Kubur Tan Malaka Berada di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri


Ini pengakuan negara terhadap seorang pahlawan nasional yang selama 30 tahun namanya dihilangkan dari buku pelajaran dan pengajaran sejarah.

Image

Keluarga Tan Malaka meminta pemerintah Indonesia untuk memindahkan sisa-sisa jasad yang diyakini sebagai pahlawan nasional Tan Malaka di sebuah pemakaman umum di Kabupaten Kediri, Jatim ke Taman makam pahlawan, TMP Kalibata, Jakarta.

Menurut keluarganya, pemakaman ulang jasad Tan Malaka ke TMP Kalibata merupakan bentuk pengakuan negara secara resmi terhadap pahlawan nasionalnya.

“Ini pengakuan negara terhadap seorang pahlawan nasional yang selama 30 tahun namanya dihilangkan dari buku pelajaran dan pengajaran sejarah,” kata Asvi Warman Adam, ahli sejarah dan penasehat tim identifikasi pencarian jenazah Tan Malaka, Senin (27/01) siang, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Dalam waktu dekat, keluarga Tan Malaka dan panitia akan menemui Kementerian Sosial untuk proses pemindahan secara simbolis sisa-sisa tulang, gigi serta rambut yang diyakini sebagai Tan Malaka.

Pada 2009 lalu, tim forensik yang didukung keluarga Tan Malaka Klik telah selesai menggali kuburan yang diduga berisi jenazah Tan Malaka di pemakaman umum di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri.

Penggalian dilakukan berdasarkan penelitian yang dilakukan sejarawan Belanda Hary Poeze selama bertahun tahun terhadap tokoh komunis asal Sumatera Barat ini.

Penelitian itu menyimpulkan, pahlawan nasional itu ditembak mati oleh pada 21 Februari 1949 oleh kesatuan Tentara Republik Indonesia, TRI di dekat lokasi kuburan yang ditemukan di Kediri.

‘Yakin 90 persen’

Setelah melakukan penggalian, tim peneliti kemudian mencocokan DNA jasad tersebut — yang sudah berupa serpihan tulang, gigi serta rambut — dengan DNA keluarga Tan Malaka, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.

Salah-satu buku karya Harry Poeze tentang sosok Tan Malaka.

Walaupun belum menemukan bukti DNA, menurut Asvi Warman Adam, pihak panitia “meyakini 90 persen” bahwa jasad tersebut adalah Tan Malaka berdasarkan bukti yang ditemukan selama penggalian.

Asvi menjelaskan, temuan antropologi fisik terhadap jasad itu menunjukkan bahwa “orang yang dimakamkan itu laki-laki, berasal dari ras mongoloid, dan tingginya antara 163-165 cm, dan dalam keadaan tangannya terikat ke belakang.”

“Jadi secara fisik itu ciri-ciri Tan Malaka pada saat ditembak,” kata Asvi.

“Kami menyimpulkan bahwa 90 persen itu sudah benar bahwa itu tempat meninggalnya Tan Malaka,” tambahnya.

Tan Malaka adalah tokoh Kiri yang sejak awal mencita-citakan Indonesia merdeka dari kolonial Belanda.

Selain pernah diasingkan dan menjadi legenda aktivis politik bawah tanah selama bertahun-tahun, pria kelahiran 1897 ini juga menulis beberapa buku terkenal.

Gelar pahlawan tidak dicabut

Menurut Asvi Warman Adam, pemerintah Indonesia telah menetapkan Tan Malaka sebagai pahlawan nasional pada 1963, tetapi “sejak 1965 namanya tidak ada lagi, meski gelarnya tidak pernah dicabut.”

Liputan Majalah TEMPO tentang Tan Malaka.

Asvi mengaku mendapat keterangan dari tim peneliti Kemensos bahwa “gelar pahlawan Tan Malaka tidak dicabut, tetapi off the record. Itu keterangan dari penelitian dari kementerian sosial.”

Klik Pemerintahan Orde Baru pimpinan Presiden Suharto dikenal sebagai rezim anti Komunis yang melarang segala hal yang berbau Komunis atau aliran Kiri.

