Sensasi Monster Air di Pantai Ancol?


Setelah muncul di You Tube soal adanya monster air di Pantai Ancol, dunia maya jadi ‘geger’. Namun, pagi tadi, di kabar pagi tvOne, ternyata itu monster adalah sekedar sebutan mahluk kecil pemakan bangkai, yang hanya bisa hidup di pinggir pantai.

Berbahayakah ‘mereka’ bagi manusia. Ini masih akan diteliti oleh pihak pengelola Ancol. Menurut pengakuan si pembuat video itu ternyata ia tak merasa sakit saat dikerubuti para monster itu. Meski sedikit memerah, namun akan hilang dengan sendirinya.

Bagi yang belum lihat, bisa lihat video di bawah, yang saya ambil dari You Tube dengan judul:

Waspada Ancol! Ada Monster Air! :

info lebih lengkap, bisa tengok di sini.

Advertisements

Potensi Zakat di Indonesia (sebetulnya) Luar Biasa


Potensi zakat, yang pelaksanaannya merupakan salah satu dari lima Rukun Islam, bisa mencapai triliunan rupiah. Namun, sejauh ini pengorganisasian zakat tersebut belum optimal sehingga manfaatnya belum dapat dirasakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat di Indonesia.

Berdasarkan hitungan Kompas, potensi minimal zakat di Indonesia sebesar Rp 4,8 triliun. Asumsinya, penduduk Muslim 88,2 persen dari total penduduk Indonesia. Mengacu pada Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007, dari 56,7 juta keluarga di seluruh Indonesia, 13 persen di antaranya memiliki pengeluaran lebih dari Rp 2 juta per bulan. Dengan asumsi bahwa penghasilan setiap keluarga itu lebih besar daripada pengeluaran, minimal keluarga itu mampu membayar zakat 2,5 persen dari pengeluarannya. Dengan demikian, nilai totalnya menjadi Rp 4,8 triliun.

Survei Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) tahun 2007 menyebutkan, potensi zakat di Indonesia lebih besar lagi, yaitu Rp 9,09 triliun. Survei ini menggunakan 2.000 responden di 11 kota besar.

Pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio, bahkan menyebut potensi zakat Indonesia mencapai Rp 17 triliun. Namun, hasil riset terbaru dari Ivan Syaftian, peneliti dari Universitas Indonesia, tahun 2008, dengan menggunakan qiyas zakat emas, perak, dan perdagangan, didapat data potensi zakat profesi sebesar Rp 4,825 triliun per tahun. Penghitungan ini menggunakan variabel persentase penduduk Muslim yang bekerja dengan rata-rata pendapatan di atas nisab.

Sementara itu, jumlah dana zakat yang bisa dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun 2007 sebesar Rp 14 miliar. Apabila digabung dengan penerimaan zakat seluruh lembaga amil zakat (LAZ) tahun 2007, dicapai Rp 600 miliar. Nilai ini hanya 12,5 persen dari potensi minimal yang ada jika asumsi potensi Rp 4,8 triliun.

Manajemen zakat

Direktur Eksekutif Baznas Emmy Hamidiyah berpendapat bahwa manajemen zakat perlu diatur lebih baik karena belum maksimal. ”Selama ini belum ada lembaga yang mengatur semua pengelola dan penyalur zakat. Sebaiknya ada kontrol sehingga penggunaan zakat dapat dirasakan umat,” kata Emmy.

Selama ini, pengelolaan zakat dilakukan Baznas, Badan Amil Zakat Daerah, dan LAZ yang tersertifikasi maupun yang tidak. Pengelola masing-masing mempunyai aturan main sendiri dalam operasionalnya.

Amin Abdullah, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, menuturkan, persoalan zakat melibatkan tiga aspek penting yang saling mengait, yaitu muzaki atau pemberi zakat, pengelola zakat, dan pengawas. Namun, hingga kini ketiga aspek itu masih jalan sendiri-sendiri. Akibatnya, optimalisasi potensi zakat dan pemanfaatannya belum bisa dilakukan. ”Selama tiga faktor ini tidak berjalan, potensi sebesar apa pun hilang,” ujarnya, Senin (29/9).

Syafii Antonio juga menyayangkan sebagian besar umat Muslim yang hanya memaknai zakat sebagai ibadah ritual. ”Zakat ibarat potensi besar yang mati sehingga belum bisa jadi tumpuan pengentasan kemiskinan,” paparnya.

