bola, di mana PSSI sebagai wadah formalnya, merasa perlu untuk bersikap terhadap nasib PSSI yang “mirip” dengan situs porno. Yaitu sama-sama akan diblokir. Bedanya kalau situs porno diblokir oleh Pemerintah (dalam hal ini Menkominfo) maka PSSI akan diblokir oleh AFC dan FIFA. PSSI akan dikucilkan dari kancah Sepakbola Internasional. Bagi AFC maupun FIFA (mungkin) ada dan tidaknya PSSI tak terlalu penting, karena memang prestasinya kurang bisa diperhitungkan. Tapi bagi kita, ini soal harga diri bangsa. Bukan soal harga diri peorangan.

Makanya, demi untuk sebuah harga diri bangsa, Aremania, sang “narapidana” sekitar 60 Aremania berangkat menuju Jakarta. Kelompok suporter Arema itu akan menyampaikan aspirasinya di Kantor PSSI, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), dan Bundaran Hotel Indonesia, untuk Mengobarkan Misi Revolusi PSSI.

Aremania tidak sendirian. Mereka akan bergabung dengan kelompok suporter lain. Yakni The Jackmania (Persija Jakarta), Slemania (PSS Sleman), Benteng Viola (Persita Tangerang), dan Pasoepati (Persis Solo). Kelompok suporter ini satu suara, mendesak revolusi PSSI!