DPR: Dulu TK, Kini Bayi?


Ketika Gus Dur berkuasa, 7 tahun yang lalu, melihat tingkah polah (sebagian) para anggota DPR yang terhormat, seperti anak TK yang suka ribut soal “mainan”.

Kini, 7 tahun kemudian, mestinya mereka sudah pada duduk di bangku SMP. Tapi ternyata tidak. Mereka malah berubah mundur menjadi bayi.

Bagaimana tidak, dari beberapa bulan terakhir, banyak berita yang beredar yang mengatakan ada banyak anggota DPR yang disuap. Yang mutahir adalah soal makelar pembelian kapal patroli Departemen Perhubungan.

Tujuh tahun ke depan, tahun 2015, apakah mereka akan jadi janin?

Atau malah jadi sel telur atau sperma, ya?

[ Gambar TK diambil dari sini ]

Advertisements

Jaga Perkembangan Otak Anak Kita


Menurut KOMPAS.com, otak dapat bekerja dengan baik kalau manusia merasa senang.

Otak akan bekerja dengan baik ketika manusia merasa senang dan tidak tertekan. Proses itu dimulai pada usia dini, dan berlanjut ke masa anak-anak hingga remaja. Hanya saja, pada usia tersebut, suasana senang dengan bermain sangat kurang porsinya.

Hal itu dikatakan Shifu Yonathan Purnomo, pakar kecerdasan otak yang juga pencipta dan pendiri Shuang Guan Qi Xia International (perguruan kecerdasan otak yang berpusat di Surabaya), Rabu (28/5), dalam Seminar Intrapreneurship di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

“Anak yang sejak di SD hingga SMA dianggap pandai, belum tentu nanti dia cerdas. Itu karena kondisi sekitar membuat otaknya tidak bekerja dengan baik dan maksimal. Ada tahap yang ingin dilompati, biasanya oleh orang tua mereka,” ujar Shifu.

Seorang anak, di masa sekarang, sudah dijejalkan materi pelajaran sejak TK. Bahkan di playgroup, pengenalan tentang huruf-huruf sudah diajarkan. Itu sebenarnya tidak perlu dan belum saatnya. Yang terbaik, anak dibiarkan saja bermain dan bergerak.

“Biarkan saja anak lari-lari. Kalau nggak mau belajar karena lagi malas, ya biarkan saja. Kenalkan dengan olah raga dan hal yang membuat dia banyak bergerak, bukan hanya duduk sambil bermain atau lari-lari bermain di dalam ruang kelas. Dengan banyak bergerak, zat milin sebagai nutrisi otak akan dibuat tubuh,” katanya.

Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan


mendidik-anak.jpgPelbagai kebiasaan balita sebenarnya sudah terbentuk saat mereka masih dalam kandungan. Soal makan, misalnya, pada usia kehamilan 8 minggu, indera perasa mulai muncul pada lidah bayi. Pada minggu ke-12 bayi sudah dapat menelan, dan mengecap rasa pada usia 20 minggu sebelum kelahiran. Sementara itu, ibu-ibu hamil, demi memanjakan selera makannya yang kadang tidak umum, sering hanya doyan makanan jenis tertentu, misalnya bakso, es krim atau permen coklat tadi.

Dalam buku ini (Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan, tulisan F. Rene van de Carr, M.D. dan Marc Lehrer, Ph.D., Penerbit KAIFA, Bandung, 1999) menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh ibu-ibu hamil pada dirinya dan bayinya selama kehamilan dapat mengurangi pelbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang anak sudah lehir kedunia. Secara teratur mendengar irama musik tertentu (atau mendengarkan suara orang mengaji, misalnya) atau berceritera dan berdendang untuk si jabang bayi dalam kandungannya, atau melakukan relaksasi, akan memungkinkan ibu-ibu hamil bisa menjalin komunikasi dan membina hubungan positif dengan bayinya.

Buku ini juga mendemontrasikan cara melakukan pelbagai latihan pralahir (prenatal classroom) yang aman bagi bayi yang dikandung sehingga niscaya akan didapatkan anak yang sehat secara fisik dan cerdas secara emodional. Karya Rene van de Carr dan Marc Lehrer ini merupakan hasil penelitian puluhan tahun di bidang stimulasi pralahir dan sudah teruji pada ibu-ibu hamil.

Jadi bagi para ibu yang lagi hamil ataupun bagi para calon ibu, patut membaca buku ini.

