Prediksi Buku Apa yang Best Sellers via Komputer


Komputer sebentar lagi bisa memprediksi buku fiksi apa yang bisa menjadi best sellers.

Image

Para peneliti dari Stony Brook University di New York mengatakan mereka telah mengembangkan program komputer yang mempunyai tingkat akurasi sebesar 84 persen ketika diaplikasikan pada buku-buku yang sudah diterbitkan.
Dengan menganalisa secara statistik gaya literatur lebih dari 5.000 buku yang sudah diterbitkan dan mengidentifikasi unsur-unsur karakteristik, para peneliti menemukan buku-buku laris punya banyak kemiripan gaya.
Analisa tersebut menunjukkan bahwa dalam buku-buku terlaris, kata sambung seperti “dan” atau “tapi,” lebih sering digunakan daripada dalam buku-buku yang kurang laris. Temuan lain menunjukkan bahwa para penulis bestsellers bergantung lebih pada kata benda dan kata sifat dalam mendeskripsikan cerita mereka, dan menggunakan lebih banyak kata kerja untuk mendeskripsikan pemikiran.
Beberapa agen literatur mengatakan penelitian tersebut tidak punya nilai praktis karena evaluasi hasil karya literatur melibatkan intuisi dan hubungan.
Tapi lebih dari 20 editor menolak manuskrip pertama J.K. Rawlings tentang remaja laki-laki penyihir Harry Potter, yang sukses secara fenomenal di seluruh dunia.

sumber : VOA Indonesia

Buku-buku yang Dimakan Rayap Rayap


Adalah perbuatan yang bodoh bagi orang-orang yang meminjamkan buku. Dan yang lebih bodoh lagi adalah orang yang mengembalikan buku pinjaman. (Chairil Anwar)

ImageSejak saya masuk di SMA (SMA PPSP IKIP Malang) saya beli buku 1 paling tidak sebuah dalam setiap bulannya. Hal ini terus saya lakukan sampai saya lulus kuliah dan kemudian bekerja.

Hampir 200 judul  yang telah terkoleksi. Dari ke-200 buku itu masih ada yang belum saya baca dengan tuntas. Lebih-lebih pada saat ini, saat saya sudah harus “bermata empat” untuk bisa membaca dengan baik dan jelas.

Nasib buku itu akhirnya selalu berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Dari satu lemari ke loemari yang lain. Mulai dari rumah bude saya almarhum (semoga beliau diampuni segala dosanya dan diberi imbalan yang berlimpah dari Allah SWT.) lalu berpindah ke tempat kost-kost-an. Kemudian ke rumah mertua (saat setelah saya menikah) dan terakhir berpindah ke rumah saya sendiri.

Sejak dari tempat yang pertama hingga tempat di rumah mertua – aman dari serangan kutu buku. 2

Serangan lebih berasal dari teman-teman yang pinjam buku – yang kemudian tidak dikembalikan. Baik karena saya yang lupa maupun teman-teman yang melupakan diri. Mungkin mereka menganut prinsip yang diyakini oleh Chairil Anwar: Adalah perbuatan yang bodoh bagi orang-orang yang meminjamkan buku. Dan yang lebih bodoh lagi adalah orang yang mengembalikan buku pinjaman.

Dan kemudian – saat saya bersih-bersih ruangan – aku terkejut saat melihat bahwa ada banyak tanah di tumpukan koleksi buku saya. Ternyata buku-buku saya banyak dimakan rayap. Dan untuk membersihkan, memilah dan memilih buku-buku tersebut memakan waktu tak kurang dari 12 jam.

Meskipun masih banyak buku yang selamat 100% atau 60% – 80% masih bisa diselamatkan, cukup banyak juga yang tinggal sampulnya saja. Yang saya ingat buku yang rusak 100% antara lain adalah Tahta Untuk Rakyat (Ramadhan KH., ed.), Saman (Ayu Utami), Aduh (Putu Wijaya), Musashi (Eiji Yoshikawa).

