Pemerintah Selidiki Telkomsel dan Indosat Terkait Isu Penyadapan


Kementerian Komunikasi dan Informatika akan segera melakukan penyelidikan terhadap dua operator Indonesia, Indosat dan Telkomsel terkait kasus penyadapan yang diduga dilakukan intelijen Amerika dan Australia.

“Menyadap itu tidak sulit. Alatnya itu juga ada (ditengah masyarakat). Makanya kami sering melakukan razia atau sweeping. Ancaman hukuman antara 10 hingga 15 tahun penjara jika terbukti melakukan penyadapan. Kalo memang terbukti, ya kita juga akan cabut izin operasi dan usahanya operator itu,” jelas Gatot S.Dewa Broto.

sumber: VOA Indonesia, Pemerintah Selidiki Telkomsel dan Indosat Terkait Isu Penyadapan

Melempar Indosat Meraup Rp 30 Triliun


Pada Jumat dua minggu lalu, Abdullah al-Thani dan Chief Executive Officer ST Telemedia Lee Theng Kiat menandatangani perjanjian jual-beli saham Indosat di markas besar ST Telemedia di Singapura. Dengan tebusan uang US$ 1,8 miliar, sayap bisnis telekomunikasi Temasek*) itu bersedia melepas 40,82 persen sahamnya di Indosat, yang dipegangnya melalui Asia Mobile Holding.

Ini transaksi kakap kedua Temasek di Indonesia sepanjang tahun ini. Pada Maret lalu, Temasek menjual sahamnya di Bank Internasional Indonesia ke Maybank untuk memenuhi aturan Bank Indonesia tentang kebijakan kepemilikan tunggal (single presence policy). Dari sini, Temasek mengantongi US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,6 triliun. Ditambah transaksi Indosat, Temasek tahun ini membawa pulang hampir Rp 30 triliun dari Indonesia.

Inilah langkah spektakuler Temasek. Dua tujuan tercapai. Temasek bisa keluar dari masalah tuduhan memonopoli pasar telepon seluler di Indonesia. Pada saat yang sama, Temasek melalui anak perusahaannya, ST Telemedia, berhasil meraup dana yang sangat besar.

Dengan dana sekitar Rp 16,7 triliun, kantong ST Telemedia memang menjadi begitu gemuk. Tatkala mengambil alih 41,94 persen saham Indosat melalui tender enam tahun silam, ST Telemedia hanya merogoh Rp 5,62 triliun. Senior Vice President Strategic Relation ST Telemedia Kuan Kwee Jee mengakuinya.

_____________________

*) Sumber: MBM TEMPO Online, Edisi 17/XXXVII/16 – 22 Juni 2008

*) Temasek menurut istilah bahasa Melayu mempunyai arti hutan rawa. Hal ini merupakan keadaan Singapura pada tahun 1970-an. Sebelum bernama Singapura, negara/daerah tersebut dikenal dengan nama Temasek.

Mau? Begitu 3 Kasih Tawaran


three2.gifKarena kartuHALO saya terblokir, karena telat bayar, saya mencoba untuk membeli kartu 3 alian three. Harganya Rp 8.000, dengan pulsa utama Rp 5.000 dan bonus pulsa Rp 10.000 (khusus untuk sesama 3).

3 (baca: tri; dari bahasa Inggris untuk angka tiga: “Three”) adalah nama merek yang digunakan untuk sembilan jaringan telekomunikasi seluler di Eropa, Asia, dan Australia. Hutchison Whampoa memiliki saham (baik saham mayoritas maupun minoritas) di kesemuanya. Seluruh jaringan bermerek 3 tersebut menyediakan teknologi 3G dan mementingkan layanan “multimedia bergerak” mereka. Jaringan ini hadir di Australia, Austria, Britania Raya, Denmark, Hong Kong, Indonesia, Irlandia, Italia, dan Swedia.

Jaringan 3 dioperasikan PT. Hutchison Charoen Pokphand Telecom (HCPT),[1] yang 60% sahamnya dimiliki Hutchison Whampoa dan sisanya oleh Charoen Pokphand. Meskipun lisensi 3G telah diperolehi pada tahun 2004 saat perusahaan tersebut masih bernama Cyber Access Communication, layanan 3G baru mulai diluncurkan pada 29 Maret 2007 dengan wilayah jangkauan Jakarta pada awalnya.

Namun, nampaknya saya kecele. Saya pikir daya jangkau 3 ini luas, ternyata tidak. Saat saya ada keperluan di Sumbermanjing Wetan, ternyata sinyal 3 blank. Sementara saat saya ganti dengan kartuHALO ternyata ada sinyal.

Begitu pula saat saya lagi berwisata religi ke Madura, saat di Martajasah, Bangkalan, saat berziarah ke makam mbah Cholil, ini kartu juga tak berdaya.

Jadi, walau usia 3 ini sudah setahun (?) ternyata daya jangkaunya masih di sekitar perkotaan saja.

Walau untuk SMS sesama 3 adalah gratis, dan ke operator lain taripnya 1/2 harga (tapi harus isi pulsa lagi minimal Rp 10.000), kalau keperluan kita sering ke pelosok, perlu dipikir ulang bila MAU mempergunakan kartu 3 ini.