Efek Kenaikan Elpiji: Dahlan Iskan Menjadi Sasaran Tembak


dahlan-iskan-karikatur-188962TRIBUNNEWS.COM – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram oleh Pertamina terhitung 1 Januari 2014 dapat juga dilihat sebagai skenario politik dengan dua target sekaligus.

“Target pertama dan minimal adalah menjadikan menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai sasaran tembak. Yakni menjadikan nama DI tercemar di mata masyarakat luas, khususnya kelas menengah dan ikutannya,” ujar Ray di Jakarta, Minggu (5/1/2014).

Menurut Ray, Dahlan dikorbankan tak lepas dari makin kokoh namanya sebagai pemuncak dalam berbagai survei kandidat calon presiden Konvensi Partai Demokrat. Sementara nama yang digadang-gadang naik, tak jua menuai kesan postif.

“Bila nama Dahlan buruk di masyarakat, ada kemungkinan nama-nama yang diinginkan terpilih dalam konvensi akan makin mudah dinominasikan,” terang Ray.

Target kedua, sambung Ray, menjadikan partai-partai koalisi sebagai ‘pahlawan’. Sejak awal, kemungkinannya memang dibuat skenario untuk menaikkan harga elpiji, tetapi sekaligus begitu diumumkan Pertamina akan dibatalkan justru oleh partai-partai yang sebelumnya mendukung.

“Targetnya agar partai-partai ini terlihat prorakyat, peduli pada kesulitan dan sensitif terhadap kehendak publik. Dengan begitu pula, sedikit banyak diharapkan akan dapat menaikkan baik popularitas maupun elektabilitas partai,” tambahnya.

Ia menunjukkan, bagaimana ketika harga jual elpiji 12 kilogram naik, ramai-ramai partai koalisi menolak antara lain, Demokrat dan PAN. Padahal, sebelumnya, dua partai ini kalau tak disebut mendukung, bahkan seolah membiarkan Pertamina mengambil sendiri kesimpulan menaikkan atau menurunkan harga gas elpiji.

“Kini, setelah dinaikkan dan terlihat ada amarah masyarakat, dua parpol ini balik badan buru-buru, seolah tak mendukung sama sekali. Mereka bahkan mengecam Pertamina karena tak sensitif dengan beban masyarakat,” tandasnya.

Gambar dicomot dari sini.

Hari Kesehatan Sedunia 2010: 1000 Cities 1000 Lives


Pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun 2010, WHO mengangkat tema “ Urbanisasi dan Kesehatan” sedangkan untuk tema nasional HKS yaitu : “Dengan hari Kesehatan Sedunia 2010 kita sehatkan kota dan warganya” untuk mengingatkan kepada kita tentang dampak urbanisasi terhadap kesehatan kita baik secara global maupun individual. Urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang masih menunjukkan lonjakan yang cukup fenomenal, terutama penduduk kota di negara-negara berkembang menimbulkan berbagai masalah, seperti kepadatan lalu-lintas, pencemaran udara, perumahan yang kurang sehat dan pelayanan masyarakat yang kurang layak termasuk kriminal, kekerasan dan penggunaan obat-obat terlarang menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan.

Salah satu isu besar dalam permasalahan pengelolaan  lingkungan perkotaan adalah air minum dan sanitasi. Di Indonesia, permasalahan ini ditandai dengan akses dan kualitas pelayanan yang buruk. Lebih dari 100 juta rakyat Indonesia masih kekurangan akses terhadap air minum yang aman, dan lebih dari 70 persen dari 220 juta tergantung pada sumber yang terkontaminasi. Sensus sosial-ekonomi Nasional (SUSENAS) 2004 mencatat bahwa hanya 47 persen penduduk yang dapat mengakses air minum dari sumber yang aman (jumlah ini termasuk 42 persen penduduk di perkotaan). Selama periode 8-tahun (dari 1994 sampai 2002), angka ini meningkat hingga 9 persen di perkotaan.

