Eksperimen Sosial: Bayarin Bensin Orang Lain


Dipublikasikan tanggal 10 Jun 2016
Seorang anak muda Bandung penasaran, apa yang terjadi jika tiba-tiba seseorang dibayarin bensinnya oleh orang yang tidak dikenal?

Dia memasang kamera tersembunyi di SPBU. Dan yang terjadi berikutnya bikin terharu.

Share video ini sebagai bukti masih banyak #‎OrangBaik di negeri ini.

Dan lihat kisah inspiratif #OrangBaik lainnya di thr.kitabisa.com

Goodbye Muhammad Ali (1942 – 2016)


Muhammad Ali, petinju legendaris Amerika, mantan juara kelas berat yang kepribadiannya telah melampaui dunia olahraga dan memikat seluruh dunia, telah meninggal  dunia pada usia 74 tahun hari Jumat malam (3/6) di kota Phoenix, Arizona.

Mantan juara tinju kelas berat itu mengalami gangguan pernafasan dan penyakit Parkinson yang diagnosa awal tahun 1980-an.

Upacara pemakaman akan diselenggarakan di kota asalnya, Louisville, Kentucky.

Sebelumnya, petinju legendaris Amerika Muhammad Ali menjalani perawatan di rumah sakit untuk hari kedua Jumat, setelah mengalami infeksi pernafasan.

Kantor Berita Associated Press melaporkan bahwa orang-orang yang mengetahui kondisinya mengatakan dia mungkin menderita penyakit yang lebih parah dan menggusarkan keluarganya.

Muhammad Ali, yang pensiun dari dunia tinju tahun 1981, sudah 30 tahun menderita penyakit Parkinson. Meskipun dalam kondisi begitu, Ali tetap sibuk tampil dalam berbagai acara sampai belakangan ini, meskipun dia tidak berbicara di depan umum selama bertahun- tahun.

Para dokter mengatakan penyakit Parkinson itu mungkin disebabkan oleh ribuan pukulan yang dialami Ali dalam kariernya yang membawanya ke seluruh dunia melakukan pertarungan-pertarungan tinju besar.

Dia telah dirawat di rumah sakit berkali-kali, yang paling belakangan ini awal tahun 2015 karena infeksi saluran kencing yang gawat, yang semula didiagnosa sebagai radang paru-paru.

Berita-berita bahwa ia dirawat di rumah sakit membuat banyak petinju dan lainnya mendoakan bagi kesehatannya lewat Twitter, termasuk Sugar Ray Leonard, yang meniru gaya tinju Ali.

Leonard menulis, “Doa bersama harapan kami bagi kesehatan idola, sahabat, dan tanpa diragukan, yang terbesar sepanjang masa@Muhammad Ali ! # GOAT (Greatest of All Time, red.).” [sp]

sumber : VOA Indonesia

Google & Frankie Manning Birthday 102nd


Google & Frankie Mannings

KOMPAS.com – Halaman utama Google kembali dihiasi oleh doodle. Hari ini, Kamis (26/5/2016), bagian ini dipercantik dengan doodleuntuk memeringati hari ulang tahun ke-102 dari penari dan koreografer asal Amerika Serikat, Frankie Manning.

Google membuat animasi sepasang pria dan wanita yang berdansa dengan riangnya. Ada adegan di mana sang pria melempar tinggi-tinggi sang wanita. Di bagian belakang terdapat tulisan “Google”.

Namun, siapa sebenarnya Frankie Manning yang dijadikan GoogleDoodle hari ini?

Dikutip KompasTekno dari Telegraph, Frankie Manning dilahirkan pada 26 Mei 1914 di Jacksonville, Florida, AS.

Baru menginjak usia tiga tahun, Frankie Manning sudah harus pindah ke daerah Harlem, salah satu bagian di kota New York.

Ketertarikannya terhadap dunia tari sendiri sudah dimulai sejak usia muda. Saat menginjak usia yang lebih dewasa, Frankie Manning sering menghadiri kegiatan dansa di Renaissance Ballroom, di mana ia banyak ditemani oleh sang ibu.

Ia cukup kaget ketika melihat ibunya mampu menarikan gerakan tarian tradisional barat, seperti waltz. Karena itu, dia semakin serius mempelajari tarian.

