Yang Perlu Dipahami dari UU Informasi dan Transaksi Elektronik


goofy2800.jpgDengan telah disahkannya peraturan Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor (belum dibikin) Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) oleh DPR RI pada hari Selasa, 25 Maret 2008, mau tak mau, segenap peselancar di dunia maya, blogger di bloggosphere, wajib mengetahui dan (mestinya) mematuhinya serta (ini yang paling penting) memahami dengan baik tentang kandungan-kandungan yang ada dalam ketentuan itu. Bila tidak, tanpa kita sengaja, bisa saja kita sebetulnya tengah menggali lubang untuk diri kita sendiri alias terjerat atau terkena ancaman pidana, gara ber-blogger-ria. Soal kapan diberlakukan tinggal tanda tangan Bapak Presiden Republik Indonesia saja. Apa menunggu tanggal 1 April 2008. Pasti tidak. Soalnya tanggal tersebut dikenal dengan sebutan April Mop. Nanti disangka UU Bohong-bohongan :mrgreen:

Isi UU ITE itu antara lain, seperti yang tercantum dalam Bab VII, tentang Perbuatan Yang Dilarang, memuat 11 pasal (27 – 37) yang dengan tegas melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum:

  • Mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan (ayat 1), perjudian (ayat 2), penghinaan dan/atau pencemaran nama baik (ayat 3), dan pemerasan dan/atau pengancaman (ayat 4). [Pasal 27]

  • Menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik (ayat 1), dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA (ayat 2). [Pasal 28]

  • Mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakutnakuti yang ditujukan secara pribadi. [Pasal 29]

  • Mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun (ayat 1); atau milik sendiri dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (ayat 2), atau dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan (ayat 3). [Pasal 30]

  • Melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain (ayat 1). Melakukan intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan (ayat 2). Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang dilakukan dalam rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hokum lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang-undang (ayat 3). Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah (ayat 4). [Pasal 31]

  • Dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik public (ayat 1). Dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak (ayat 2). Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya (ayat 3). [Pasal 32]

  • Melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya. [Pasal 33]

  • Memproduksi, menjual, mengadakan untuk digunakan, mengimpor, mendistribusikan, menyediakan, atau memiliki: 1. perangkat keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33; 2. sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan agar Sistem Elektronik menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33 (ayat 1). Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk melakukan kegiatan penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk perlindungan Sistem Elektronik itu sendiri secara sah dan tidak melawan hokum (ayat 2). [Pasal 34]

  • Melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolaholah data yang otentik. [Pasal 35]

  • Melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain. [Pasal 36]

  • Bab Pelarangan ini ditutup oleh Pasal 37 dengan bunyi : Setiap Orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar wilayah Indonesia terhadap Sistem Elektronik yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.

Adapun istilah-istilah yang patut juga untuk diketahui adalah apa yang ditentukan dalam Pasal 1 bahwa dalam Undang Undang ini yang dimaksud dengan :

  1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

  2. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

  3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.

  4. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

  5. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.

  6. Penyelenggaraan Sistem Elektronik adalah pemanfaatan Sistem Elektronik oleh penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat.

  7. Jaringan Sistem Elektronik adalah terhubungnya dua Sistem Elektronik atau lebih, yang bersifat tertutup ataupun terbuka.

  8. Agen Elektronik adalah perangkat dari suatu Sistem Elektronik yang dibuat untuk melakukan suatu tindakan terhadap suatu Informasi Elektronik tertentu secara otomatis yang diselenggarakan oleh Orang.

  9. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat Tanda Tangan Elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.

  10. Penyelenggara Sertifikasi Elektronik adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak yang layak dipercaya, yang memberikan dan mengaudit Sertifikat Elektronik.

  11. Lembaga Sertifikasi Keandalan adalah lembaga independen yang dibentuk oleh profesional yang diakui, disahkan, dan diawasi oleh Pemerintah dengan kewenangan mengaudit dan mengeluarkan sertifikat keandalan dalam Transaksi Elektronik.

  12. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

  13. Penanda Tangan adalah subjek hukum yang terasosiasikan atau terkait dengan Tanda Tangan Elektronik.

  14. Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optik, atau sistem yang melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan.

  15. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau dalam jaringan.

  16. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.

  17. Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.

  18. Pengirim adalah subjek hukum yang mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

  19. Penerima adalah subjek hukum yang menerima Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dari Pengirim.

  20. Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.

