Indonesia Pasti Menang, Tapi Juara AFF 2010?


Ranking tertinggi yang pernah dicapai Indonesia (menurut FIFA) adalah di posisi 76 (September 1998) dan ranking terendah di posisi 153 (Desember 2006).

Sementara Malaysia menempati ranking tertinggi di posisi 75 (Agustus 1993) dan ranking terendah di posisi 170 (April 2008).

Yang terkini, Indonesia menempati ranking 127 menurut FIFA/Coca-Cola World Ranking. Sementara Malaysia menempati ranking 144. Beda jarak 17 peringkat.

Pada laga penyisihan, Indonesia membantai Malaysia 5 – 1. Dan di laga Final Putaran Pertama Malaysia membalas dengan menjebol gawang Indonesia 3 kali tanpa balas.

Dan sore ini, Final Putaran Kedua bakal digelar di Gelora Bung Karno. Siapa yang bakal memenangi laga ini?

Saya yakin Indonesia PASTI MASIH BISA MENANG. Namun apakah akan bisa menjadi Juara AFF 2010? Nampaknya bukan hal yang mustahil, walau hal ini sangat amat sulit sekali. Kerna harus memasukkan gol minimal 4 tanpa balas.

Kompasiana menulis: Indonesia pernah menaklukkan Malaysia dengan skor telak 5-1. Namun, bisa jadi memang saat itu timnas Malaysia tidak menurunkan kekuatan penuhnya dengan hanya menurunkan para pemain lapis keduanya. Atau, belum menemukan bentuk permainan terbaiknya.

Atau mungkin ada beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan kekalahan telak itu. Sehingga singkat katanya, dikatakan bahwasanya pada pertandingan nanti malam itu tim Malaysia bukanlah lagi tim yang selemah pada waktu ditaklukkan oleh Indonesia.

Ditambah lagi, secara grafik penampilan boleh dibilang Malaysia menunjukkan tren perbaikan yang terus menanjak menuju ke titik kulminasi puncaknya.

NAMUN, LEPAS DARI ITU SEMUA, SAYA SANGAT BERHARAP AGAR INDONESIA MENJADI JUARA.

Ini akan menjadi obat pelipur lara masyarakat Indonesia pada umumnya dan MUNGKIN BISA MENYELEMATKAN TUAN NURDIN HALID YANG SEKARANG INI BAK TELUR DI UJUNG TANDUK.

PSSI, Ojo Dumeh!


Ketika saya masih sekolah di SD, sering membaca tulisan “Ojo Dumeh” di slebor becak. Lalu ada gambar Tokoh Punakawan yang bernama Semar alias Bethara Ismaya. Waktu itu saya sama sekali nggak ‘mudheng’ apa itu ojo dumeh. Dan tulisan di slebor becak itu berangsur-angsur menghilang, kerna keberadaan becak mulai terpinggirkan.

Kini, saya sudah mulai paham tentang apa itu maksud yang terkandung dalam falsafah “Ojo Dumeh” itu.

Menurut Agung Praptapa, dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development, Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai “jangan mentang-mentang”. Falsafa ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Pagi ini, Harian Surya Menurunkan Head-line dengan judul: Bu Nyai, Gonzales Ojo Dumeh. Dan ‘wejangan’ ini tentu saja tak berlaku untuk Gonzales. Melainkan kepada semua pemain yang tergabung dalam Tim Nasional. Lebih-lebih, terutama, untuk PSSI. Jangan lantas menepuk dada.

Masih jauh, persepakbolaan di jagad Indonesia masih jauh dari memuaskan. Ini hanya merupakan langkah awal.

Namun, lepas dari semua itu, sukses untuk Timnas PSSI yang tengah berlaga demi Piala AFF 2010.

Arema Indonesia: Lagi-lagi Faktor Pierre Njanka


Kalau Anda men-search Pierre Njanka di Wikipedia Indonesia, yang muncul: Mungkin maksud Anda adalah: Nangka. Namun kalau versi English muncul profil tulisan (tanpa foto) sebagai berikut :

Pierre Djaka Njanka-Beyaka (born 15 March 1975) is a Cameroonian football player. He is now playing in Indonesia for Arema Indonesia. Njanka played for Cameroon at the 1998 and 2002 World Cups, as well as the 2004 African Nations Cup. He has been capped 47 times for his country. He scored a goal against Austria in World Cup 1998.

Njanka previously played for RC Strasbourg, CS Sedan and FC Istres in the French Ligue 1 and Ligue 2.[1]

Dan berkat Njanka, maka para pembajak tak berhasil mengambil pemain-pemain andalan dari Arema Indonesia. (Profil Arema juga muncul di Wkipedia versi Inggris).