Frankie Manning kemudian mendirikan sebuah kelompok dansa bernama Whitey’s Lindy Hoppers yang cukup sering pentas dan membuat beberapa film. Ia juga dianggap sebagai salah satu pencipta gerakan dansa terkenal, Lindy Hop.

Tarian itu begitu populer di antara tahun 1920-an hingga 1930-an. Gerakan dansa ini merupakan gabungan dari banyak gerakan, sepertijazztapbreakaway, dan Charleston.

Gerakan Lindy Hop sendiri lahir di komunitas Afrika-Amerika di Harlem, tetapi mulai banyak menyebar di tahun 1930.

Gerakan ini begitu liar dan spontan, dengan adanya gerakan tendangan dan pergerakan anggota tubuh, atau bisa saja menjadi gerakan yang bersahaja, dan biasanya dilakukan berpasangan, sama seperti animasi gerakan yang ditampilkan Google.

Frankie Manning sendiri bukanlah orang yang memberikan nama gerakan Lindy Hop. Namun, ia merupakan duta dari gerakan tersebut karena membantu membuat tarian itu populer dan menyebarkannya ke khalayak luas.

Frankie Manning meninggal pada 27 April 2009 dalam usia 94 tahun di Corona, Queens, AS.

SUMBER : kompas.com

Google & Suzanne Lenglen 117th Birthday


KOMPAS.com – Halaman utama Google pada Selasa (24/5/2016) dihiasi dengan doodle untuk memperingati hari ulang tahun ke-117 dari petenis wanita asal Perancis, Suzanne Lenglen.

Google membuat animasi gerakan Suzanne Lenglen yang sedang bermain tenis. Latar belakang doodle ini didominasi dengan warna dasar hijau, seperti lapangan rumput tenis. Di bagian belakang terdapat tulisan Google.

Siapa sebenarnya Suzanne Lenglen yang dijadikan Google Doodle hari ini?

Jika mendengar soal tenis wanita, siapa yang ada di benak Anda saat ini? Sebagian besar dari Anda, mungkin, akan menyebut nama Serena Williams atau Maria Sharapova. Nah, Suzanne Lenglen itu bisa dikatakan salah satu juara tenis yang paling berpengaruh, jauh sebelum dua petenis wanita tersebut.

Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Mirror, selama karirnya, dari 1914 hingga 1926, Suzanne Lenglen berhasil mendapatkan 31 gelar kejuaraan dan mendominasi dunia tenis wanita.

Petenis flamboyan ini dinobatkan menjadi selebrita wanita tenis pertama. Gayanya yang keras bahkan mampu mengubah dunia olahraga tenis kala itu.

“Dia meruntuhkan batasan melalui permainannya yang penuh gairah, pakaian yang tidak tradisional, dan cara berdiri yang melawan formalitas olahraga tersebut,” tulis Google.

Pada tahun 1925, Suzanne Lenglen membintangi film bisu pendek mengenai cara bermain tenis.

Karir Suzanne Lenglen harus berakhir pada tahun 1938. Petenis wanita yang disegani itu berhenti karena penyakit leukemia yang dideritanya. Tiga minggu setelah didiagnosa, ia menjadi buta.

Suzanne Lenglen meninggal pada 4 Juli 1938. 1)

Bintang.com, Jakarta Sebagai bentuk penghormatan, Google mempersembahkan Doodle untuk Suzanne Lenglen pada Selasa (24/5). Bukan tanpa alasan, jika sang petenis perempuan masih hidup, tepat hari ini ia akan merayakan ulang tahun ke-117. Karena dikenal sebagai salah satu figur yang berpengaruh, kamu jangan sampai tak tahu sejumlah fakta tentang Suzanne Lenglen berikut, menurut Mirror.

Menuju puncak karier dengan begitu cepat. Ketika banyak pemain tenis yang harus menjalani proses panjang untuk sampai ke puncak karier, Suzanne hanya butuh waktu kurang dari 5 tahun. Karena itu, ia pun dikenal sebagai pemenang kejuaraan tenis paling muda.

Nama Suzanne mendominasi kejuaraan. Selama karier profesionalnya, yakni pada rentang 1914 hingga 1924, ia berhasil kampiun dengan 31 gelar. Raihan itu otomatis membuat namanya jadi yang paling mendominasi di dunia tenis perempuan.