Tragedi pembagian zakat di Kabupaten Pasuruan, 15 September, yang menewaskan 21 orang, merupakan pelajaran berharga.

Peneliti PIRAC, Hamid Abidin, menilai, pendayagunaan zakat kurang karena hanya menggunakan pendekatan santunan. Zakat masih lebih fokus pada delapan kelompok yang berhak menerima. Padahal, zakat berfungsi stra- tegis dalam pemerataan kekayaan, pemberdayaan ekonomi umat, aspek advokasi, dan pendidikan. (Potensi Zakat Triliunan Rupiah – Kompas)

[ Gambar diambil dari sini ]

Toy Story3 from Indonesia


Toy Story adalah sebuah sebuah film animasi menggunakan gambar yang dibuat oleh komputer (Computer-generated imagery/CGI). Film yang dibuat oleh Pixar ini dirilis oleh Walt Disney Pictures dan Buena Vista Distribution di Amerika Serikat pada 21 November 1995 serta di Britania Raya pada 22 Maret 1996.

Toy Story adalah film panjang dengan gambar buatan komputer pertama yang dirilis Disney, bahkan dikatakan sebagai yang paling pertama. Film ini juga merupakan film Pixar pertama yang dirilis ke bioskop, meraup US$ 356.800.000 di seluruh dunia. Ceritanya berkisar tentang petualangan mainan yang digambarkan bisa hidup jika tidak ada orang.

Sekuel film ini, Toy Story 2, dirilis pada 1999. Video Buzz Lightyear of Star Command: The Adventure Begins dan serial televisi Buzz Lightyear of Star Command yang dirilis pada 2000 menceritakan petualangan Buzz Lightyear, salah satu mainan dalam Toy Story.

Toy Story 3 bakal dirilis pada tanggal 18 June 2010. Belum tahu bagaimana kisahnya, muncul bocoran dari Indonesia (?). Seperti yang ditulis Kompas dalam Tajuk Rencana, 9 September 2008 kemarin:

Pada masa pangan dan energi menjadi komoditas mahal seperti sekarang ini, masuk akal orang terpanggil untuk mencari solusi, mencari jalan keluar.

Di bidang pangan, salah satu upaya yang dilakukan adalah menemukan benih unggul. Namun, upaya ini tak bisa dilepaskan dari praksis ilmiah, yang di dalamnya ada prosedur yang harus diikuti dengan saksama, seperti riset dan pengembangan, pengujian laboratorium dan pengujian di lapangan, yang tidak jarang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Jelas itu menuntut ketekunan dan kesabaran, meneguhkan kearifan yang sudah sering kita dengar, bahwa tidak ada sukses dan karya besar yang instan.

Sayang, dalam kehidupan kita, prinsip tersebut acap dilupakan. Buntutnya yang muncul adalah kehebohan, yang tidak jarang merugikan masyarakat. Inilah sebenarnya hal yang seharusnya kita hindari.

Hanya beberapa bulan setelah heboh blue energy, pekan lalu kita dihebohkan oleh berita sekitar kegagalan panen padi Super Toy. Menurut berita, petani di Kabupaten Purworejo, juga di Kabupaten Madiun, kecewa terhadap padi Super Toy HL-2 karena hasil panen mereka tidak seperti dijanjikan petugas dari PT Sarana Harapan Indopangan yang mengedarkan benih itu.

Muncul nuansa, petani jadi korban bujukan. Kepada petani disebutkan, hasil panen Super Toy lebih banyak dan bisa panen lebih sering. Petani yang sebelumnya terbiasa menanam padi dengan benih IR-64 atau Ciherang yang harga per lima kilogramnya Rp 40.000 beralih ke Super Toy yang harganya Rp 75.000 per kilogram.

Ternyata saat panen dua bulan silam, hasil Super Toy hanya tujuh kuintal, padahal hasil IR-64 atau Ciherang minimal 12 kuintal. Selain hasil, catatan lain yang diberikan untuk Super Toy adalah masa tanamnya lebih lama, yaitu empat bulan, sementara IR-64 atau Ciherang hanya tiga bulan. Kebutuhan pupuk dan insektisida untuk Super Toy juga lebih banyak…..

