Sisi Lain Korban Wedhus Gembel Merapi: Mukena “Lethek” Seharga Rp 100 Juta


Sebuah mukena yang paling bagus niscaya harganya tidak sampai Rp 5.000.000. Tapi ini ada sebuah mukena yang sudah kusam (lethek – Jawa) ditawar Rp 100.000.000 tidak diberikan. Bahkan, kata pemiliknya, ditawar Rp 1 Milyar pun tetap tidak akan dilepas. Wah, mukena model bagaimana itu?
Berikut saya cuplikan kisahnya:
Sepasang turis asal Prancis begitu penasaran pada selembar mukena putih yang telah menyelamatkan keluarga Ponimin dari amukan awan panas yang disemburkan Gunung Merapi Selasa (26/10) malam lalu.
Tak hanya penasaran, pasangan itu pun mau saja merogoh Rp 100 juta dari kantongnya untuk membeli mukena itu.
Menurut penuturan Yati, 42, istri Ponimin, kedua turis yang tak bisa berbahasa Indonesia mendatanginya di rumah pengungsian Kamis (28/10) bersama pemandunya. Saat ini Ponimin dan keluarganya tinggal di rumah dr Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak Sleman.
“Kula mboten demi dhuwit (saya tidak mengejar uang). Dibeli satu miliar (rupiah) pun tidak akan saya berikan. Saya lebih memikirkan akhirat, rumah masa depan saya,” tegas Yati, seperti dikutip tempointeraktif.com, Minggu (31/10) sore.
Yati menegaskan, sampai kapan pun mukena itu tidak akan dijual. Namun, ia mengaku rela memberikan mukena itu secara gratis kepada orang yang dinilainya punya iman teguh. “Kami bisa selamat (dari terjangan awan panas Merapi) bukan karena mukena, melainkan karena izin Allah,” tegasnya….
“Mukena itu selalu saya pakai, meski warnanya yang lethek (kusam) karena tak dicuci. Saya sampai diejek teman-teman di tanah suci karena saya selalu memakai mukena yang jelek,” kata Yati.
Keluarga Ponimin adalah salah satu keluarga di Kinahrejo, Cangkringan, Umbulharjo, Sleman yang selamat dari awan panas Merapi. Menurut Ponimin, dia dan keluarganya selamat dari awan panas Merapi karena berlindung di bawah mukena itu.

Sumber : Bule Perancis Tawar Mukena Istri Ponimin Rp 100 Juta, surya.co.id

Repotnya Mengkhitankan Anak Balita


rBagi setiap lelaki muslim wajib hukumnya untuk khitan. Saya, sebagai orang tua seorang anak lelaki punya kewajiban untuk mengkhitankan anak saya itu. Sekarang anak saya berusia genap 5 tahun pada tanggal 11 September 2009 yang akan datang.
Dan kami merencanakan untuk mengkhitankan pada saat anak saya kelas 4 Sekolah Dasar.
Namun, rencana itu nampaknya harus berubah, lantaran kami barusan ”boyongan” pindah rumah. Dan sudah menjadi tradisi kampung saya, setiap pindah rumah pasti mengundang para tetangga sekitar untuk diajak ”selamatan”.
Rencananya acara ini disatukan dengan acara aqiqah anak saya – yang memang untuk yang lelaki itu belum saya aqiqahkan.
”Kalau sekalian khitan bagaimana?” ada satu saudara yang mengusulkan.
Kami masih pikir-pikir. Anak saya masih keciul. Apa mau.
Namun, setelah dipertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya kami setuju. Apalagi saat ditawarkan ke anak saya, dianya mau. Disunat, dipotong burungnya? Kami menegaskan. Anak saya menagguk mantap.
Akhirnya, setelah subuh, tanggal 2 April 2009 kemarin, anak saya pun dikhitankan.
Alhamdulillah, prosesnya lancar. Walau awalnya menangis, saat disuntik bius, akhirnya proses khitan berjalan lancar.
Apa hikmahnya? Ternyata ”kulit helm” burung anak saya itu sulit untuk dibuka. Kata mantri sunatnya, hanya ada lubang kecil – sebagai jalannya kencing. Makanya, setiap ”kebelet” kecing selalu ditahannya. Baru setelah lama, baru dikencingkan.
”Jadi memang – kalau melihat kondisi demikian – harus segera disunat. Bila tidak, pasti akan semakin sukit kencing, nantinya.
Alhamdulillah, setelah lewat 3 hari, itu burung sudah mulai mengering. Insya Allah besok pagi sudah bisa buka perban saat mandi “kum-kum”, begitu pikir saya.