Yang selamat 100% adalah karena belum terjangkau oleh ekspansi dari para pasukan rayap. Seandainya dua atau tiga bulan ke depan bukan tak mungkin akan lebih banyak lagi yang rusak. Selain belum terjangkau, buku yang terbungkus plastik, ternyata 100% selamat. Namun kalau yang terbungkus hanya halaman buku, yang selamat ya halaman bukunya saja.

______________________________

1.      Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.

Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan perangkat seperti komputer, laptop, tablet pc, ponsel dan lainnya, serta menggunakan software tertentu untuk membacanya.

Dalam bahasa Indonesia terdapat kata kitab yang diserap dari bahasa Arab (كتاب), yang memiliki arti buku. Kemudian pada penggunaan kata tersebut, kata kitab ditujukan hanya kepada sebuah teks atau tulisan yang dijilid menjadi satu. Biasanya kitab merujuk kepada jenis tulisan kuno yang mempunyai implikasi hukum, atau dengan kata lain merupakan undang-undang yang mengatur. Istilah kitab biasanya digunakan untuk menyebut karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah untuk mengungkapkan suatu peristiwa masa lampau. (Lihat pula kitab suci)

2.      Kutu buku adalah istilah populer untuk setiap hewan kecil (semuanya serangga) yang membuat lubang (mengebor atau menggerek) buku.

Kutu buku sejati adalah serangga kecil (di bawah 1 mm), bertubuh lunak tak bersayap anggota ordo Psocoptera (biasanya Trogium pulsatorium), yang memakan kapang dan bahan organik lainnya pada barang-barang tak terawat, termasuk pada jilidan buku atau bagian lainnya. Hewan ini bukanlah kutu dalam pengertian entomologi.

Serangga lainnya yang disebut kutu buku adalah gegat Lepisma saccharina (ordo Thysanura) dan beberapa kecoa (ordo Blattodea) kecil, yang juga memakan kapang serta kertas yang usang/lapuk dan sisa-sisa perekat organik di buku. Perekat modern ternyata kurang disukai oleh serangga ini. Karena kerusakan buku memerlukan suhu dan kelembaban tinggi, serangan serangga ini lebih banyak terjadi di tempat-tempat tersebut.

3.      Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai “Si Binatang Jalang” (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 sekaligus puisi modern Indonesia.

Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.

4.      Rayap adalah serangga sosial anggota bangsa Isoptera yang dikenal luas sebagai hama penting kehidupan manusia. Rayap bersarang di dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Rayap masih berkerabat dengan semut, yang juga serangga sosial. Dalam bahasa Inggris, rayap disebut juga “semut putih” (white ant) karena kemiripan perilakunya.

Sebutan rayap sebetulnya mengacu pada hewannya secara umum, padahal terdapat beberapa bentuk berbeda yang dikenal, sebagaimana pada koloni semut atau lebah sosial. Dalam koloni, rayap tidak memiliki sayap. Namun demikian, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau anai-anai.

Google & Maulid Nabi


Setiap event penting maupun kelahiran tokoh-tokoh terkenal yang berpengaruh, Google selalu memperingatinya dengan menghias logonya. Nabi Muhammad SAW pada hari ini bertepatan dengan hari kelahirannya.

Namun tokoh nomor wahid yang paling berpengaruh di dunia ini ini (menurut Michael H. Hart) tidak dianggap merupakan moment penting bagi Googgle.

Padahal, dari puluhan milyar manusia yang pernah ada di atas planet bumi ini, tak lebih dari satu juta yang bisa masuk ke dalam buku biografi dalam arti luas. Dari jumlah itu, mungkin cuma 20.000 orang yang hasil upayanya punya harga untuk disebut dalam buku kamus biografi. Dan dari jumlah itu hanya 0,5% yang dimasukkan oleh Michael H. Hart ke dalam bukunya yang fenomenal : Setarus Tokoh Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, terjemahan H. Mahbub Djunaidi, diterbitkan oleh PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta, 1998, Cetakan XV, Harga 9.000. Demikian antara lain kata penulis buku ini dalam pendahuluannya.