  21. Orang adalah orang perseorangan, baik warga negara Indonesia, warga negara asing, maupun badan hukum.

  22. Badan Usaha adalah perusahaan perseorangan atau perusahaan persekutuan, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

  23. Pemerintah adalah Menteri atau pejabat lainnya yang ditunjuk oleh Presiden.

Karena Undang-undang ini tidak berlaku retroaktif (surut), apa yang telah kita lakukan sebelum diberlakukannya UU ini, walau memenuhi ketentuan pidana, tak akan terkena ancaman pidana. Bila dilakukan setelah diberlakukannya UU ini, maka akan terkena ancaman pidana penjara (antara 6 sampai 12 tahun) dan atau denda (antara Rp 600 juta sampai Rp 12 milyar).

Apakah dengan kehadiran UU ITE ini maka kreativitas aktifis dunia maya akan terkekang? Bisa ya bisa tidak. Kalau takut kena jerat, ya akan menjadi terkekang. Tapi kalau yakin dan paham bahwa yang dilakukan itu telah diperhitungkan dengan benar, ya enjoy aja.

Makanya, mari kita belajar membaca UU ITE ❗

Siapa tahu besok ada ulangan………

[ Lebih lengkap tentang Undang Undang ini, bisa Anda download di sini. ]

Advertisements

Situs Porno: Sebelum Diblokir, Anak SD & SMP Sudah Ahli Menjebol Pemblokiran di Warnet


bean800.jpgPemblokiran situs porno baru akan diawali pada tanggal 1 April mendatang, namun membaca berita di KOMPAS tekno, membuat saya tersenyum geli. Judul beritanya :
Isinya antara lain: Pemblokiran situs porno yang direncanakan pemerintah, bisa jadi tak maksimal. Selama ini pun, pelanggan warung internet (warnet) sanggup menjebol blokir situs porno yang dipasang pengelola warnet. Bahkan, pelanggan warnet berusia SD dan SMP pun sanggup melakukannya.Marius, pengelola sebuah warnet di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan blokir situs porno jadi tidak berfungsi jika pengguna internet mengakses situs porno dari mesin pencari (search engine).

Marius menjelaskan pemblokiran yang dilakukan di warnet yang dikelolanya dilakukan dengan software yang bisa diunduh (download) secara cuma-cuma dari jagad maya. Namun, pemblokiran dengan cara ini menimbulkan masalah lain yakni menimbulkan konflik pada sistem komputer.

“Untuk mengunci situs-situs itu dilakukan dengan men-setting ketika internet akan digunakan. Namun, penguncian itu sering mengganggu situs lain yang sebenarnya tidak masuk dalam kategori porno,” kata Marius. Dia menambahkan pelanggan warnet juga ada yang menembus blokir situs porno dengan masuk melalui mesin pencari.

Seorang pengelola warnet di Cipinang, Jakarta Timur, yang minta namanya dirahasiakan mengatakan, anak-anak usia SD dan SMP juga sanggup menembus blokir situs porno yang dipasang pengelola warnet.

Nampaknya anak-anak atau adik-adik kita ini sudah pada ahli dalam hal jebol-menjebol. Jangan-jangan upaya yang akan dilakukan oleh pihak Menkominfo nanti (yang pasti akan memakan biaya banyak) ternyata tidak berhasil guna.

Sia-sia deh ❗ ….. eh dong ❗

Tolak Microsoft, Yahoo Pinang Google


mata_yahoo.jpgNEW YORK, SELASA – Habis menolak pinangan Microsoft senilai ratusan triliun, Yahoo merapat ke barisan Google. Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (25/3), perusahaan tersebut telah bergabung ke dalam komunitas OpenSocial yang digagas untuk mengembangkan layanan-layanan online yang bekerja di semua latform web.

Pernyataan tersebut ditulis Wakil Presiden Yahoo, Wade Chambers, dalam tulisan blognya. Ia menyatakan pilihan untuk bergabung ke dalam OpenSocial saat ini karena sudah tidak ada waktu lagi untuk mencoba-coba, melainkan langsung memakainya. Ia juga berharap para pengembang software tidak ragu menggunakan platform OpenSocial sebagai pondasi untuk membuat berbagai aplikasi sosial berbasis web di masa mendatang.Inisiatif pengembangan platform OpenSocial didasari keinginan untuk menyamakan standar koding dalam pembuatan aplikasi yang berjalan di web. Dengan demikian, aplikasi-aplikasi seperti ruang chatting, games, dan album foto dapat dikolaborasi.