Peneliti LIPI ini mengatakan, selain meminta jasad Tan Malaka dimakamkan ulang, mereka meminta Kemensos untuk memugar kuburannya serta membuat monumen di pekuburan Desa Selopanggung, Kediri.

Mereka mengusulkan hal ini karena sejak awal Pemerintah Kabupaten Kediri menolak jika jasadnya dipindahkan dari lokasi pemakaman awalnya.

“Karena pemerintah Kediri ingin makam Tan Malaka tetap di situ, sedang keluarga ingin dimakamkan di Kalibata, maka keluarga akan memindahkan secara simbolis tanah (di kuburan Selopanggung) ke TMP Kalibata, dan membiarkan kerangka tersisa tetap di Selopanggung.”

Keluarga juga mempersilakan tim forensik yang pernah meneliti DNA Tan Malaka untuk melanjutkan penelitiannya.

sumber: BBC Indonesia, Keluarga minta jasad Tan Malaka dikubur di TMP Kalibata

Advertisements

Oxfam: Harta 85 Orang Terkaya di Dunia = Harta 1/2 Penduduk Dunia


Kelompok HAM Oxfam merilis sebuah studi mengenai ketidaksetaraan global, menjelang sebuah pertemuan pekan ini antara pemerintah dan para pemimpin bisnis di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Senin (20/1).

ImageKelompok HAM Oxfam mengatakan kekayaan 85 orang terkaya di dunia setara dengan kekayaan setengah jumlah penduduk dunia.

Oxfam hari Senin (20/1) merilis sebuah studi mengenai ketidaksetaraan global, menjelang sebuah pertemuan pekan ini antara pemerintah dan para pemimpin bisnis di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Laporan itu mengatakan, orang-orang paling kaya itu menggunakan kekuatan politik mereka untuk mendapatkan tingkat pajak lebih rendah, menyembunyikan kekayaannya di luar negeri, dan mengedepankan kepentingan sendiri dengan mengorbankan mereka yang berpendapatan lebih rendah.

Laporan itu mendaftar deregulasi keuangan, keringanan dan kerahasiaan pajak, dan pengurangan layanan publik sebagai contoh-contoh manuver politik itu. Laporan itu mengatakan, pengaruh dari perubahan-perubahan kebijakan ini tidak hanya mengakibatkan kekayaan dan pengaruh politik terkonsentrasi pada kelompok orang berpendapatan tinggi tapi juga memastikannya tetap bertahan dalam kelompok itu untuk generasi mendatang.

Oxfam mengatakan, selama satu dekade lalu, jumlah milyader di India telah meningkat 10 kali lipat, sementara di Eropa kebijakan-kebijakan pengetatan ekonomi umumnya mempengaruhi kelompok-kelompok kelas menengah dan rendah.  Menurut Oxfam, perusahaan-perusahaan skala global di Afrika mengeksploitasi pengaruh politiknya untuk menghindari pajak, sehingga mengurangi sumberdaya pemerintah dalam memerangi kemiskinan.

sumber : VOA Indonesia, Oxfam: Harta 85 Orang Terkaya di Dunia Setara dengan Harta Setengah Penduduk Dunia

Google & My Birthday


Kue Tart HUT dari Google untuk AkuNggak sadar ternyata hari ini usia saya bertambah 1 satun.Google menyambut dan merayakan HUT saya dengan merubah tampilan depannya – khusus untuk saya.

Thank’s a lot, Google!!!!!!!!!!!

Pertambahan umur ini juga sekaligus menyiratkan bahwa jatah hidup saya telah berkurang 1 tahun.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau senantiasa memberi hidayah kepada saya dan keluarga saya. Sehingga dalam mengarungi kehidupan ini, tak ada aral yang melintang. Kalau toh ada, itu hanyalah sebagai kembang kehidupan.

Empat Kesalahan Pria di Atas Tempat Tidur


193208_bosanSURYA Online, SURABAYA – Banyak pria yang tak sadar dengan kesalahan yang dilakukannya saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Bahkan, pria yang paling mahir sekalipun, seringkali melakukan satu atau dua kesalahan, yang terus berulang.

Nah, sebenarnya apa saja kesalaha yang dilakukan pria di atas tempat tidur. Stacey Nelkin, pendiri TheDailyAffair.com membocorkan empat di antaranya.