Di hari kelahiran Beliau ini, saya rindu untuk membuka kembali buku tentang Sejarah Nabi Muhammad yang ditulis oleh Muhammad Husain Haekal dan diterjemahkan dengan baik oleh Ali Audah, terbitan PT Pustaka Litera Antar Nusa, Bogor, 1993, Cetakan IX, 1993.

Kota Atlantis berada di wilayah Indonesia?


Lokasi Atlantis masih jadi misteri. Sejumlah spekulasi beredar, ada yang mengatakan kota kuno berperadaban tinggi itu berada di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, bahkan Indonesia.

Dalam bukunya berjudul “Atlantis the Lost Continents Finally Found”, seorang ilmuwan asal Brazil, Arysio  Santos, menyebut Indonesia sebagai lokasi Atlantis, berdasarkan definisi yang disebut Plato dalam ‘Lost Civilization’.

Dalam wawancara yang dimuat laman YouTube, Santos tanpa ragu mengatakan bahwa Atlantis benar-benar ada dan bukan sekedar mitos.

Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis dan bahkan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu.

“Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantik,” kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.

Anggapan bahwa Atlantis berada di Samudera Atlantik, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat.

“Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi,” kata dia. Di belahan bumi timur itulah, tambah Santos, peradaban bermula.

Lalu, pada Februari 2009, beredar kabar mengejutkan soal Atlantis. Google Earth menemukan bekas-bekas peradaban kuno di Samudera Atlantik, tepatnya di Afrika.

Spekulasi beredar, reruntuhan itu adalah Atlantis. Namun, pihak Google lalu mengkonfirmasi, bahwa apa yang disangka alur kota tua ternyata artefak dari proses pengumpulan data pengukuran dasar laut oleh kapal – dengan menggunakan sonar.

Alur garis, yang dikira bekas reruntuhan, adalah bayangan kapal saat proses pengumpulan data.

Sumber: Atlantis yang Hilang’ Diburu di Spanyol

Manusia Yang Paling Berpengaruh Di Dunia


Sementara di halaman lain dari situs You Tube, ditampilkan juga Gambar 100 Tokoh Yang Paling Berpengaruh di Dunia tulisan Michael H. Hart yang diposting oleh TheEndGameBoY pada tanggal 1

Muhammad: The Most influential single figure

[Youtube=http://www.youtube.com/watch?v=VVvovjCneu0]

Sementara, sebelumnya, oleh pemosting yang lain (shiekhtm) pada tanggal 10 September 2006
ditampilkan gambar lain yang berjudul:

What Michael H Hart says about Prophet Muhammad


Mendiknas: BSE itu Tidak Ada


Dalam sosialisasi kebijakan perbukuan nasional kepada sekitar 500 pejabat dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia di Jakarta, Senin (23/6), Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, 49 judul buku yang bisa diunduh di internet itu hak ciptanya sudah dibeli pemerintah. Karena itu, masyarakat boleh mengunduh dan menggandakannya secara cuma-cuma sepanjang tidak untuk kepentingan komersial. Sedangkan penerbit atau pihak lain yang tertarik memperdagangkannya mesti mengikuti harga eceran tertinggi yang ditentukan pemerintah. (Menyebar Buku Gratis).

Depdiknas berupaya agar akses masyarakat terhadap buku sekolah elektronik meluas dan mengatasi persoalan teknis yang menyebabkan masyarakat sulit mengakses buku-buku tersebut.

”Kami sedang dalam proses upload untuk menaruh materi ke server-server di sejumlah daerah agar server di pusat atau Depdiknas tidak terlalu berat terbebani,” ujar Kepala Pusat Teknologi Komunikasi Depdiknas Lilik Gani.

Sebaiknya, materi suatu BSE bisa diunduh setiap bab. Dengan demikian, siswa tak perlu mengunduh bagian lain yang dianggap tidak penting. Waktu pengunduhan pun akan lebih cepat. (Alamat Download Buku Elektronik).