Bisa saja peningkatan produksi pangan menjadi salah satu program utama pemerintah. Produksi padi ditargetkan menjadi 60 juta ton gabah kering giling tahun ini dari 57 juta ton tahun lalu. Upaya tersebut kita harapkan berlangsung dalam jalur prosedural.

Berita menyebutkan, Super Toy HL-2 belum diketahui jelas riwayat pemuliaan benihnya, juga kestabilan benihnya, serta proses produksinya, dan bahkan juga belum bersertifikat, tetapi sudah diperkenalkan kepada petani. Jelas ini menyimpang dari prosedur.

Menurut Agnes Aristiarini, dalam Berita Utama Kompas, Rubrik IPTEK dengan judul Kontroversi Super Toy, diawali dengan quote dari Thomas Alva Edison (1847-1931) : Ada tiga hal utama untuk mencapai sesuatu: kerja keras, fokus, dan akal sehat.

Hari-hari ini, pertanian di Indonesia diguncang padi Super Toy HL-2 yang serba super. Dengan kapasitas produksi nasional rata-rata 4,54 ton gabah kering giling per hektar, padi Super Toy diklaim bisa mencapai 15,5 ton. Kalau padi lain hanya sekali panen, Super Toy bisa tiga kali.

Siapa yang tidak tergiur?

Apalagi tahun 2007 Program Peningkatan Beras Nasional menargetkan produksi padi 2 juta ton beras atau 3,5 juta ton gabah kering giling, naik 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini yang harus dicapai dengan memperluas areal dan meningkatkan produksi per satuan luas……..

Super Toy dengan varietas Rojolele dan Pandanwangi sebagai tetuanya termasuk padi tipe baru. Klaimnya yang serba super membuat banyak pihak, yang maunya serba instan, lupa bahwa banyak persyaratan dasar yang harus dipenuhi sebelum menjadi varietas unggulan.

Tuyung Supriyadi, yang memuliakan Super Toy HL-2, mengungkapkan, benih yang ditanam petani adalah hasil persilangan turunan kelima (Kompas, 21/4). Padahal, dalam pemuliaan tanaman baru stabil setelah turunan keenam. ”Baru kemudian diuji coba di lapangan,” kata Prof Dr Sriani Sujiprihati, Kepala Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman IPB.

Hal lain yang kurang dipahami adalah padi yang bisa dipanen tiga kali tidak otomatis menguntungkan petani karena hasilnya terus menurun. ”Menanam cara ratun (bisa dipanen lebih dari sekali) memang harus sesuai kebutuhan usaha tani,” kata Dr Hajrial Aswidinnoor, pemulia tanaman dari IPB.

Dalam kisah Toy Sory made in Holliwod baik Toy Story 1 dan Toy Story 2, adalah menceritakan upaya sekumpulan boneka lama yang resah lantaran akan dibuang dengan adanya boneka yang baru. Sementara Toy Story tiga, mengkisahkan tentang keresahan Petani Indonesia yang konon merugi lantaran pakai galur pady Super Toy HL-2 yang katanya serba super. Dan sedihnya, kini semua saling tunjuk hidung. Tak ada yang mengakui bahwa ini semua adalah hasil kesalahan dan lantaran terburu nafsu ingin mendapat pujian dari RI-1.

Pinggul Besar Hasilkan Anak Cerdas?


Bagi wanita berpinggul besar, mulai sekarang berjalanlah dengan percaya diri. Sebuah studi mengungkapkan perempuan berpinggul besar tidak hanya lebih menarik, tapi juga akan melahirkan keturunan lebih pintar. Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Pittsburgh dan California ini juga mengungkapkan, perempuan dengan pinggul besar dan pinggang kecil lebih cerdas dibanding dengan perempuan dengan bentuk tubuh apel atau lurus.

Penelitian tersebut melibatkan 16.000 perempuan dewasa dan gadis. Mereka dikelompokkan berdasar ukuran tubuh dan hasil tes kognitif.