Jadi petenis perempuan pertama yang terkenal. Akibat pencapaian yang luar biasa, nama Suzanne mulai banyak dikenal publik, bahkan oleh mereka yang tak terlalu menyukai tenis. Di samping melambungkan citra Suzanne, ia pun membuktikan bahwa perempuan juga bisa mendominasi di dunia olahraga.

Pernah terlibat dalam film. Karier yang begitu gemilang di usia belia membuat Suzanne dilirik oleh sejumlah penggiat film. Berbuah hasil, pada 1925 Suzanne bermain dalam sebuah film bisu, How I Play Tennis, di mana rekam gambar itu berisikan tata cara bermain tenis dengan benar.

Tutup usia di tahun 1938. Sayangnya, Suzanne Lenglen didiagnosa mengidap leukimia pada Juni 1938 dan jadi buta 3 minggu setelahnya. Berdasarkan pemberitaan kala itu, Suzanne menghembuskan napas terakhir pada 4 Juli 1938. 2)

1) kompas.com
2) bintang.com

Mahasiswa Brawijaya Bikin Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan (POTRET)


alat-pembatas-kecepatan-kendaraan-atau-yang-kerap-disebut-polisi-tidur-_140707103132-720REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Empat mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) Malang, mengembangkan konsep polisi tidur yang dapat berfungsi sebagai penghasil listrik yang dinamakan Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan atau POTRET.

Tim POTRET terdiri dari Doni Darmawan Putra, Hasan, Anthony Wijoyo, dan Ridho Darmawan dengan dosen pembimbing Eka Maulana. Alat yang masuk nominasi lima besar penghargaan Inovasi Teknologi Kota Malang (INOTEK) 2016 bidang Energi ini menerapkan hukum kekekalan energi untuk menghasilkan energi listrik.

“Kami memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang kami tempatkan di bawah polisi tidur,” kata ketua Tim POTRET, Doni Darmawan Putra di Malang, Jawa Timur, Kamis (19/5).

Perubahan energi ini, jelas Doni, disebabkan tekanan kendaraan yang melintas. Kemudian energi tersebut berubah menjadi energi kinetik dan memutar rotor dari generator DC. Dalam prinsip mesin listrik, perubahan kecepatan dalam suatu medan magnet akan menghasilkan tegangan terinduksi pada sisi stator generator DC.

Saat rangkaian digabungkan dengan ACCU, lanjutnya, akan terjadi aliran arus listrik yang secara perlahan bakal mengisi tegangan pada ACCU. Energi yang disimpan pada ACCU dapat digunakan untuk penerangan jalan saat malam hari atau keperluan lainnya.

“Apabila dalam sehari terdapat 1.000 kendaraan dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kilogram, gear akan memutar generator dengan kecepatan putar 1.000-1.250 rpm. Maka output dari sistem ini dapat digunakan untuk menyalakan empat lampu masing-masing 40 watt selama 10 jam setiap hari,” paparnya.

 

Karya riset unggulan Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai DIKTI ini merupakan alat generasi ketiga. Sebelumnya, tim telah mengembangkan konsep serupa dengan sumber energi gerakan air. Namun, menerapkan POTRET dengan memanfaatkan air dikhawatirkan dapat memicu korsleting listrik.

Hingga akhirnya tim mewujudkan karya yang seperti saat ini. Alat yang saat ini sedang dalam proses paten tersebut memiliki keunggulan safety, portable, dan tidak terpengaruh cuaca. POTRET dapat diterapkan pada pintu gerbang kampus, mal atau jalan tol yang terdapat portal.

Pada jalan yang terdapat portal tersebut lebih dahulu dilubangi untuk diisi dengan pegas. Selanjutnya, di atas pegas dapat ditempatkan polisi tidur yang terbuat dari besi atau seng tebal. Alat POTRET ditempatkan di samping polisi tidur tersebut.

“Biaya untuk memproduksi sebuah alat POTRET menghabiskan dana sekitar Rp 4 juta. Kami terus berinovasi dengan alat ini. Pandangan ke depan dengan prinsip dasar alat ini dapat digunakan pula di alat-alat fitness untuk menghasilkan energi listrik terbarukan,” urainya.

Sumber : republika.co.id

Trie Sulistiowarni, Cagub : Persoalan Pertanahan DKI Tak Kalah Peliknya Dibanding Banjir dan Macet-


trisulissRMOL. Persoalan pertanahan di DKI Jakarta tak kalah peliknya dibandingkan masalah kemacetan dan banjir yang melanda Ibukota. Perihal ini disampaikan salah satu bakal calon gubernur Jakarta 2017-2022, Trie Sulistiowarni.

