World Cup 2010: Uruguay vs. Ghana


Pamor Uruguay seolah tenggelam setelah merebut trofi pada 1950. Harapan untuk mengulang sukses pun pernah tumbuh pada 1970. Sayang, impian untuk tampil di final sekaligus meraih trofi kandas setelah pada laga semifinal ditundukkan Brazil 3-1. Meski mereka gagal, tiket semifinal yang diraih pada 1970 itu merupakan pencapaian tertinggi La Celeste – julukan timnas Uruguay – di ajang Piala Dunia dalam 40 tahun terakhir. Sebab, setelah 1970, kehadiran Uruguay di ajang Piala Dunia tak lebih dari penggembira.

Nah, kans untuk mengulang prestasi 1970 terbuka dini hari nanti. Skuad asuhan Oscar Washinton Tabarez itu akan menghadapi Ghana di perempat final (tayangan langsung RCTI pukul 01.30 WIB). Tapi, sama seperti Uruguay, The Black Stars – julukan Ghana – pun punya ambisi tinggi di laga tersebut. Ghana yang menjadi satu-satunya wakil Afrika di fase knockout ingin menorehkan catatan sejarah. Mereka termotivasi untuk menjadi wakil Afrika pertama yang berlaga di semifinal Piala Dunia. Sejauh ini, pencapaian terbaik tim Afrika di Piala Dunia hanya sampai pada perempat final. Yakni, Kamerun pada 1990 dan Senegal (2002).

Seperti yang saya prediksikan di sini, saya mengunggulkan Ghana.

URUGUAY

1 Fernando MUSLERA, 12 Juan CASTILLO, 23 Martin SILVA, 2 Diego LUGANO, 3 Diego GODIN, 4 Jorge FUCILE, 6 Mauricio VICTORINO, 16 Maximiliano PEREIRA, 19 Andres SCOTTI, 22 Martin CACERES, 5 Walter GARGANO, 8 Sebastian EGUREN, 11 Alvaro PEREIRA, 14 Nicolas LODEIRO, 15 Diego PEREZ, 17 Egidio AREVALO, 18 Ignacio GONZALEZ, 20 Alvaro FERNANDEZ, 7 Edinson CAVANI, 9 Luis SUAREZ, 10 Diego FORLAN, 13 Sebastian ABREU, 21 Sebastian FERNANDEZ

Peltih: Oscar TABAREZ

GHANA

1 Daniel AGYEI, 16 Stephen AHORLU, 22 Richard KINGSON, 2 Hans SARPEI, 4 John PANTSIL, 5 John MENSAH, 7 Samuel INKOOM, 8 Jonathan MENSAH, 15 Isaac VORSAH, 17 Ibrahim AYEW, 19 Lee ADDY, 6 Anthony ANNAN, 9 Derek BOATENG, 10 Stephen APPIAH, 11 Sulley MUNTARI, 13 Andre AYEW, 21 Kwadwo ASAMOAH, 3 Asamoah GYAN, 12 Prince TAGOE, 14 Matthew AMOAH, 18 Dominic ADIYIAH, 20 Quincy OWUSU-ABEYIE, 23 Kevin Prince BOATENG

Pelatih: Milovan RAJEVAC

sumber : Jawa Pos dan FIFA.com

Kepulauan Indonesia: Setelah 24 Menyusul 2000 Yang Terancam Lenyap


MALANG, SABTU-Sedikitnya 2.000 pulau kecil yang bertebaran di wilayah Indonesia terancam hilang akibat kelebihan produksi penambangan dan kegiatan lain yang tidak ramah terhadap lingkungan laut dan daratan.

panorama-pulau-sibaru-baru-kompascom“Tapi herannya kenapa semua pada diam termasuk perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta yang jumlahnya ratusan ini tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kegiatan yang bisa menghilangkan pulau-pulau kecil itu,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi di Malang, Sabtu (29/11).

Menteri mengatakan hal itu usai memberikan pidato ilmiah di hadapan ratusan wisudawan sarjana strata 1 (S1), strata 2 (S2) dan diploma III (D3) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang di gedung Dome.

Menurut dia, saat ini Indonesia sudah kehilangan lebih dari 24 pulau kecil termasuk delapan pulau yang berada di kawasan Kepulauan Seribu dan rata-rata pulau yang hilang itu adalah pulau yang tidak berpenghuni (kosong).

Untuk mendapatkan pengesahan kepemilikan pulau-pulau kecil tersebut, katanya, pihaknya secara bertahap telah mendaftarkan sekitar 4.000 pulau ke perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan tidak lama lagi sekitar 6.000 pulau juga menyusul pendaftarannya.

Ia mengakui, pihaknya terus malakukan inventarisasi pulau-pulau kecil yang berada di wilayah Indonesia termasuk daerah yang berbatasan dengan negara lain dan didaftarkan ke PBB agar tidak bisa diganggu gugat kepemilikannya oleh siapapun.

Pulau besar dan kecil di Indonesia yang telah terinventarisasi saat ini sebanyak 17.504 pulau dan jika tidak ada langkah untuk menghentikan penambangan pasir besar-besaran maupun kegiatan lain yang merugikan, maka 2.000 pulau terancam  hilang menyusul 24 pulau yang hilang lebih dulu. (2.000 Pulau di Indonesia Terancam Hilang -Kompas.Com)