[ Review ini saya ambil dari tulisan saya di sana ]

Payudara, Susu, dan Bakteri Enterobacter Sakazakii


breast_anatomy-wikipedia.jpgSalah satu susunan organ tubuh manusia adalah payudara. Payudara (Latin : mamma) adalah organ tubuh bagian atas dada dari spesies mamalia berjenis kelamin betina, termasuk manusia.breastfeeding_infant_wikipedia.jpgFungsi utama dari kelenjar susumenyusui . (Meskipun kelenjar yang menghasilkan air susu juga terdapat pada pria, normalnya kelenjar susu tersebut tetap tidak berkembang sempurna.)

Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Payudara merupakan salah satu karakteristik seks sekunderdan memegang peranan penting dalam daya tarik seksualpada partnernya, dan kesenangan individual.

Dan demi daya tarik seksual tersebut, banyak kaum ibu yang tidak mau menyusui bayinya. Ia lebih mempercayakan kepada sapi (berupa susu formula untuk bayi) untuk memberikan “makanan” kepada anaknya.

Dan kemarin, mereka dibuat kelabakan, tatkala beredar kabar adanya kandungan bakteri Enterobacter Sakazakii. Bagaimana nasib anaknya, begitu mungkin keluh mereka.

Coba seandainya payudaranya dipergunakan sesuai dengan fungsinya niscaya berita itu tak terlalu memusingkan mereka. Payudara bin buah dada memang untuk anak kita, bukan untuk yang lain…

Jadi, marilah para ibu dan para calon ibu, berikan ASI kepada anak-anak kita!


Ingin Memijat Bayi Sendiri?


pijat-bayi2.jpgPedoman Pijat Bayi (Edisi Revisi)
Penulis dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIMI
Penerbit Trubus Agriwidya, Jakarta, 2001.
Harga Rp 25.000

Sebelum dukun bayi/tukang pijat bayi yang ada di dekat tempat tinggal saya meninggal dunia, istri saya sering memijatkan bayi kami ? apabila habis jatuh/kedlinges, atau bila rewel terus menerus tanpa kami tahu sebabnya. Namun setelah dukun bayi itu meninggal dunia (tahun 2005), karena memang sudah uzur, agak repot bila mau memijatkan bayi kami. Karena sekarang ini keberadaan dukun bayi boleh dibilang langka. Kalau pun ada pasti amat jauh jaraknya dari tempat tinggal saya. Suatu hari, di toko buku Gramedia Malang, saya menemukan sebuah buku Pedoman Pijat Bayi (Edisi Revisi), ditulis oleh dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIMI, Terbitan Trubus Agriwidya, Jakarta, 2001. Setelah saya baca barang beberapa halaman, ternyata buku tersebut seperti tahu kerepotan saya bila ingin memijatkan bayi saya. Sebab buku tersebut merupakan petunjuk praktis tahapan-tahapan pemijatan bayi yang lembut untukmempertahankan kesehatan atau ketenangan bayi usia 3 bulan ke atas. Kalau selama ini kebanyakan dari kita menyerahkan sepenuhnya urusan pijat-meminajt bayi ini kepada ahlinya ? yaitu dukun bayi, maka setelah membaca buku ini, dengan mengikuti panduan yang ada di buku ini. Lebih-lebih buku ini dilengkapi VCD yang berisi visualisasi pemijatan bayi. Asal kita ada niat, pasti bisa. Sekarang, malah kalau lama tidak dipijat, anak kami (sekarang berusia 3 tahun) pasti minta: Yah, ijet! Yah, ijet!!

Sejak Umur Berapa Pijat Bayi Dimulai?
Pemijatan Bayi dapat dilakukan, segera setelah bayi lahir, sesuai dengan keinginan orang tua. Semakin dini pemijatan dilakukan, semakin banyak keuntungan yang bakal didapat. Sedangkan waktu yang terbaik untuk melakuan pemijatan adalah pada saat pagi hari atau malam hari. Beberapa persiapan yang penting sebelum memijat bayi:
1. tangan bersih dan hangat.
2. kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
3. ruangan pemijatan diupayakan tidak pengap.
4. upayakan bayi sudah selesai makan/tidak sedang lapar.
5. perlu waktu sekitar 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan.
6. duduklah dalam posisi yang nyaman.
7. baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata.
8. siapkanlah handuk, popok, baju ganti dan baby oil.
9. mintalah izin kepada bayi sebelum melakukan pemijatan.

