Mega : “Inginnya Saya, Indonesia… Raya…”


Setelah menonton Mata Najwa malam ini, saya tergerak untuk mengutip kata-kata Megawati ataupun orang-orang di sekitar Megawati.

“Saya ngga bisa nyanyi. Jadi kalau lagi sendirian daripada diam, saya itu suka bersiul lagu My Way.” Megawati #MN

“Mungkin kebiasaan saya diam. Itu sebenarnya saya sedang memperhatikan. Orang banyak yang bicara, untuk apa saya ikut-ikutan bicara.” Megawati #MN

“Ibarat boxing, saya dan suami adalah sparing partner. Yang lebih sering nonjok? Ya saya.” Megawati #MN

“Megawati memang keras kepala. Tapi katanya, kalau ga keras ga bisa pimpin partai ini.” Sabam Sirait #MN

“Mega, kau harus masuk partai politik. Kamu akan masuk PDI dan pada waktunya kamu akan jadi Presiden RI.” Sabam Sirait #MN

“Bukan berarti saya masuk partai karena ingin jadi Presiden.” Megawati #MN

“Kami tidak dilarang ikut partai. Kalau Bapak saya masih hidup, pasti dia juga nyuruh saya berpolitik” Megawati #MN

“Saya dididik kekerasan itu tidak menyelesaikan masalah, malah memperbanyak. Ini yang terjadi pada peristiwa 27 Juli 1996.” Megawati #MN

“Baru jalan 1,5 tahun, sudah dikatakan Jokowi tidak berhasil. Tapi saya suka membesarkan hati Beliau.” Megawati #MN

“Kita lihat di ibukota kemiskinan itu masih ada & Gubernur kurus itu terus berupaya.” Megawati #MN

“Di Indonesia pernah dikenal istilah naga hijau & naga merah. Saya pikir keren saya dianggap naga merah.” Megawati #MN

“DKI adalah kumpulan dari orang-orang penting. Perlu keteguhan dan kecerdasan dalam memimpin ibukota ini.” Megawati #MN

“Bangsa kita itu senang bertutur, apa yang disampaikan dari hulu bisa beda sampai di hilirnya.” Megawati #MN

“Persoalan bangsa tidak selesai karena kita tidak konsisten dan konsekuen.” Megawati #MN

“Jangan menyerah, pasti berhasil kalau kita melakukannya dengan konsekuen dan berkesinambungan.” Megawati #MN

“Ngga mungkin dalam 5 tahun, hasilnya langsung prima. Namanya membangun pasti butuh waktu.” Megawati #MN

“Pak Susilo bilang bahwa banyak isu dihembuskan media. Saya berkesimpulan Susilo tidak menjawab dengan pasti.” Megawati #MN

“Menurut Pak Hamzah Haz, Pak Susilo (SBY) juga ditanya dan bilang hal yg sama.” Megawati #MN

“Pak Hamzah Haz dan Yusril bilang belum ada perintah partai.” Megawati #MN

“Tentang Pak Susilo, awalnya KPU minta Ketua Umum yang akan kampanye pilpres agar lapor.” Megawati #MN

Betulkah Jokowi jadi capres PDIP? Temukan jawabannya setelah Headline News. #MN

“Pengikut Bung Karno itu masih eksis sampai sekarang.” Megawati #MN

“Pengganti Ketum Partai tidak bisa dibicarakan di elit partai. Siapa sih yang ngga mau jadi Ketum? Kan keren.” Megawati #MN

“Sebenarnya itu karena rakyatnya tidak diberi pendidikan politik. Sehingga mereka tidak sadar politik.” Megawati #MN

“Beliau bekerja dan memahami masalah dengan sangat detail. Dan yang paling penting, Beliau teguh memegang prinsip.” Jokowi #MN

“Saya dengan Ibu Mega tergantung peristiwanya saja. Pas makan ya bahas makanan, biasa saja.” Jokowi #MN

“Survei itu jangan dijadikan patokan. Kita harus liat realitasnya, jangan salah pilih.” Megawati #MN

“Pemilu 2014 ini doa saya hanya satu, jangan curang. Itu saja.” Megawati #MN

“Jangan sampai mabuk kenikmatan. Kalau kita tidak punya rem yang kuat, akhirnya apa saja bisa dilakukan.” Megawati #MN

“Saya paling senior jadi Ketua Umum, boleh bangga sedikit lah. Dan tidak pakai uang loh menjadikannya.” Megawati #MN