Terkait masalah kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan, tercatat pada usia di atas 5 tahun, baik di wilayah kota dan desa, lima besar penyebab kematian masih dipegang oleh penyakit degeneratif. Yakni, stroke (19,4%), diabetes mellitus (9,7%), hipertensi (7,5%), TB (7,3%) dan penyakit jantung untuk wilayah perkotaan. Sementara di desa adalah, stroke, TB, hipertensi, penyakit saluran anfas bawah dan tumor ganas. (Sumber data : Laporan Riskesdas 2007, DEPKES RI). Penyakit tidak menular tidak hanya saja telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang tetapi juga di negara sedang berkembang. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya umur harapan hidup, telah dapat diatasinya beberapa jenis penyakit menular dan makin tingginya paparan faktor risiko seperti perilaku (kebisaan) merokok dan minum alkohol, pola aktifitas fisik (kurang olah raga), pola makan yang tinggi lemak dan rendah serat, serta adanya kondisi lingkungan yang merugikan kesehatan seperti pencemaran udara serta rendahnya kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Langkah-langkah antisipasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial kota sudah saatnya dilakukan. Upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab semua pihak.

Hari Kesehatan Sedunia pada tahun ini di maksudkan untuk menarik perhatian dunia pada topik urbanisasi dan dampaknya pada kesehatan masyarakat dengan menjalin kerjasama komitmen pemerintah daerah, organisasi internasional, swasta, organisasi kemasyarakatan dalam upaya pengarusutamaan penangangan masalah kesehatan masyarakat dalam program unggulan daerah.

sumber : HARI KESEHATAN DUNIA 2010 – 1000 CITIES 1000 LIVES

Idul Mudik, Kembali Fitri (update)


Mudik lebaran tahun ini sebaiknya menjadi inspirasi bagi bangsa tentang perlunya menemukan otentisitas kehidupannya…… untuk menemukan, mencium, dan menghirup kembali aroma berbangsa yang otentik dan segar. Kita ingin mudik karena banyak hal otentik yang sudah hilang dari kehidupan berbangsa. Kita ingin kembali ke ”sangkan paraning (asal muasal) Indonesia”. (Indonesia Mudik-KOMPAS)

Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia. (Namun kini soal mudik bukan lagi menjadi milik orang Indonesia saja. Beberapa waktu yang lalu diberitakan di tvOne, bahwa orang Islam di Kashmir juga mudik)

Hasil evaluasi Tim Lebaran Kompas 2010 sejak H-7 Lebaran hingga Senin (13/9) menunjukkan, pemudik masih menderita akibat transportasi massal yang buruk. Pola penarifan angkutan juga tidak berhasil, sebagaimana ongkos angkut sepeda motor dengan kapal dan kereta yang masih tinggi. Akibatnya, jumlah pemudik bersepeda motor tidak berhasil ditekan. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, jumlah sepeda motor di enam pos pemantauan, yaitu Merak (Cilegon), Sadang (Purwakarta), Tanjungpura (Karawang), Ciasem (Subang), Cianjur, dan Ciamis, sejak H-7 hingga H+1 Lebaran 2010 mencapai 573.071 unit. Jumlah itu naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 550.918 unit.

Itu semua adalah kisah mudik nan fisik.

Sementara NANTI

kita bakal

MUDIK SELAMANYA KE HARIBAAN ILAHI.

SUDAHKAH KITA MEMPERSIAPKANNYA?

Harga BBM Yang Jatuh Bangun


imagesDalam Berita-Utama Harian Surya ditulis bahwa Pom Bensin Rugi Mendadak Rp 67 M akibat penurunan Harga BBM. Tentu kerugian yang lumayan besar.

Namun, saat BBM naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 dulu, tak pernah ada yang menghitung berapa Milyar keuntungan yang ditangguk para Pengelola Pom Bensin itu.

Dan yang pasti, walau BBM telah nyata-nyata turun, harga sembako tetap bertengger dengan jumawanya. Dan, yakin, tak akan mau turun.

Dan bila nanti BBM naik lagi, yakin bin pasti itu sembako akan mendahuluinya.

Oh, Indonesia……..

