Sensasi Monster Air di Pantai Ancol?


Setelah muncul di You Tube soal adanya monster air di Pantai Ancol, dunia maya jadi ‘geger’. Namun, pagi tadi, di kabar pagi tvOne, ternyata itu monster adalah sekedar sebutan mahluk kecil pemakan bangkai, yang hanya bisa hidup di pinggir pantai.

Berbahayakah ‘mereka’ bagi manusia. Ini masih akan diteliti oleh pihak pengelola Ancol. Menurut pengakuan si pembuat video itu ternyata ia tak merasa sakit saat dikerubuti para monster itu. Meski sedikit memerah, namun akan hilang dengan sendirinya.

Bagi yang belum lihat, bisa lihat video di bawah, yang saya ambil dari You Tube dengan judul:

Waspada Ancol! Ada Monster Air! :

info lebih lengkap, bisa tengok di sini.

Advertisements

Keyboard Lebih Berbahaya Ketimbang Kloset?


Apa hubungan keyboard dengan kloset?

Keyboard adalah piranti komputer, sementara kloset adalah piranti kamar mandi. Hubungannya? Keduanya adalah penyimpan kuman. Demikian berita yang saya baca di Kompas.Com. Selengkapnya adalah sebagai berikut: SUNGGUH mengejutkan, namun itulah kenyataannya. Papan ketik atau keyboard komputer Anda ternyata dapat menjadi sumber penyakit. Di permukaan dan sela-sela keyboard bisa jadi menyimpan lebih banyak kuman berbahaya ketimbang kloset di kamar mandi Anda.

Sebuah penelitian di Inggris belum lama ini melaporkan bahwa beberapa keyboard di sebuah perkantoran ternyata LIMA KALI menyimpan lebih banyak jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini diungkapkan oleh seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which?Computing untuk membersihkan lebih dari 30 keyboard pada sebuah perkantoran di London.

Dari kain-kain dan sepon pembersih yang dikumpulkan berhasil ditemukan beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli serta bakteri coliform yang dapat menyebabkan diare atau keracunan. Para ahli juga mendeteksi staphylococcus aureus, sejenis bakteri biasa yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari masalah kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia.  Famili dari bakteri juga termasuk superkuman MRSA dan MSSA yang mengalami mutasi dan menjadi resisten terhadap antibiotik.

Ahli Mikrobiologi Professor Hugh Pennington mengatakan besar kemungkinan kuman Staphylococcus yang ditemukan dalam keybord tersebut  adalah strain MSAA yang sensitif yang telah melumpuhkan salah satu artis film terkenal Inggris, Leslie Ash.

Riset terhadap banyak rumah sakit juga menunjukkan satu di antara lima keyboard dalam ruang perawatan pasien terinfeksi dengan MRSA. Namun begitu, menghadapi ancaman ini Prof Pennington menawarkan sebuah solusi yang cukup mudah.

“Jemur keyboard di bawah sinar matahari.  Bakteri tidak tahan radiasi ultraviolet atau kondisi kering yang akan membunuh mereka dengan sangat cepat,” ujarnya.

Sementara itu James Francis, ahli mikrobiologi dari Kingmoor Technical Services, yang terjun langsung dalam penelitian ini, menyatakan dirinya menemukan empat jenis bakteri berbeda.  Dari temuannya, ia menyarankan agar keyboard selalu dibersihkan secara rutin supaya tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Temuan ini merupakan tindak lanjut dari sebuah survey yang dilakukan majalah Which? Computing yang menunjukkan bahwa satu dari 10 orang tidak pernah membersihkan komputer.  Hanya satu dari empat orang membersihkan keyboard komputer atau laptop sekali dalam sebulan.

Bakteri memang dapat dengan mudah menghuni sela-sela keyboard komputer Anda. Salah satu faktor yang mempermudah masuknya bakteri adalah kebiasaan makan di meja kerja Anda. Remah dan cipratan makanan yang menempel pada keyboard akan memicu pertumbuhan bakteri.  Debu juga bisa menjadi masalah ketika terjebak dalam kelembaban. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kuman untuk berkembang biak.

Namun Prof Pennington mengatakan, dua masalah terbesar adalah orang tidak mencuci tangan dengan benar setelah pergi ke kamar kecil  dan orang yang mengupil ketika bekerja.

Payudara, Susu, dan Bakteri Enterobacter Sakazakii


breast_anatomy-wikipedia.jpgSalah satu susunan organ tubuh manusia adalah payudara. Payudara (Latin : mamma) adalah organ tubuh bagian atas dada dari spesies mamalia berjenis kelamin betina, termasuk manusia.breastfeeding_infant_wikipedia.jpgFungsi utama dari kelenjar susumenyusui . (Meskipun kelenjar yang menghasilkan air susu juga terdapat pada pria, normalnya kelenjar susu tersebut tetap tidak berkembang sempurna.)

Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Payudara merupakan salah satu karakteristik seks sekunderdan memegang peranan penting dalam daya tarik seksualpada partnernya, dan kesenangan individual.