Pertama, tidak membaca isyarat, baik verbal maupun fisik, dari pasangannya.

“Banyak perempuan yang mengeluhkan pasangannya tidak mendengar dan menerjemahkan isyarat yang mereka berikan di atas tempat tidur,” ujar Nelkin.

Nelkin menduga hal itu berasal dari ego laki-laki. Di mana mereka menegaskan pada dirinya sendiri, “Saya tahu itu sebelumnya” atau “Saya tahu dibanding istri saya.”

Daftar kedua adalah tidak melakukan pemanasan sebelum masuk ke “menu utama”, alias foreplay.

“Foreplay yang kurang bisa berpengaruh pada aktivitas seks secara keseluruhan. Perempuan butuh waktu untuk melakukan foreplay dibanding kaum pria,” kata Nelkin.

Kesalahan ketiga adalah pria malas merawat diri. Pria kadang lupa bagaimana bau tubuh mereka sesungguhnya.

“Mayoritas perempuan tak ingin pria pasangannya berbau apapun, kecuali bersih dan segar. Bercukur dan membersihkan tubuh sebelum berhubungan seks sangat penting,” saran Nelkin.

Dan terakhir, adalah pria tidak mengeluarkan suara saat bercinta.

“Pergunakan suara saat bercinta. Perempuan selalu tertarik dengan suara seksi di atas tempat tidur. Terutama jika suara itu bisa mengatakan apa yang hendak dilakukan pria pasangannya,” kata Nelkin.

Nelkin juga menyarankan agar tidak mengatakan secara langsung jika yang dilakukan pasangan salah.

“Katakan padanya apa yang Anda sukai dan bagaimana rasanya. Berikan feedback positif pasangan, maka ia akan belajar dengan cepat apa yang Anda sukai dan tidak,” pungkasnya.

Sumber : Empat Kesalahan Ini Sering Dilakukan Pria di Atas Tempat Tidur

Efek Domino Kenaikan Harga Elpiji 12 Kilogram


Tabung Gas Elpiji Melon Mulai LangkaTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dulu Pemerintah mendorong rakyat agar tidak lagi memakai minyak tanah dan beralih ke elpiji dengan iming-iming lebih murah dan hemat. Setelah rakyat beralih, dan sudah tergantung ke elpiji, pemerintah seenaknya saja menaikkan harga.

Anggota Komisi VI DPR RI Irmadi Lubis berpendapat bahwa pemerintah telah menjebak rakyatnya sendiri, melalui kebijakan menaikkan harga Elpigi 12 Kg.

“Ini sama artinya menjebak rakyatnya sendiri,” ujar Irmadi Lubis, Jumat (3/1/2014).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 1 ini juga sangat kecewa, sebab momen menaikkan harga Elpiji ini dilakukan disaat rakyat lengah karena masih suasana tahun baru dan DPR sedang reses.

“Pemerintah (Pertamina) sengaja mengintip saat rakyat lengah dan DPR reses, kemudian menaikkan harga, ” ujarnya.

Irmadi mengingatkan bahwa dampak dari kenaikan harga elpiji itu sangat luas bagi masyarakat. Setiap kenaikan satu rupiah dampaknya sangat dirasakan masyarakat, pascapemerintah menaikkan harga BBM, dan listrik.

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Dewi Aryani menilai kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram sekitar Rp 4.000 per kilogram akan mempengaruhi daya beli masyarakat. ” Tidak hanya soal daya beli elpiji, tapi efek domino dari kenaikan itu juga harus menjadi perhatian serius,” katanya ketika dihubungi, Kamis, 2 Januari 2014.

Dewi menuturkan, berapa pun kenaikan harga gas elpiji, hal itu akan membebani masyarakat. Soalnya, situasi ekonomi yang diperkirakan masih sulit pada 2014 ini akan menjadi beban tersendiri.

Ia juga menilai kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram ini harus diimbangi dengan penjelasan dan sosialisasi terhadap masyarakat agar tidak terjadi keributan. Selain itu, rasionalitas harga produksi juga harus diselaraskan dengan daya kondisi masyarakat saat ini.

»Pertamina harus transparan menjelaskan untung ruginya. Apa benar kenaikan karena ongkos produksi yang tinggi atau faktor manajemen yang kurang jeli,” kata Dewi.