Tapi apa lacur. Setelah lewat 3 hari anak saya nggak mau mandi, walau saya paksa. Lebih dari itu, hampir sepanjang hari anak saya minta dikipasi itu punya burung.

anakku-sunatTentu saja saya mulai berbagi piket dengan istri saya. Dan, alhandulillah, dengan penuh kesabaran, akhirnya kemarin sore, itu perban bisa dilepas juga. Tapi soal kipas masih harus berjalan hingga kini. Terlebih saat mau dan setelah kencing.

Pria Itu Hamil untuk Kedua Kalinya


pria_hamil_surya_online212 Juni 2008 lalu, saya mengutip tulisan Surya Online untuk postingan saya: Pria Itu Hamil dan Bakal Melahirkan. Kini, juga kabar dari Surya Online (Pria Transjender itu Hamil untuk Kedua Kalinya)pria itu bakal melahirkan bayi lagi. Begini beritanya:

Warga Amerika Thomas Beatie, seorang pria yang sempat menimbulkan kontroversi karena melahirkan bayi di bulan Juni lalu sekarang sedang hamil lagi menanti kelahiran anak keduanya.
Pemandu acara sebuah televisi di Amerika Serikat Barbara Walters hari ini mengumumkan, Beatie yang berjambang dan berkumis ini sudah tak lagi menggunakan testosteron untuk sementara setelah kelahiran anak perempuannya Susan. Karena itu, dia bakal melahirkan bayi lagi.

“Saya tanya padanya apakah hamil, jawabnya ya,” jelas Barbara dalam sebuah show di televisi.

Pada Walters, Beatie mengungkapkan bahwa bayi ini sudah ada sejak 12 Juni dan “Saya merasa baik-baik saja…Segalanya berada di jalur yang benar.”

Thomas, 34 tahun, warga Oregon ini, melakukan mastectomy tapi tetap mempertahankan organ-organ reproduksi wanitanya saat dia mengubah jenis kelaminnya menjadi pria di akhir tahun 90-an.

Dia dan pasangannya Nancy Roberts memutuskan untuk memulai berumah tangga dan hamil dengan inseminasi buatan tahun lalu. Dia hamil untuk kedua kalinya setelah anak pertamanya lahir dua bulan sebelumnya.

Walters mengatakan kisah ini dan menyebutkan bahwa wawancaranya akan tayang di televisi Amerika besok malam (Sabtu pagi waktu Indonesia) dalam sebuah tayangan dokumenter berjudul What is a Man, What is a Woman? Journey of a Pregnant Man.

Wah, wah, wah…..

Pria Itu Hamil dan Bakal Melahirkan


Thomas Beatle adalah namanya, kini. Dulu ( 10 tahun yang lalu) ia bernama Tracy Lagondino.

Awalnya ia seorang wanita (tulen), kini telah ‘berubah’ menjadi pria (buatan). Buktinya sebulan lagi ia bakal melahirkan bayi yang kini dikandungnya.

Kehamilan si-‘wanita-pria’ ini terungkap melalui majalah The Advocate, sebuah majalah untuk kalangan homoseksual, Maret 2008. dan berita ini say abaca di Harian Surya, Kamis, 12 Juni 2008 – bisa diklik di Surya Online.

Sebagai Tracy sebenarnya ia amatlah cantik – kecantikan khas Hawaii. Dia bahkan sempat menjadi finalis Miss Teen Hawaii USA.

Entah sebab apa, 10 tahun silam ia memutuskan untuk beralih rupa menjadi pria, meski kelaminnya tetap kelamin seorang wanita. Ia hanya menjalani operasi pengangkatan payudara. Dan untuk mewujudkan sosok maskulin, ia menjalani terapi hormone testoteron. Statusnya pun disahkan secara hukum.

Ia telah menikah dengan seorang wanita (tulen) dan tinggal di Honolulu dengan berbisnis kaus di sana.

Ketika mereka berdua ingin sekali untuk hamil, maka mereka lantas memasukkan sendiri sperma yang didapatnya dari bank sperma ke rahim Beatle, meskipun para Dokter menolak membantunya.

Ia pun hamil. Ada 3 bayi di dalamnya. Sayang kehamilan itu harus diaborsi karena ada komplikasi kehamilan. Jika dibiarkan, nyawa Beatle adalah taruhannya.