Dan demi daya tarik seksual tersebut, banyak kaum ibu yang tidak mau menyusui bayinya. Ia lebih mempercayakan kepada sapi (berupa susu formula untuk bayi) untuk memberikan “makanan” kepada anaknya.

Dan kemarin, mereka dibuat kelabakan, tatkala beredar kabar adanya kandungan bakteri Enterobacter Sakazakii. Bagaimana nasib anaknya, begitu mungkin keluh mereka.

Coba seandainya payudaranya dipergunakan sesuai dengan fungsinya niscaya berita itu tak terlalu memusingkan mereka. Payudara bin buah dada memang untuk anak kita, bukan untuk yang lain…

Jadi, marilah para ibu dan para calon ibu, berikan ASI kepada anak-anak kita!


Anti Klimaks Soal Susu Formula yang Terkontaminasi


milk_glass_wikipedia.jpgPekan belakangan ini media banyak memuat berita soal Susu Formula untuk bayi yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii. Temuan ini berasal dari penelitian para dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setelah muncul berita ini Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menuduh bahwa hasil penelitian itu ditengarai ada muatan-muatan tertentu. Besoknya lagi, pihak IPB bilang bahwa data yang diteliti adalah otentik adanya. Dan tadi malam, lewat Radio Eshinta saya mendengar bahwa hasil pertemuan antara pihak IPB, Ikatan Dokter Indonesia, BPOM, ada keterangan yang disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang intinya bilang bahwa penelitian itu dilakukan pada tahun 2003 (lima tahun yang lalu). Dan pada tahun itu tidak ada laporan adanya kematian bayi akibat bakteri tersebut. (Tidak jelas, apakah sinyal ini telah dilakukan pengecekan terhadap kematian bayi sejak atau sekitar tahun 2003). Dan produksi yang sekarang diyakini oleh BPOM tidak ada yang terindikasi bakteri tersebut.

Kesimpulannya, para ibu tidak usah kawatir bila membeli Susu Formula untuk bayinya. Kita sebagai konsumen nampaknya cuma bisa terbengong-bengong saja. Awalnya begitu heboh, akhirnya berakhir begitu saja. Betul-betul anti klimaks.

suryalive_com.gifYang kemudian yang muncul di media ceritanya sudah berbelok dari alur semula. Seperti yang diberitakan oleh Suryalive.com (dulu bernama Surya Online) misalnya yang berjudul: Mahasiswa IPB Minta Menkes Klarifikasi, 29/02/08, 19.03.25 – SuryaLive | Bogor : Terkait pernyataan Menkes yang meragukan hasil riset peneliti IPB tentang penemuan bakteri “Enterobacter sakazakii” pada susu formula. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari segera meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh civitas akademika IPB selambat-lambatnya 3 x 24 jam.

Tuntutan itu disampaikan Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB. Di Kampus Darmaga, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Forum Wacana IPB, David Rizar Nugroho mengatakan, “Hari Kamis kemarin kemarin, Tuntutan kepada Menkes itu telah kami sampaikan juga kepada anggota DPR di Senayan Jakarta,” Jumat (29/2).

Dua jam kemudian, 21.41.40, muncul berita dengan judul:
Keterangan Jubir IPB dan Artikel Penelitian Berbeda, SuryaLive | Jakarta – Dr Sri Budiarti, sebagai juru bicara Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, penelitian susu formula bayi dilakukan pada 2003, saat sesi jumpa pers yang digelar oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), di Jakarta, Jumat (29/2).
Penelitian IPB dilakukan pada tahun 2003 dengan sampling susu yang beredar pada saat itu, kata Sri, “Jadi tentu saja produknya sekarang sudah tidak ada lagi.”

Dosen di Fakultas MIPA IPB ini menjelaskan, bahwa penelitian berjudul lengkap “Potensi Kejadian Meningitis Pada Neonatus Akibat Infeksi Enterobacter Sakazakki yang Diisolasi Dari Makanan dan Susu Bayi” itu pertama kali dilakukan atas biaya dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) …………

Dalam situs resmi IPB (www.ipb.ac.id) terpampang berita tentang penelitian ini pada tanggal 15 Februari 2008, dan rupanya artikel inilah yang memantik keresahan masyarakat luas setelah berbagai media memberitakannya.

Berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Sri, di artikel itu disebutkan bahwa “Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan IPB mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii.”

Ini berarti keterangan Sri tidak sama dengan artikel di situs resmi IPB, terkait dengan waktu penelitian, Sri menyebut penelitian dilakukan tahun 2003 namun di artikel situs resmi disebut penelitian dilakukan pada tahun 2006. Begitu antara lain berita yang beredar kemarin.

WADUH, WADUH, LANTAS SEKARANG SIAPA YANG HARUS DIPERCAYA? PADAHAL INI SOAL NASIB PARA PARA BAYI DI INDONESIA, GENERASI MASA DATANG, CALON PENERUS BANGSA INI?