Dalam masalah pertanahan ini, papar Trie, salah satu hal yang memprihatinkannya adalah masih banyak tanah milik Pemerintah DKI Jakarta yang belum memiliki sertifikat. Ini juga sering menjadi  masalah konflik atau sengketa pertanahan di DKI.

“Persoalan pertanahan di DKI ini sering menjadi pelik gara-gara banyak mafia tanah yang bermain, dan sering melibatkkan oknum pemerintah. Kalau saya menjadi Gubernur, salah satu concern ,saya adalah melakukan pembenahan masalah pertanahan ini, dan sekaligus memberantas mafia tanah yang bergentayangan,” ujar Trie, di Jakarta, Selasa (17/5).

Munculnya berbagai persoalan tersebut, lanjutnya, kemudian  berujung pada penggusuran seperti kasus pasar ikan Luar Batang yang baru-baru ini terjadi. Itu, terangnya, adalah salah satu imbas dari tidak adanya kepastian kebijakan soal pertanahan di DKI Jakarta.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang tahun 1984 tentu saja sangat paham seluk beluk masalah pertanahan dan pemukiman (perumahan) di DKI. Pasalnya mantan Tenaga Ahli Menteri Perumahan Rakyat ini juga merupakan seorang Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Berkaitan dengan pertanahan ini, Penasehat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Provinsi DKI ini mengemukakan bahwa Pemerintah mestinya punya keberpihakan kepada rakyat kecil, jangan sekedar main gusur.

“Kalau memang masyarakat sudah menempati tanah milik Negara selama puluhan tahun, seyogyanya diberikan saja kepada masyarakat, dan mereka dibantu untuk mendapatkan Sertifikat melalui program pemerintah yang ada. Karena tanah itu juga memiliki fungsi sosial, tak hanya semata-mata fungsi ekonomi atau bisnis,” ujarnya. [akun/zul] 

Sumber : RMOL Jakarta

Berita terkait : Siap Berantas Mafia Tanah, Notaris Trie Sulistiowarni Maju dalam Pertarungan Pilkada DKI 2017

Calon Gubernur ini Soroti Penataan Apartemen


image

VIVA.co.id – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang mengikuti penjaringan di Partai Kebangkitan Bangsa, Trie Sulistiowarni, mengaku  semakin banyak menerima aspirasi menyangkut hunian vertikal di Jakarta. Dia mengkritisi, tren pertumbuhan hunian vertikal yang pesat di Jakarta tidak dibarengi dengan penataan yang baik.

“Problemnya bukan hanya soal ketersediaan lahan, lebih dari itu adalah kebijakan dan kepastian hukum setelah hunian-hunian vertikal tersebut berdiri,” ujar Tri dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Jumat 13 Mei 2016.

Menurutnya, hampir di setiap kawasan hunian vertikal menyisakan masalah yang pelik. Mulai dari soal status kepemilikan, pengelolaan, perhimpunanpenghuni, fasilitas umum dan fasilitas sosial, dan sebagainya.

“Kasus semacam itu bukan hanya terjadi di Kalibata City yang sempat ramai di media massa, tetapi juga di hampir semua hunian vertikal (rumah susun/aparteman),” ujar Perempuan berprofesi notaris dan PPAT ini.

Menurutnya, dari semua kasus tersebut, penghuni cenderung menjadi pihak yang dirugikan. Soal kepemilikan misalnya, sampai sekarang masih sangat banyak hunian vertikal yang belum bisa memberi kepastian status kepemilikan kepada pemiliknya, karena sertifikat yang belum juga terbit.

“Ini kan ironis. Belum lagi soal fasum dan fasos yang ternyata banyak disalahgunakan olehpengembanguntuk mengambil keuntungan, dan banyak lagi masalah-masalah ikutan lainnya,” ujarnya.

Trie mengaku memiliki konsep dalam penataan pembangunan hunian vertikal bila terpilih menjadi gubernur. Dia berjanji akan mengutamakan kepentingan penghuni.

“Dan yang tak kalah pentingnya, jangan sampai pembangunan hunian vertikal, khususnya subsidi yang diberikan oleh Pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah salah sasaran,” katanya.

Sumber : viva.co.id