Idul Mudik, Kembali Fitri


Mudik lebaran tahun ini sebaiknya menjadi inspirasi bagi bangsa tentang perlunya menemukan otentisitas kehidupannya. Banyak tanggal pada tahun 2008 berbicara tentang mudik atau kembali ke kampung. Kita mudik ke tahun 1908 saat organisasi Boedi Oetomo (BO) didirikan. Mudik ke tahun 1928 saat ”Sumpah Pemuda” (SP) dikumadangkan. Kembali ke BO dan SP untuk menemukan, mencium, dan menghirup kembali aroma berbangsa yang otentik dan segar. Kita ingin mudik karena banyak hal otentik yang sudah hilang dari kehidupan berbangsa. Kita ingin kembali ke ”sangkan paraning (asal muasal) Indonesia”. (Indonesia Mudik-KOMPAS)

Jumlah pemudik dengan angkutan umum tahun ini 15.799.853 orang, naik 6,14 persen dibandingkan dengan tahun 2007 atau 14.885.490 orang (Kompas, 25/9/2008).

Pemudik dari Jakarta diprediksi naik sembilan persen, dari 2.184.502 orang (Lebaran 2007) menjadi 2.485.165 orang (Lebaran 2008). Dari jumlah itu, 18 persen menggunakan motor. (Optimalisasi Dana Mudik-KOMPAS)

Di jalur padat Malang – Surabaya di saat arus mudik maupun arus balik, nampak begitu padat. Pergerakan kendaraan menjadi lebih lambat ketimbang para pejalan kaki. Gambar berikut saya ambil pada pukul 19.00 WIB. Gambar pertama adalah arus kendaraan dari arah malang menuju ke Surabaya. Terjadi arak-arakan panjang sekitar 3 kilometer.
Sementara di jalur Surabaya – Malang boleh dikatakan berjalan normal tanpa hambatan.

Menurut berita di Metro TV, pada saat mudik lebaran tahun ini terjadi kecelakaan kendaraan sekitar 3000 kali, dengan korban meninggal sekitar 400 orang.

Mudah-mudahan para korban yang meninggal itu sudah melaksanakan ibadah puasa Romadhon dengan baik, sehingga, walau mereka tak sempat tiba kembali ke kampungnya, namun mereka telah kembali fitri ke pangkuan Ilahi. Idul Fitri, dalam arti yang sebenar-benarnya. Amiin..

Siapa Pembunuh Sophan Sophiaan?


Sophan meninggal dunia pada tanggal 17 Mei 2008 dalam sebuah kecelakaan motor gede di Ngawi, Jawa Timur.

Rombongan tiba di kawasan hutan Widodaren pukul 09.49. Tiba-tiba, motor Sophan yang berada ditengah-tengah rombongan terjatuh. Sophan pun juga ikut terjatuh dengan posisi tertelungkup. “Saat jatuh posisinya tertelungkup. Tak terlihat adanya luka. Kakinya patah dan dari mulutnya keluar darah. Sepertinya luka dalam,” ujar peserta JMP 2008 yang saat itu berada di mobil pengawal.

Menurut Tri Erika, mobilnya berada di belakang Sophan. Namun, meskipun terhalang beberapa motor lainnya, Tri Erika bisa melihat jelas saat Sophan terjatuh. “Tidak benar kalau ada tabrakan beruntun tiga motor. Pak Sophan jatuh sendiri karena ada lubang sebesar roda motor Harley,” tegas Tri. (Kronologi Kecelakaan Sophan Sophiaan – Kompas.com)

Belakangan, Widyawati angkat bicara. Widyawati Minta Kejujuran Penabrak. Widyawati masih juga menyimpan pertanyaan seputar kematian suaminya, aktor sekaligus mantan anggota MPR RI, Sophan Sophiaan. Kepergian Sophan sangat memukul Widyawati. Bintang film Romi & Yuli itu meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat konvoi motor gede (moge) memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di perbatasan Ngawi-Sragen pada 17 Mei 2008 lalu. Namun sang istri, Widyawati, meragukannya.

Di balik keikhlasan untuk merelakan kepergian sang suami, Widya merasakan keganjilan. Yang membuat Widyawati masygul adalah saat menerima surat dari kepolisian. Widya mendapat dua amplop dari Polda Jatim yang berisi satu laporan kejadian dan satu lagi pernyataan belasungkawa.

“Ketika saya mau buka, dua surat itu sudah digunting. Seharusnya ini tidak boleh dibuka, saya yang harus buka. Ini saja sudah menyalahi. Kenapa? Ada apa ini?” tanya Widyawati di kediamannya, Jl Garuda C11/1, Bintaro Sektor 1, Jakarta Selatan, Rabu (3/9).