Dari data tersebut, disimpulkan bahwa perempuan dengan perbedaan ukuran antara pinggul dan pinggang yang cukup jauh memiliki hasil tes lebih tinggi yang berpengaruh juga kepada anak-anak mereka. Kenapa demikian? Ini karena perempuan ‘bahenol’ memiliki kandungan lemak lebih banyak di daerah pinggul dan paha. Lemak pada area tersebut mengandung asam lemak polyunsaturated cukup tinggi (omega 3) yang sangat penting bagi perkembangan otak janin…………

Meski teori ini belum sepenuhnya diyakini kebenarannya, Paula Hall, seorang psikologis hubungan dan seksual mengatakan, “Setidaknya penelitian ini membuktikan bahwa Anda dapat terlihat seksi juga cerdas, dan itu adalah hal positif. Hal tersebut juga menunjukkan perempuan berpinggul besar juga memiliki kelebihan lain selain membesarkan anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga.”

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evolution and Human Behaviour tersebut juga menjelaskan mengapa anak-anak yang lahir dari ibu-ibu lebih muda, memiliki kemampuan kognitif lebih rendah.

“Perkembangan kognitif anak-anak tersebut berkurang karena ibu mereka hanya memiliki sedikit kandungan lemak, dibanding dengan perempuan yang melahirkan dalam usia lebih matang,” tutur seorang peneliti seperti dilansir oleh Times Online. Namun, dari penelitian tersebut juga ditemukan anak-anak yang lahir dari perempuan muda yang berpinggul besar sepertinya terhindar dari fenomena tersebut dan memiliki kemampuan kognitif yang normal.

(Sumber: Pinggul Besar Hasilkan Keturunan Pintar, Surya Online  )

Blue Energi, Banyu Geni: Joko Suprapto, Ilusionist Abad Ini


Blue energy adalah tenaga yang dihasilkan dari perbedaan konsentrasi air laut dan air tawar dengan menggunakan reverse electro dialysis (RED). Limbah dari proses ini adalah brackish water.

Sel energi osmosis air.

Sel energi osmosis air.

Teknologi reversed electrodialysis telah terbukti di laboratorium. Seperti halnya dalam penerapan teknologi lain, harga membran yang tidak terjangkau adalah kendalanya. Membran jenis baru dari plastik polyethylene telah dirancang.

Indonesia heboh. Ada penemu energi alternatif bernama Joko Suprapto, berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Awalnya saya bertanya-tanya. Betul apa betul? Media cetak dan media elektronik (tak ketinggalan blogosphere) pun bertebaran soal penemuan yang ‘spektakuler’ ini.

Blog Dongeng Geologi memuat pendapat pak SBY soal ‘banyu geni ini. Menurut Pak SBY , istilah blue energy itu beliau pakai untuk mengkategorikan energi yang masih memancarkan atau mengeluarkan emisi karbon. Sehingga setiap energi yang masih memanfaatkan Carbon Based with Combustion (rantai karbon dengan mesin bakar) akan masuk kategori blue energi.
Sedangkan energi yang tidak mengeluarkan emisi karbon disebut green energi. Misalnya energi gelombang, energi angin, energi matahari, geothermal dll.

Sementara mas Priyadi menulis, antara lain, Hari ini blog saya sempat beberapa kali kewalahan melayani pengunjung. Setelah saya selidiki hal ini disebabkan karena luar biasa banyaknya pengunjung yang mencari dengan kata kunci “blue energy”, mungkin akibat efek pemberitaan di media massa. Pencarian Google Indonesia untuk kata kunci “blue energy” menghasilkan tulisan saya di peringkat pertama. Efek ini ternyata jauh lebih dahsyat daripada Detik Effect yang saya alami tiga tahun yang lalu. Akibatnya, saya sempat menutup akses ke blog ini untuk sementara. Masalah beban berlebih ini baru bisa diatasi setelah saya memasang plugin WP Super Cache.

Akhir tahun yang lalu, lanjut mas Priyadi, Joko Suprapto –warga Nganjuk, Jawa Timur– mengklaim menemukan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, yang sumbernya adalah air laut, dan bisa dijual seharga Rp 3000/liternya. Hasil analisis saya terhadap informasi yang tersedia berkesimpulan bahwa klaim tersebut mustahil untuk direalisasikan. Ironisnya, ‘prestasi’ ini terlanjur dibangga-banggakan di ajang konferensi Internasional tentang perubahan iklim di Bali.