Mereka tak putus asa. Ia mencoba lagi. Dan kini, ia tengah menunggu kelahiran ‘putri’ mereka.

Oh, dunia…. dunia…… pertanda apa ini………..

AA Gym: Setelah Poligami akan Bercerai?


abdullah_gymnastiar.jpg

Setelah lama menghilang dari pemberitaan, apalagi sejak beliau menikah lagi (poligami) pada bulan Desember 2006, kemarin saya dengar AA Gym diisukan bercerai dengan Teh Nini.

Kejam nian itu berita ❗

Alhamdulillah, baik Teh Ninih maupun AA Gym sendiri kemudian membantahnya.

Beliau memang berpisah dengan teh Ninih, karena akan “nyantri” lagi di Jakarta, bukan pisah ranjang.

Tapi antara berpisah dengan “pisah ranjang” itu jelas beda. Kalau pisah ranjang, contohnya Dhani dan Maia.

Balik Nama STNK Cuma Perlu Waktu 45 Menit!


200px-polri.gifSiapa bilang mengurus STNK itu sulit dan banyak pungutan yang tak resmi. Dulu mungkin, ya. Sekarang, buktikan sendiri. Masih kurang percaya? Contohnya saya.

Setiap tahun (tepatnya bulan Maret) saya harus mengesahkan STNK. Ini rutin saya lakukan sejak saya memiliki sepeda motor Suzuki RC100. Sepeda motor ini saya peroleh empat tahun yang lalu, hasil pembelian dari kakak istri saya.

Karena belum saya balik nama, setiap melakukan pengesahan, saya selalu meminjam KTP pemiliknya. Untuk kelancaran pengurusan, saya perlu menyisihkan sebagian dana, lantaran si pemilik tidak bisa mendampingi saya.

jasa-raharja.gifTahun ini, saat saya mau melakukan pengesahan, anak kakak istri saya harus pergi ke Jakarta secara mendadak, lantaran anaknya mengalami patah lengan akibat kecelakaan. Akibatnya saya tidak bisa melakukan pengesahan, lantaran KTP-nya ikut terbawa di dalam dompetnya.

Akhirnya, mau tak mau, karena waktunya hanya tinggal satu hari, saya terpaksa harus melakukan balik nama. Padahal rencananya sepeda ini mau saya jual dan membeli sepeda baru yang 4 tack.

120px-lambang_propinsi_jatim.pngKarena (dalam bayangan saya) pasti akan memakan waktu lama, maka saya berangkat pagi-pagi sekali, menuju ke SAMSAT Kabupaten II, yaitu di Karang Ploso, Kabupaten Malang.

Fotokopi BPKB, STNK, Kuitansi Pembelian dan KTP saya sudah saya siapkan sejumlah 3 eksemplar. Setelah mendaftarkan untuk pengecekan fisik sepeda motor, mengisi formulir yang ada, lantas saya menuju ke loket penomoran.

Hebat! Tak sampai 45 menit, sudah beres semua. Ya STNK baru (atas nama saya) bukti Pengesahan maupun Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (plat nomor)-nya . Sementara BPKB-nya masih harus menunggu waktu 1 bulan. Cepat, ramah, tak bertele-tele. Begitu yang saya alami. Kalau tahun kemarin, saya masih harus ke sana kemari, demi kelancaran pengurusannya. Sekarang tidak lagi.

SAMSAT (biasanya) melayani pengurusan:

  1. Pengesahan STNK (tiap tahun)
  2. Perpanjangan (tiap 5 tahun)
  3. Ganti STNK/Cetak STNK (Ganti Mesin, Ganti Warna, Merubah Bentuk, Pindah Alamat)
  4. BBN I (Balik Nama I) [Kendaraan Baru (Faktur), Kendaraan eks dumping TNI/Polri, Kendaraan eks lelang Negara, Kendaraan yang berdasarkan keputusan Pengadilan, Vonis Hakim]
  5. BBN II (Balik Nama II) [BBN Lokal, Mutasi Masuk, Hibah/Waris/Hadiah]

Alokasi waktu pelayanan nomor 1 maksimal 30 menit. Sementara nomor 2 – 5 memerlukan waktu maksimal 60 menit. Tahun kemarin, ketentuan ini (yang kini dengan mudah dapat dibaca di atas loket pelayanan) tak ada. Nampaknya ini bagian dari program Operasi Citra Pelayanan Polantas 2008.