Setelah BSE ini diupload sekitar 39 judul, mulai banyak komentar yang beredar. Mulai dari sulitnya dalam pengunduhan, tak semua sekolah punya koneksi internet, kalau dicetak jatuhya malah lebih mahal, dsb.

Merasa gerah bahwa programnya lebih banyak dicerca ketimbang dipuji, Pak Menteri – seusai pembukaan Olimpiade Sains Nasional di Makassar, Sabtu ( 9/8 ), seperti yang diberitakan Kompas – bilang bahwa : Buku sekolah elektronik bukan untuk murid melainkan untuk penerbit atau percetakan. Buku itu hanya bisa dibeli di toko, bukan di sekolah atau melalui guru, dengan harga yang telah dipatok oleh pemerintah.

”Program BSE (buku sekolah elektronik) itu tidak ada. Itu hanya nama website Depdiknas yang isinya buku-buku pelajaran yang hak ciptanya sudah dibeli pemerintah. Namun yang terjadi, pemerintah dikonyol-konyolkan karena banyak sekolah yang belum punya listrik tapi pemerintah sudah buat program BSE. Sekali lagi saya tegaskan, BSE itu program buku murah. Maksud utama pembuatan website itu bukan untuk murid, tapi perusahaan agar mencetak dan menjual buku dengan harga sepertiga dari harga buku teks di pasaran,” katanya.

Menurut dia, saat ini sudah ada perusahaan yang hendak mencetak BSE dengan harga jual seperti ditetapkan pemerintah. Harga yang ditetapkan pemerintah diperhitungkan tetap mampu memberi keuntungan bagi perusahaan yang bersedia mencetaknya. Harga itu mencakup biaya produksi, biaya distribusi, dan margin keuntungan 15 persen.(BSE Bukan Untuk Murid)

Sementara ada penerbit BARU AKAN MENCETAK, pelajaran sekolah sudah berjalan barang sebulan. Bagaimana pula ini? Buat apa pakai sosialisasi segala kalau memang BSE ini hanya untuk penerbit ???!!!!………

Supriyadi Masih Hidup?


Suprijadi (lahir di Trenggalek, Jawa Timur, 13 April 1923) adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, Kabinet Presidensial, tapi digantikan oleh Soeljadikoesoemo pada 20 Oktober 1945 karena Suprijadi tidak pernah muncul. Bagaimana dan di mana Suprijadi wafat, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Oleh karena itu, tulis Surya Online, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Apakah benar demikian? Hilang ke mana?

Teka-teki itu mulai terkuak pada sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang 9 Agustus lalu. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.

Selain dari bukti foto, penuturannya yang gamblang tentang PETA dan perjuangan Indonesia pasca kemerdekaan, keaslian Andaryoko sebagai Supriyadi diperkuat oleh pengakuan sejarawan dari Universitas Sanata Dharma Jogjakarta, Dr Baskara Tulus Wardaya.

Dengan menggali aneka sumber dan ditambah aneka foto-foto pendukung serta wawancara dengan Andaryoko sendiri, Baskara tiba pada satu kesimpulan: Andaryoko adalah Supriyadi. Setelah menghilang, Supriyadi memang berganti nama menjadi Andaryoko.

Pengakuan Andaryoko Wisnu Prabu, 88, bahwa dirinya adalah Supriyadi, pahlawan nasional yang dinyatakan hilang usai melawan Jepang pada 1945, menimbulkan pro-kontra hebat, demikian tulis Surya Online, esoknya.

Ada yang menyebut agar pengakuan itu tidak langsung dihakimi sebagai kebohongan, tetapi justru harus mendorong pihak-pihak terkait melakukan pencarian kebenaran.

Namun banyak pula yang mengatakan, Andaryoko hanyalah mengaku-ngaku, sebagaimana di masa lalu ada sejumlah orang mengklaim sebagai Supriyadi –sosok misterius yang menghilang usai memimpin ratusan tentara PETA (Pembela Tanah Air) memberontak pasukan Jepang di Blitar 14 Februari 1945.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Kita tunggu saja. Asli apa palsu dia itu……..