Situs-situs yang belum bergabung ke dalam komunitas ini menggunakan standar koding yang berbeda-beda sehingga aplikasi yang berjalan di suatu situs tidak dapat dipakai di situs lainnya. Sementara, beberapa penyedia layanan sudah bergabung ke dalam komunitas ini, antara lain Friendster, hi5, Linkedln, Nng, Orkut milik Google, dan Bebo yang segara dibeli AOL Time Warner senilai 850 juta dollar AS.

Masuknya Yahoo sekaligus bersamaan dengan didirikannya OpenSocial Foundation untuk memastikan bahwa pengembangan platform netral dan terus berlanjut. Organisasi nonprofit yang akan bekerja efektif mulai 1 Juli 2008 akan menyusun segala aspek teknis, legal, dan skema perlindungan hak cipta. (AP/WAH)

[sumber : KOMPAS TEKNO ]

Mau? Begitu 3 Kasih Tawaran


three2.gifKarena kartuHALO saya terblokir, karena telat bayar, saya mencoba untuk membeli kartu 3 alian three. Harganya Rp 8.000, dengan pulsa utama Rp 5.000 dan bonus pulsa Rp 10.000 (khusus untuk sesama 3).

3 (baca: tri; dari bahasa Inggris untuk angka tiga: “Three”) adalah nama merek yang digunakan untuk sembilan jaringan telekomunikasi seluler di Eropa, Asia, dan Australia. Hutchison Whampoa memiliki saham (baik saham mayoritas maupun minoritas) di kesemuanya. Seluruh jaringan bermerek 3 tersebut menyediakan teknologi 3G dan mementingkan layanan “multimedia bergerak” mereka. Jaringan ini hadir di Australia, Austria, Britania Raya, Denmark, Hong Kong, Indonesia, Irlandia, Italia, dan Swedia.

Jaringan 3 dioperasikan PT. Hutchison Charoen Pokphand Telecom (HCPT),[1] yang 60% sahamnya dimiliki Hutchison Whampoa dan sisanya oleh Charoen Pokphand. Meskipun lisensi 3G telah diperolehi pada tahun 2004 saat perusahaan tersebut masih bernama Cyber Access Communication, layanan 3G baru mulai diluncurkan pada 29 Maret 2007 dengan wilayah jangkauan Jakarta pada awalnya.

Namun, nampaknya saya kecele. Saya pikir daya jangkau 3 ini luas, ternyata tidak. Saat saya ada keperluan di Sumbermanjing Wetan, ternyata sinyal 3 blank. Sementara saat saya ganti dengan kartuHALO ternyata ada sinyal.

Begitu pula saat saya lagi berwisata religi ke Madura, saat di Martajasah, Bangkalan, saat berziarah ke makam mbah Cholil, ini kartu juga tak berdaya.

Jadi, walau usia 3 ini sudah setahun (?) ternyata daya jangkaunya masih di sekitar perkotaan saja.

Walau untuk SMS sesama 3 adalah gratis, dan ke operator lain taripnya 1/2 harga (tapi harus isi pulsa lagi minimal Rp 10.000), kalau keperluan kita sering ke pelosok, perlu dipikir ulang bila MAU mempergunakan kartu 3 ini.

Perang Tarif Operator Seluler Bikin Gerah Pak Mentri


Yang bilang gratis sejak 1 menit pertama. Yang lain bilang gratis pol khusus sesama operator. Di sana bilang tidak pakai repot. Di sini bilang, paling murah.

Baik three,mobile-8, xl, telkomsel,indosat,esia, axis, semua kayaknya lebih menguntungkan…..

three1.giffren.gifxl.giftelkomsel.gifindosat.pngesia.jpglogo_axis.jpgPokoknya, bila kita ikuti satu per satu iklan dari para operator, tak ada yang mahal bila pakai seluler miliknya masing-masing. Jadinya? Bingung bila disuruh pilih salah satu.

Fenomena semacam ini ternyata membuat gerah pak M. Nuh, Menkominfo. Beliau memang bilang, spserti dikutip Suryalive.com, 17/03/2008 | 16:25:46, bahwa, pemerintah masih menilai wajar dan membiarkan terjadinya perang tarif operator seluler menjelang pemberlakuan kebijakan interkoneksi per April mendatang.

Kondisi seperti ini, pemerintah akan memantau sejauh mana promosi yang dilakukan para operator seluler tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip berusaha.

“Semuanya itu tentu ada tata kramanya dan sudah pasti ada etikanya. Orang berpromosipun, ada etika dan ada tata kramanya. Dasar berpromosi itu adalah mengajak konsumen memilih produknya. Akan tetapi, bersamaan dengan itu tidak boleh ada unsur menipu,” ujar Menkoinfo disela-sela Raker dengan Komisi I DPR, Senin (17/3).