[ Ini pernah saya tulis di sono ]

Anti Klimaks Soal Susu Formula yang Terkontaminasi


milk_glass_wikipedia.jpgPekan belakangan ini media banyak memuat berita soal Susu Formula untuk bayi yang terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii. Temuan ini berasal dari penelitian para dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setelah muncul berita ini Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, menuduh bahwa hasil penelitian itu ditengarai ada muatan-muatan tertentu. Besoknya lagi, pihak IPB bilang bahwa data yang diteliti adalah otentik adanya. Dan tadi malam, lewat Radio Eshinta saya mendengar bahwa hasil pertemuan antara pihak IPB, Ikatan Dokter Indonesia, BPOM, ada keterangan yang disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang intinya bilang bahwa penelitian itu dilakukan pada tahun 2003 (lima tahun yang lalu). Dan pada tahun itu tidak ada laporan adanya kematian bayi akibat bakteri tersebut. (Tidak jelas, apakah sinyal ini telah dilakukan pengecekan terhadap kematian bayi sejak atau sekitar tahun 2003). Dan produksi yang sekarang diyakini oleh BPOM tidak ada yang terindikasi bakteri tersebut.

Kesimpulannya, para ibu tidak usah kawatir bila membeli Susu Formula untuk bayinya. Kita sebagai konsumen nampaknya cuma bisa terbengong-bengong saja. Awalnya begitu heboh, akhirnya berakhir begitu saja. Betul-betul anti klimaks.

suryalive_com.gifYang kemudian yang muncul di media ceritanya sudah berbelok dari alur semula. Seperti yang diberitakan oleh Suryalive.com (dulu bernama Surya Online) misalnya yang berjudul: Mahasiswa IPB Minta Menkes Klarifikasi, 29/02/08, 19.03.25 – SuryaLive | Bogor : Terkait pernyataan Menkes yang meragukan hasil riset peneliti IPB tentang penemuan bakteri “Enterobacter sakazakii” pada susu formula. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari segera meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh civitas akademika IPB selambat-lambatnya 3 x 24 jam.

Tuntutan itu disampaikan Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB. Di Kampus Darmaga, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Forum Wacana IPB, David Rizar Nugroho mengatakan, “Hari Kamis kemarin kemarin, Tuntutan kepada Menkes itu telah kami sampaikan juga kepada anggota DPR di Senayan Jakarta,” Jumat (29/2).

Dua jam kemudian, 21.41.40, muncul berita dengan judul:
Keterangan Jubir IPB dan Artikel Penelitian Berbeda, SuryaLive | Jakarta – Dr Sri Budiarti, sebagai juru bicara Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, penelitian susu formula bayi dilakukan pada 2003, saat sesi jumpa pers yang digelar oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), di Jakarta, Jumat (29/2).
Penelitian IPB dilakukan pada tahun 2003 dengan sampling susu yang beredar pada saat itu, kata Sri, “Jadi tentu saja produknya sekarang sudah tidak ada lagi.”

Dosen di Fakultas MIPA IPB ini menjelaskan, bahwa penelitian berjudul lengkap “Potensi Kejadian Meningitis Pada Neonatus Akibat Infeksi Enterobacter Sakazakki yang Diisolasi Dari Makanan dan Susu Bayi” itu pertama kali dilakukan atas biaya dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) …………

Dalam situs resmi IPB (www.ipb.ac.id) terpampang berita tentang penelitian ini pada tanggal 15 Februari 2008, dan rupanya artikel inilah yang memantik keresahan masyarakat luas setelah berbagai media memberitakannya.

Berbeda dengan keterangan yang diberikan oleh Sri, di artikel itu disebutkan bahwa “Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan IPB mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi bakteri Enterobacter Sakazakii.”

Ini berarti keterangan Sri tidak sama dengan artikel di situs resmi IPB, terkait dengan waktu penelitian, Sri menyebut penelitian dilakukan tahun 2003 namun di artikel situs resmi disebut penelitian dilakukan pada tahun 2006. Begitu antara lain berita yang beredar kemarin.

WADUH, WADUH, LANTAS SEKARANG SIAPA YANG HARUS DIPERCAYA? PADAHAL INI SOAL NASIB PARA PARA BAYI DI INDONESIA, GENERASI MASA DATANG, CALON PENERUS BANGSA INI?