Sebagai entitas bisnis, menurut dia, Pertamina memang berhak mengatur harga produk dan layanan kepada masyarakat. Namun, badan usaha milik negara ini juga harus melihat kemampuan dan kondisi psikologis penerimaan rakyat terhadap harga. Kebijakan harga oleh Pertamina sebagai BUMN harus melihat variabel-variabel lain di luar komersial.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Labor Institute Indonesia atau Institut Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan berpendapat kenaikan harga gas Elpiji 12 kg sebesar 68 persen harus segera dibatalkan.

Sebab, kenaikan tersebut sangat membebani rakyat terutama kalangan pekerja di seluruh Indonesia.

Andy William Sinaga, Koordinator Kampanye Labor Institute Indonesia, mengatakan rakyat Indonesia telah dipaksa menggunakan gas melalui Peraturan Pemerintah No 104 Tahun 2007 tentang konversi penggunaan minyak tanah ke gas.

“Akibat konversi tersebut, sebagian besar rakyat Indonesia sudah menggunakan gas dan meninggalkan penggunaan minyak tanah,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/1/2014).

Selain itu, kenaikan gas elpiji dikarenakan kerugian PT Pertamina sebesar Rp 7,73 triliun harus dicermati, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera mencermati dan melakukan investigasi kepada pejabat Pertamina.

Labor Institute Indonesia juga mengimbau agar Kementerian BUMN segera turun tangan untuk melakukan penilaian kembali kepada unsur direksi dan Komisaris Pertamina dikarenakan kerugian Pertamina yang sangat besar tersebut, yang mengakibatkan kenaikan cukup signifikan harga gas elpiji.

Menurut Andy, bila perlu unsur direksi dan komisaris Pertamina tersebut segera dicopot. Pertamina sebagai BUMN seharusnya memberikan energi yang murah kepada rakyat, bukan terpengaruh dengan harga pasar atau terperangkap dalam pusaran mafia bisnis energi.

Andy mencurigai bahwa kenaikan harga gas elpiji ini sarat dengan kepentingan politik 2014, dan diduga ada permainan mafia bisnis gas di balik kenaikan harga elpiji tersebut.

Dikarenakan, para pemimpin partai politik pendukung pemerintah, tidak keberatan dengan kenaikan harga gas tersebut. Kenaikan tersebut juga terkesan dipaksakan, dan memanfaatkan kelengahan rakyat dalam menghadapi perayaan tahun baru 2014, dan memanfaatkan masa reses anggota DPR RI yang akan bersidang kembali 15 Januari 2014

JPPN – JAKARTA – Politikus Golkar, Bambang Soesatyo menilai kasus kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram (kg) awal 2014 menggambarkan tidak adanya kewibawaan manajemen pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Buktinya, ketika mendapat kritikan dari masyarakat atas kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, pemerintah mengelak bahwa keputusan itu tak bisa dicegah.

“Baik presiden maupun Menko Perekonomian mengatakan kenaikan harga elpiji itu sebagai aksi korporasi Pertamina yang sulit dicegah. Hanya orang bodoh yang percaya pada argumentasi ngawur seperti itu,” kata Bambang dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (5/1).

Menurut Wakil Bendahara Umum DPP Golkar itu, meskipun Pertamina yang menaikkan harga elpiji, namun kebijakan itu tidak bisa lepas dari pemerintahan SBY. Alasannya, Pertamina merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diatur oleh Undang-Undang.

“Dia (Pertamina) harus tunduk pada pemerintah, khususnya kepada Presiden dan Menteri ESDM sebagai Pembina. Apalagi komoditi yang dikelola Pertamina sangat strategis dalam konteks kepentingan rakyat,” katanya.
Karenanya, Bambang menganggap kalau Presiden SBY dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan naiknya harga elpiji 12 Kg sebagai aksi korporasi  Pertamina, pernyataan tersebut sarat kebohongan. Kata dia, kenaikan harga itu tidak mendadak, melainkan sudah direncanakan dan diketahui pemerintah.