Sriwijaya FC pun harus gigit jari, karena tak bisa membajak Njanka. Dan Along dan Pidhuan pun “balik kucing” karena mereka baru ada harganya kalau Njanka juga ikut eksodus.

Malang Pos hari pun memberitakan. Robert Alberts (mantan pelatih yang hijrah ke PSM) tak bisa ‘membajak’ Kurnia Meiga untuk bergabung dengan PSM karena Njanka masih bertahan di Arema.

Jadi FAKTOR NJANKA (The Njanka Factor) sangat berperan di sini.

Syukurlah kalau begitu. Mudah-mudahan Arema Indonesia masih berjaya di musim kompetisi tahun depan.

Terima kasih Pierre Njanka.

Along Balik Kucing Karena Njangka


Diberitakan Malang Pos kalau akhirnya Mochammad “Along” Noh Alamsyah dan Ridhuan akan “balik kucing” ke Arema. Kenapa?

Beberapa hari lalu, Sriwijaya FC telah mengklaim mendapatkan dua pemain asing Arema asal Singapura, Noh ‘Along’ Alamshah dan Muhamad Ridhuan. Klaim tersebut disampaikan Ricky Nelson, agen pemain yang membawa Along dan Ridhuan ke Indonesia.

Dua pemain andalan Singo Edan ini disebut-sebut sudah teken kontrak dengan tim yang baru meraih gelar juara Piala Indonesia itu. Namun kenyataannya, manajemen SFC baru menyodorkan pra kontrak pada dua pemain ini dan belum sampai pada kontrak resmi seperti yang diatur PT Liga Indonesia.

Kini, dengan kepastian bertahannya Pierre Njanka di Arema, ternyata membuat Along dan Ridhuan menjadi bimbang untuk memutuskan gabung dengan SFC. Pasalnya, menurut informasi, salah satu persyaratan mereka gabung SFC adalah bersama Njanka.

Kebetulan dari keterangan manajemen SFC, Njanka sebenarnya juga telah menerima uang pra kontrak seperti halnya Along dan Ridhuan. Tapi pada detik terakhir, kapten tim Arema itu memutuskan untuk teken kontrak di Arema.

Dampaknya, seperti yang dirilis media lokal di  Palembang, Along dan Ridhuan berencana tak melanjutkan pra kontraknya dengan manajemen Sriwijaya FC. Meski sebelumnya dua pemain ini sudah siap-siap berlabuh di SFC.

Balik Kucing?

Balik kucing sendiri adalah ungkapan Jawa yang artinya kurang lebih sama dengan balik kandang, kembali ke asal, atau mungkin yang paling ekstrim adalah menjilat ludah sendiri. Atau kembali ke tempat semula setelah pergi ke tempat lain. Kalau digathuk-gathukke (dihubung2kan) kayaknya mirip dengan kucing piaraan, dibuang ratusan kilometerpun dia pasti akan kembali.

Kartu Merah untuk Along: Disengaja?


Sebuah kebetulan ataukah memang ada unsur kesengajaan, tampaknya sulit ditebak. Yakni menyangkut kartu merah yang diterima Noh ‘Along’ Alamshah menit 20 di partai final Piala Indonesia, plus teken kontrak yang dilakukan Along dengan Sriwijaya FC, hanya beberapa jam setelah Arema kalah dari Sriwijaya.

Andai disebut kebetulan, mungkin saja benar. Karena antara Arema dan Sriwijaya, sama-sama menginap di Hotel Best Western Premier Solo. Praktis, sangat mudah terjadi komunikasi antara Along dengan manajemen Sriwijaya.

Hanya saja, nama Sriwijaya sama sekali tidak pernah terdengar sebagai tim yang bakal dituju Along. Bahkan awalnya, Along mengaku mulai melakukan pembicaraan dengan Persib Bandung.

Tetapi melihat pelanggaran yang dilakukan Along terhadap defender Sriwijaya – yang juga sama-sama penghuni timnas Singapura – Precious Emuejeraye, rasanya janggal jika tidak ada unsur kesengajaan untuk mendapat kartu.

Pasalnya, Along bukan pemain kemarin sore. Dia pemain profesional dan sudah paham betul jika pelanggaran itu bakal berbuah kartu merah. Belum lagi, sebagai kapten tim, sepanjang 20 menit awal dia bermain, terlalu banyak tindakan emosional yang dia lakukan.

’’Aneh ae, Sam. Mosok Along utem menit 20 gara-gara kartu. Justru karena Along keluar, Arema jadi kacau dan kalah. Tiba-tiba selesai main, Along langsung teken kontrak sama Sriwijaya. Kan aneh. Jangan-jangan sengaja,’’ tulis salah satu Aremania pada nomor ponsel Malang Post.

Perpindahan Along itu sendiri dibenarkan agennya, Ricky Nelson. Alasan yang disampaikan cukup sederhana. Keduanya adalah pemain profesional. Jadi siapa yang memberikan penawaran lebih tinggi, tentunya akan diambil.