Hari ini Surya Online menampilkan judul tulisan :Djoko ‘Blue Energy’ Ditagih Rp 1,5 Dikatakan bahwa Universitas Muhammadiyah Jogjakarta yang merasa tertipu oleh proyek pembangkit listrik mandiri “Jodipati” dan proyek pengembangan energi alternatif “Banyugeni” yang digagas Djoko Suprapto, mengancam akan menempuh jalur hukum. Itu jika duit Rp 1,5 miliar telanjur digelontorkan ke pihak Djoko tidak dikembalikan. “Djoko Suprapto telah menandatangani surat kesanggupan akan mengembalikan uang yang telah kami keluarkan. Kami harapkan dia segera menepati janjinya itu,” kata kuasa hukum UMY, Mochtar Zuhdi, Senin (16/6).Menurut dia, pihak kampusnya sedang mempelajari kemungkinan menuntut Djoko Suprapto baik secara pidana maupun perdata. “Kami masih berkoordinasi untuk melaporkan dugaan kasus penipuan Djoko Suprapto ke polisi,” katanya…………….

Kasus dugaan penipuan berkedok inovasi teknologi ini terbongkar setelah PT Mentari Prima Karsa (PT MPK) selaku badan usaha milik kampus UMJ melakukan telaah teknis dan akademis dengan membongkar salah satu alat kelengkapan “Banyugeni” yaitu pembangkit listrik mandiri “Jodipati”.
Pembangkit listrik yang katanya mampu menghasilkan daya tiga megawatt itu ternyata hanya berupa kotak berukuran tinggi 60 cm, lebar 60 cm dan panjang 90 cm. Di dalamnya terdapat alat terbuat dari plat border setebal satu milimeter, berisi dua variac, welding cable (kabel las), isolasi putih, tulangan besi galvabis enam milimeter yang tidak layak secara teknis disebut pembangkit listrik.
Berdasarkan telaah teknis dan akademis PT MPK dan Senat UMY disimpulkan bahwa kegiatan pendukung proyek “Banyugeni” berasal dari sumber yang sama dengan pembangkit listrik mandiri “Jodipati” tidak layak diteruskan.

Di saat sedang kalut soal membumbungnya harga minyak di dunia, banyu geni bin blue energi pun menjadi obat bius yang mujarab. Herannya, pak SBY, pak JK, kenapa bisa terkesima semua. Gimana Pak Menristek?

Memang, seperti kata pak JK, yang dikutip okezone.com, “Kalau Joko punya konsep jangan dianggap remeh. Dulu semua penelitian yang ekstrim dianggap gila. Bunyi telepon pertama kali dibilang suara setan. Mungkin kita yang konyol,” ujar Wapres Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/5/2008).

Lalu, melihat perkembangannya kini, kita ini memang konyol atau para petinggi kita yang konyol?

Kalau David Copperfield (nama asli: David Seth Kotkin), pesulap dan ilusionis yang telah 21 kali memenangkan Penghargaan Emmy, …………. dapat “menghilangkanPatung Liberty, maka Joko Suprapto dapat ‘menghilangkan akal sehat’ para petinggi kita. OPO ORA HEBAT………

Jaga Perkembangan Otak Anak Kita


Menurut KOMPAS.com, otak dapat bekerja dengan baik kalau manusia merasa senang.

Otak akan bekerja dengan baik ketika manusia merasa senang dan tidak tertekan. Proses itu dimulai pada usia dini, dan berlanjut ke masa anak-anak hingga remaja. Hanya saja, pada usia tersebut, suasana senang dengan bermain sangat kurang porsinya.

Hal itu dikatakan Shifu Yonathan Purnomo, pakar kecerdasan otak yang juga pencipta dan pendiri Shuang Guan Qi Xia International (perguruan kecerdasan otak yang berpusat di Surabaya), Rabu (28/5), dalam Seminar Intrapreneurship di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

“Anak yang sejak di SD hingga SMA dianggap pandai, belum tentu nanti dia cerdas. Itu karena kondisi sekitar membuat otaknya tidak bekerja dengan baik dan maksimal. Ada tahap yang ingin dilompati, biasanya oleh orang tua mereka,” ujar Shifu.

Seorang anak, di masa sekarang, sudah dijejalkan materi pelajaran sejak TK. Bahkan di playgroup, pengenalan tentang huruf-huruf sudah diajarkan. Itu sebenarnya tidak perlu dan belum saatnya. Yang terbaik, anak dibiarkan saja bermain dan bergerak.