“Saya masih mau jadi presiden? Itu masih rahasia.” Megawati #MN

“Saya ini kalau menyangkut kepentingan bangsa pasti serius. Tidak bisa asal bicara.” Megawati #MN

“Saya hanya akan melihat apa yg diperlukan bangsa ini. Jadi Presiden itu mudah. Tapi jadi pemimpin itu yang susah.” Megawati #MN

“Saya tahu survey-survey bilang Jokowi. Tapi tunggu dulu, jangan mongkok. Bisa gak jadi pemimpin?” Megawati #MN

“Inginnya saya, Indonesia..Raya..”Megawati #MN

Dan inilah Catatan Mata Najwa:

1. Megawati adalah lembar yang tak terbuka, dikelilingi diam & hemat kata.#MN

2. Semakin keputusannya dinanti, semakin akhir kata terang biasanya didapati.#MN

3.Orang-orang belajar dari sikapnya, lebih banyak dari perkataan & retorikanya.#MN

4. Cukup lama dia geming membatu, menyindir kekuasaan yang penuh ragu.#MN

5. Visinya tak selalu mudah dimengerti, gagasannya lebur di dalam aksi partai.#MN

6. Megawati hidup di era politik kesaksian, bukan pengumbar jurus pencitraan.#MN

7. Di kala partai ramai-ramai berkoalisi, Megawati sedikit dari yang tak terbeli.#MN

8. Kini keputusan Megawati dinanti, apakah maju kembali atau mengucap permisi.#MN

Terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan yg telah hadir memenuhi undangan kami.

Sisi Lain Korban Wedhus Gembel Merapi: Mukena “Lethek” Seharga Rp 100 Juta


Sebuah mukena yang paling bagus niscaya harganya tidak sampai Rp 5.000.000. Tapi ini ada sebuah mukena yang sudah kusam (lethek – Jawa) ditawar Rp 100.000.000 tidak diberikan. Bahkan, kata pemiliknya, ditawar Rp 1 Milyar pun tetap tidak akan dilepas. Wah, mukena model bagaimana itu?
Berikut saya cuplikan kisahnya:
Sepasang turis asal Prancis begitu penasaran pada selembar mukena putih yang telah menyelamatkan keluarga Ponimin dari amukan awan panas yang disemburkan Gunung Merapi Selasa (26/10) malam lalu.
Tak hanya penasaran, pasangan itu pun mau saja merogoh Rp 100 juta dari kantongnya untuk membeli mukena itu.
Menurut penuturan Yati, 42, istri Ponimin, kedua turis yang tak bisa berbahasa Indonesia mendatanginya di rumah pengungsian Kamis (28/10) bersama pemandunya. Saat ini Ponimin dan keluarganya tinggal di rumah dr Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak Sleman.
“Kula mboten demi dhuwit (saya tidak mengejar uang). Dibeli satu miliar (rupiah) pun tidak akan saya berikan. Saya lebih memikirkan akhirat, rumah masa depan saya,” tegas Yati, seperti dikutip tempointeraktif.com, Minggu (31/10) sore.
Yati menegaskan, sampai kapan pun mukena itu tidak akan dijual. Namun, ia mengaku rela memberikan mukena itu secara gratis kepada orang yang dinilainya punya iman teguh. “Kami bisa selamat (dari terjangan awan panas Merapi) bukan karena mukena, melainkan karena izin Allah,” tegasnya….
“Mukena itu selalu saya pakai, meski warnanya yang lethek (kusam) karena tak dicuci. Saya sampai diejek teman-teman di tanah suci karena saya selalu memakai mukena yang jelek,” kata Yati.
Keluarga Ponimin adalah salah satu keluarga di Kinahrejo, Cangkringan, Umbulharjo, Sleman yang selamat dari awan panas Merapi. Menurut Ponimin, dia dan keluarganya selamat dari awan panas Merapi karena berlindung di bawah mukena itu.