Widya merasa keyakinannya kuat, apalagi dalam siaran televisi ketika itu juga ada anak kecil yang menjadi saksi bahwa Sophan ditabrak oleh penunggang moge di belakangnya.

Jika baru Rabu (3/9) Widya bercerita, itu karena dia dulu panik. “Nggak mungkin ini kecelakaan tunggal. Kalau kecelakaan tunggal, kalau jatuh dari motor gede, paling patah-patah, tidak sampai menghilangkan nyawa seseorang. Saya cek hasil rontgen suami saya, di situ juga ada kejanggalan. Kalau cuman kecelakaan murni, nggak sampe segitunya,” katanya. ( Sophan Dilindas Peserta Konvoi – Surya Online)

Sehari setelah aktris Widyawati mengungkit penyebab kematian suaminya, dua jenderal purnawirawan menggelar jumpa pers membantah telah menabrak Sophan Sophiaan dalam peristiwa kecelakaan saat konvoi motor gede (moge) memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, di perbatasan Ngawi-Sragen pada 17 Mei 2008 lalu.

Dua mantan jenderal yang terusik pernyataan Widyawati itu adalah mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Roesmanhadi dan mantan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda TNI Purn Pieter Watimena. (2 Jenderal Kebakaran Jenggot)

Bantahan kedua mantan jenderal itu, membuat istri Sophan, Widyawati kecewa. “Ya sudah. Kalau mereka bicara seperti itu, ya susah. Saya tidak mau mengomentari apa yang mereka katakan,” ujar Widyawati, Jumat (5/9).

Ia mengaku hanya ingin mengetuk hati nurani siapa saja yang melihat kecelakaan yang menyebabkan suaminya tewas. Menurutnya, seharusnya tidak ada yang menutup-nutupi penyebab kematian Sophan karena ditabrak peserta konvoi. “Saya mengetuk, siapapun yang melihat kejadian itu, coba bicara apa adanya. Jangan menutup-nutupi,” pintanya.

Selain itu, Widyawati mengaku masih punya saksi lain yang ikut di rombongan VVIP dari Malaysia. “Kalau saya bisa cari bukti dari Malaysia, yang ada di rombongan VVIP di depan. Masih banyaklah keterangan yang bisa didapatkan,” kata aktris tahun 1970-an ini.

Polisi juga telah memanggil Ny Atin, setelah pada panggilan pertama tak bisa datang karena sedang di Amerika. Ny Atin, peserta Konvoi Jalur Merah Putih (JMP), merupakan saksi kunci untuk mengungkap kematian Sophan. Mabes Polri menjadwalkan memeriksa perempuan itu 10 September mendatang. “Ny Atin kunci satu-satunya,” kata Abubakar.

Ny Atin menjadi saksi kunci, sebab pada saat peristiwa itu terjadi, ia berada di belakang Sophan. Ia diduga tahu kejadian yang menyebabkan aktor era 70-an itu meninggal. ( Widyawati Simpan Saksi dari Malaysia – Surya Online)

Lalu, siapa gerangan pembunuh sebenarnya?

Black Box Adam Air: Soalnya Bukan Lagi Mana Yang Asli


Di tengah-tengah gelontoran berita soal Ryan Jagal dari Jombang, belakangan ini kontroversi soal rekaman saat-saat menjelang kejatuhan Adam Air mulai bredar di berbagai media massa. Setelah marak menjadi pembicaraan di berbagai forum dan blog, pada tanggal 1 Agustus 2008 Anteve menyiarkan rekaman tersebut di televisi. Demikian blog brodcasting management menulis.

Sementara itu, lanjutnya, awal munculnya rekaman ini ditengarai dari forum Kaskus.com oleh salah satu anggotanya dengan nick exc@libur. Kabarnya, exc@libur mendapat bantuan dari seseorang dengan nick Black Angel, yang sekali lagi kabarnya, bekerja sebagai ATC (Air Traffic Control) untuk melakukan transkripsi atas rekaman tersebut.

Yang perlu dipertanyakan, bagaimana rekaman black box yang tergolong sebuah temuan rahasia dalam proses penyelidikan sebuah kecelakaan pesawat terbang, bisa beredar luas di masyarakat.