Sumber : Malang Post

FIFA: Spanyol Peringkat 1, Indonesia 138


Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) secara resmi mengeluarkan peringkat terbaru tim-tim di dunia. Dalam rangking yang dirilis per 14 Juli 2010 itu, Spanyol sebagai juara dunia tampil sebagai pemuncak menggeser Brasil.

La Furia Roja memiliki poin 1883 atau lebih banyak 318 poin dibanding Mei lalu. Sedangkan lawan Spanyol di final Piala Dunia 2010, Belanda, naik dua peringkat ke posisi dua dengan 1659 poin.

Brasil, Jerman, Argentina, dan Uruguay berada di posisi tiga hingga lima. Yang mengejutkan adalah posisi Inggris yang naik satu peringkat ke nomor tujuh meski tampil buruk di Piala Dunia 2010.

The Three Lions mengoleksi 1125 poin dan lebih banyak 57 angka dibanding Mei 2010. Nasib itu masih lebih baik dibanding Italia yang terjun bebas ke peringkat 11 dunia dengan 982 poin. Gli Azzuri merosot enam peringkat di bawah Mesir dan Chile.

Bagimana dengan Indonesia? Negara tercinta masih berkutat di luar peringkat 100 besar tepatnya di posisi 138. Tim Merah Putih turun satu peringkat dan kehilangan 12 poin. Indonesia tertinggal jauh di belakang Thailand (105), Singapura (121), bahkan dari Vietnam (127).
Sumber: VIVAnews

Piala Dunia 2010: Villa Berpeluang Raih Golden Boot


Siapa yang bakal meraih Sepatu Emas (Golden Boot) dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan kali ini? Ada 10 yang menjadi kandidatnya:

Pemain

Negara

Gol

David Villa Sánchez

Spanyol

5

Wesley Benjamin Sneijder

Belanda

5

Miroslav Marian Klose

Jerman

4

Gonzalo Higuaín

Argentina

4

Diego Forlán

Uruguay

4

Róbert Vittek

Slovakia

4

Thomas Müller

Jerman

4

Asamoah Gyan

Ghana

3

Landon Donovan

AS

3

Luís Fabiano

Brasil

3

Namun yang paling berpeluang David Villa Sánchez, lalu Wesley Benjamin Sneijder dan terakhir adalah Miroslav Marian Klose yang profil lengkapnya bisa dilihat berikut ini:

David Villa Sánchez
Date of birth 3 December 1981 (Age 28)(1981-12-03)
Place of birth Langreo, Spain
Height 1.75 m (5 ft 9 in)
Playing position Striker
Current club Barcelona
Number 7
Youth career

1991–1999 Langreo

Senior career *)
Year Team Appearances Goals
1999 – 2001 Sporting Gijón B 65 25
2003 – 2005 Sporting Gijón 80 38
2005 – 2010 Zaragoza 70 32
2010 – Barcelona 0 0
National Teams **)
2000 – 2003 Spain U21 7 0
2005 – Spain 64 43
*) Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 3 Juli 2010 (UTC).
**) National team caps and goals correct as of 8 July 2010 (UTC).

Wesley Benjamin Sneijder

Date of birth June 9, 1984 (1984-06-09) (age 26) (1981-12-03)
Place of birth Utrecht, Netherlands
Height 1.71 m (5 ft 7+12 in)
Playing position Attacking Midfielder
Current club Internazionale
Number 10
Youth career

1991–2002 Ajax

Senior career *)
Year Team Appearances Goals
2002 – 2007 Ajax 127 44
2007 – 2009 Real Madrid 52 11
2009 – Internazionale 26 4
National Teams **)
2003 – Netherlands 67 19
*) Senior club appearances and goals counted for the domesticleague only and correct as of 01 April 2010.
**) National team caps and goals correct as of 06 July 2010

Miroslav Marian Klose

Date of birth 9 June 1978 (1978-06-09) (age 32) (1981-12-03)
Place of birth Opole, Poland
Height 1.82 m (6 ft 0 in)
Playing position Striker
Current club Bayern Munich
Number 18
Youth career

1991–2002 Ajax

Senior career *)
Year Team Appearances Goals
1998–1999 Homburg 20 11
1999–2001 Kaiserslautern II 50 26
1999–2004 Kaiserslautern 120 44
2004–2007 Werder Bremen 89 53
2007– Bayern Munich 78 23
National Teams **)
2001 – Germany 101 52
*) Senior club appearances and goals counted for the domestic leagueonly and correct as of 15:33, 18 June 2010 (UTC).
**) National team caps and goals correct as of 08:32, 08 July 2010(UTC)

Sumber : Wikipedia & FIFA.com