“Biarkan saja anak lari-lari. Kalau nggak mau belajar karena lagi malas, ya biarkan saja. Kenalkan dengan olah raga dan hal yang membuat dia banyak bergerak, bukan hanya duduk sambil bermain atau lari-lari bermain di dalam ruang kelas. Dengan banyak bergerak, zat milin sebagai nutrisi otak akan dibuat tubuh,” katanya.

Memanfaatkan Kotoran Manusia


Setelah BBM naik, saya lebih banyak di rumah sekarang. Membaca beberapa artikel KOMPAS yang saya kliping, yang sebagian besar belum pernah saya baca secara detil. Setelah membuka beberapa halaman, mata saya tertuju pada tulisan yang dimuat pada hari Kamis, 15 Mei 2008 (Dikembangkan Biogas dari Kotoran Manusia). Nampaknya energi biogas ini perlu terus dikembangkan, karena tak selamanya BBM itu bersahabat dengan kita, khususnya soal harga yang kian hari kian tinggi. Dalam tulisan itu dikatakan bahwa : Energi terbarukan biogas tidak hanya dapat diproduksi di pedesaan dengan bahan baku limbah organik atau kotoran hewan, tetapi juga berpeluang digunakan di wilayah perkotaan. Biogas di perkotaan bisa didapatkan melalui pengelolaan kotoran manusia secara terpadu.

Dari 3.000 kepala keluarga di perkotaan dapat dihasilkan 225 meter kubik biogas atau setara dengan 103,5 kg elpiji setiap hari, yang dapat digunakan untuk memasak 207 keluarga.
Demikian ujar peneliti Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Abdul Kholiq di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, pada Rabu (14/5). ”Itu tidak hanya memberikan manfaat energi terbarukan, tapi menghasilkan pula pupuk organik dan diperoleh lingkungan dengan air tanah tidak tercemar,” kata Kholiq.

Menurut dia, salah satu daerah yang mengembangkan biogas dari kotoran manusia ada di Yogyakarta. Penggeraknya adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat. Sumbernya dari limbah yang terbatas dari beberapa WC milik warga.

Pengelolaan kotoran manusia secara terpadu untuk menghasilkan biogas di kota-kota besar di Indonesia akan terkendala oleh carut-marunya infrastruktur kota. Menurut Kholiq, kondisi tersebut bisa jadi pelajaran penataan infrastruktur kota-kota baru. Misalnya, kota-kota mandiri seputar Jakarta, seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.

Kepala Balai Teknologi Energi BPPT Titiresmi mengatakan, untuk menunjang produksi biogas secara optimal di wilayah perkotaan dan pedesaan perlu melibatkan industri-industri tertentu yang membutuhkannya.
”Pada industri etanol dari singkong di Lampung, Balai Teknologi Energi BPPT sudah menyampaikan rancangan pengolahan limbahnya supaya diolah menjadi biogas,” kata Titiresmi.

Dari industri etanol diperoleh potensi limbah cair sebanyak 100 meter kubik per hari–yang menghasilkan 1.200 meter kubik biogas, setara dengan 744 liter minyak tanah, setara dengan 552 kg elpiji. Satu meter kubik biogas sama dengan 0,62 liter minyak tanah atau 0,46 kg elpiji.
Biogas dari kotoran manusia dihitung, dengan asumsi 1 keluarga terdiri atas 5 orang yang masing-masing menghasilkan kotoran 0,3 kilogram per hari. Dari 3.000 keluarga terkumpul 4.500 kg. Satu kilogram kotoran manusia menghasilkan 0,05 meter kubik biogas. Jadi, total bisa dihasilkan 225 meter kubik biogas, setara dengan 103,5 kg elpiji per hari.

Ketika saya masih mahasiswa dulu, kalau nggak salah 25 tahun yang lalu, dalam suatu kegiatan di pedesaan, bersama dengan Ikatab Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) pernah mengenalkan soal biogas dari kotoran manusia. Setelah membaca tulisan itu, saya mencoba mengunjungi situs IMPALA. Ternyata soal biogas ini tak ada di sana. Mungkin dulu arsipnya nggak tersimpan.

Tapi itu nggak penting. Yang penting sekarang adalah, bagaimana agar kotoran kita yang kita produksi setiap hari itu bisa kita manfaatkan dengan optimal. Paling tidak, nantinya, kita tak lagi pusing soal septik-tank atau soal BBM yang selalu saja naik…. naik…. ke puncak gunung……. tinggi…… tinggi…………… sekali……………..