Sumber : Bule Perancis Tawar Mukena Istri Ponimin Rp 100 Juta, surya.co.id

Pria Itu Hamil untuk Kedua Kalinya


pria_hamil_surya_online212 Juni 2008 lalu, saya mengutip tulisan Surya Online untuk postingan saya: Pria Itu Hamil dan Bakal Melahirkan. Kini, juga kabar dari Surya Online (Pria Transjender itu Hamil untuk Kedua Kalinya)pria itu bakal melahirkan bayi lagi. Begini beritanya:

Warga Amerika Thomas Beatie, seorang pria yang sempat menimbulkan kontroversi karena melahirkan bayi di bulan Juni lalu sekarang sedang hamil lagi menanti kelahiran anak keduanya.
Pemandu acara sebuah televisi di Amerika Serikat Barbara Walters hari ini mengumumkan, Beatie yang berjambang dan berkumis ini sudah tak lagi menggunakan testosteron untuk sementara setelah kelahiran anak perempuannya Susan. Karena itu, dia bakal melahirkan bayi lagi.

“Saya tanya padanya apakah hamil, jawabnya ya,” jelas Barbara dalam sebuah show di televisi.

Pada Walters, Beatie mengungkapkan bahwa bayi ini sudah ada sejak 12 Juni dan “Saya merasa baik-baik saja…Segalanya berada di jalur yang benar.”

Thomas, 34 tahun, warga Oregon ini, melakukan mastectomy tapi tetap mempertahankan organ-organ reproduksi wanitanya saat dia mengubah jenis kelaminnya menjadi pria di akhir tahun 90-an.

Dia dan pasangannya Nancy Roberts memutuskan untuk memulai berumah tangga dan hamil dengan inseminasi buatan tahun lalu. Dia hamil untuk kedua kalinya setelah anak pertamanya lahir dua bulan sebelumnya.

Walters mengatakan kisah ini dan menyebutkan bahwa wawancaranya akan tayang di televisi Amerika besok malam (Sabtu pagi waktu Indonesia) dalam sebuah tayangan dokumenter berjudul What is a Man, What is a Woman? Journey of a Pregnant Man.

Wah, wah, wah…..

Mengulang Kisah Tahun 60-an: Antri Minyak Tanah


Bila di kota Malang tabung gas elpiji beserta kompornya sudah dibagikan ke segenap warganya, tapi tidak atau belum bagi warga kabupaten Malang. Memang sebulan lalu sebagian warga sudah didaftar. Katanya 20 KK per RT. Mungkin ini untuk tahap pertama.

Namun hingga kini, itu tabung dan itu kompor belum juga hadir. Sementara keberadaan minyak tanah di daerah kami (Lawang) sudah mulai langka.

antri-minyak-tanah1.jpgHampir setiap pagi di depan rumah kami, mulai dari anak kecil, orang tua, laki, perempuan, gemuk, kurus, semua pada antri beli minyak tanah. Sejak turun dari Masjid , setelah sholat Subuh, sudah banyak yang meletakkan jerigennya secara berbaris. Para generasi tahun 60-an bilang, “kayak zaman dulu. Zaman Orde Lama.” Bedanya, kalau zaman dulu, keadaan ekonomi memang masih “carut marut”. Kalau zaman sekarang, penataan ekonominya yang “carut marut”.

antri-minyak-tanah2.jpgUntungnya pelaksanaan antriannya cukup tertib. Bagi yang masih ada keperluan lain, mereka meninggalkan jerigennya antri sendiri. Dan itu jerigen, secara berangsur akan bergerak sendiri, meski tanpa kehadiran pemiliknya. Soalnya yang lain, yang tidak ada keperluan lain, dengan sukarela mendorong jerigen itu bergeser.

Kadang memang ada satu dua yang ingin minta didahulukan, namun tentu saja yang lain menolaknya. Antri, mas, antri…..

Akibat negantri minyak tanah yang dibatasi hanya 10 liter per orang, mereka (ada) yang rela menomorduakan keluarganya. Yang anaknya yang mau berangkat sekolah, atau sekedar membuat kopi untuk suaminya (termasuk saya di dalamnya) atau terpaksa menunda belanjanya.

Entah sampai kapan hal semacam ini akan berakhir……

AA Gym: Setelah Poligami akan Bercerai?


abdullah_gymnastiar.jpg

Setelah lama menghilang dari pemberitaan, apalagi sejak beliau menikah lagi (poligami) pada bulan Desember 2006, kemarin saya dengar AA Gym diisukan bercerai dengan Teh Nini.

Kejam nian itu berita ❗

Alhamdulillah, baik Teh Ninih maupun AA Gym sendiri kemudian membantahnya.

Beliau memang berpisah dengan teh Ninih, karena akan “nyantri” lagi di Jakarta, bukan pisah ranjang.

Tapi antara berpisah dengan “pisah ranjang” itu jelas beda. Kalau pisah ranjang, contohnya Dhani dan Maia.