Kompas menulis, bahwa Pemerintah dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi harus segera mengklarifikasi kebenaran isi dan beredarnya transkrip serta rekaman yang diduga sebagai suara percakapan pilot dan kopilot AdamAir, yang mengalami musibah di Selat Makassar, 1 Januari 2007.

Ketidakjelasan masalah ini akan semakin mencoreng penerbangan Indonesia di dunia internasional. ”Hasil rekaman kotak hitam pesawat sifatnya rahasia dan tak boleh dipublikasikan secara utuh. Rekaman kotak hitam diputar hanya untuk kepentingan investigasi. Ini sesuai dengan aturan penerbangan Anex 13. Dengan beredarnya isi rekaman kotak hitam, berarti Pemerintah Indonesia dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) tidak bisa menjaga kerahasiaan, dan ini menjadi persepsi negatif,” kata pengamat hukum penerbangan, Kamis Martono, Sabtu ( 2/8 ) di Jakarta.

Sementara itu, Kompas.com, pun akhirnya juga melansir rekaman versi KNKT.

Sebagai bahan perbandingan dengan rekaman yang beredar lewat internet, berikut adalah petikan percakapan pilot dan kopilot sesaat sebelum pesawat itu pecah menghantam laut.

Waktu percakapan dalam transkrip 06:56:55.2 Universal Time Coordinate (UTC) atau sekitar pukul 13.56 WIB.

Pilot (P) : Taruh di IRS attitude
Kopilot (K) : Oke Kep
P : Masukkan
P : Masih fail (gagal)
K : Fail
P : Ada fault. Pilih attitude
K : mengalihkan ke mode IRS
P : Attitude left
K : Left
P : Setelah ini heading set ya, masukin ya..

Suara autopilot mati 4 detik berikutnya.
Kemudian lanjutan transkrip yang diambil antara 06:47:10 UTC-06:50:21 UTC atau pukul 13.47 WIB-13.50 WIB. Dalam percakapan ini terungkap IRS tidak berfungsi.

P : Lihat QRH. Kalau IRS nomor 2 mati, lihat ada apa.
K : IRS
P : Navigasi, FMS (Flight Management System, komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tersebut), lihat FMS-nya.
K : IRS fault
P : Eleven four, itu nggak fault
K : Itu nggak fault
P : IRS-nya salah
K : Tapi faultnya harus dinyalakan Capt
P : Iya, itu nggak fault
K : Yes, on the ground flight
K : Yang satu ini on the ground
K : IRS fault eleven four
P : Itu nggak fault
K : No.. no.. no..

Ada kata-kata ‘flight’ yang terekam, namun tidak bisa diidentifikasi siapa yang mengucapkannya.

K : Yang left bagus
P : Ya, itulah kenapa
P : Bisakah kita mematikan salah satu IRS?
K : Sepertinya nggak perlu
P : Nggak ada apa-apa
P : Nggak ada apa-apa
K : Radial, two nine zero, yup

06:58:10.6 UTC atau sekitar pukul 13.58 WIB, suara peringatan bank angle berbunyi 4 kali.

P : Taruh NAV lagi, taruh NAV lagi
K : Yes
P : Taruh di NAV lagi, taruh NAV lagi

Ada suara peringatan altitude deviation

K : NAV
P : Jangan dibelokin! Ini heading kita
K : Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan! Hentikan!

Kemudian pukul 06:59:05 UTC atau pukul 13.59 WIB terdengar suara berdebam keras.

Soalnya sekarang, bukan lagi terletak pada prtanyaan mana yang asli dan mana yang tidak. Melainkan kenapa sampai beredar percakapan yang seharusnya belum boleh dikonsumsi untuk umum.

Peraturan penerbangan internasional Anex 13 Pasal 5 Butir 12D intinya menyebutkan bahwa rekaman suara kokpit tidak boleh dipublikasikan. Hasil rekaman itu hanya boleh dimasukkan dalam laporan akhir jika berkaitan dengan analisis kecelakaan.

Ini pertanda apa? Apa karena lambatnya kerja KNKT sehingga akhirnya rekaman yang membuat bulu kuduk menjadi merinding? Atau karena ada kesimpulan bahwa kecelakaan itu lantaran faktor human error dan bukan karena pesawatnya yang rusak? Atau sebagai selingan berita soal Ryan yang mendominasi media massa?