“Pertamina telah melaporkan  rencana kebijakan perubahan harga elpiji 12 Kg kepada Menteri ESDM Jero Wacik. Mekanisme pelaporan ini sesuai dengan Pasal 25 Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian  Elpiji,” ucapnya.
Bambang menjelaskan kenaikan harga elpiji berdampak sangat luas dan signifikan terhadap kehidupan rakyat. Ia memastikan Jero Wacik pasti tidak berani bertindak sendirian sehingga akan berkoordinasi dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Apalagi, ada dampak inflatoir dari naiknya harga gas elpiji. Hatta dan Jero Wacik pasti harus berkonsultasi dengan Presiden SBY sebelum memberi respon final kepada Pertamina.

Dan di Malang, kini tak mudah untuk mendapatkan Gas Elpiji Melon (sebutan elpiji 3 kg). Mesti tunggu satu hingga dua hari untuk bisa memperolehnya.

TEMPO.CO, Malang – Pengguna gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram beralih menggunakan gas subsidi ukuran 3 kilogram. Dengan demikian, terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang dikenal pula dengan sebutan elpiji melon di banyak lokasi.

“Pelanggan banyak beralih ke tabung gas 3 kilogram karena lebih murah,” kata pemimpin agen gas elpiji PT Gading Mas, Maret Tri Kusnandar, Kamis, 2 Januari 2014.

Harga gas elpiji ukuran 12 kilogram yang semula Rp 80 ribu naik menjadi Rp 130 ribu. Sedangkan harga tabung gas elpiji 3 kilogram sebesar Rp 13.500 per tabung. Rata-rata setiap hari dipasok sebanyak 1.120 tabung ukuran 3 kilogram. Sedangkan distribusi gas elpiji ukuran 12 kilogram sebanyak 400 tabung.

“Kami menerima banyak keluhan dari konsumen,” katanya.

Sementara pengecer gas elpiji di kawasan Klojen, Solihah, mengaku pasokan gas elpiji tersendat sejak dua pekan terakhir. Sebelumnya, setiap pekan ia mendapat kiriman tiga kali. Setiap kiriman tiga kali sebanyak 220 tabung. Namun, kiriman terus berkurang menjadi 100 tabung.

Kasih Ibu Sepanjang Masa


Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Lagu ini begitu lekat dalam benak. Sehingga, walau tidak pernah saya hapalkan, karena sering mengisi memero saya sejak kecil, hingga kini syair maupun nadanya tidak pernah saya lupa. Yang sampai sekarang, saya tidak tahu, siapa penggubah lagu ini?

Hari ini Indonesia memperingati Hari Ibu. Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.

Namun, dalam masyarakat awam, Hari Ibu ini adalah hari biasa saja, seperti layaknya hari-hari yang lain. Tak ada yang khusus demi untuk menghormati peranan Ibu dalam membentuk karakter bangsa.

Mendidik seorang lelaki itu artinya – HANYA – mendidik 1 orang saja. Sementara kalau mendidik seorang perempuan (calon Ibu) artinya mendidik 1 keluarga.

Bahkan seorang Nabi Muhammad SAW. menempatkan derajat Ibu adalah 3 tingkat di atas derajat seorang Ayah.

Maka dari itu, bagi yang masih mempunyai seorang Ibu, jangan sia-siakan beliau. Hormati dan mulaiakan beliau. Kerna jalan menuju sorga berawal dari bawah telapak kaki seorang Ibu.

[ gambar diambil dari sini ]

Buang Sampah Sembarangan, Dendanya Rp 100.000


Warga Kota Malang, Jawa Timur, kini harus lebih berhati-hati dalam membuang sampah. Sebab, membuang sampah rumah tangga dan industri tanpa memilahnya terlebih dahulu antara sampah basah dan kering bakal dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Wasto, Rabu (11/9/2010). Menurut Wasto, meski belum memiliki tong sampah yang sudah terpilah, bukan berarti warga tidak bisa melakukan pemilahan.

“Pemilahan sampah kering dan basah bisa dilakukan dengan cara memisahkannya dalam kantong plastik. Ini kewajiban melekat bagi pembuang sampah, ada atau tidak, harus dipilah,” kata Wasto.

sumber : Buang Sampah Tanpa Dipilah Denda Rp 100 Ribu, SURYA online, Rabu, 10/11/10