Menkoinfo kemudian menyarankan, apa yang dipromosikan harus sesuai dengan kenyataannya. Karena kalau tidak, tandasnya, sama saja dengan melakukan kebohongan publik…….

“Kita harus tumbuhkan kesadaran dalam hal ini. Kami menekankan, kalau bisnis ya bisnis tetapi jangan sampai bujuk-bujuk,” katanya lagi.

Memasuki Tatanan Dunia Digital: Jagad Dalam Genggaman


02-planet-seluler.jpgSiapa yang tidak kenal dengan yang namanya handphone. Mulai pemulung, tukang parkir sampai Presiden. Ia sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari. Meskipun kebanyakan masih dipakai untuk sekedar aksi, agar tidak dikatakan ketinggalan jaman. Zaman geenee nggak punya handphone!. Ungkapan ini sering kita dengan di mana-mana.

Sementara itu, teknologi seluler memiliki sejarah yang cukup panjang. Meskipun cikal bakalnya sudah sangat terang benderang pada periode 1940-an, tapi teknologi ini baru mulai menemukan bentuk pada 1960-an, dan baru benar-benar dijalankan secara luas pada 1980-an.

Lantas, bagaimana teknologi bergerak itu mengubah hidup kita? Betulkan model telepon seluler menunjukkan siapa penggunanya? Termasuk yang extrovert atau introvert-kah anda? Impressor atau maintainer? Bagaimana metamorfosis hanset yang berkembang mulai sebesar pentungan hingga bisa disembunyikan dalam genggaman?

Mengapa layanan SMS dianggap sebagai sukses besar yang tak diniatkan? Sebagai negara pelopor teknologi seluler di kawasan regional, bagaimana kiat operator seluler Indonesia untuk bangkit setelah krisis moneter? GSM ataukah CDMA yang akan berjaya di Indonesia? Bagaimana kemungkinan migrasi teknologi seluler di Indonesia menuju generasi ketiga (3G)? Buku ini Planet Seluler: Ketika Teknologi Bergerak Mengubah Kita, tulisan BUDI PUTRA, Penerbit Logicom Publications, Tangerang, 2004, Rp 35.000, mencoba untuk menguraikan semua itu.

Juga diungkapkan tentang sejarah, karakteristik dan perkembangan sistem ponsel, karena secara garis besar di Indonesia pernah beroperasi beberapa sistem ponsel yang berbeda-beda soal teknis dan jangkauannya (yang semuanya tidak saling kompatibel!) yakni NMT-450i, N-APPS, GSM (+GPRS dan EDGE) dan CDMA.

Internet, yang selama 30 tahun pertama kehadirannya, jaringan global ini masih terperangkap dalam belitan kabel pada komputer-komputer yang ada dalam jaringannya. Sekarang, semuanya itu berubah.

Kinerja mutakhir teknologi tanpa kabel menjanjikan kemudahan bagi para peselancar Internet untuk bisa bergerak lebih nyaman tanpa harus kehilangan akses di mana saja dan kapan saja.

[ Pernah saya tulis di sini ]

HUT Graham Bell: Penemu Telepon


google_bell08.gifGoogle memang kreatif dan tredy. Kalau pada hari Valentine huruf ol di antara huruf Go .. le berubah jadi gambar dua orang tua (yang lelaki pegang tongkat) dan yang perempuan pegang balon cinta 2 buah), maka pada hari lahir Graham Bell logonya berubah lagi. Kali ini ol-nya berubah jadi gambar Bell lagi pakai telepon kuno.

Sehubungan dengan hari kelahirannya, saya kutipkan di sini apa dan siapa Graham Bell, yang saya ambil dari Wikipedia:

alexander_graham_bell_wikipedia.jpgAlexander Graham Bell (Edinburgh, 3 Maret 1847Nova Scotia, 2 Agustus 1922) adalah seorang ilmuwan, pencipta, dan pendiri perusahaan telepon Bell. Selain karyanya dalam teknologi telekomunikasi, ia juga menyumbangkan kemajuan penting dalam teknologi penerbangan dan hidrofoil.

Bell umumnya dikenal sebagai penemu telepon, meski Kongres AS pada Juni 2002 menetapkan bahwa Antonio Meucci-lah yang menemukan telepon.

Dan kini, perkembangan telepon sudah jauh dari tujuan semula, yang hanya untuk bicara. Selain untuk SMS, MMS, telepon zaman kiwari sudah …. pokoknya ….. banyaklah.